Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Aktivitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 84-93 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17256140 *Corresponding author E-mail addresses: [email protected], [email protected] Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Aktivitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 Anastasya, Eulin Karlina 1,2 Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika A B S T R A K Perubahan ekonomi global dan nasional dalam beberapa tahun terakhir berdampak signifikan terhadap stabilitas keuangan perusahaan, termasuk pada sub sektor ritel di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas dan rasio solvabilitas terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Variabel yang digunakan meliputi Current Ratio (CR) sebagai indikator likuiditas, Debt to Asset Ratio (DAR) sebagai indikator solvabilitas, dan Return on Assets (ROA) sebagai indikator kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, CR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Sementara itu, DAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Secara simultan, CR dan DAR bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun likuiditas secara individual tidak berdampak signifikan, kombinasi likuiditas dan solvabilitas tetap memiliki peran penting dalam menentukan profitabilitas perusahaan ritel. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan investor dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan. A B S T R A C T In recent years, global and national economic shifts have significantly impacted the financial stability of companies, including those in Indonesia's retail sub-sector. This study aims to analyze the effect of liquidity and solvency ratios on the financial performance of retail sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021–2024 period. The variables used include Current Ratio (CR) as a measure of liquidity, Debt to Asset Ratio (DAR) as a measure of solvency, and Return on Assets (ROA) as an indicator of financial performance. A quantitative approach was employed. The results show that, partially, CR does not have a significant effect on ROA. Meanwhile, DAR has a positive and significant effect on ROA. Simultaneously, CR and DAR have a significant effect on ROA. These findings indicate that although liquidity alone does not significantly impact profitability, the combination of liquidity and solvency plays a crucial role in determining the financial performance of retail companies. This study is expected to serve as a valuable reference for management and investors in assessing corporate financial health. PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan dalam ekonomi global dan nasional telah memberikan dampak besar terhadap stabilitas keuangan di berbagai bidang industri di Indonesia, termasuk sub sektor ritel. Sub sektor ritel, yang berfungsi sebagai dasar dalam distribusi barang konsumsi tidak hanya menghadapi kesulitan dari sisi permintaan pasar akibat COVID-19, tetapi juga harus beradaptasi dengan perubahan digital dan tren belanja konsumen. Secara khusus, kinerja keuangan perusahaan subsektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bervariasi dari tahun 2019 hingga tahun 2023. Sementara beberapa bisnis mengalami perkembangan yang stabil, yang lain mengalami penurunan laba bersih, peningkatan utang, atau bahkan kerugian. Kinerja keuangan tidak dapat diabaikan karena akan membuat bisnis lebih menarik bagi kreditor dan investor. Bisnis yang berkinerja baik secara finansial biasanya lebih siap untuk menarik investasi, memperoleh pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah, dan tetap kompetitif di pasar. Di sisi lain, hasil keuangan yang buruk dapat menyebabkan kreditor dan investor kehilangan kepercayaan terhadap perusahaan, yang dapat berdampak pada kemampuannya untuk terus beroperasi (Firdianto & Sudiyatno, 2024). A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Dan Kinerja Keuangan. Keywords: Liquidity Ratio, Solvency Ratio, and Financial Performance. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Socius E-ISSN: 3025-6704 Manajemen, strategi bisnis, kondisi pasar, dan rasio keuangan termasuk likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan rasio aktivitas hanyalah beberapa dari sekian banyak variabel yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Rasio likuiditas dan solvabilitas merupakan dua variabel penting. (Aulia & Hubbansyah, 2024) menyatakan bahwa rasio likuiditas sangat penting untuk menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. Selain untuk menjamin kelancaran operasional sehari-hari, kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas yang memadai berfungsi sebagai pengaman terhadap kemungkinan kebangkrutan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Alat penting untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya adalah rasio likuiditas, seperti rasio lancar dan rasio cepat. Dalam (Diana & Osesoga, 2020) terdapat korelasi yang signifikan antara kinerja keuangan dengan rasio likuiditas. Sebaliknya, Rasio Solvabilitas menunjukkan persentase utang dalam struktur modal bisnis. Sama halnya dengan rasio utang terhadap ekuitas dan utang terhadap aset, rasio ini penting untuk menilai risiko keuangan perusahaan. Dalam (Azzahra, 2021), bisnis dengan tingkat solvabilitas yang tinggi biasanya memiliki hasil keuangan yang stabil. Hal ini didukung oleh (PRASTHIWI, 2022) yang mengatakan terdapat pengaruh antara rasio Solvabilitas terhadap kinerja keuangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik analisis statistik dengan tujuan guna menguji pengaruh antar variabel dalam menguji hipotesis yakni pengaruh rasio Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas terhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan Sub Sektor Ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Populasi penelitian pada periode 2021-2024 yakni 31 perusahaan consumer cyclicals sub sektor ritel yang tercatat di BEI. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam pemilihan sampel dengan metode purposive sampling, terpilih 14 perusahaan Perusahaan Sub Sektor Ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021–2024. Dalam rentang waktu empat tahun, penelitian ini menggunakan total 56 sampel data. Penelitian ini menggunakan variabel terikat berupa kinerja keuangan sedangkan variabel bebas terdiri atas rasio likuiditas dan rasio Solvabilitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan memanfaatkan data sekunder, yang bersumber dari laporan tahunan BEI dan laporan keuangan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.com). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis, analisis regresi linear berganda, serta koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. HASIL Statistik Deskriptif Dibawah ini merupakan tabel uji untuk setiap variabel independen serta dependen. Tabel 1. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Sumber: Data diolah dengan SPSS 25 (2025) Berdasarkan hasil tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa: 1. Current Ratio (CR) memiliki nilai minimum sebesar 0,49 dan nilai maksimum sebesar 15,56, dengan nilai rata-rata sebesar 2,5730 dan standar deviasi sebesar 2,68994. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa secara umum perusahaan ritel memiliki kemampuan likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Namun, standar deviasi yang tinggi menunjukkan adanya variasi yang cukup besar antar perusahaan dalam hal likuiditas. 2. Nilai Debt to Asset Ratio (DAR) berkisar antara 0,18 hingga 0,99, dengan rata-rata 0,4538 dan deviasi standar 0,19164. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun beberapa bisnis memiliki tingkat leverage yang sangat tinggi, mayoritas bisnis ritel menggunakan persentase utang yang relatif kecil terhadap keseluruhan aset mereka. 3. Nilai rata-rata Return On Assets (ROA) adalah 0,0649, dengan deviasi standar 0,04620. Nilai ekstremnya adalah 0,00 dan 0,24. Meskipun terdapat variasi yang nyata dalam kinerja perusahaan yang
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Anastasya et., al / Pengaruh Rasio Profitabilitas diteliti, angka ini menunjukkan bahwa kapasitas perusahaan untuk menghasilkan uang dari asetnya secara umum buruk. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Output uji normalitas pertama ditunjukkan dengan menggunakan grafik histogram, sebagai berikut: Gambar 1 Hasil Uji Normalitas Data Histogram Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan grafik histogram di atas, terlihat bahwa pola distribusi residual terstandarisasi membentuk kurva yang menyerupai kurva normal (bell-shaped curve), di mana sebarannya tampak simetris dan tidak menunjukkan kemencengan ke kanan maupun ke kiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa data residual pada model regresi telah memenuhi asumsi normalitas. Dengan demikian, model regresi yang digunakan dapat dikatakan layak dan valid untuk digunakan dalam analisis penelitian ini. Studi telitian ini dilanjutkan dengan melakukan pengujian memakai Normal Probability Plot, berikut output normalitas kedua dengan menggunakan pengujian P-P Plot: Gambar 2 Hasil Uji Normalitas Data P-P Plot Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Titik-titik residual tersebar di dekat garis diagonal, seperti yang dapat dilihat dari tampilan grafik plot P-P Normal. Distribusi residual tampak normal berdasarkan pola ini. Dengan demikian, model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap sah untuk penyelidikan lebih lanjut karena asumsi kenormalan telah terpenuhi.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Socius E-ISSN: 3025-6704 Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Data Kolmogorov-smirnov Test Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov di atas, diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2tailed) sebesar 0,200. Karena nilai signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini (α = 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Output dari uji Multikolinearitas yakni: Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa seluruh variabel independen memiliki nilai Tolerance sebesar 0,666 dan nilai VIF sebesar 1,502. Karena seluruh nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi ini tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisita Berikut adalah output dari uji grafik scatterplot: Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Grafik Scatterplot Berdasarkan Gambar diatas dapat di deskripsikan sebagai berikut:
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Anastasya et., al / Pengaruh Rasio Profitabilitas Titik-titik pada grafik tersebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu, baik itu pola mengerucut, menyebar, atau melengkung. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi tidak mengalami gejala heteroskedastisitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asumsi homoskedastisitas terpenuhi. Uji Autokorelasi Berikut yakni hasil dari uji Autokorelasi: Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Hasil uji Runs Test pada residual menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Asymp. Sig. (2-tailed)): 0,059. karena nilai signifikansi sebesar 0,059 lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi. Uji Hipotesis Uji t Berikut adalah output dari Uji Statistik t secara parsial: Tabel 5 Hasil Uji Parsial (Uji t) Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Hasil pengujian secara parsial terhadap masing-masing variabel independen dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pengaruh Current Ratio terhadap Return On Assetss. Nilai adalah 2,006 dengan tingkat signifikansi (Sig.) sebesar 0,284, dan nilai thitung untuk variabel Rasio Lancar adalah 1,083. Karena nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel dan nilai signifikansi lebih dari 0,05, dapat dikatakan bahwa rasio lancar tidak memiliki dampak yang nyata terhadap laba atas aset (ROA). Akibatnya, hipotesis alternatif (Ha1) ditolak dan hipotesis nol (H01) diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa rasio likuiditas yang direpresentasikan melalui current ratio tidak berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan finansial pada perusahaan ritel. 2. Pengaruh Debt to Asset Ratio terhadap Return On Assets. Nilai thitung dari variabel Debt to Asset Ratio (DAR) tercatat sebesar 2,646, dengan nilai signifikansi 0,011 yang lebih kecil dari 0,05, serta thitung lebih besar dari ttabel sebesar 2,006. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel DAR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Oleh sebab itu, hipotesis nol (H02) dinyatakan ditolak dan hipotesis alternatif (Ha2) diterima. Artinya, rasio solvabilitas yang diukur melalui Debt to Asset Ratio terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Socius E-ISSN: 3025-6704 Uji F Berikut output uji F secara simultan: Tabel 6 Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) Sumber: Data diolah dengan SPSS 25 Berlandaskan hasil pengujian pada tabel 8, memperlihatkan dimana nilai signifikansi senilai 0,000 < 0,05, serta F hitung 12,108 > F tabel 3,28, dengan taraf nyata senilai 5% dan perpotongan antara 2 dan 33, yang diperoleh dari df1 = k (jumlah variabel independen) = 2 dan df2 = (n-k-1) = (36-2-1) = 33, didapat nilai F tabel senilai 3,28, maka Ho3 ditolak dan Ha3 diterima, menunjukkan dimana rasio profitabilitas (ROA) dan rasio aktivitas (TATO) secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV). Analisis Regresi Linear Berganda Output temuan dari uji ini ialah sebagai berikut: Tabel 7 Hasil Uji Analisis Linear Berganda Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan program SPSS versi 25, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y=1,167+0,294X1+10,068X2 Berikut ini adalah interpretasi persamaan regresi linier berganda: 1. Nilai konstanta (a) adalah 1,167. Ini menunjukkan bahwa variabel dependen Return On Assets (ROA) memiliki nilai 1,167 jika variabel independen Current Ratio (X1) dan Debt to Asset Ratio (X₂) dianggap nol. 2. Current ratio, atau koefisien regresi, untuk variabel X1 adalah 0,294. Ini menunjukkan bahwa, dengan asumsi semua faktor lain tetap tidak berubah, kenaikan 1 satuan dalam current ratio akan menghasilkan kenaikan 0,294 dalam nilai return on asset (ROA). Namun, current ratio parsial tidak memiliki dampak yang terlihat pada return on asset, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,284>0,05. 