Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih melalui Penerapan Metode PQRST (Preview, Question, Read,Summarize) Peserta Didik Kelas XI MA YPPA Cipulus
Full text
2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Implementasi Reward and Punishment ( Dian, et,. al.) | 38-43 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 3, September 2025, P. 38-43 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17264048 Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih melalui Penerapan Metode PQRST (Preview, Question, Read,Summarize) Peserta Didik Kelas XI MA YPPA Cipulus Improving Learning Performance of Fiqh Subjects through Application of PQRST Method (Preview, Question, Read,Summarize) Learners of Grade XI MA YPPA CIPULUS Ilham Hadi Muzaki¹, TB. Abdul Hamid ² STAI Dr.Khez Muttaqien Email: [email protected] ¹, [email protected]² Abstract Learning is a process of change that changes behavior as a result of interaction with the environment in fulfilling one's life needs. According to Slameto that: "Learning is a process of effort carried out by a person to obtain new behavioral changes as a whole, as a result of his own experience in interacting with his environment." Learning is a process of changing behavior from not knowing, from not understanding to understanding, from less skilled to more skilled, and from old habits to new habits, and is beneficial for the environment and the individual himself. Learning outcomes play an important role in the learning process. In this study, the method used is classroom action research (CAR). The purpose of this study is to improve student learning outcomes in the subject of Fiqh class XI MA YPPA Cipulus by applying the PQRST Method (Preview, Question, Read, Summarize). This research was conducted collaboratively involving researchers, supervising teachers, field supervisors. Participants in this study consisted of 29 students of class XI SAINTEK Salman at MA YPPA Cipulus. In the first cycle, the learning outcomes of students on the material of Adultery, Stealing and Drinking Alcohol by applying the PQRST Method (Preview, Question, Read, Summarize and Test) experienced an increase, namely there were 19 students who completed (65.52%) and 10 students who had not completed (34.48%). Then in the second cycle on the material of Adultery, Stealing and Drinking Alcohol, it was known that 25 students completed the material (86.21%) and 4 students who had not completed it (13.79%). So the increase from cycle I to cycle II was 20.69%. Keywords: Islamic jurisprudence learning, fikih PQRST Method (preview, question, read, summarize, test) ,learners Abstrak Belajar adalah proses perubahan yang mengubah perilaku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Slameto bahwa: "Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara menyeluruh, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya." Pembelajaran adalah proses perubahan perilaku dari tidak tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari kurang terampil menjadi lebih terampil, dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan dan individu itu sendiri. Hasil pembelajaran berperan penting dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih kelas XI MA YPPA Cipulus dengan menerapkan Metode PQRST (Preview, Question, Read,Summarize). Penelitian ini dilakukan kolaboratif yang melibatkan peneliti, guru pamong, dosen pembimbing lapangan. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 29 siswa kelas XI SAINTEK Salman di MA YPPA Cipulus. pada siklus I hasil belajar Peserta didik pada materi Zina, Mencuri dan Meminum Minuman Keras dengan menerapkan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) mengalami peningkatan yaitu terdapat 19 orang Peserta didik yang tuntas (65,52%) dan yang belum tuntas 10 orang Peserta didik (34,48%). Lalu pada siklus II pada materi Zina, Mencuri dan Meminum Minuman Keras diketahui Peserta didik yang tuntas ada 25 orang Peserta didik (86,21%) dan yang belum tuntas ada 4 orang Peserta didik (13,79%). Jadi peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 20,69%. Kata Kunci: Pembelajaran Fikih, Fikih Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summary, Test), Peserta didik Article Info Received date: 25 september 2025 Revised date: 27 September 2025 Accepted date: 30 September 2025 PENDAHULUAN Pendidikan senantiasa menjadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi
2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Implementasi Reward and Punishment ( Dian, et,. al.) | 38-43 sejalan dengan tuntutan zaman, pendidikan menjadi sarana utama untuk mengembangkan kehidupan manusia. Pendidikan merupakan kunci dari segala bentuk kemajuan hidup manusia sepanjang sejarah. (Arifin, 1993) Pendidikan Agama Islam adalah agama penyeimbang antar dunia dan akhirat, Islam tidak mempertentangkan antara iman dengan ilmu, bahkan menurut Rasulullah SAW, Islam mewajibkan manusia, baik laki-laki maupun perempuan untuk belajar dan mendalami ilmu pengetahuan sejak dari buaian hingga akhir kehidupan : “Minal mahdi ilal lahd”, yaitu dengan pendidikan seumur hidup. Singkat cerita, dengan ilmu, hidup dan kehidupan manusia pasti akan bermutu, dengan agama hidup jadi terarah, dan lebih bermakna. Oleh karena itu, dengan ilmu yang baik dan agama Islam kehidupan manusia menjadi sempurna, bahagia dan penuh rahmat. Dalam kehidupan masyarakat modern agama pun tetap diperlukan oleh manusia. (Sada, 2016). Dalam proses pendidikan kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung dari bagaimana proses belajar yang dialami oleh peserta didik. (Selameto, 1995) Peserta didik merupakan kunci terjadinya perilaku belajar dan tercapainya sasaran belajar, karenanya guru harus dapat memilih cara mengajar yang baik dan menggunakan strategi, metode, model pembelajaran, serta pendekatan pembelajaran yang sesuai agar dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik. Belajar merupakan satu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut Slameto bahwa: “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Selanjutnya Menurut Trianto bahwa: ”Belajar adalah proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi lebih terampil, dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan maupun individu itu sendiri. Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli diatas maka dapat diartikan bahwa belajarmerupakan suatu prosesperubahan prilakudan tingkah laku yang tetap sebagai interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan individu dan atau peserta didik. Kemampuan-kemampuan yang di miliki peserta didik setelah ia mengalami pengalaman belajarnya atau perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah di lakukan individu atau peserta didik. (Sudjana, 2004) Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan-tujuan dan untuk memperoleh target yang diharapkan guru. Dalam rangka usaha kita untuk mewujudkan hasilbelajar yang baik, dan menjadikan anak didik (Peserta didik) semangat untuk belajar maka perlu adanya seorang pendidik (guru) yang professional diantaranya memiliki metode atau strategi tersendiri di dalam mengajar. Seorang guru dituntut untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang optimal, sehingga terwujud proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Setidaknya, hasil belajar dapat dicapai dengan baik jika melalui Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize, Tes). Metode PQRST (Preview, Question. Read, Summarize, Test) merupakan suatu metode belajar yang meminta Peserta didikuntuk melakukan Preview (membaca sekilas), Question (bertanya), Read (membaca), Summarize (meringkas), dan test(menguji). (Nurhadi, 1987) Suatu metode bisa dikatakan efektif jika hasil belajar bisa dicapai dengan penggunaan metode yang tepat guna, maksudnya dengan memakai metode tertentu tersebut dapat menghasilkan belajar yang lebih baik. Hasil belajar yang baik haruslah bersifat menyeluruh, artinya bukan hanya sekedar penguasaan pengetahuan semata-mata, tetapi juga tampak dalam perubahan sikap dan tingkah laku secara terpadu, perubahan ini tentu harus dapat dilihat dan diamati, bersifat khusus dan operasional, dalam arti mudah diukur. Dari segi proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruh atau setidaktidaknya sebagian besar (75%) peserta didik secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran, di samping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar dan rasa percaya pada diri sendiri. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan yang positif dari peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75). (mulyasa, 2004) Suatu proses belajar mengajar yang efektif dan bermakna akan berlangsung
