Attempts to Enhance Students' Learning Motivation Through Group Discussion Methods in PAI Lessons (Case Study in Grade XI.3 High School Plus Ar-Raudhah )
Full text
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Motivasi (Intan Puspitasari) | 7-10 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 4, OCtober 2025, P. 7-10 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17306263 Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi Kelompok Pada Pelajaran PAI (Studi Kasus di Kelas XI. 3 SMA Plus Ar-Raudhah) Attempts to Enhance Students’ Learning Motivation Through Group Discussion Methods in PAI Lessons (Case Study in Grade XI.3 High School Plus Ar-Raudhah ) Intan Puspitasari, Arif Maulana, Usep Setiawan 123Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI DR. KH. EZ Muttaqien Jl. Baru, Ciwareng, Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta Email: intanpuspitasar[email protected]m, arifakhund11[email protected], usepsetiawan8[email protected]m Abstract This study aims to enhance students' learning motivation through the application of group discussion methods in the subject of Islamic Religious Education (PAI) in class XI.3 at SMA Plus Ar-Raudhah. The group discussion method was chosen for its ability to create an interactive learning environment and encourage active student participation. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires involving students and teachers. The results indicate that the implementation of the group discussion method significantly enhances students' learning motivation, evidenced by increased active participation and enthusiasm in learning. These findings suggest that the group discussion method is an effective strategy for boosting student motivation in PAI lessons. Keywords : Motivation, Learning, Discusion Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan metode diskusi kelompok pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas XI.3 SMA Plus Ar-Raudhah. Metode diskusi kelompok dipilih karena mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket yang melibatkan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, terlihat dari peningkatan partisipasi aktif dan antusiasme mereka dalam belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok merupakan strategi efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran PAI. Kata Kunci : Motivasi, Belajar, Diskusi Article Info Received date: 25 September 2025 Revised date: 27 September 2025 Accepted date: 04 OCtober 2025 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Dalam proses pembelajaran, motivasi belajar siswa menjadi factor krusial yang sangat mempengaruhi keberhasilan belajar. Motivasi yang tinggi akan mendorong siswa untuk lebih aktif, tekun, dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa, khususnya di kelas XI.3, masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari minimnya partisipasi siswa dalam kegiatan kelas, ketidak tertarikan dalam pembelajaran, serta hasil belajar yang belum memuaskan. Observasi awal menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan masih bersifat satu arah, yaitu dominasi ceramah oleh guru tanpa diimbangi aktivitas siswa yang bervariasi. Akibatnya, siswa cenderung pasif dan mudah merasa bosan. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi sekaligus hasil belajar siswa. Salah satu solusi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah melalui penerapan metode diskusi kelompok. Metode ini memungkinkan siswa untuk berinteraksi dan berdialog secara aktif, sehingga mereka merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Diskusi kelompok juga dapat
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Motivasi (Intan Puspitasari) | 7-10 mendorong siswa untuk berpikir kritis, saling berbagi perspektif, dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting untuk kehidupan sehari-hari. Di SMA Plus Ar-Raudhah, khususnya di kelas XI.3, penerapan metode diskusi kelompok dalam pelajaran PAI diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana metode diskusi kelompok dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar PAI. Dengan pendekatan studi kasus, diharapkan dapat diperoleh data yang mendalam mengenai perubahan motivasi belajar siswa setelah penerapan metode ini. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif, yang tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga hasil belajar siswa secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa di SMA Plus Ar-Raudhah. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan metode diskusi kelompok pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI.3 SMA Plus ArRaudhah tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan metode diskusi kelompok, menyiapkan materi ajar, serta instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket motivasi belajar, dan pedoman wawancara. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan mengajar sesuai RPP yang telah disusun, melibatkan siswa secara aktif dalam diskusi kelompok, dan memfasilitasi presentasi hasil diskusi. Observasi dilakukan secara sistematis selama proses pembelajaran untuk mencatat keterlibatan siswa, partisipasi dalam diskusi, serta antusiasme selama kegiatan berlangsung. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui angket yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan tindakan. Selain itu, wawancara dilakukan dengan beberapa siswa untuk memperoleh informasi mendalam mengenai pengalaman belajar mereka. Dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil kerja kelompok juga digunakan sebagai pendukung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap siklus, kemudian dibandingkan untuk melihat efektivitas tindakan yang diberikan. Refleksi dilakukan di akhir setiap siklus untuk mengevaluasi hasil, mengidentifikasi kendala, serta merencanakan perbaikan pada siklus berikutnya agar motivasi belajar siswa dapat terus meningkat. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan Motivasi Belajar Peningkatan motivasi belajar merujuk pada upaya untuk mengembangkan dan memperkuat keinginan siswa untuk belajar, berpartisipasi aktif, dan mencapai tujuan akademis mereka. Motivasi belajar merupakan dorongan yang memotivasi siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran, baik secara intrinsik (motivasi dari dalam diri) maupun ekstrinsik (motivasi dari faktor luar). Peningkatan motivasi belajar dapat diartikan sebagai suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menumbuhkan semangat, minat, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Upaya ini dapat dilakukan oleh guru melalui penggunaan metode, strategi, maupun media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dalam konteks pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peningkatan motivasi belajar sangat penting, karena materi yang diajarkan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika yang membentuk karakter siswa. Ketika siswa memiliki motivasi yang tinggi, mereka cenderung lebih aktif dalam berpartisipasi dalam diskusi, lebih terbuka terhadap ideide baru, dan lebih siap untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi belajar yang awalnya rendah menjadi meningkat karena : • Adanya variasi metode yang mencegah kejenuhan. • Siswa merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pembelajaran.
