scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

PKM Pelatihan Pembuatan Media Promosi Menggunakan Aplikasi Adobe Photoshop di Toko Fasha Muslim Cibinong

Muhamad Haikal, Siti Khotijah, Dewi Driyani, Juliana J

Full text

2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 6, September 2025, Halaman 54-61 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17283787 PKM Pelatihan Pembuatan Media Promosi Menggunakan Aplikasi Adobe Photoshop di Toko Fasha Muslim Cibinong Muhamad Haikal¹, Siti Khotijah², Dewi Driyani³, Juliana⁴ ¹²³⁴ Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia Email: Muhamad[email protected]m, sitikho[email protected], dewi.d[email protected], [email protected] Abstrak Perkembangan era digital membawa berbagai tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha mikro dalam mengembangkan bisnisnya. Salah satu tantangan utama adalah kemampuan beradaptasi terhadap teknologi digital dalam kegiatan pemasaran. Toko Fasha Muslim, yang bergerak di bidang produksi pakaian muslimah seperti gamis, kerudung, tunik, kebaya, kaos kaki muslim, dan manset di wilayah Cibinong, selama ini masih mengandalkan metode pemasaran tradisional. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pembuatan iklan digital menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan karyawan dalam mendesain iklan produk yang menarik, efektif, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Pelatihan dimulai dengan pengenalan dasar Photoshop, pengeditan gambar, hingga pembuatan desain iklan yang profesional. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menghasilkan konten promosi visual yang lebih kreatif dan sesuai tren pasar digital. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu membantu Toko Fasha Muslim memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan daya saingnya di tengah perkembangan bisnis berbasis digital. Katakunci: Pelatihan, Adobe Photoshop, Pemasaran Digital, Usaha Mikro, Desain Iklan Abstract The development of the digital era brings both challenges and opportunities for micro–business owners in expanding their enterprises. One of the main challenges lies in their ability to adapt to digital technology within marketing activities. Toko Fasha Muslim, a business engaged in producing Muslim women’s apparel such as gamis, hijabs, tunics, kebayas, Muslim socks, and mansets in the Cibinong area, has so far relied primarily on traditional marketing methods. Therefore, this community service activity was carried out in the form of a training program on creating digital advertisements using Adobe Photoshop software. The main objective of this program is to enhance employees’ skills in designing attractive and effective product advertisements capable of reaching a wider market. The training began with an introduction to the basics of Photoshop, image editing techniques, and continued to the creation of professional advertisement designs. The results of the training showed a significant improvement in participants’ ability to produce more creative visual promotional content that aligns with current digital market trends. Thus, this activity is expected to help Toko Fasha Muslim expand its marketing reach and increase its competitiveness amid the growing digital–based business landscape. Keywords: Training, Adobe Photoshop, Digital Marketing, Microenterprise, Advertising Design. Article Info Received date: 20 Agustus 2025 Revised date: 25 Agustus 2025 Accepted date: 30 September 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital di era modern telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci penting bagi keberlangsungan usaha. Salah satu aspek yang paling terasa dampaknya adalah bidang pemasaran, di mana visualisasi produk melalui media digital berperan besar dalam menarik perhatian konsumen. Gaya hidup masyarakat yang semakin akrab dengan media sosial dan e-commerce menuntut pelaku usaha untuk mampu menampilkan produk dengan tampilan visual yang menarik, profesional, dan informatif. Tanpa kemampuan desain visual yang memadai, produk yang sebenarnya berkualitas bisa kalah bersaing di pasar yang sangat visual dan cepat berubah (Kusumawati & Saputri, 2023). 