scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

ANALISIS LITERASI DIGITAL TERHADAP PENGGUNAAN MENDELEY DAN ZOTERO KARYA ILMIAH MAHASISWA UNIMED

Qania, Azmi; Tri Indah, Prasasti; Sri Ulina Br, Sembiring; Fadillah, Tasali; Inne, Jeniarti; Putrizal Nada, Yasmin; Rahmi Anggita, Lubis; Uci, Amelia

Abstract

Literasi digital menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa dalam mendukung penulisan karya ilmiah di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) serta pemanfaatan aplikasi manajemen referensi Mendeley dan Zotero. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner skala Likert kepada 56 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2024. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan literasi digital, penggunaan aplikasi, serta kendala yang dialami mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki literasi digital yang tinggi, baik dalam aspek teknis maupun kesadaran etis, serta memahami pentingnya sitasi dalam penulisan akademik. Namun, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan keterampilan praktis, terutama pada pemanfaatan fitur lanjutan seperti impor referensi, sitasi otomatis, dan sinkronisasi data. Walaupun mahasiswa mengakui manfaat Mendeley dan Zotero, penguasaan teknis mereka masih terbatas sehingga belum optimal mendukung kualitas karya ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital mahasiswa UNIMED sudah menjadi modal penting, tetapi perlu diperkuat melalui latihan mandiri dan pelatihan praktis agar benar-benar mendukung kemampuan menulis akademik secara efektif.

Full text

Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu Vol 9 No. 10 Oktober 2025 eISSN: 2118-7452 84 ANALISIS LITERASI DIGITAL TERHADAP PENGGUNAAN MENDELEY DAN ZOTERO KARYA ILMIAH MAHASISWA UNIMED Qania Azmi1, Tri Indah Prasasti2, Sri Ulina Br Sembiring3, Fadillah Tasali4, Inne Jeniarti5, Putrizal Nada Yasmin6, Rahmi Anggita Lubis7, Uci Amelia8 [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], innejeniar[email protected]om5, [email protected], [email protected], [email protected] Universitas Negeri Medan ABSTRAK Literasi digital menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa dalam mendukung penulisan karya ilmiah di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi digital mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) serta pemanfaatan aplikasi manajemen referensi Mendeley dan Zotero. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner skala Likert kepada 56 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2024. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan literasi digital, penggunaan aplikasi, serta kendala yang dialami mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki literasi digital yang tinggi, baik dalam aspek teknis maupun kesadaran etis, serta memahami pentingnya sitasi dalam penulisan akademik. Namun, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan keterampilan praktis, terutama pada pemanfaatan fitur lanjutan seperti impor referensi, sitasi otomatis, dan sinkronisasi data. Walaupun mahasiswa mengakui manfaat Mendeley dan Zotero, penguasaan teknis mereka masih terbatas sehingga belum optimal mendukung kualitas karya ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital mahasiswa UNIMED sudah menjadi modal penting, tetapi perlu diperkuat melalui latihan mandiri dan pelatihan praktis agar benar-benar mendukung kemampuan menulis akademik secara efektif. Kata Kunci: Literasi Digital, Mendeley, Zotero, Karya Ilmiah, Mahasiswa. PEiNDAiHULUAiN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di perguruan tinggi, TIK tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendukung mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan akademik yang relevan dengan era digital. Salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa adalah literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan teknologi secara efektif dalam mendukung kegiatan ilmiah seperti membaca literatur, mengolah data, dan menulis karya ilmiah. Menurut Ngafifi (2019), literasi digital merupakan kompetensi yang sangat penting di era revolusi industri 4.0 karena berkaitan langsung dengan kemampuan seseorang dalam mengelola informasi berbasis teknologi. Karya ilmiah memiliki peran penting dalam pendidikan tinggi karena menjadi wujud kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, logis, dan sistematis. Dalam penyusunan karya ilmiah, pengelolaan referensi merupakan bagian yang tidak bisa diabaikan karena berkaitan langsung dengan keaslian dan kualitas karya ilmiah. Sitasi dan daftar pustaka bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi menjadi bukti bahwa karya ilmiah disusun berdasarkan sumber-sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Seperti disampaikan oleh Pritasari dan Dewi (2021), keterampilan mengelola referensi menjadi salah satu indikator penting kualitas penulisan ilmiah mahasiswa karena berhubungan dengan keaslian karya dan etika akademik. 85 Di era digital, telah tersedia berbagai aplikasi manajemen referensi yang dapat membantu mahasiswa dalam menyusun sitasi dan daftar pustaka dengan lebih efisien dan akurat. Dua aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Mendeley dan Zotero. Kedua aplikasi ini memungkinkan mahasiswa untuk menyimpan artikel atau buku dalam bentuk digital, mengatur referensi secara rapi, serta menghasilkan sitasi otomatis sesuai gaya penulisan tertentu. Menurut Asmarani (2020), aplikasi manajemen referensi dapat meningkatkan efektivitas penulisan ilmiah karena mengurangi kesalahan teknis dalam sitasi dan mempermudah mahasiswa mengorganisasi sumber bacaan. Namun kenyataannya, tidak semua mahasiswa mampu memanfaatkan aplikasi tersebut secara maksimal. Fenomena ini juga terlihat di lingkungan mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Masih ada mahasiswa yang belum paham cara menggunakan Mendeley dan Zotero, bahkan sebagian masih melakukan sitasi secara manual. Literasi digital mahasiswa yang beragam membuat pemanfaatan fitur dalam aplikasi tersebut belum optimal. Beberapa mahasiswa kesulitan dalam menghubungkan aplikasi dengan pengolah kata (seperti Microsoft Word), belum terbiasa dengan sistem sinkronisasi cloud, atau bahkan belum mengetahui kelebihan dari aplikasi tersebut. Hal ini menyebabkan efektivitas penulisan karya ilmiah menjadi kurang maksimal, terutama dalam aspek pengelolaan referensi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang memerlukan penelitian lebih lanjut, seperti tingkat literasi digital mahasiswa UNIMED dalam menggunakan Mendeley dan Zotero, efektivitas kedua aplikasi tersebut dalam membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah, dan kendala apa saja yang dihadapi mahasiswa selama menggunakan aplikasi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi landasan bagi penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam tentang penggunaan Mendeley dan Zotero di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital mahasiswa UNIMED, menganalisis efektivitas penggunaan Mendeley dan Zotero, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi mahasiswa dalam penerapannya. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, penelitian ini dapat menambah referensi mengenai literasi digital dan pemanfaatan aplikasi manajemen referensi dalam dunia pendidikan tinggi. Secara praktis, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada mahasiswa agar lebih terampil dalam menggunakan Mendeley dan Zotero, serta menjadi masukan bagi pihak kampus untuk memberikan pendampingan atau pelatihan terkait literasi digital dan manajemen referensi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya relevan bagi mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan dan menulis karya ilmiah, tetapi juga penting bagi pengembangan budaya akademik yang berkualitas di lingkungan UNIMED. KAJIAN TEORI 1. Literasi Digital Literasi digital didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungan digital, yang mencakup pemahaman, penggunaan, serta evaluasi informasi digital. Definisi ini menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan proses kognitif yang holistik. Para ahli lain memperluas definisi ini dengan menyoroti aspek sosial dan etis. Bawden (2021) mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan membaca, memahami, dan mengartikan informasi yang diperoleh secara online secara benar, yang mencakup integrasi antara literasi tradisional dengan kompetensi digital untuk menghadapi tantangan informasi yang melimpah. Dalam perspektif pendidikan, literasi digital diartikan sebagai pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi dan jaringan, untuk 86 mengakses, mengelola, serta mengevaluasi konten (Susanto & Pratiwi, 2023). Definisi ini bersifat komprehensif, mengintegrasikan aspek kritis dan kreatif, serta telah diadopsi secara luas di pendidikan tinggi untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja digital. Secara keseluruhan, definisi-definisi ini menunjukkan evolusi literasi digital dari sekadar penggunaan perangkat menjadi kemampuan holistik yang mendukung pembelajaran seumur hidup. Aspek – Aspek Literasi Digital Literasi digital mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, di mana etika, evaluasi informasi, dan keterampilan teknis menjadi bagian penting. Aspek-aspek ini tidak bekerja sendiri, melainkan saling terhubung membentuk kerangka kerja untuk bergerak di dunia digital secara aman dan bertanggung jawab. Etika dalam Literasi Digital Etika dalam literasi digital berbicara tentang prinsip moral dalam menggunakan teknologi, seperti menjaga privasi orang lain, menghindari penjiplakan digital, dan mendorong keberagaman. Menurut Hidayati (2022), etika digital termasuk tanggung jawab untuk tidak menyebarkan berita palsu dan melindungi data orang lain, yang menjadi tantangan baru dalam literasi media karena pesan digital sering kali disusun secara manipulatif. Dalam dunia pendidikan, etika ini menekankan pentingnya menyebutkan sumber dengan benar agar tidak melanggar hak cipta, seperti yang dijelaskan oleh Susanto dan Pratiwi (2023), di mana mahasiswa harus memahami aturan seperti Creative Commons dan etika berbagi konten di internet. Aspek ini sangat penting karena kurangnya etika bisa menyebabkan masalah hukum dan sosial, seperti cyberbullying atau penyebaran informasi yang salah, yang semakin banyak terjadi setelah pandemi COVID-19. Evaluasi Informasi dalam Literasi Digital Evaluasi informasi adalah kemampuan untuk menilai kebenaran, kepercayaan, dan relevansi dari konten digital. Bawden (2021) menjelaskan bahwa hal ini melibatkan keterampilan berpikir kritis untuk membedakan sumber yang dapat dipercaya dari yang bias atau palsu. Kriteria seperti kredibilitas penulis, tanggal penerbitan, dan bukti empiris digunakan untuk mengevaluasi informasi tersebut. Dalam era media sosial yang mengandalkan algoritma, kemampuan ini semakin penting karena informasi sering disesuaikan dengan selera pribadi, yang berpotensi menciptakan lingkaran informasi (echo chamber), seperti yang diungkapkan oleh Pratama (2024). Aspek ini tidak hanya membantu mencegah penyebaran informasi salah, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan Teknis dalam Literasi Digital Keterampilan teknis merujuk pada kemampuan praktis yang diperlukan untuk menjalankan alat dan perangkat lunak digital, seperti menjelajah internet, mengelola file di cloud, serta menciptakan konten multimedia. Hidayati (2022) menjelaskan bahwa kemampuan ini merupakan dasar dari literasi digital, di mana individu diharuskan untuk terampil dalam memanfaatkan alat seperti Google Workspace atau perangkat lunak pengeditan untuk menciptakan konten yang berkualitas. Susanto dan Pratiwi (2023) menambahakan bahwa keterampilan teknis juga meliputi pemahaman mendasar tentang keamanan siber, seperti pemanfaatan kata sandi yang kuat dan pengenalan terhadap phishing, yang sangat penting dalam lingkungan pendidikan hybrid. Aspek ini berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan AI, di mana keterampilan seperti penggunaan alat analitik data menjadi norma baru (Bawden, 2021). Tanpa adanya keterampilan teknis yang kuat, penerapan aspek etika dan evaluasi akan sulit dilakukan dengan efektif. 87 Relevansi Literasi Digital dalam Penulisan Karya Ilmiah Literasi digital sangat penting dalam penulisan karya akademik, sebab proses penelitian dan penulisan sekarang sangat bergantung pada sumber-sumber digital. Pertama, dalam mencari referensi, literasi digital memberikan akses ke database seperti Google Scholar melalui keahlian teknis, sambil menilai reputasi jurnal peerreviewed guna menghindari sumber yang tidak dapat dipercaya (Susanto & Pratiwi, 2023). Etika digital menjamin sitasi yang tepat menggunakan alat seperti Zotero atau Mendeley, serta mencegah plagiarisme yang dapat terdeteksi oleh program seperti Turnitin. Kedua, penilaian informasi sangat penting untuk memverifikasi data dari repositori akses terbuka, di mana Bawden (2021) menyoroti bahwa peneliti harus dapat mengenali bias algoritma dalam hasil pencarian. Hal ini menjadi penting dalam era setelah 2020, di mana pandemi mempercepat pemanfaatan penelitian daring, tapi juga meningkatkan kemungkinan disinformasi ilmiah. Ketiga, aspek kreatif dari literasi digital mendukung produksi karya, seperti pembuatan visualisasi data menggunakan perangkat lunak seperti Tableau, yang dapat meningkatkan mutu presentasi tesis atau artikel (Hidayati, 2022). Secara keseluruhan, literasi digital memperbaiki efisiensi dan integritas dalam penulisan ilmiah. Tanpa kemampuan ini, mahasiswa berisiko menghasilkan karya yang tidak unik atau kurang akurat, yang bisa merusak reputasi akademis. 2. Mendeley dan Zotero Mendeley dapat dijelaskan sebagai aplikasi manajemen referensi yang berbasis cloud, yang diciptakan oleh tiga mahasiswa Phd di Jerman pada tahun 2007, yaitu Paul Foeckler, Victoria Henning, dan Jan Reichlet, yang kemudian diakuisisi oleh Evesier pada tahun 2013. Dengan bertujuan untuk membantu peneliti dan mengelola referensi, mengorganisir dokumen, dan berbagai penelitian secara efesiensi melalui sebuah platfrom jejaring sosial akademik. (Sari & Widodo,2021) Menegaskan bahwa Mendeley lebih dari sekadar alat penyimpanan; ini merupakan platform yang terintegrasi untuk mendukung seluruh proses riset, dari pencarian literatur sampai tahap publikasi. Sedangkan Zotero merupakan software open-source yang dapat diakses secara gratis, dirancang untuk mengumpulkan, mengelola, mengutip, serta membagikan sumber-sumber penelitian. Perangkat ini dikembangkan oleh Center for History and New Media yang berada di George Mason University, namun telah banyak digunakan oleh komunitas akademis di Indonesia (Nugroho & Setiawan, 2020). Zotero memiliki peran sebagai asisten digital yang mempermudah akses terhadap referensi dengan memungkinkan impor dari berbagai database, seperti Google Scholar atau situs perpustakaan nasional, tanpa memerlukan biaya lisensi. Fungsi utama dari Mendeley mencakup pengelolaan perpustakaan pribadi, kolaborasi dengan Microsoft Word untuk sitasi otomatis, serta komunitas global untuk berbagi pengetahuan, yang sangat bermanfaat bagi peneliti pemula di Indonesia guna mengakses jurnal open access tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi. Sedangkan Fungsi utama yang ditawarkan Zotero mencakup pengelolaan koleksi pribadi, otomatisasi ekstraksi metadata dari halaman web, serta ekspor sitasi ke dalam format standar, yang sangat sesuai untuk mahasiswa tingkat sarjana dengan anggaran terbatas. Fitur-Fitur Unggulan Mendeley dan Zotero Fitur-fitur Mendeley meliputi, sitasi otomatis Memungkinkan pembuatan dan sitasi otomatis dan daftar pustaka di aplikasi pengolah kata seperti MS Word dan LibreOffice. Fitur ini terintegrasi dengan baik. Kedua, Penyimpanan Menyediakan penyimpanan file PDF referensi dengan kemampuan annotasi serta sinkronisasi cloud. Ketiga, Sinkronisasi Menyediakan sinkronisasi data antar perangkat dan akses cloud untuk file dan referensi. Keempat, Kolaborasi Fitur yang mendukung berbagai referensi dengan batasan kapasitas anggota pada akun gratis (Hadi, 2023). 88 Kemudian fitur fitur unggulan Zotero di antaranya ialah, sitasi otomatis Memiliki fitur membuat sitasi otomatis beragam gaya selingkung dan mudah digunakan pada pengolah kata seperti MS Word. Kedua, Penyimpanan Mendukung, penyimpanan metadata sitasi dan attachment referensi. Open source sehingga bebas biaya penyimpanan. Ketiga, Sinkronisasi data antara perangkat secara online melalui akun Zotero (Aidid et al., 2020). Kelebihan serta Kekurangan Mendeley dan Zotero Kelebihan utama yang terdapat pada Mendeley adalah Mendeley unggul dalam hal pengelolaan file PDF. Pengguna dapat mengunggah dokumen PDF, menambahkan anotasi, dan menyorot teks langsung di dalam aplikasi. Fitur pencarian teks penuh sangat membantu bagi yang melakukan penelitian mendalam yang memerlukan akses cepat ke isi dokumen. Selain itu, penyimpanan gratis yang ditawarkan Mendeley lebih besar, yaitu sekitar 2 GB, yang memungkinkan pengguna menyimpan banyak dokumen. Namun, Mendeley dianggap kurang optimal untuk pengguna yang sering menggunakan Google Docs karena tidak memiliki integrasi langsung dengan platform tersebut. Mendeley juga sedikit lebih kompleks dalam hal antarmuka dan pengaturan koleksi, yang mungkin menjadi kendala bagi pengguna baru atau yang mencari aplikasi dengan tampilan yang lebih sederhana. Sementara itu, Zotero menonjol dengan antarmuka yang sederhana dan intuitif, memudahkan pengguna baru untuk cepat memahami dan mengorganisasi referensi berdasarkan folder atau kategori berbeda. Zotero mendukung berbagai jenis referensi, termasuk artikel jurnal, buku, dokumen web, dan video, serta dapat secara otomatis mendeteksi metadata dari situs akademik. Fitur kolaborasi Zotero lebih fleksibel dengan kemampuan membuat grup publik atau privat tanpa batasan perangkat, sangat mendukung kerja sama tim dalam penelitian jarak jauh. Zotero juga kompatibel dengan Microsoft Word, Google Docs, dan LibreOffice melalui plugin mudah yang memungkinkan penambahan sitasi langsung ke dokumen dengan cepat. Namun, penyimpanan gratis yang disediakan oleh Zotero lebih terbatas, hanya sekitar 300 MB, meskipun ada opsi berbayar dengan harga terjangkau untuk kapasitas lebih besar. Pilihan antara kedua alat ini lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, seperti jenis dokumen yang diutamakan, platform pengolah kata yang digunakan, serta kebutuhan kolaborasi dan penyimpanan. 3. Karya Ilmiah Mahasiswa Definisi karya ilmiah Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu yang disebut juga dengan penelitian lanjutan.Tradisi keilmuan menuntut para calon ilmuwan atau mahasiswa bukan sekadar menjadi penerima ilmu, tetapi sekaligus sebagai pemberi dan penyumbang ilmu (Rahim, 2020). Syarat & karakteristik (ilmiah, sistematis, objektif, berdasarkan data) Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu: struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta penggunaan bahasa (Siregar & Harahap, 2019). 1. Nama penulis artikel ditulis tanpa gelar akademik atau gelar lain apapun. Nama lembaga tempat bekerja penelitian ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama (Siregar & Harahap, 2019). 2. Nama sponsor penelitian ditulis sebagai catatan kaki pada halaman pertama, diletakkan di atas nama lembaga asal peneliti (jika memakai sponsor) (Siregar & Harahap, 2019). 89 3. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting. Panjang abstrak antara 150–250 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Kata kunci merupakan kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilahistilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli, berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata kunci sekitar 3–5 buah (Siregar & Harahap, 2019). 4. Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak dan kata kunci. Bagian ini menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan: (1) latar belakang atau rasional penelitian, (2) masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah, dan (3) rumusan tujuan penelitian (dan harapan tentang manfaat hasil penelitian) (Siregar & Harahap, 2019). 5. Metode pada dasarnya menyajikan bagaimana penelitian itu dilakukan. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa subbagian, atau dipilah-pilah menjadi beberapa subbagian. Hanya hal-hal yang pokok saja disajikan. Uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu diberikan. Materi pokok bagian ini yaitu bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagaimana data dianalisis (Siregar & Harahap, 2019). 6. Bagian hasil merupakan bagian utama artikel ilmiah, dan oleh karena itu biasanya merupakan bagian terpanjang. Bagian ini menyajikan hasil-hasil analisis data; yang dilaporkan yaitu data hasil bersih (Siregar & Harahap, 2019). 7. Bagian pembahasan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan pembahasan yaitu (1) menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian itu dicapai, (2) menafsirkan temuan-temuan, (3) mengintegrasikan temuan-temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang mapan, dan (4) menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang ada (Siregar & Harahap, 2019). 8. Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahasan. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu, dikembangkan pokok-pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut (Siregar & Harahap, 2019). 9. Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang tubuh artikel ilmiah. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel. Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam batang tubuh harus disajikan dalam daftar rujukan (Siregar & Harahap, 2019) Standar sitasi & referensi. a. Kutipan kurang dari 40 kata Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (“ ”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama penulis, tahun, serta nomor halaman (Siregar & Harahap, 2019). Contoh:Nama penulis disebut dalam teks secara terpadu.Soebronto (1990:123) menyimpulkan “ada hubungan erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Siregar & Harahap, 2019). b. Kutipan 40 kata atau lebih Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului. Kutipan ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, serta diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga tetap ditulis (Siregar & Harahap, 2019). Contoh: Smith (1990:276) c. Kutipan yang sebagian dihilangkan Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata tersebut diganti dengan tiga titik (...). 90 Contoh: “Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995:278) (Siregar & Harahap, 2019). d. Kutipan Ayat Alquran dan Teks Hadis Kutipan ayat Al-Quran dan teks Hadis dituliskan dengan huruf Arab sebagaimana aslinya. Khusus untuk kutipan ayat Al-Quran harus disebutkan nama surah dan nomor ayat yang dikutip di akhir kutipan ayat tersebut di antara tanda kurung, atau menyebutkannya sebelum mengutip ayat yang bersangkutan (Siregar & Harahap, 2019). e. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung Kutipan yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Contoh: Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Siregar & Harahap, 2019). 4. Penelitian Terdahulu Penelitian berjudul “Pelatihan Penggunaan Mendeley Reference Manager Bagi Mahasiswa UNAS PASIM Bandung” oleh Sri Mulyeni, Rini Handayani, Nastiti Rizky Shiyammurti, Herlina Herlina, & Dhea Adinda (2023) merupakan program pengabdian masyarakat yang melatih mahasiswa menggunakan Mendeley untuk membuat daftar pustaka secara otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi lebih memahami cara instalasi, penggunaan fitur sitasi otomatis, dan manajemen referensi. Para peserta melaporkan bahwa penggunaan Mendeley mempermudah dan mempercepat penulisan daftar pustaka dibanding metode manual (Mulyeni et al., 2023). Selain itu, penelitian “Pelatihan Penggunaan Zotero untuk Mahasiswa Sebagai Bekal dalam Penulisan Karya Ilmiah” oleh Citrakara Upendra Sneha Bandhana Kusuma Himawan, Alfian Hudan Laksan, dan Rizki Fillya (2023) memaparkan pelatihan penggunaan Zotero bagi mahasiswa yang sebelumnya belum terbiasa dengan alat referensi otomatis. Setelah mengikuti pelatihan, peserta merasa lebih mampu membuat sitasi otomatis dan daftar pustaka yang konsisten, serta memahami manfaat Zotero dalam mencegah plagiarisme (Citrakara et al., 2023). Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian berjudul “Analisis Literasi Digital terhadap Penggunaan Mendeley dan Zotero Karya Ilmiah Mahasiswa UNIMED” dilakukan dalam konteks mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Hal ini memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai kondisi literasi digital dan pemanfaatan manajemen referensi di lingkungan UNIMED, mengingat sebagian besar penelitian terdahulu dilaksanakan di kampus lain. Selain perbedaan lokasi, penelitian ini juga berbeda karena mengkaji dua aplikasi sekaligus, yaitu Mendeley dan Zotero. Penelitian sebelumnya umumnya hanya berfokus pada salah satu aplikasi. Dengan menggabungkan kedua aplikasi, penelitian ini berpotensi membandingkan tingkat pemanfaatan masing-masing serta menentukan aplikasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa UNIMED. Selain menilai keterampilan teknis, penelitian ini juga menganalisis hubungan antara literasi digital mahasiswa dengan penggunaan aplikasi manajemen referensi. Artinya, penelitian ini ingin melihat apakah tingkat literasi digital mahasiswa memengaruhi kemampuan mereka dalam memanfaatkan Mendeley dan Zotero untuk menyusun karya ilmiah secara efektif. 91 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena data yang diperoleh berupa angka dari hasil kuesioner yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan tingkat literasi digital mahasiswa dalam penggunaan Mendeley dan Zotero. Penelitian dilaksanakan di Universitas Negeri Medan, Fakultas Bahasa dan Seni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Subjek penelitian adalah mahasiswa PBSI angkatan 2024 dalam penggunaan aplikasi Mendeley atau Zotero dalam penulisan karya ilmiah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner daring (online) yang disebarkan melalui Google Forms. Instrumen kuesioner dipilih karena mampu menjaring data dari responden dalam jumlah banyak dengan waktu relatif singkat serta memungkinkan peneliti mendapatkan data numerik yang sesuai untuk analisis kuantitatif. Kuesioner disusun menggunakan skala Likert (1–5), mulai dari “sangat tidak setuju” hingga “sangat setuju”. Pertanyaan dalam kuesioner mencakup beberapa indikator literasi digital mahasiswa, yaitu kemampuan mengakses informasi melalui aplikasi manajemen referensi, kemampuan mengelola informasi seperti sitasi dan daftar pustaka, kemampuan mengevaluasi keakuratan dan kredibilitas sumber referensi, serta kemampuan mengintegrasikan referensi ke dalam penulisan karya ilmiah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner daring berbentuk skala Likert (1–5), mulai dari “sangat tidak setuju” sampai “sangat setuju”. Kuesioner disusun untuk mengukur literasi digital mahasiswa dalam penggunaan Mendeley dan Zotero dengan empat indikator utama, yaitu akses informasi, pengelolaan informasi, evaluasi informasi, dan integrasi informasi ke dalam karya ilmiah. Data yang diperoleh melalui kuesioner dianalisis dengan statistik deskriptif, yaitu menghitung persentase, rata-rata, dan distribusi jawaban responden. Analisis ini digunakan untuk menggambarkan tingkat literasi digital mahasiswa dalam penggunaan Mendeley dan Zotero. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian No Pertanyaan STS (%) TS (%) N (%) S (%) SS (%) Total Responden 1 Saya mampu mencari dan menemukan referensi ilmiah melalui platform digital (Google Scholar, ResearchGate, dll). 1.79 1.79 8.93 30.36 57.14 56 2 Saya memahami pentingnya etika dalam penggunaan sumber digital. 0.00 5.36 7.14 42.86 44.64 56 3 Saya merasa literasi digital membantu meningkatkan kualitas karya ilmiah saya. 1.79 1.79 5.36 46.43 44.64 56 4 Saya dapat menggunakan aplikasi digital untuk menunjang pembelajaran. 0.00 3.57 7.14 53.57 35.71 56 5 Saya memahami struktur penulisan karya ilmiah (abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, pembahasan, kesimpulan). 1.79 1.79 14.29 41.07 41.07 56 6 Saya mengetahui pentingnya sitasi dalam penulisan karya 0.00 1.79 10.71 41.07 46.43 56 92 ilmiah. 7 Saya mampu membedakan karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah akademik dan yang tidak. 1.79 3.57 19.64 51.79 23.21 56 8 Saya terbiasa membaca karya ilmiah untuk mendukung pengetahuan akademik. 1.79 1.79 23.21 50.00 23.21 56 9 Saya mengetahui fungsi utama aplikasi Mendeley dalam penulisan karya ilmiah. 0.00 7.14 16.07 48.21 28.57 56 10 Saya dapat mengimpor referensi dari jurnal atau artikel ke dalam Mendeley. 1.79 10.71 30.36 37.50 19.64 56 11 Saya terbiasa menggunakan Mendeley untuk membuat daftar pustaka secara otomatis. 1.79 16.07 39.29 25.00 17.86 56 12 Saya merasa Mendeley membantu saya dalam mengelola referensi dengan lebih efektif. 0.00 5.36 28.57 37.50 28.57 56 13 Saya mengetahui fungsi utama aplikasi Zotero dalam penulisan karya ilmiah. 1.79 10.71 19.64 46.43 21.43 56 14 Saya dapat menyimpan referensi dari website atau jurnal ke Zotero. 1.79 10.71 32.14 39.29 16.07 56 15 Saya menggunakan Zotero untuk mengatur referensi sesuai gaya penulisan (APA, MLA, Chicago, dll). 1.79 12.50 37.50 32.14 16.07 56 16 Saya merasa Zotero mempermudah saya dalam menyusun kutipan dan daftar pustaka. 1.79 5.36 35.71 33.93 23.21 56 17 Penggunaan Mendeley/Zotero mempermudah saya dalam menulis kutipan dan daftar pustaka. 