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Motivasi (Intan Puspitasari) | 7-10 • Kegiatan berkelompok memberi ruang interaksi dan tanggung jawab bersama. Hal ini sejalan dengan teori motivasi belajar menurut McClelland, yang menekankan pentingnya kebutuhan berprestasi, afiliasi, dan kekuasaan dalam menumbuhkan motivasi individu. Dengan adanya motivasi belajar yang meningkat, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh hasil belajar yang lebih baik, tetapi juga memiliki sikap positif terhadap mata pelajaran PAI serta keterampilan sosial seperti kerja sama, toleransi, dan komunikasi yang efektif. Pengembangan Diskusi Kelompok Metode diskusi kelompok menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui metode ini, siswa diharapkan dapat saling berdiskusi, berbagi pendapat, dan bekerja sama dalam memahami materi PAI. Diskusi kelompok tidak hanya membantu siswa merasa lebih terlibat, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab mereka terhadap proses belajar. Pengembangan metode diskusi kelompok dalam penelitian ini dilakukan secara terencana untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, partisipatif, dan menyenangkan. Diskusi kelompok dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik siswa kelas XI.3 SMA Plus Ar-Raudhah yang memiliki latar belakang, minat, dan kemampuan yang beragam. Langkah pertama yang dilakukan adalah membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil yang heterogen, dengan mempertimbangkan keseimbangan kemampuan akademik dan keterampilan komunikasi. Setiap kelompok beranggotakan 5-6 siswa agar semua anggota memiliki kesempatan berpartisipasi secara optimal. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyiapkan topik diskusi sesuai materi PAI yang sedang dipelajari. Materi diskusi dirancang dalam bentuk pertanyaan pemantik, studi kasus, atau permasalahan kontekstual yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menemukan solusi secara bersama-sama. Selama proses diskusi, guru mengawasi jalannya kegiatan, memberikan arahan bila diperlukan, dan memotivasi siswa yang kurang aktif agar ikut terlibat. Setiap kelompok diminta untuk mencatat hasil diskusi dan menunjuk satu perwakilan untuk mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab, sehingga terjadi interaksi antar kelompok. Guru kemudian memberikan umpan balik, meluruskan kesalahpahaman konsep, dan memberikan apresiasi terhadap partisipasi siswa. Melalui pengembangan diskusi kelompok ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman materi secara lebih mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, kemampuan bekerja sama, serta meningkatkan motivasi belajar karena merasa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar melalui metode diskusi kelompok di kelas XI.3 SMA Plus Ar-Raudhah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif, serta mendorong siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik dalam pelajaran PAI. Peningkatan Motivasi Belajar Dalam Diskusi Kelompok Peningkatan motivasi belajar dalam kelompok dapat dipahami sebagai suatu proses terencana untuk menumbuhkan dorongan internal siswa agar lebih bersemangat, aktif, dan terlibat dalam pembelajaran melalui kerja sama dengan teman sekelas. Motivasi belajar sendiri merupakan kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas belajar guna mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peningkatan motivasi belajar berarti menciptakan suasana belajar yang mampu merangsang siswa agar memiliki minat yang tinggi terhadap materi, berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas, serta berupaya memahami pelajaran dengan sungguh-sungguh. Dalam konteks diskusi kelompok, peningkatan motivasi belajar terjadi ketika siswa dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran. Siswa didorong untuk bekerja sama, bertukar pendapat, mendengarkan ide teman, serta mencari solusi bersama atas permasalahan yang diberikan. Dengan cara ini, siswa merasa dihargai, memiliki peran, dan bertanggung jawab terhadap hasil diskusi kelompoknya. Perasaan dilibatkan secara aktif ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dibandingkan pembelajaran yang bersifat satu arah. Selain itu, peningkatan motivasi belajar dalam kelompok juga berdampak positif terhadap aspek sosial dan emosional siswa. Mereka belajar menghargai perbedaan pendapat, melatih kemampuan komunikasi, serta memperkuat hubungan kerja sama dengan teman sekelas. Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan membuat siswa lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran dan berusaha memahami materi secara mendalam. Dengan demikian, melalui metode
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 4 Upaya Meningkatkan Motivasi (Intan Puspitasari) | 7-10 diskusi kelompok, tujuan pembelajaran PAI tidak hanya tercapai dari sisi kognitif, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan sikap positif terhadap belajar. SIMPULAN Upaya meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode diskusi kelompok pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas XI.3 SMA Plus Ar-Raudhah menunjukkan hasil yang positif. Metode ini memungkinkan siswa untuk aktif berpartisipasi, berbagi pendapat, dan saling belajar dari satu sama lain, sehingga meningkatkan keterlibatan dan minat mereka terhadap materi pelajaran. Diskusi kelompok juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, membantu siswa merasa lebih nyaman dalam mengungkapkan ide dan pertanyaan. Dengan demikian, penerapan metode ini efektif dalam mendorong motivasi belajar siswa, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan prestasi akademis mereka di bidang PAI. REFERENSI Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (I). CV. Syakir Media Press. Adilah, H. G., & Suryana, Y. (2021). Manajemen Strategik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Isema: Islamic Educational Management, 6(1), 87– 94. Al Hakim, M. F., & Azis, A. (2021). Peran guru dan orang tua: Tantangan dan solusi dalam pembelajaran daring pada masa pandemic COVID-19. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 4(1), 16–25. Ardela, R. (2021). Strategi Peningkatan Mutu Lulusan di SMA Negeri 32 Jakarta. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Muslich, Masnur. (2010). Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara. Aidah, S. N. (2021). Cara Efektif Penerapan Metode dan Model Pembelajaran (Vol. 54). Penerbit KBM Indonesia. Arikunto, Suharsimi, dkk. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, Syaiful Bahri. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Isjoni. (2013). Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar