scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Analisis Pelatihan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Kemampuan Berwirausaha Pada Kelompok Usaha Pemberdayaan Perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang

Charisma Nur Aini, Bambang Septiawan, M. Adib Mawardi

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 151-163 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17309530 *Corresponding author Email: [email protected] Analisis Pelatihan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Kemampuan Berwirausaha Pada Kelompok Usaha Pemberdayaan Perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Charisma Nur Aini, Bambang Septiawan, M. Adib Mawardi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Balitar A B S T R A K Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pelatihan pada kelompok usaha pemberdayaan perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, bagaimana kegiatan berwirausaha kelompok usaha pemberdayaan perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, dan faktorfaktor apa saja yang menghambat dan mendukung dalam pelatihan kewirausahaan kelompok usaha pemberdayaan perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara secara langsung dengan informan dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan yang diberikan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang yang berupa pelatihan kewirausahaan Social Media dan Broadcaster dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha sangatlah berpengaruh besar, kemudian kegiatan berwirausaha kelompok usaha pemberdayaan perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang terlaksana dengan baik, ketika telah diadakan pelatihan yang diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupeten Jombang. Faktor yang menghambat dalam hal ini. Pertama yaitu, ada dalam diri anggota binaan itu sendiri, yakni mengenai mindset seseorang yang ingin maju dan berkembang dengan mengikuti pelatihan pemberdayaan perempuan. Sedangkan factor pendukung, yakni kerja sama dan antusias anggota binaan KSM Probo Ndeso yang selalu ikut serta adanya pelatihan, dan ikut berperan aktif dalam pembuatan konten usaha untuk meningkatkan penjualan UMKM yang ada. Kedua, adanya dukungan dari pemerintah turut serta menjadi bagian dari keberlanjutan channel konten serta memberikan fasilitas guna menunjang pembuatan konten. A B S T R A C T This research is to determine the extent of the implementation of training in women's empowerment groups in Mundusewu Village Bareng District Jombang Regency, how the entrepreneurial activities of women's empowerment groups in Mundusewu Village Bareng District Jombang Regency in training groups and supporting factors women empowerment efforts in Mundusewu Village, Bareng District, Jombang Regency. The data collection technique used in this study was to conduct in-person interviews with informants and documentation studies. The method of data analysis used was descriptive analysis. The results of the study show that the implementation of training provided by the Jombang Regency Labor Department in the form of entrepreneurship training Social Media and Broadcaster in improving entrepreneurial abilities is very influential, then the entrepreneurial activities of women's empowerment groups in Balamatan Munduse Village. well, when the training provided by the Jombang Regency Labor Department. Inhibiting factors in this case. The first is, there is within the building members themselves, namely regarding the mindset of someone who wants to progress and grow by following women’s empowerment training. While the supporting factor, namely the cooperation and enthusiasm of KSM Probo Ndeso building members who always participate in the training, and take an active role in the creation of content efforts to increase the sales of existing SMEs. Secondly, there is support from the government down as well as being part of the sustainability of the content channel as well as providing facilities to support content creation. PENDAHULUAN Indonesia adalah sebuah Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam. Dengan keanekaragaman sumber dayanya yang luas, maka penting untuk melakukan pengoptimalan SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Indonesia. Daerah-daerah yang berada di A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan, Kewirausahaan Keywords: Community Empowerment, Training, Entrepreneurship This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Socius E-ISSN: 3025-6704 pedalaman juga termasuk komponen penting yang tidak terlepas dari kedaulatan. Terlepas dari perkembangan ekonomi, dan sosial saat ini. Namun, kenyataannya kemajuan suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh lokasi Geografis. Peran wirausahawan semakin penting dalam membangun ekonomi Indonesia, karena pembangunan akan lebih berhasil jika di tunjang oleh para wirausahawan yang sukses dalam bidang usahanya. Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas kita ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bekerja saja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru. Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Dalam upaya membuka lapangan kerja baru, maka diperlukan pelatihan kewirausahaan bagi beberapa komponen masyarakat. Kemampuan berwirausaha adalah suatu bal yang dangat diperlukan. Kewirausahaan tidak hanya dapat dipahami sebagai kemampuan untuk membuka usaha sendiri. Namun lebih luas lagi, kewirausahaan dapat dimaknai sebagai momentum untuk mengubah mentalitas, pola pikir, dan perubahan terhadap sosial dan budaya. Definisi kewirausahaan sendiri merupakan kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis serta kemampuan untuk mengoptimalakan sumber daya dan mengambil tindakan serta motivasi tinggi dalam mengambil resiko dalam rangka mensukseskan bisnisnya. Entrepreneur merupakan orang yang mampu melihat peluang, berani untuk mengambil peluang, serta mampu mewijidkan peluang tersebut. Ditengah himpitan ekonomi yang semakin besar dan lapangan pekerjaan yang semakin sempit, kewirausahaan merupakan jalan yang efektif untuk membangkitkan kembali kehidupan perekonomian masyarakat. Untuk itu Indonesia perlu untuk secara serius mempersiapkan lahirnya generasi wirausahawan sebab para wurausahawan inilah yang akan menjadi penggerak pembangunan ekonomi di Indonesia. Salah satucara untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan seseorang tentang kewirausahaan adalah melalui pelatihan kewirausahaan. Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan. Bahkan untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tatapi juga harus memiliki pengetahuan segala bentuk usaya yang akan dijalaninya. Undang-undang Nomur 13 Tahun 2003 tentang Perluasan Kesempatan Kerja menyebutkan bahwa perluasan kesempatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan atau mengembangkan lapangan pekerjaan yan tersedia. Kesempatan kerja adalah lowongan pekerjaan yang diisi oleh pencari kerja dan pekerja yang sudah ada. Perluasan kesempatan kerja didalam hubungan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsure perintah, pekerjaan, dan upah. Pembangunan ketenagakerjaan mempunyai banyak dimensi dan keterkaitan. Keterkaitan tersebut tidak hanya dengan kepentingan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah kerja, tetapi juga berkaitan dengan upaya perluasan kesempatan kerja. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah dan pemerintah daerah perlu menetapkan kebijakan yang dapat memberikan kesempatan kerja kepada setiap orang, baik didalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja. Untuk itu perlu dukungan dari semua pihak dalam upaya menciptakan dan memperluas kesempatan kerja. Pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu pola perluasan kesempatan kerja yang diadopsi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang sebagai bentuk pelatihan kewirausahaan dalam memberdayakan masyarakat terutama para perempuan. Pelatihan merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui rangkaian kegiatan identifikasi, pengkajian serta proses belajar yang terencana. Hal ini dilakukan melalui upaya untuk membantu mengembangkan kemampuan yang diperlukan agar dapat melaksanakan tugas, baik sekarang maupun yang akan direncanakan. Pelatihan dapat dijadikan sarana yang berfungsi untuk memperbaiki masalah kinerja organisasi, seperti efektifitas, efisiensi, serta produktifitas. Pelatihan juga merupakan upaya pembelajaran yang diselenggarakan oleh organisasi baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat ataupun perusahaan dengan tujuan memenuhi kebutuhan organisasi dan mencapai tujuan organisasi. Pelatihan sebagai bagian dari pendidikan yang mengandung proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam berwirausaha, waktu yang relative singkat, dan metdse yang lebih mengutamakan praktek (Undang-Undang No 13 Tahun 2003). Pemberdayaan merupakan sebuah proses agar setiap orang menjadi cukup kuat untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai pengontrolan dan mempengaruhi kejadian-kejadian serta lembaga-lembaga yang mempengaruhi kehidupannya. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk memperkuat unsurunsur keberdayaan itu untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang berada dalam kondisi tidak mampu dengan mengandalkan kekuatannya sendiri sehingga dapat keluar dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan, atau proses memampukan dan memandirikan masyarakat. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Aini, et., al / Analisis Pelatihan Kewirausahaan 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 Pertanian 85.955 106.771 108.819 105.233 35.617 34.908 49.787 61.247 121.572 141.679 158.606 166,480 Industri 131.212 122.145 150.401 139.219 54,250 63.029 48.922 62.243 185.462 185.174 229.323 201.462 Jasa 173.228 168.769 176.099 192.456 175.891 137.531 159,460 177.696 349.119 306,300 335.559 370.152 Jumlah 390.395 397.685 435.319 436.908 265.758 235.468 288.169 301.186 656.153 633.153 723.488 738.094 Lapangan Pekerjaan Laki-laki Perempuan Jumlah Pemberdayaan perempuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah upaya untuk mengembangkan pengetahuan, motivasi dan melatih skill atau keterampilan yang dimikiki selaku masyarakat yang bergabung dalam sebuah kelompok swadaya masyarakat. Pelatihan kewirausahaan merupakan program dalam membentuk intense wirausaha berupa tindakan individu melalui program pelatihan untuk memulai dan mengembangkan usaha serta melihat peluang usaha yang dapat di jalankan. Pemberdayaan perempuan diadakan untuk membangun kemampuan dan konsep diri perempuan melalui proses penyadaran dan pendidikan sehingga dapat diginakan untuk menambah kesejahtreraan ekonomi. Salah satu cara untuk meminimalisir pengangguran adalah dengan memperbanyak lapangan pekerjaan, lapangan pekerjaan dapat di ciptakan dengan membuka usaha sendiri atau berwirausaha. Sama halnya dengan menciptakan lapangan pekerjaan seseorang yang berwirausaha dapat berpeluang menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada berkarir menjadi karyawan. Usaha Jasa menjadi salah satu sector usaha yang marak ditekuni oleh pelaku usaha di Kabupaten Jombang. Mengutip dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang yang dirilis pada 9 Desember 2024. Tabel 1 Penduduk 15 tahun keatas yang bekerja berdasarkan lapangan usaha di Kabupaten Jombang (Jiwa) Sumber: BPS Kabupaten Jombang, Diolah Oleh Peneliti April 2025 Mayoritas wirausaha didominasi oleh usaha dalam sector jasa. Berdasarkan data resmi dari BPS tahun 2024, bahwasanya jumlah jenis usaha dalam sector jasa mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2021 terdapat 349.119 pada tahun 2022 terdapat 306.300 di tahun 2023 terdapat 335.559 dan pada tahun 2024 terdapat 370.152 jiwa yang telah bergabung dalam sector usaha di bidang jasa. Setelah tahun 2021 hingga saat ini menunjukkan adanya peningkatan pemanfaatan e-commerce oleh UMKM dan masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa trend pertumbuhan online shop kemungkinan besar sudah terjadi dan berlanjut hingga tahun 2021. Adaptasi UMKM setelah pandemi covid 19 yang terjadi sebelumnya mendorong banyak UMKM di berbagai daerah salah satunya di Kabupaten Jombang, untuk beralih atau memperluas pemasaran mereka secara online demi mempertahankan penjualannya. Dari beberapa penjabaran di atas maka yang di maksud dalam judul penelitian ini adalah suatu penelitian tentang upaya untuk mengembangkan kreatifitas pemberdayaan perempuan dengan pelatihan kewirausahaan dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha pada kelompok pemberdayaan perempuan yang diikuti oleh anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Probo Ndeso yang dituangkan dengan judul Analisis Pelatihan Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Kemampuan Berwirausaha Pada Kelompok Usaha Pemberdayaan Perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian ini adalah untuk mengatahui gambaran manfaat pelatihan kewirausahaan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif yaitu pendekatan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi tindakan secara holistik dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Dalam penelitian ini data dikumpul dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis secara kualitatif. HASIL Gambaran Umum Lokasi Penelitian Desa Mundusewu terletak di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebagai salah satu desa diwilayah pedesaan, Desa Mundusewu memiliki karakteristik yang umumnya ditemukan di daerah agraris. Wilayah Kecamatan Bareng trmpat Desa Mundusewu berada pada perbatasan Utara yaitu kecamatan Mojowarno, Timur yaitu Kecamatan Wonosalam, Selatan yaitu Kabupaten Kediri (Kecamatan Kandangan), Barat yaitu Kecamatan Ngoro. Desa Mundusewu memiliki bentang alam yang didominasi oleh persawahan dan perkebunan, mengingat Kabupaten Jombang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur. Kondisi geografisnya cenderung datar dan sedikit bergelombang yang mendukung aktivitas pertanian. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Socius E-ISSN: 3025-6704 Mata pencaharian utama penduduk Desa Mundusewu diperkirakan adalah petani. Komoditas pertanian yang umum di Kabupaten Jombang antara lain padi, jagung, dan beberapa jenis holtikultura. Selain itu, ada kemungkinan penduduk juga memiliki usaha sampingan atau pekerjaan di sector lain seperti peternakan, perdagang skala kecil, atau kerajinan rumah tangga. Masyarakat Desa Mundusewu umumnya memiliki siat gotong royong dan kekeluargaan yang kuat, cirri khas masyarakat pedesaan di Jawa. Nilai-nilai tradisional dan keagamaan (mayoritas Islam ) kemungkinan besar masih sangat dijunjung tinggi. Berbagai acara adat atau keagamaan sering menjadi momen kebersamaan warga. Infrastruktur dasar seperti jalan desa, fasilutas pendidikan, dan fasilitas kesehatan sudah tersedia di Desa Mundusewu. Aksesbilitas menuju pusat kecamatan atau kabupaten juga diperkirakan memadai.Potensi utama Dersa Mundusewu tentu berada di sektir pertanian. Pengembangan sector ini bisa dilakukan melalui diversifikasi tanaman, peningkatan kualitas produk, atau pengolahan pasca panen. Selain itu, potensi lain bisa berasal