2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Implementasi Reward and Punishment ( Dian, et,. al.) | 38-43 apabila dapat memberikan keberhasilan bagi Peserta didik ataupun guru itu sendiri. (Depdikbud, 1996) Yang perlu diperhatikan guru dalam menetapkan metode adalah mengetahui batasbatas kebaikan dan kelemahan metode yang dipakai, hal itu dapat diketahui dari ciri-ciri umum. Peranan dan manfaat yang terdapat pada setiap metode. (Drajat, 2001) Berdasarkan pemikiran dan latar belakang yang telah peneliti kemukakandi atas ada sebuah fenomena yang menarik, bagaimana guru dituntut untuk dapatmengajarkan mata pelajaran Fiqih dengan alokasi waktu yang terbatas denganlatar belakang kemampuan Peserta didik (input) yang berbeda. Guru harus menerapkanstrategi atau metode belajar yang tepat bagi Peserta didik, agar materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik dan benar dalam waktu yang telah ditentukan. Fenomena inilah yang membuat peneliti tertarik untuk mengadakansebuah studi penelitian dan menjawab sebuah permasalahan yang berkaitandengan hal tersebut sehingga peneliti mengangkat sebuah penelitian tentang: Apakah penerapan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize, Test) dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik pada mata pelajaran Fiqih Kelas XI MA YPPA Cipulus? Berangkat dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize, Test) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih Kelas XI MA YPPA Cipulus. Dalam penelitian ini diharapkan hasil yang didapat dapat bermanfaat, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang sedang dikaji maupun bagi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islammata pelajaran Fiqih. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih kelas XI MA YPPA Cipulus dengan menerapkan Metode PQRST (Preview, Question, Read,Summarize). Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahap prosedural, yaitu tahap pratindakan dan tahap pelaksanaan tindakan. Tahap pengumpulan data awal mengenai kemampuan peserta didik dalam materi pengurangan dan pemahaman waktu pada mata pelajaran matematika dilaksanakan sebelum tindakan melalui observasi dan tes awal. Proses ini bertujuan untuk menilai tingkat pemahaman siswa sebelum melanjutkan pembelajaran lebih lanjut. Instrumen yang digunakan dalam tes awal adalah soal tertulis yang dirancang untuk mengukur kemampuan dasar siswa. Setelah tes pra tindakan selesai dilaksanakan, jawaban peserta didik dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan. Hasil dari tes ini berupa data nilai kuantitatif yang merepresentasikan tingkat pemahaman masing-masing peserta didik. Penelitian yang dilakukan diimplementasikan menjadi 2 siklus. Model penelitian yang diimplementasikan dalam penelitian ini adalah model siklus yang dirancang oleh Kemmis dan Taggart. Model ini terdiri dari empat tahapan yang berurutan dalam setiap siklus: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Penelitian ini dilakukan kolaboratif yang melibatkan peneliti, guru pamong, dosen pembimbing lapangan. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 29 siswa kelas XI SAINTEK Salman di MA YPPA Cipulus. Metode pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup: (a) observasi yang dilakukan sepanjang proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Tujuan observasi ini adalah untuk mengamati kegiatan guru (peneliti) dan siswa selama pembelajaran. (b) Tes yang terdiri dari tes awal dan tes akhir. Tes pra-tindakan diberikan sebelum pelaksanaan untuk mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan awal siswa. Sementara itu, tes pasca-tindakan dilakukan untuk memperoleh data terkait peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah tindakan diberikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Metode PQRST (Preview, Question. Read, Summarize and Test) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik. Berdasarkan pra survey: sebelum penerapan metode PQRST (Preview, Question. Read, Summarize and Test) metode yang diterapkan oleh guru MA YPPA Cipulus, metode yang dipakai dalam pembelajaran Fiqih adalah dengan menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab. Sehingga berdampak terhadap nilai hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih masih banyak yang belum mencapai KKM. Dari 29 peserta didik yang telah mencapai ketuntasan adalah 10 Peserta didik (29,41%) sedangkan yang belum mencapai ketuntasan adalah 24 Peserta didik (70,58%),
2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Implementasi Reward and Punishment ( Dian, et,. al.) | 38-43 yang artinya hasil belajar mereka tergolong rendah. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dengan materi Zina, Mencuri dan Meminum minuman Keras, siklus II terdiri dengan materi Zina, Mencuri dan Meminum minuman Keras. Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas. Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam dua siklus sebagaimana pemaparan berikut ini: a) Perencanaan Dalam perencanaan pembelajaran siklus I ini, peneliti menerapkan Metode Pembelajaran PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) dalam proses belajar mengajar dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar pembelajaran Peserta didik terhadap pokok bahasan materi Makanan dan Minuman Halal. Adapun pada perencanaan ini peneliti mempersiapkan beberapa tahapan yaitu: 1. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan Metode Pembelajaran PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test). 2. Mempersiapkan Zina, Mencuri dan Meminum minuman Keras . 3. Membuat lembar kerja Peserta didik 4. Mempersiapkan lembar observasi pembelajaran untuk mengukur peningkatan hasil belajar Peserta didik yang akan digunakan pada saat pembelajaran. b) Pelaksanaan Pada pertemuan ini pelaku tindakan mengajar adalah guru Mata Pelajaran Fikih. Sedangkan peneliti mengadakan observasi proses pembelajaran yang dilakukan oleh Mata Pelajaran Fikih dan proses pembelajaran yang dilakukan oleh Peserta didik. Untuk lebih jelasnya penerapan PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) dalam penelitian ini bisa dipaparkan sebagai berikut: 1. Kegiatan Awal: Pada awal pembelajaran peneliti langsung melakukan pengamatan dengan menggunakan lembar observasi guru mata pelajaran Fikih memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam, setelah itu mengabsen Peserta didik. Pembelajaran Fikih pada pertemuan pertama dihadiri 29 Peserta didik. Kemudian guru memperkenalkan peneliti kepada Peserta didik dan memberitahukan tujuan peneliti berada di kelas XI tersebut. Selanjutnya guru menjelaskan kepada Peserta didik bahwa mulai hari ini pelaksanaan pembelajaran Fikih akan sedikit berbeda dengan hari biasanya, yaitu pembelajaran hari ini dan pertemuan berikutnya akan diterapkan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test). dimana pembelajaran lebih terpusat pada Peserta didik, dengan cara yang lebih menyenangkan dan mengekspresikan kreativitas Peserta didik. Pada waktu peneliti menjelaskan tentang Strategi pembelajaran yang akan digunakan, Peserta didik sangat antusias, namun masih ada beberapa Peserta didik yang tidak memperhatikan penjelasan peneliti. Selanjutnya peneliti secara berkolaborasi dengan pendidik memberikan apersepsi dan motivasi. 2. Kegiatan inti: Langkah pertama ini dimaksudkan agar Peserta didikmembaca dengan cepat sebelum mulai membaca bahan bacaan Peserta didik yang memuat tentang isi materiyang akan dipelajarinya. Langkah kedua ini adalah menyusun atau mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri mengenai isi buku atau untuk setiap pasal yang ada pada bahan bacaan Peserta didik. Langkah ketiga ini Peserta didik membaca secara teliti paragraph demi paragraph untuk lebih memahami isi bacaan atau materi yang ada dalam buku, sambil mencoba mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yangtelah disusun tadi. Langkah empat ini Peserta didik berhenti sebentar untuk meringkas atau membuat catatan penting mengenai apa yang sudah dibacanya tadi. 3. Observasi Pada pertemuan pertama di siklus I ini, Hasil belajarPeserta didik masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Pada pertemuan pertama ini tidak semua Peserta didik aktif membuat pertanyaan yang tepat dengan materi yang ada. Adapun masalah yang dihadapi yaitu Peserta didik sibuk sendiri dan mengobrol dengan teman-temannya pada saat di minta membaca cepat dan menyusun pertanyaan, ada Peserta didik yang melamun, Peserta didik dalam bertanya dan menjawab tidak serius. 4. Refleksi Berdasarkan data hasil tes pada siklus I diatas diketahui bahwa setelah menggunakan MetodePQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) dalam proses belajar mengajar pada