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 Toko Fasha Muslim, sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang produksi pakaian muslimah seperti gamis, kerudung, tunik, kebaya, kaos kaki muslim, dan manset, merupakan contoh nyata dari tantangan tersebut. Meskipun memiliki produk yang berkualitas dan potensial, sistem pemasaran yang masih bersifat tradisional membuat jangkauan konsumennya terbatas. Di tengah tren promosi digital yang semakin dominan, Toko Fasha Muslim perlu melakukan inovasi dalam strategi pemasarannya, terutama melalui penguatan keterampilan desain grafis untuk menciptakan iklan digital yang menarik dan kompetitif. Salah satu perangkat lunak yang paling banyak digunakan dalam industri kreatif dan pemasaran digital adalah Adobe Photoshop. Software ini memiliki fungsi utama sebagai alat pengedit gambar dan pembuatan efek visual, serta telah menjadi standar global dalam dunia desain grafis dan fotografi. Adobe Photoshop memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi citra, penyesuaian warna, penataan layout, hingga pembuatan desain iklan yang menarik dan profesional. Dalam konteks pelaku usaha mikro, penguasaan Photoshop tidak hanya meningkatkan kualitas tampilan produk, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran secara digital (Febrian et al., 2024). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan Adobe Photoshop memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan promosi visual pada UMKM. Dalam penelitian oleh Febrian et al. (2024), pelatihan dasar Adobe Photoshop pada pengrajin batik mampu meningkatkan efektivitas desain dan mempercepat proses produksi visual. Studi lain oleh Rizky dan Lubis (2023) menegaskan bahwa penggunaan Photoshop dalam perancangan katalog produk UMKM Novi Grosir Medan meningkatkan daya tarik konsumen serta mempermudah proses promosi online. Begitu pula, penelitian dari Jurnal Aplikasi Bisnis (2023) menunjukkan bahwa optimalisasi desain feed Instagram menggunakan Photoshop secara signifikan meningkatkan efektivitas iklan dan interaksi dengan pelanggan. Tidak hanya di sektor perdagangan, kemampuan desain grafis juga terbukti penting bagi pengembangan strategi digital marketing. Firli.id (2025) menjelaskan bahwa desain grafis yang dikemas secara kreatif berperan besar dalam menarik perhatian audiens di media sosial, meningkatkan keterlibatan pengguna, serta memperkuat citra merek. Lebih lanjut, program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada penguatan digital branding UMKM juga berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi desain grafis untuk kebutuhan promosi digital (Penguatan UMKM, 2025). Berdasarkan berbagai temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penguasaan perangkat lunak seperti Adobe Photoshop memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas promosi digital, terutama bagi UMKM yang sedang bertransisi dari sistem tradisional ke digital. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan iklan digital menggunakan Adobe Photoshop bagi karyawan dan pemilik Toko Fasha Muslim menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami dasar teknis desain, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan tersebut untuk membuat media promosi yang kreatif, efektif, dan berdaya saing tinggi di era digital. Berdasarkan kondisi di lapangan dan studi terdahulu, terdapat beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi mitra (Toko Fasha Muslim Cibinong): 1. Kebutuhan pengetahuan teknis desain grafis, banyak karyawan dan pemilik UMKM belum memiliki pengetahuan dasar tentang software desain seperti Photoshop untuk membuat media promosi visual. Padahal, dalam pelatihan desain grafis untuk UMKM di Kelurahan Warujayeng, sebanyak 80% peserta mampu menghasilkan desain yang lebih profesional setelah pelatihan (Pelatihan Desain Grafis, 2024). 2. Minimnya pemahaman alur kerja Photoshop. Penguasaan langkah demi Langkah pengeditan gambar, penataan layout, pemilihan warna dan tipografi belum dikuasai. Sementara itu, studi Rusdi (2024) mengemukakan bahwa pemahaman mendalam terhadap software Photoshop dalam pembuatan poster dan produk sangat penting agar media promosi efektif (Rusdi, 2024). 3. Perlu pelatihan berbasis praktik dan pendampingan kontinu penelitian Pelatihan Desain Katalog Produk Berbasis Photoshop menunjukkan bahwa kursus praktis yang langsung memampukan peserta membuat materi promosi berpengaruh positif terhadap keterampilan mereka (Supriyadi et al., 2023). Selain itu, artikel pengabdian Peningkatan Digital Skill bagi UMKM menekankan bahwa pelatihan saja belum cukup tanpa pendampingan agar keterampilan itu terus berkembang (Wati, Mulyanti, & Soma, 2023). 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 4. Keterkaitan antara keterampilan digital dan kinerja usaha, Penelitian Fadillah & Kurniawan (2023) menunjukkan bahwa digital skill dan soft skill memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM termasuk peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, dan efisiensi operasional (Fadillah & Kurniawan, 2023). Ini menunjukkan bahwa kekurangan skill digital akan membatasi potensi pertumbuhan bisnis. 5. Kebutuhan enam keterampilan digital inti transformasi digital UMKM tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kemampuan adaptasi, kreativitas, inovasi, ketangkasan, kemampuan melakukan eksperimen, dan jaringan (JPMI, 2024). Tanpa pengembangan keenam kemampuan tersebut, usaha digitalisasi rentan mengalami hambatan (JPMI, 2024). METODE PELAKSANAAN Solusi yang Ditawarkan Berdasarkan hasil analisis situasi dan permasalahan mitra, solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) Pelatihan Penggunaan Adobe Photoshop a) Memberikan pelatihan intensif kepada karyawan dan pemilik Toko Fasha Muslim Cibinong mengenai pengenalan dan pemanfaatan aplikasi Adobe Photoshop. b) Materi yang diberikan meliputi pengenalan antarmuka, fungsi dasar, teknik manipulasi gambar, pengaturan warna, penggunaan layer, dan pembuatan tipografi yang sesuai dengan karakter produk. c) Peserta dilatih untuk membuat desain promosi seperti banner, poster digital, dan konten media sosial dengan menggunakan produk Toko Fasha Muslim sebagai studi kasus. 2) Peningkatan Kompetensi Desain Promosi Digital a) Mengembangkan kemampuan peserta dalam membuat media promosi digital yang kreatif, komunikatif, dan menarik secara visual. b) Memberikan panduan tentang prinsip-prinsip desain grafis, komposisi visual, dan elemen komunikasi pemasaran agar hasil desain lebih efektif dalam menarik minat konsumen. c) Mengajarkan peserta cara menyesuaikan desain iklan dengan platform digital seperti Instagram, Facebook, dan marketplace agar promosi lebih tepat sasaran. 3) Pendampingan dan Evaluasi Hasil Karya a) Melaksanakan sesi pendampingan individual untuk memberikan bimbingan teknis selama proses pembuatan desain. b) Melakukan evaluasi hasil karya peserta berdasarkan aspek estetika, pesan visual, dan kesesuaian desain dengan identitas merek Toko Fasha Muslim. c) Memberikan umpan balik (feedback) yang membangun agar peserta dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas hasil desain di masa mendatang. 4) Penerapan Metode Learning by Doing a) Menggunakan pendekatan praktik langsung dalam pelatihan, di mana peserta belajar melalui pengalaman nyata. b) Mendorong peserta untuk aktif berkreasi dan menghasilkan karya mandiri yang siap digunakan untuk kebutuhan promosi usaha. c) Menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam mengoperasikan teknologi desain grafis secara mandiri. Target Luaran Luaran yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi mitra. Adapun target luaran tersebut antara lain: 1) Peningkatan Pengetahuan Digital a) Karyawan dan pemilik Toko Fasha Muslim mampu mengenal dan memahami fungsi serta manfaat aplikasi Adobe Photoshop dalam konteks promosi digital. 2) Peningkatan Keterampilan Teknis a) Peserta memiliki kemampuan dalam menggunakan Adobe Photoshop untuk membuat desain iklan, poster, dan media promosi digital yang menarik dan profesional. 3) Kemandirian dalam Pembuatan Konten Promosi a) Mitra mampu secara mandiri membuat konten promosi digital tanpa bergantung pada jasa desain luar, sehingga lebih efisien dan konsisten dengan identitas merek. 4) Peningkatan Daya Saing Usaha 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 a) Produk Toko Fasha Muslim dapat dipromosikan secara lebih efektif di berbagai platform digital, yang berdampak pada peningkatan daya saing dan perluasan pasar. 5) Dampak Berkelanjutan bagi Mitra a) Terwujudnya kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. b) Mitra memiliki sumber daya manusia yang kreatif, produktif, dan mampu berinovasi dalam strategi pemasaran digital jangka panjang. Metode Pendekatan dan Penerapan Iptek Metode pendekatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun secara sistematis untuk menjawab permasalahan mitra secara tepat dan aplikatif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan berikut: 1) Tahap Survei Lapangan a) Survei awal dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan, permasalahan, dan kendala yang dihadapi oleh Toko Fasha Muslim Cibinong dalam aspek promosi digital. b) Kegiatan survei mencakup wawancara dengan pemilik usaha dan karyawan, observasi langsung terhadap proses promosi yang telah dilakukan, serta analisis tingkat pemahaman peserta terhadap penggunaan teknologi desain grafis. c) Hasil survei digunakan sebagai dasar penyusunan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan mitra. 2) Tahap Perencanaan Pelatihan a) Berdasarkan hasil survei, tim pelaksana menyusun rencana pelatihan yang meliputi penentuan tujuan, materi, jadwal, metode, dan alat bantu yang akan digunakan selama kegiatan. b) Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan dasar Adobe Photoshop, teknik manipulasi gambar, pembuatan desain promosi, serta penerapan desain untuk media sosial dan platform digital lainnya. c) Perencanaan juga mencakup pembagian tugas antaranggota tim PKM untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan efisien. 3) Tahap Pembuatan Materi Pelatihan a) Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif dengan menyesuaikan pada tingkat kemampuan peserta. b) Bahan ajar mencakup modul panduan penggunaan Adobe Photoshop, contoh desain iklan digital, serta langkah-langkah praktis pembuatan media promosi yang menarik. c) Penyusunan materi juga mengacu pada prinsip andragogi (pendidikan orang dewasa), agar proses pelatihan lebih interaktif dan mudah dipahami oleh peserta yang berlatar belakang non teknis. 4) Tahap Pelaksanaan Pelatihan a) Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan metode pendampingan langsung (mentoring). b) Salah satu anggota tim bertindak sebagai instruktur utama yang memberikan materi inti dan demonstrasi praktik, sementara anggota tim lainnya bertugas mendampingi peserta secara individual dalam sesi latihan. c) Setiap peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan desain promosi menggunakan produk asli dari Toko Fasha Muslim. d) Pada akhir sesi, dilakukan evaluasi hasil pelatihan untuk menilai peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan Adobe Photoshop serta efektivitas media promosi yang dihasilkan. 5) Tahap Monitoring dan Evaluasi a) Setelah pelatihan, tim pengabdian melakukan monitoring terhadap penerapan keterampilan yang telah diajarkan dalam kegiatan promosi toko. b) Evaluasi dilakukan melalui pengamatan hasil karya peserta, wawancara lanjutan, serta umpan balik dari mitra mengenai dampak pelatihan terhadap kegiatan pemasaran mereka. c) Hasil evaluasi dijadikan dasar untuk perbaikan dan pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang. Partisipasi Mitra Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi elemen penting dalam keberhasilan program. Adapun bentuk partisipasi dari Toko Fasha Muslim Cibinong adalah sebagai berikut: 1) Persetujuan dan Dukungan Kegiatan 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 a) Mitra memberikan persetujuan resmi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Indraprasta PGRI. b) Dukungan ini mencerminkan komitmen mitra untuk berkolaborasi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi digital. 2) Penyediaan Fasilitas dan Waktu a) Mitra menyediakan tempat kegiatan pelatihan di lokasi usaha mereka di Cibinong. b) Selain itu, mitra juga menyediakan waktu yang fleksibel bagi karyawan untuk mengikuti pelatihan tanpa mengganggu kegiatan operasional utama toko. c) Ketersediaan fasilitas pendukung seperti komputer, jaringan listrik, dan contoh produk digunakan sebagai bahan praktik selama pelatihan berlangsung. 3) Keterlibatan Aktif dalam Proses Kegiatan a) Pemilik dan karyawan berperan aktif dalam mengikuti seluruh tahapan kegiatan mulai dari survei, pelatihan, hingga sesi evaluasi. b) Partisipasi aktif ini tidak hanya dalam bentuk kehadiran, tetapi juga keterlibatan dalam diskusi, latihan praktik, dan tanya jawab dengan instruktur. 4) Pemberian Masukan dan Evaluasi Kegiatan a) Mitra memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan pelatihan baik dari segi materi, metode, maupun waktu pelaksanaan. b) Evaluasi dari mitra digunakan sebagai acuan bagi tim PKM untuk menyempurnakan kegiatan pengabdian di periode selanjutnya. c) Masukan yang diberikan juga membantu dalam memahami kebutuhan nyata pelaku UMKM di lapangan, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi promosi. HASIL Kegiatan Pendahuluan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan serangkaian tahap pendahuluan yang bertujuan untuk memastikan kesiapan, relevansi, serta efektivitas kegiatan terhadap kebutuhan mitra. Adapun tahapan kegiatan pendahuluan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Perizinan Kegiatan a) Pada tanggal 20 Maret 2024, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Indraprasta PGRI melakukan koordinasi awal dengan pihak mitra, yaitu Toko Fasha Muslim Cibinong, untuk menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan. b) Proses perizinan ini bertujuan untuk memperoleh persetujuan formal dari pihak mitra sekaligus membangun kerja sama yang baik antara pihak akademisi dan pelaku usaha. c) Mitra menyambut positif kegiatan ini karena dianggap relevan dengan kebutuhan pengembangan keterampilan promosi digital yang selama ini masih terbatas. 