dari sumber daya alam lokal, pengembangan usaha mikro, atau potensi wisata pedesaan. Profil Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso Berawal dari anak muda yang hobi membuat konten dan kebanyakan dari mereka hanya scroll video-video konten. Dan dari sinilah minat para ibu-ibu ingin terjun kedunia konten creator agar sosial media tidak hanya sebagai wahana hiburan, melainkan juga dapat menambah pendapatan kalangan ibu-ibu muda. Seperti yang di ungkapkan Bapak Rhizma Eriko Putro Selaku Pendamping dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang : “Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Probo Ndeso adalah organisasi atau perkumpulan yang dibentuk atas inisiatif, kemandirian, dan partisipasi aktif dari sekelompok warga masyarakat di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Kelompok ini terdiri dari 20 Orang anggota yang terbagi dalam 5 tim, masing-masing tim terdiri dari 4 Orang. Yang di ketuai oleh Ibu Istin Nafiatus Solihah, Sekretaris oleh Ibu Nurul Fadilah, Dendahara oleh Ibu Ana Safitri Ningsih.” (Wawancara dengan Bapak Rhizma Eriko Putro, 6 Mei 2025) Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso ini telah terbentuk pada tahun 2021 setelah diadakannya pelatihan Sosial Media dan Konten Creator yang pertama, pada 2024 di adakan pelatihan sosial Media dan Broad Caster yang berfokus pada Konten Afiliate. Setelah diadakannya pelatihan dari program Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso semakin dikenal dan semakin antusias untuk membuat konten baik di Tik Tok maupun Chanel You Tube nya. Proses Pelaksanaan Pelatihan Pada Kelompok Usaha Pemberdayaan Perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Proses ini merujuk pada serangkaian tindakan atau langkah-langkah yang akan dilakukan secara kronologis sistematis, yang mencerminkan tahapan upaya mengubah masyarakat yang kurang atau belum berdaya menuju keberdayaan, proses atau tahapan pemberdayaan menurut Hendrawati Hamid (2018) adalah sebagai berikut : Tahap Penyadaran, dan Pembentukan Perilaku Tahap Penyadaran yang dilakukan oleh Program Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang di Desa Mundusewu terhadap masyarakaht sekitar terutama para anggota yang mayoritas perempuan adalah menyadarkan akan pentingnya memberdayakan diri sendiri bukanlah suatu hal yang rumit. Karena masyarakat yang diberdayakan oleh KSM Probo Ndeso merupakan masyarakat yang memiliki usaha namun masih pemula atau tahap menengah, masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, masyarakat yang sudah memiliki pekerjaan namun ingin mengasah kemampuannya untuk mengembangkan usahanya yang dimiliki serta untuk menambah pendapatan ekonomi dan sebagainya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bapak Anisah yang merupakan Kepala Desa Mundusewu. “Setiap dua bulan sekali para Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso akan diundang oleh kelurahan terkait sosialisasi sekaligus pembinaan tentang kegiatan guna untuk mengembangkan konten selanjutnya yang akan dikembangkan oleh kelompok ini, dan kita juga tidak membatasi untuk siapa saja yang ingin bergabung dalam kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso ini karena siapapun yang ingin dan berkemauan ya silahkan” (Wawancara dengan Kepala Desa, 15 Mei 2025). “Awalnya kami tidak dapat mengajak secara langsung, karena mereka yang ingin bergabung itu awalnya membutuhkan bukti nyata, hasilnya apa? Pendapatan nya bagaimana? Dan masih banyak lagi. Nah, dari situlah kita membuat video konten yang awalnya target kita satu minggu sampai satu bulan agar bisa mendapat aktif income ternyata satu hari sebelum 24 jam kita sudah mendapatkannya (penjualan) dari situlah yang berawal empat orang jadi sampai dua puluh orang yang bergabung dalam KSM Probo Ndeso” (Wawancara dengan Ibu Istin Nafiatus Solihah, 15 Mei 2025) Dalam memberikan penyadaran dan pembentukan perilaku kepada masyarakat setempat melalui sosialisasi sesuai dengan konten yang akan diambilnya. Mayoritas yang menerima ajakan sosialisasi Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Aini, et., al / Analisis Pelatihan Kewirausahaan tersebut adalah para wanita atau ibu-ibu produktif rumah tangga. Karena kaum laki-laki dalam Desa Mundusewu mayoritas sebagai pekerja. Dan alasan ibu rumah tangga yang tertarik dengan ajakan untuk turut serta dalam membuat konten ialah untuk mencari kegiatan yang positif dan membawa manfaat untuk kehidupannya. “Mayoritas Penduduk Desa Mundusewu ini pekerjaannya sebagai petani mba, dan para Ibu-ibu sebagai ibu rumah tangga. Maka dari itu, kami menbuat program untuk menciptakan wirausaha baru guna memberdayakat perempuan produktif” Program sosialisasi Pelatihan Sosial Media dan Broad Caster dilaksanakan dalam lima dusun dalam satu desa yaitu di Desa Mundusewu, maka dari itu masyarakat yang ingin bergabung sebagai anggota KSM Probo Ndeso sangat disarankan untuk bergabung sebagai anggota dengan menyertakan alamat KTP agar mempermudah dalam pendampingan dan kegiatan kewirausahaan. Tahap Transformasi Kemampuan Tahap transformasi kemampuan merupakan tahap kedua yang harus dilakukan oleh KSM Probo Ndeso sebagai pemberdaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki masyarakat agar bisa menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya. Program pengembangan skill bertujuan agar anggota memiliki aktivitas untuk selalu menigkatkan kecakapan dalam membangun atau meningkatkan usaha yang dimilikinya.oleh karena itu, anggota KSM Probo Ndeso akan selalu di informasikan oleh pendamping jika adanya penyelenggaraan acara tertentu, seperti pelatihan pemasaran, pelatihan design, serta pelatihan Sosial Media dan Broad Caster. Pendamping akan menginformasikan adanya acara pemberdayaan untuk anggota dengan melalui platform digital berupa aplikasi WhatsApp. Sebagaimana telah dipaparkan oleh Ibu Istin Nafiatus Solihah berikut ini : “Kami memiliki grub WA yang kami gunakan sebagai platform komunikasi antar binaan, agar apapun informasi mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan akan terinfokan melalui media tersebut. Selain itu, kami juga biasanya mengunjungi binaan yang melakukan upgrading usaha, seperti baru membuka UMKM, kemarin salah satu kelompok kita ada yang memulai bergabung pada Shopee Afiliate UMKM telur asin. Dengan kita melakukan upgrading sehingga dapat mengetahui progress usaha mereka” (Wawancara dengan Ibu Istin Nafiatus Solihah, 15 Mei 2025) Selain itu para binaan KSM Probo Ndeso juga diperkenalkan dan diajarkan dengan pasar offline maupun onlinenya UMKM Probo Ndeso, system aplikasi ini merupakan terobosan inovatif untuk menjembatani kegiatan pembelian produk UMKM. Tahap Peningkatan Kemampuan Intelektual Ketika masyarakat yang menjadi angota KSM Probo Ndeso sudah memiliki atau menemukan kemampuan atau bakatnya masing-masing, maka tahap selanjutnya ialah meningkatkan kemampuan atau kapasitas diri anggota. Untuk mendukung peningkatan kapasitas diri anggota KSM Probo Ndeso, maka KSM Probo Ndeso mengadakan beberapa pelatihan, pendampingan wirausaha, pemasaran, fasilitas dan permodalan. Sebagaimana yang di paparkan oleh Ibu Ana Safitri Ningsih : “KSM Probo Ndeso itu selain menjadi wadah bagi para wirausahawan pemula, juga mengadakan pelatihan-pelatihan gitu mba. Selain pelatihan Sosial Media dan Broadcaster juga memberikan pendampingan untuk para wirausaha dalam melakukan pemasaran, serta memberikan modal bagi anggota yang memiliki usaha UMKM kecil-kecilan.” (Wawancara dengan Ibu Ana Safitri Ningsih, 15 Mei 2025) Dan bukan hanya di satu Dusun saja yang melakukan kegiatan dalam membangun kapasitas diri anggotanya. Akan tetapi seluruh dusun di Desa Mundusewu juga ikut berperan aktif untuk memberdaya gunakan anggotanya. Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Ibu Nurul Fadilah: “Setiap Dusun insaallah ikut berperan aktif mba, karena kita memiliki target baik di pasar online maupun offline. Untuk di pasar online nya kita memasarkan produk UMKM yaitu krecekan krupuk dan telur asin dan kita tetap membuat konten seperti mereview tempat wisata atau kurang lebih tempat-tempat baru seperti situs peninggalan sebagai aktif income kita juga” (Wawancara dengan Ibu Nurul Fadilah, 15 Mei 2025) Setiap dusun di Desa Mundusewu, mempunyai satu ketua tetapi terbagi menjadi lima tim yang berbeda. Oleh karena itu, program tersebut dapat berkelanjutan hingga sekarang. Hasil Kegiatan Berwirausaha Pada Kelompok Pemberdayaan Perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Pengentasan Kemiskinan Berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan telah ditemukan adanya Kelompok Swadaya Masyarakat yang focus utamanya adalah untuk mengembangkan usaha para binaannya sudah cukup memberikan pengaruh baik terhadap ekonomi anggota binaannya. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabuoaten Jombang tentunya dapat meningkatkan taraf ekonomi terutama bagi para perempuan disekitar Desa Mundusewu Kecamatan Bareng. Hal ini sesuai dengan yang Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Socius E-ISSN: 3025-6704 telah disampaikan oleh pendamping KSM Probo Ndeso yang telah mendampingi para binaan selama kurang lebih 4 tahun: “Kita ini berfikus untuk selalu konsisten membuat konten dan mempertahankan produk UMKM kami seperti kerecekan kerupuk dan penjualan telur asin, kue olahan homemade, untuk konten kita selalu konsisten video di chanel You Tube kami dan penjualan kami melalui TikTok dan shopee affiliate” (Wawancara dengan Ibu Istin Nafiatus Solihah, 15 Mei 2025) Gambaran tersebut merupakan salah satu kegiatan bimbingan teknis dalam Pelatihan Sosial Media dan Broad Cater yang berfokus pada Shopee Afiliate. KSM Probo Ndeso merupakan kelompok yang menyediakan berbagai macam pelatihan maupun pendampingan rutin untuk para anggotanya. Banyak sekali manfaat yang dirasakan para anggotanya seperti ilmu cara memulai untuk menjadi seorang wirausaha, memperoleh pendampingan usaha, serta sertifikat pelatihan, dan hibah (1 unit Kamera Cannon EOS 1200D Kit EF-S 18-55mm, 1 Unit Smartphone Infinix Hot 50, 1 Unit Tripod) dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang. Hal ini diperkuat dari data wawancara bersama para anggota binaan KSM Probo Ndeso: “Pelatihan-pelatihan yang sudah saya ikuti ada pelatihan Sosial Media Broad Caster dan Shopee Afiliate dan dari pelatihan ini saya jadi dapat hibah serta fasilitas untuk menunjang konten saya” Hal ini saja hal nya dengan yang diungkapkan oleh Ibu Siti Sundari yang merupakan binaan KSM Probo Ndeso yang sudah bergabung sejak tahun 2022. Ibu Siti Sundari mengetahui dan tertarik bergabung dengan KSM Probo Ndeso berawal dari temannya yang sudah bergabung dan terlihat dari keberhasilan usaha temannya setelah bergabung dengan KSM Probo Ndeso : “Awalnya saya diperlihatkan bukti teman saya yang sudah berhasil dalam mendapatkan aktif income di channel You Tube dan Tik Tok nya, akhinya saya bergabunglah pada KSM Probo Ndeso ini mbak.” (Wawancara dengan Ibu Siti Sundari 15 Mei 2025). Setelah mengikuti acara pelatihan di KSM Probo Ndeso dengan konsisten, maka peserta atau anggota menerima banyak sekali manfaat untuk membantu proses pengembangan usahanya. Manfaat ini juga diungkapkan oleh Ibu Istin Nafiatus Solihah sesudah di adakannya pelatihan yaitu pendapatan perbulan di Tiktok Affiliate yang awalnya Rp. 300.000,- per bulan, pada bulan kedua bisa naik sampai Rp. 850.000,- dan sampai dengan sekarang bertahan di 1.000.000 lebih, apalagi kemarin waktu mendekati hari raya Idul Fitri. “Saya setelah mengikuti pelatihan dari Disnaker dan menerapkan beserta anggota KSM Probo ndeso, pendapatan channel dan penjualan kita bertambah, dari yang awalnya Rp. 300.000,-/bulan dibulan pertama, dibulan kedua bertambah lagi di angka Rp. 850.000,- dan sampai pada saat ini kurang lebih Rp. 1.000.000,- seperti kemarin sebelum Idul Fitri sampai lebih dari Rp.1.000.000,-“ (Wawancara dengan Ibu Istin Nafiatus Solihah, 15 Mei 2025). Selain channel You Tube yang terus dijalankan secara konsisten juga adanya produk UMKM telur asin olahan dari Desa Mundusewu juga penjualannya melejit pesat. Produk ini sangat mempunyai daya tarik bagi konsumen yang sudah mencobanya karena produk yang dijual tidak menggunakan bahan pengawet namun tidak menurunkan kualitas dan kelezatan yang terdapat pada produk tersebut dan dapat kita beli dengan harga yang relative terjangkau. Dengan kisaran harga telur per butirnya yaitu Rp. 3000,- ada juga yang telah kemasan yaitu 1 kotak berisi 5 sampai dengan 10 butir. Pemaparan diatas merupakan salah satu produk dari Ibu Siti Sundari yaitu porduk Telur Asin produk UMKM asal Desa Mundusewu. Ibu Siti Sundari tidak hanya menjual telur asin, namun beliau juga membuka warung sembako dengan berbagai jajan dengan berbagai olahan yang dibuatnya. Perluasan Kerja Produktif dan Pengurangan Pengangguran Hasil dari pemberdayaan anggota UMKM juga sama dirasakan oleh Ibu Tutik Agusti yang pernah ter PHK dan berputar haluan memulai usahanya dan menjadi anggota KSM Probo Ndeso karena menyadari bahwa banyak keuntungan jika bergabung dengan KSM Probo Ndeso. Produk dari Ibu Tutik Agusti merupakan produk pangan olahan, kue homemade merupakan produk rumahan atau dengan skala produksi yang kecil. Ciri khas utama dari produk ini adalah proses pembuatannya yang dilakukan secara manual atau semi manual, seringkali dengan resep yang dikembangkan sendiri, sehingga menghasilkan rasa layaknya buatan sendiri. Produk olahan kue homemade ini banyak diminati masyarakat terutama di Kabupaten Jombang. Ibu Tutik Agusti sendiri juga ikut berperan aktif dalam berbagai kegiatan pelatiahan usaha UMKM lainnya yang bertujuan untuk memasarkan produknya untuk mengembangkan usahanya. “Kita jadi kebantu banget untuk masarin produk kita, dan kita juga diajarin dari pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan usaha UMKM ini supaya laris istilahnya pejuang cuan juga ya saling bantu sesama anggota. Dari Grub WA kami juga terbantu saat promosi bersama teman-teman.Pendapatan setelah mengikuti pelatihan Socil Media dan Broad Caster itu yang awalnya Rp.600.000 ribu an sekarang bisa sampai Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Aini, et., al / Analisis Pelatihan Kewirausahaan 1 jt mbak.karena kami juga mempromosikan jual kami melalui Shopee dan TikTok itu.” (Wawancara dengan Ibu Tutik Agusti ). Hasil dari pemberdayaan anggota KSM Probo Ndeso produk UMKM juga sama dirasakan oleh Ibu Anis Arianti karena menyadari bahwa banyak keuntungan jika bergabung dengan KSM Probo Ndeso terutama dalam pengembangan usahanya. “Kita jadi kebantu sekali mbak dalam memasarkan produk kita, terus juga diajarin dari pelatihanpelatihan itu kita belajar untuk ngembangin usaha kita biar laris. Dan alhamdulillahnya setiap hari selalu ada pembeli dari krecekan saya, karena saya rutin juga promosi di WhatsApp dan dibantu sama anggota KSM Probo Ndeso untuk live di Shopee juga. Untuk saat ini saya masih memiliki 1 karyawan, tapi itu masih kakak saya sendiri tapi Alhamdulillah bisa menambah pendapatan juga” Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa telah banyak yang terbantu adanya Pelatihan Sosial Media dan Broadcaster yang telah di adakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, karena sudah banyak para ibu-ibu atau perempuan dari KSM Probo Ndeso yang terbantu untuk mengembangkan dan mendirikan usaha UMKM nya melalui pemasaran online baik shopee affiliate, WhatsApp, Tik Tok, dan Chanel You tube nya. Peningkatan Integrasi Sosial Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso tidak hanya menjadi jembatan ekonomi bagi masyarakat Desa Mundusewu Kecamatan Bareng khususnya para anggota binaan, namun juga dapat bekontribusi dalam ekonomi kerakyatan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama peremuann produktif. Hal ini banyak dirasakan oleh para anggota melalui KSM Probo Ndeso yang telah mempersatukan anggota serta memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan usaha dan juga menjadi wadah bagi masyarakat dalam meningkatkan potensi yang mereka miliki. “… kalau kita cara meningkatkan hubungan kekeluargaan antar anggota salah satu contohnya kita ada acara arisan, nah dari acara arisan tersebut kita dapat saling bertukar ide bisnis, ide membuat konten apa lagi, dan juga saling membeli produk teman-teman juga…” (Wawancara dengan Ibu Istin Nafiatus Solihah, 15 Mei 2025) Dari wawancara dengan Ibu Istin Nafiatus Solihah di atas, manfaat yang dirasakan tidak hanya adanya perubahan dalam ekonominya saja namun juga adanya dampak sosial baik dalam meningkatkan kekeluargaan antar para anggota KSM Probo Ndeso dan menembah relasi atau jaringan masyarakat juga. Oleh karena itu, KSM Probo Ndeso telah melakukan visi misinya dalam menyejahterakan para UMKM anggota binaannya. Dengan ini keberlanjutan program dari Dinas Tenaga Kerja dapat dikatakan menjadi indicator dari keberhasilan program Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso dalam mengurangi angka kemiskinan atau pengangguran dengan diberdayakan para pelaku usaha UKM khususnya untuk masyarakat yang berada di sekitar Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. PEMBAHASAN Proses pelaksanaan pelatihan pada kelompok usaha pemberdayaan perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Dalam Penelitian ini, peneliti membahas tentang pemberdayaan perempuan dalam pengembangan kewirausahaan melalui program Pelatihan Sosial Media dan Broad Caster. Dalam penelitian ini, peneliti yakni menggunakan teori proses pemberdayaan perempuan menurut Azizah (2019) yang telah dipaparkan pada bab dua, kemudian penulis akan mengaitkan dengan teori-teori yang terlebih dahulu penulis sajikan pada bab dua. Penelitian ini berfokus pada pemberdayaan yang dilakukan terhadap kelompok usaha pemberdayaan perempuan yang berada di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. sebagaimana definisi pemberdayaan menurut Azizah (2019), pada hakekatnya pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditujukan pada individual, tetapi juga secara berkelompok, sebagai bagian dari aktualisasi eksistensi manusia. Untuk itu, manusia/masyarakat dapat dijadikan sebagai tolak ukur secara normative, yang menempatkan konsep pemberdayaan masyarakat sebagai suatu bagian dari upaya untuk membangun eksistensi masyarakat secara pribadi, keluarga, dan bahkan bangsa sebagai aktualisasi kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk itu dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dibutuhkan adanya pengenalan terhadap hakekat manusia yang akan memberikan sumbangan untuk menambah wawasan dalam menerapkan berbagai konsep atau program pemberdayaan kepada masyarakat. Seperti yang telah dipaparkan di bab dua mengenai teori pemberdayaan menurut Hamid (2018) sebagai salah satu kegiatan yang berproses, maka seharusnya program/kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat mengangkat kehidupan masyarakat sebagai kelompok sasaran menjadi lebih sejahtera, berdaya atau mempunyai kekuatan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang utama, dan pada akhirnya akan menciptakan kemandirian dalam masyarakat. Tentunya kemandirian yang dimaksud tidak hanya dari aspek ekonomi saja, tetapi juga sosial, budaya, hak bersuara/berpendapat, bahkan sampai pada Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Socius E-ISSN: 3025-6704 kemandirian masyarakat dalam menentukan hak politiknya. Tujuan utama pemberdayaan adalah memperkuat kekuatan-kekuatan masyarakat, khususnya kelompok lemah yang memiliki ketidakberdayaan, baik karena kondisi internal (persepsi mereka sendiri) maupun kondisi eksternal (ditindas oleh struktur sosial yang tidak bererilaku adil). Teori ini sesuai dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja melalui pelatihan sosial media dan broadcaster terhadap KSM Probo Ndeso yang diberikan pelatihan berupa materi dan praktek langsung dalam meningkatkan minat berwirausaha dalam pembuatan konten creator, dengan begitu mereka telah memiliki pengalaman dan potensi sebagai bentuk kemampuan yang dimilikinya sehingga mereka dapat berdaya. Selain itu, pemberdayaan yang dilakukan pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang terhadap KSM Probo Ndeso juga sesuai dengan teori pemberdayaan yang dikemukakan oleh Hamid (2018) bahwa pemberdayaan adalah suatu proses yang memberikan arahan serta bimbingan terhadap