3. Rasio Utang terhadap Aset, atau variabel X2, memiliki koefisien regresi sebesar 10,068. Hal ini menunjukkan bahwa, jika semua faktor lain tetap tidak berubah, kenaikan rasio utang terhadap aset sebesar 1 satuan akan menghasilkan kenaikan sebesar 10,068 dalam nilai laba atas aset (ROA). Rasio Utang terhadap Aset memiliki dampak signifikan terhadap Laba atas Aset, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,011 < 0,05. Oleh karena itu, hanya Rasio Utang terhadap Aset (DAR), salah satu dari dua faktor independen yang disertakan dalam penelitian ini, yang terbukti secara signifikan meningkatkan Laba atas Aset (ROA) perusahaan. Uji Koefisien Determinasi (R2) Uji Koefisien Determinasi Parsial 1. Uji Koefisien Determinasi Rasio Likuiditas Berikut adalah hasil dari uji koefisien determinasi likuiditas terhadap kinerja keuangan: Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Likuiditas
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Anastasya et., al / Pengaruh Rasio Profitabilitas Nilai R Square adalah 0,005, menurut tabel Ringkasan Model. Hal ini menunjukkan bahwa variabel rasio lancar hanya dapat menjelaskan 0,5% dari variabilitas dalam pengembalian atas aset (ROA), sedangkan variabel lain di luar cakupan model studi ini menjelaskan 99,5% sisanya. Nilai R Square yang sangat rendah ini menunjukkan bahwa dampak rasio lancar terhadap kinerja keuangan (ROA) perusahaan ritel yang diteliti sangat minimal. Uji Koefisien Determinasi Rasio Solvabilitas Berikut adalah hasil dari uji koefisien determinasi solvabilitas terhadap kinerja keuangan: Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Solvabilitas Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Hasil keluaran tabel Ringkasan Model menunjukkan bahwa nilai R Square adalah 0,102. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Debt to Asset Ratio (DAR) dapat menyumbang 10,2% dampak terhadap Return On Assets (ROA), sedangkan variabel lain yang tidak termasuk dalam model studi ini menyumbang 89,8%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa debt to asset ratio memiliki dampak yang kecil terhadap keberhasilan finansial perusahaan. 3. Uji Koefisien Determinasi Simultan Hasil dari output Koefisien Determinasi Simultan ialah sebagai berikut: Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan Sumber : data diolah dengan SPSS versi 25 Hasil uji koefisien determinasi di atas menunjukkan nilai R Square (R²) sebesar 0,121. Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) dan Debt to Asset Ratio (DAR), dua variabel independen dalam model ini, menyumbang 12,1% variasi perubahan Return On Assets (ROA). Namun, faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini menyumbang sisanya sebesar 87,9%. Oleh karena itu, meskipun variabel CR dan DAR masih hanya menyumbang sebagian kecil terhadap ROA dan faktor-faktor lain mungkin memiliki dampak yang lebih besar terhadap kinerja keuangan perusahaan, model regresi ini masih praktis untuk diterapkan. PEMBAHASAN Pengaruh Rasio Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil uji signifikansi parsial (uji t), variabel Rasio Likuiditas (X1) yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) memiliki nilai thitung sebesar 1.083 lebih kecil dari ttabel sebesar 2.006, sedangkan nilai signifikansinya yaitu 0.284, lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 dan thitung < ttabel. Maka, H01 diterima dan Ha1 ditolak, yang berarti Current Ratio tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan ritel yang terdaftar di BEI periode 2021-2024. Selain itu, berdasarkan hasil uji koefisien determinasi parsial, diperoleh nilai R square sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio hanya mampu menjelaskan variabilitas ROA sebesar 0,5% sementara 99,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Nilai determinasi yang sangat rendah ini turut memperkuat hasil uji t yang menyatakan tidak signifikannya pengaruh CR terhadap ROA
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Socius E-ISSN: 3025-6704 Hasil ini menunjukkan bahwa besarnya likuiditas perusahaan, yang tercermin dari kemampuan membayar kewajiban jangka pendek, belum tentu berkaitan langsung dengan perolehan laba atau efisiensi aset. Kemungkinan perusahaan menyimpan kelebihan aset lancar yang tidak digunakan secara optimal, sehingga meskipun tingkat likuiditas tinggi, tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan ROA. Pendapat ini di dukung oleh penelitian (Naufal & Fatihat, 2023) yang menyatakan bahwasannya Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Return On Assets, yang menunjukkan semakin tinggi Current Ratio yaitu aset terhadap utang, maka perusahaan akan menjadi kurang baik karena perusahaan tidak dapat secara efektif menggunakan aktiva lancarnya, hal ini akan menimbulkan kendala dalam meningkatkan laba. Namun penelitian lainnya yang di lakukan (Dewi et al., 2024) sangat bertentangan, peneliti ini mengemukakan bahwa CR berpengaruh secara parsian dan positif signifikan terhadap ROA, yang diartikan jika CR mengalami peningkatan maka ROA juga mengalami peningkatan. Pengaruh Rasio Solvabilitas Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian signifikansi parsial (uji t) pada Tabel Coefficients, variabel Rasio Solvabilitas (X2) yang diproksikan dengan Debt to Asset Ratio (DAR) memiliki nilai thitung sebesar 2.646 lebih besar dari ttabel sebesar 2.006, sedangkan nilai signifikansinya yaitu 0.011, lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 dan thitung > ttabel. Maka, H02 ditolak dan Ha2 diterima, yang berarti DAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA pada perusahaan ritel periode 2021-2024. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi parsial, diperoleh nilai R Square sebesar 0,102. Ini berarti bahwa variabel DAR mampu menjelaskan pengaruh terhadap ROA sebesar 10,2%, sedangkan sisanya 89,8% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian ini. Meskipun kontribusinya terbatas, hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi pendanaan yang berasal dari utang dibandingkan total aset, maka dapat mendorong peningkatan profitabilitas, selama penggunaan utang tersebut produktif dan dikelola secara efisien. Pemanfaatan solvabilitas yang optimal dapat meningkatkan hasil pengembalian terhadap aset yang digunakan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Rahmananda et al., 2022), yang menyimpulkan bahwa Debt to Asset Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets. Yang dapat diartikan bahwasannya rasio solvabilitas dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya dan rasio solvabilitas yang baik dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya memberikan pengaruh baik pula kepada kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas Secara Simultan Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian signifikansi simultan (uji F) pada tabel ANOVA, diperoleh nilai Fhitung sebesar 3,650 yang lebih besar dari Ftabel sebesar 3,172, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,033 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H03 ditolak dan Ha3 diterima, yang berarti bahwa Current Ratio (CR) dan Debt to Asset Ratio (DAR) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan sub sektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2024. Artinya, kinerja keuangan perusahaan dalam hal profitabilitas dapat dijelaskan sebagian oleh kondisi likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Ketika CR dan DAR diuji secara bersamaan, keduanya menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap ROA, meskipun secara individu CR tidak memberikan pengaruh yang berarti. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji koefisien determinasi simultan, diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,121. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua variabel independen dalam model, yaitu CR dan DAR, mampu menjelaskan variasi perubahan ROA sebesar 12,1%. Adapun sisanya, yaitu sebesar 87,9%, dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Meskipun kontribusi keduanya terhadap ROA secara keseluruhan tidak terlalu besar, temuan ini memperkuat pentingnya peran manajemen likuiditas dan struktur pendanaan perusahaan dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan aset demi memperoleh laba yang optimal. SIMPULAN Berlandaskan hasil penelitian terkait pengaruh rasio profitabilitas dan rasio aktivitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2024, menghasilkan beberapa kesimpulan yakni: 1. Rasio profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate periode 2021-2024, yang ditunjukkan oleh hasil t hitung 4,242 > t tabel 2,035, dan nilai signifikansi senilai 0,000 < 0,05. Berdasarkan R Square pada koefisien determinasi parsial rasio profitabilitas terhadap nilai perusahaan yakni senilai 0,423 atau 42,3%. Artinya, rasio profitabilitas yang tinggi, berarti kian tinggi pula nilai perusahaan. Kondisi ini merupakan sinyal positif
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 84-93 Anastasya et., al / Pengaruh Rasio Profitabilitas kepada investor yang memicu kenaikan harga saham sehingga berkontribusi meningkatkan nilai perusahaan. 2. Rasio aktivitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate periode 2021-2024 yang ditunjukkan oleh hasil t hitung 0,155 > t tabel 2,035 serta nilai signifikansi senilai 0,878 > 0,05. Berdasarkan R Square pada koefisien determinasi parsial rasio aktivitas terhadap nilai perusahaan yakni senilai 0,109 atau 10,9%. Temuan ini mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam mengelola keseluruhan asetnya guna memperoleh penjualan tidak menjadi faktor penentu dalam meningkatkan nilai perusahaan. 3. Rasio profitabilitas dan rasio aktivitas berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate periode 2021-2024, ditunjukkan oleh hasil F hitung senilai 12,108 > F tabel senilai 3,28 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R square) simultan didapat senilai 0,423, yang menunjukkan bahwa rasio profitabilitas dan rasio aktivitas secara bersama-sama mampu menjelaskan nilai perusahaan senilai 42,3%. Tersisa senilai 57,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. SARAN Merujuk pada hasil temuan yang telah didapatkan, serangkaian saran yang ditujukan sebagai bahan pertimbangan guna pihak terkait, yaitu: 1. Bagi Perusahaan. Perusahaan disarankan dapat lebih meningkatkan rasio profitabilitas dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba karena mampu memengaruhi nilai perusahaan. 2. Bagi Investor. Para investor dapat menetapkan temuan ini sebagai salah satu pertimbangan dalam memutuskan investasi, dengan mengamati berbagai faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, diantaranya rasio profitabilitas (Return on Asset). 3. Bagi Peneliti Selanjutnya. Peneliti berikutnya dianjurkan memperpanjang cakupan periode penelitian serta menambahkan variasi variabel lain yang berpotensi memengaruhi nilai perusahaan, namun belum dianalisis pada studi ini. REFERENSI Alif, A. G. P., Inggrit Syahla Octalin, & Ratih Kusumastuti. (2023). Pengukuran Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Penilaian Pada Kinerja Keuangan PT.Telkon Indonesia Tbk (Periode 2020-2022). Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen, 2(2), 247–261. https://doi.org/10.58192/ebismen.v2i2.984 Amriyadi, M. F. (2022). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Gudang Garam Tbk. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6(1), 843–853. https://doi.org/10.22437/jssh.v6i1.20198 Aulia, K., & Hubbansyah, A. K. (2024). Pengaruh Likuiditas Terhadap Risiko Kebangkrutan Suatu Perusahaan. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(7), 94–103. https://gudangjurnal.com/index.php/gjmi/article/view/683 Azzahra, S. (2021). Analisis Rasio Solvabilitas terhadap Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia di Masa Pandemi. POINT: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 3(1), 57–70. https://doi.org/10.46918/point.v3i1.909 Candra, S. P., Ulfah Arini, D., Yuntina, L., Panatap Soehaditama, J., & Nuraeni, N. (2024). Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data (Sebuah Tinjauan Pustaka). Jurnal Ilmu Multidisplin, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.38035/jim.v3i1.504 Dewi, Y. N. I. S., Hardiyanto, A., & Kohar, A. (2024). Pengaruh Rasio Solvabilitas, Likuiditas Dan Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021. Jurnal Akuntansi Pratama, 1(2), 1–18. https://jatamafeb.unpak.ac.id/index.php/jatama/index Diana, L., & Osesoga, M. S. (2020). Pengaruh likuiditas, solvabilitas, manajemen aset, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 12(1), 20–34. https://doi.org/10.33508/jako.v12i1.2282 Febriana, H. S. E. M. M., Rismanty, V. A. B. E. M. M., Bertuah, D. E. B. S. E., Permata, S. U. S. E. M. M., Vega Anismadiyah, S.T., M. M., Lenny Dermawan Sembiring, S.E., M. A., Novia Sandra Dewi S.E., M. M., Jamaludin, S.E.I., M. E. D., Novi Satria Jatmiko, S.T., M. M., Ady Inrawan, S.E., M. M., Widia Astuti, S.E., M. ., & Iriana Kusuma Dewi, S.E., M. . (2021). DASAR-DASAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. CV. MEDIA SAINS INDONESIA. Firdianto, H., & Sudiyatno, B. (2024). the Impact of Financial Performance on Company Value in Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for. COSTING:Journal of Economic, Business and Accounting, 7(5).