2) Analisis Kebutuhan Mitra a) Setelah mendapatkan izin, tim pelaksana melakukan analisis kebutuhan dengan cara wawancara langsung dengan pemilik dan karyawan toko. b) Hasil analisis menunjukkan bahwa mitra membutuhkan peningkatan pengetahuan mengenai penggunaan perangkat lunak desain seperti Adobe Photoshop untuk pembuatan media promosi yang menarik dan profesional. c) Dari hasil analisis ini, tim menyusun rancangan pelatihan yang fokus pada keterampilan dasar dan praktis, dengan pendekatan visual yang sesuai dengan produk fesyen muslimah. 3) Realisasi Kegiatan Pengabdian (Oktober 2024 – Januari 2025) a) Kegiatan pengabdian mulai direalisasikan pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025, melalui beberapa tahap implementasi yaitu: a. Pembuatan Media Pelatihan Tim pelaksana menyiapkan materi dan modul pelatihan yang mencakup pengenalan Adobe Photoshop, teknik pengeditan gambar, dan pembuatan desain promosi. b. Penjelasan Materi Pelatihan Pada 17 Januari 2025, pelaksana pengabdian masyarakat memberikan pelatihan langsung kepada karyawan Toko Fasha Muslim Cibinong. Materi disampaikan secara interaktif, disertai demonstrasi penggunaan fitur-fitur utama Photoshop. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 b) Selain penjelasan materi, peserta juga dibekali modul pelatihan dalam bentuk cetak dan digital, agar dapat dipelajari secara mandiri dan digunakan untuk melatih karyawan lainnya di kemudian hari. PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan mendapatkan sambutan positif dari mitra. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring (hybrid) dengan memanfaatkan media digital untuk memudahkan proses komunikasi dan pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Respon dan Antusiasme Peserta a) Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, serta mencoba langsung setiap langkah yang diajarkan oleh instruktur. b) Karyawan dan pemilik toko menyediakan fasilitas pelatihan seperti laptop, handphone, dan ruang pelatihan untuk mendukung kelancaran kegiatan. c) Respon positif ini menunjukkan adanya motivasi yang kuat dari peserta untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang promosi digital. 2) Peningkatan Keterampilan Peserta a) Setelah pelatihan, peserta mampu menggunakan Adobe Photoshop secara lebih mandiri, terutama dalam hal mengedit foto produk, menambahkan teks promosi, serta menata elemen desain dengan proporsional. b) Keterampilan peserta meningkat signifikan, yang terlihat dari hasil latihan mereka dalam membuat poster promosi sederhana menggunakan produk Toko Fasha Muslim. c) Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta sudah mampu membuat desain promosi tanpa pendampingan langsung dari instruktur. 3) Pemahaman terhadap Konsep Promosi Digital a) Peserta tidak hanya memahami aspek teknis penggunaan software, tetapi juga mulai memahami pentingnya desain visual dalam strategi pemasaran digital. b) Mereka mampu menyesuaikan gaya desain dengan karakter produk yang dijual, misalnya dengan memilih warna, font, dan tata letak yang sesuai dengan citra brand Toko Fasha Muslim. c) Dengan kemampuan ini, karyawan dapat membuat konten promosi yang lebih menarik untuk dipublikasikan di media sosial dan platform penjualan daring. 4) Secara keseluruhan, kegiatan ini telah memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta dalam mengelola promosi digital secara mandiri. Dokumentasi Kegiatan Gambar 1. Tim PKM 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 Gambar 2. Proses pelaksanaan PKM Gambar 3. Proses pelaksanaan PKM Luaran yang Dicapai Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan beberapa luaran konkret dan bermanfaat, baik bagi mitra maupun bagi dunia akademik, antara lain: 1) Modul Pelatihan Adobe Photoshop untuk UMKM a) Modul ini berisi panduan langkah demi langkah dalam menggunakan Adobe Photoshop untuk pembuatan media promosi digital. b) Modul disusun dalam bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi dengan ilustrasi, contoh desain, serta latihan mandiri. c) Modul ini menjadi referensi berkelanjutan bagi karyawan Toko Fasha Muslim dalam mengembangkan desain promosi di masa depan. 2) Artikel Ilmiah Pengabdian Masyarakat a) Tim pelaksana menyusun artikel ilmiah berdasarkan hasil pelatihan untuk dipublikasikan dalam jurnal pengabdian kepada masyarakat. b) Artikel ini bertujuan untuk mendokumentasikan proses, hasil, serta dampak kegiatan pelatihan terhadap peningkatan kompetensi digital pelaku UMKM. 3) Peningkatan Kapasitas Mitra a) Setelah mengikuti kegiatan, mitra menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membuat desain promosi secara mandiri. b) Produk-produk Toko Fasha Muslim kini memiliki tampilan visual yang lebih menarik dan profesional, yang berpotensi meningkatkan minat konsumen serta daya saing di pasar digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mitra dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas digital dan kreativitas karyawan di bidang promosi usaha. SIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Toko Fasha Muslim Cibinong, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi digital karyawan dalam bidang promosi usaha. Para peserta 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 6 PKM Pelatihan Pembuatan (Muhamad Haikal, et., al.) | 54-61 telah mampu mengenal dan memahami fungsi dasar Aplikasi Adobe Photoshop sebagai alat bantu dalam proses desain visual. Melalui kegiatan pelatihan yang interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam menggunakan aplikasi tersebut untuk menghasilkan berbagai bentuk media promosi. Lebih jauh lagi, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan Adobe Photoshop untuk keperluan promosi produk, seperti pembuatan brosur, pamflet, serta konten visual untuk media sosial. Keterampilan ini menjadi sangat penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya tarik produk dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, pelatihan ini secara nyata telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan profesionalitas karyawan dalam memproduksi media promosi digital. Selain itu, pelatihan ini juga memudahkan para karyawan dalam proses pembuatan media promosi yang lebih kreatif dan modern. Melalui pemanfaatan teknologi, peserta kini mampu mendesain materi promosi secara mandiri tanpa perlu bergantung pada pihak luar. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berperan dalam transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian dalam menghadapi tantangan era digital. SARAN Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan pelatihan serupa di masa mendatang. Pertama, agar kegiatan pelatihan dapat berjalan lebih optimal, diperlukan dukungan perangkat komputer dengan spesifikasi yang memadai, seperti PC atau laptop dengan kapasitas RAM dan prosesor yang sesuai untuk menjalankan Aplikasi Adobe Photoshop secara lancar. Ketersediaan perangkat yang baik akan menunjang efektivitas proses pembelajaran dan memudahkan peserta dalam mempraktikkan materi yang diajarkan tanpa kendala teknis. Kedua, disarankan agar pihak mitra maupun lembaga pelaksana menyelenggarakan pelatihan lanjutan dengan fokus pada software desain lainnya, seperti Canva, CorelDRAW, atau aplikasi berbasis mobile untuk desain grafis sederhana. Pelatihan berkelanjutan ini akan membantu peserta memperluas wawasan serta meningkatkan kreativitas mereka dalam menciptakan variasi desain promosi yang lebih menarik dan profesional. Dengan adanya pelatihan yang bersifat kontinu dan terintegrasi, diharapkan kemampuan karyawan dalam mengelola media promosi digital akan semakin berkembang dan mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan usaha. REFERENSI Febrian, A., Adrian, Q. J., Husna, N., Mawardi, M. W. A., Setiaji, R., & Hutagalung, S. (2024). Pelatihan Dasar Adobe Photoshop dan Penggunaan AI pada CV Barata Batik. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 131–138. Rizky, D., & Lubis, D. S. (2023). Perancangan Desain Katalog sebagai Media Promosi dalam Menunjang Daya Beli Konsumen pada UMKM Novi Grosir Medan Menggunakan Aplikasi Photoshop. Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer, 7(1). Jurnal Aplikasi Bisnis. (2023). Pengoptimalan Iklan dengan Desain Feed Instagram Berbasis Aplikasi Adobe Photoshop di Rumah Pakan Sidoarjo. Jurnal Aplikasi Bisnis, 12(2). Firli.id. (2025). Penggunaan Desain Grafis pada Digital Marketing dalam Strategi Pemasaran Online di Firli.id. Jurnal E-Proc Telkom University, 15(1). Penguatan UMKM. (2025). Penguatan UMKM Melalui Digital Branding dan Peningkatan Keterampilan Desain Grafis. Jurnal Parikesit: Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, 7(1). Kusumawati, D. A., & Saputri, P. L. (2023). Digital Transformation: Peran Digital Skill dan EReadiness pada UMKM. Performance: Jurnal Ilmu Manajemen, 30(1), 81–92.