1.79 5.36 30.36 33.93 28.57 56 18 Mendeley/Zotero membantu saya menghemat waktu dalam penulisan karya ilmiah. 1.79 5.36 25.00 42.86 25.00 56 19 Menurut saya, aplikasi manajemen referensi sangat penting bagi mahasiswa. 0.00 7.14 16.07 42.86 33.93 56 20 Saya akan terus menggunakan Mendeley/Zotero untuk mendukung penulisan karya ilmiah ke depannya. 0.00 5.36 28.57 39.29 26.79 56 Tabel 1. Rekap Hasil Data Berdasarkan hasik rekap data pada Tabel 1 penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 56 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2024, Universitas Negeri Medan (UNIMED). Responden berasal dari lima kelas yang berbeda. Berdasarkan data yang diperoleh, distribusi responden per kelas adalah sebagai berikut: PBSI C 2024 (26,8%), PBSI F 2024 (19,6%), dan tiga kelas lainnya PBSI A, PBSI D, dan PBSI E masing-masing menyumbang 17,9%. Komposisi yang relatif merata ini memberikan gambaran yang representatif mengenai populasi mahasiswa PBSI angkatan 2024. Berikut adalah rincian data untuk setiap butir soal kuesioner, yang disajikan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai hasil penelitian. Total Responden: 56 orang 99 Faizin, F. (2023). Pendidikan literasi digital dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Kependidikan Islam, 14(1), 87–98. Halimah, H., Sumiyadi, S., Yulianeta, Y., & Sembiring, S. U. B. (2022). The influence of CERDIK and short story videos on students’ learning motivation in Indonesian prose fiction appreciation. Dalam Proceedings of the 4th International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2022), 206–211. Atlantis Press. Hidayati, N. (2022). Pengertian literasi digital: Komponen, manfaat, dan upaya [Tesis, Institut Agama Islam Negeri Kediri]. Ilmi, M., Setyo Liyundira, F., Rachmawati, A., Juliasari, D., & Habsari, P. (2020). Perkembangan dan penerapan Theory of Acceptance Model (TAM) di Indonesia. Relasi: Jurnal Ekonomi, 16(2), 436-458. Kaban, R., Sari, S. N., & Prasasti, T. I. (2021). Pelatihan penggunaan dan pemanfaatan Google Sites dalam mendukung proses pembelajaran di Yayasan Al-Hikmah Tanjung Pura.Jurnal Publikasi Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 1–12. Mulyeni, N. S., Handayani, N. R., Shiyammurti, N. N. R., Herlina, N. H., & Adinda, N. D. (2023). Pelatihan penggunaan Mendeley Reference Manager bagi mahasiswa UNAS PASIM Bandung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 53–61. Ngafifi, M. (2019). Kemajuan teknologi dan pola hidup manusia dalam perspektif sosial budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan. Nugroho, A., & Setiawan, B. (2020). Analisis perbandingan Zotero sebagai software pengelola referensi open source. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 12(2), 120–135. Nuril Hadi, H. (2023). Pelatihan mengelola daftar pustaka menggunakan referensi Mendeley untuk mahasiswa STIKI Malang. Pelatihan Mengelola Daftar Pustaka, 2023. Nofita, M., & Sebastian, D. (2021). Technology Acceptance Models pada teknologi digital: survey paper. Konstelasi: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi, 2(2). Pratama, A. (2024). Literasi digital: Wawasan cerdas dalam perkembangan dunia digital terkini. Jurnal Pendidikan Digital, 8(1), 112–130. Prasasti, T. I. (2019). Pengembangan media pembelajaran teks cerita rakyat Sumatera Utara berbasis blended learning [Tesis, Universitas Negeri Medan]. Repositori UNIMED. https://digilib.unimed.ac.id/ Pritasari, N., & Dewi, R. (2021). Pengelolaan referensi sebagai keterampilan literasi akademik mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia. Putra, P., Windah, A., & Tarisa, A. (2021). Adopsi dan implementasi kecakapan literas informasi dan literasi digital untuk akselerasi UMKM di Indonesia pasca pandemi COVID-19. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(2), 177-199. Rahim, A. R. (2020, Maret). Cara praktis penulisan karya ilmiah (T. Paelori, Ed.). Sari, R. P., & Widodo, S. (2021). Perbandingan Mendeley dan Zotero dalam pengelolaan pustaka digital. Jurnal Perpustakaan dan Arsip, 15(4), 150–168. Siregar, A. Z., & Harahap, N. (2019). Strategi dan teknik penulisan karya tulis ilmiah dan publikasi. Deepublish Publisher. Susanto, R., & Pratiwi, S. (2023). Modul literasi digital untuk perguruan tinggi. Aliansi Jurnalis Independen.