2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Implementasi Reward and Punishment ( Dian, et,. al.) | 38-43 materi Zina, Mencuri dan Meminum minuman Keras mengalami peningkatan yang cukup baik. Dari hasil pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung Peserta didik yang belum mencapai KKM disebabkan beberapa faktor diantaranya masih terdapat Peserta didik yang tidak serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pendidik, sikap saling mengandalkan satu sama lain, kurang berani dalam bertanya ketika kelompok lain sedang presentasi, sehingga hal ini membuat beberapa Peserta didik tidak sepenuhnya maksimal dalam mengerjakan soal tes yang diberikan oleh pendidik pada akhir pelajaran. Yang kemudian berpengaruh pada hasil belajar yang didapatnya belum mencapai target. Dari hasil penilaian dan pengamatan pendidik terhadap peneliti selama proses pembelajaran siklus I dan siklus II, hasil peneliti mengalami peningkatan. Pada siklus I kinerja peneliti belum optimal, masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan. Namun pada pelaksanaan siklus II kinerja peneliti sudah baik dan optimal. Pembelajaran dengan menggunakan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) telah banyak memberikan kontribusi terhadap peningkatan hasil belajar Peserta didik di kelas dan menunjukkan jika setiap Peserta didik memiliki interaksi dalam pembelajaran Fiqih yang berbeda-beda. Selain itu, pemberian reward/hadiah merupakan wujud penghargaan atas hasil kerja dalam pembelajaran. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar yang meningkat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut: Tabel 1 Data hasil belajar mata Pelajaran Fikih Peserta didik Peserta didik kelas XI MA YPPA Cipulus. No NilaiHasilBelajar Pra survey Siklus I Siklus II Keterangan 1 Tuntas 10 (34,48%) 19 (65,52%) 25 (86,21%) 2 BelumTuntas 19 (65,52%) 10 (34,48%) 04 (13,79%) 29 (100%) 29 (100%) 29 (100%) Untuk lebih jelas nya daoat dilihat pada diagram berikut: Gambar 1. Diagram Presentase Hasil Belajar Peserta didik 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Pra survey Siklus I Siklus II Berdasarkan analisis pada pembahasan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa sebelum menerapkan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) yang tuntas terdapat 10 orang Peserta didik (34,48%) dan yang belum tuntas 19 orang Peserta didik (65,52%). Selanjutnya, pada siklus I hasil belajar Peserta didik pada materi Zina, Mencuri dan Meminum Minuman Keras dengan menerapkan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) mengalami peningkatan yaitu terdapat 19 orang Peserta didik yang tuntas (65,52%) dan yang belum tuntas 10 orang Peserta didik (34,48%). Lalu pada siklus II pada materi Zina, Mencuri dan Meminum Minuman Keras diketahui Peserta didik yang tuntas ada 25 orang Peserta didik (86,21%) dan yang belum tuntas ada 4 orang Peserta didik (13,79%). Jadi peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 20,69%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) pada materi Zina, Mencuri dan Meminum Minuman Keras hasil belajar Peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan atau dapat dikatakan bahwa mereka mampu mencapai Mastery Learning yang telah ditentukan yaitu 75-80% Tuntas Belum Tuntas
2025 2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 3 Implementasi Reward and Punishment ( Dian, et,. al.) | 38-43 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa, melalui penerapan metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize and Test) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran fikih Peserta didik kelas XI MA YPPA Cipulus Tahun Ajaran 2025/2026. REFERENSI Arifin, M. (1993). Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritik dan Praktis. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Depdikbud. (1996). Dedaktif Metodik Umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar. Drajat, Z. (2001). Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara mulyasa, E. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik dan Penerapan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Nurhadi. (1987). Membaca Cepat dan Efektif. Malang: Sinar Baru. Nurkencana, W. (1993). Evaluasi Pendidikan. surabaya: Usaha Nasional. Riduwan. (2007). Belajar Mudah Penenlitian Untuk Guru, karyawan dan peneliti pemula. Bandung: Alfabet. Sada, H. J. (2016). Al-Tadzkiyyah : Jurnal Pendidikan Islam, 7(I), 140. Selameto. (1995). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N. (2004). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (9 ed.). Bandung: Remaja Rosda Karya. Sudjiono, A. (2008). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D. Bandung: Alfabet.