masyarakat, baik itu komunitas ataupun individu agar mereka mampu untuk mengendalikan kehidupan yang dijalaninya secara mandiri. Tahapan pemberdayaan terhadap Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso pada penelitian ini berfokus pada teori tahapan pemberdayaan yang dikemukakan oleh Hendrawati Hamid yang meliputi Tahap penyadaran dan pembentukan perilaku, tahap transformasi kemampuan, tahap penlingkatan kemampuan dan intelektual. Tahap Penyadaran dan Pembentukan Perilaku Berdasarkan pada temuan di lapangan yang telah didapat oleh peneliti melalui wawancara dan dokumentasi dapat diketahui bahwa tahap pertama yang digunakan yaitu tahap penyadarann dan pembentukan perilaku. Pada tahap awal keberhasilan pengembangan kewirausahaan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso Desa Mundusewu yang dicapai tentunya perlu usaha menyadarkan masyarakat akan pentingnya memberdayakan diri sendiri dengan usaha mereka terutama kalangan ibu-ibu atau perempuan produktif. Dengan adanya tahap penyadaran dan pembentukan perilaku inidapat menjadi jalan walan sebelum masyarakat berpikir tentang visi dan missi bagaimana agar para Ibu-ibu dan perempuan produktif dapat dibangun dan diberdayakan hingga berkembang. Tahap ini dilakukan oleh pendamping Dinas Tenaga Kerja kepada seluruh binaan agar member dampak perubahan kesadaran sekaligus membentuk pola pikir serta perilaku para binaan agar mau mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dalam tahap penyadaran ini dilakukan sosialisasi oleh para pendamping dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang kepada Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso yang memiliki minat berwirusaha. Tahap Transformasi Kemampuan Berdasarkan temuan yang ada di lapangan didapat oleh peneliti melalui wawancara dan dokumentasi, dapat diketahui bahwa tahap proses pemberdayaan kedua yang digunakan adalah tahap transformasi kemampuan. Tahap ini berlangsung baik, penuh semangat dan akan efektif jika tahap pertama telah terlaksana dengan benar. Dengan adanya pelatihan, masyarakat khususnya KSM Probo Ndeso dapat meningkatkan kecakapan dalam membangun dan mengembangkan usaha yang dimiliki. Melalui pendekatan sosialisasi antar anggita KSM Probo Ndeso dan masyarakat sekutar, menjadi tahap yang harus dilakukan oleh pendamping agar proses tahap transformasi kemampuan terlaksana dengan baik. Dalam proses transformasi kemampuan dapat dicapai dengan adanya keinginan dari diri terlebih dahulu, karena pentingnya perbaikan pola piker masyarakat para pelaku UMKM tentang pendangan suatu hal. Berbagai macam kegiatan pelatihan yang diselenggarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang dalam berbagai bidang, salah satunya yaitu bidang konten creator dapat menambah wawasan, mengasah keterampilan dalam dunia design video dan dapat mengasah tingkat penjualan online melalui penjualan shopee affiliate. Pernyataan ini sesuai dengan teori Hendrawati Hamid (2018) bahwa keadaan ini akan menstimulasikam terjadinya keterbukaan wawasan dan menguasai kecakapan keterampilan dasar yang mereka butuhkan. Pada tahap ini masyarakat hanya dapat memberikan peran partisipatif pada tingkat yang rendah, yaitu sekedar menjadi pengikut atau objek pembanguann saja, masih belum mampu menjadi subjek dalam pembanguan. Pada tahap ini masyarakat yang tergabung dalam anggota KSM Probo Ndeso diharuskan ikut serta aktif dalam kegiatan yang mendukung kemajuan usaha kelompoknya. Dengan adanya platform digital berupa apliksi WhatsAapp pendamping KSM Probo Ndeso dapat berbagi informasi segala kegiatan pemberdayaan. Tahap transformasi kemampuan para anggota, dapat dilihat dari perkembangan usaha yang dimiliki dengan menjunjung tempat udaha para binaan, melihat aktif atau tidaknya penjualan baik secara offline maupun online. Sehingga para pendamping KSM Probo Ndeso dapat mengetahui progress usaha para anggota binaan lainnya. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 151-163 Aini, et., al / Analisis Pelatihan Kewirausahaan Tahap Peningkatan Kemampuan Intelektual Berdasarkan temuan yang ada di lapangan yang telah didapatkan oleh peneliti melalui wawancara dan dokumentasi, dapat diketahui bahwa tahap proses pemberdayaan ketiga yang digunakan adalah tahap peningkatan kemampuan. Bahwasanya pada tahap ini merupakan tahap pengayaan yang diperlukan supaya mereka perempuan-perempuan binaan dapat membentuk kemampuan kemandirian. Kemandirian tersebut dapat ditandai oleh kemampuan masyarakat didalam linhgkingannya. Apabila warga binaan telah sampai pada tahap ketiga ini, maka warga tersebut dapat secara mandiri melakukan pembangunan. Para binaan yang telah diberikan fasilitas oleh Dinas Tenaga Kerja berupa hibah, akan banyak mendapat ilmu serta wawasan yang luas dan dapat membangun banyak relasi. Dalam mendukung peningkatan kemampuan dan kapasitas diri para anggota, Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso mengadakan beberapa pelatihan, pendamingan wirausaha, pemasaran. Salah satu contohnya yaitu diadakannya arisan atau pertemuan antar anggota di kantor kelurahan Desa Mundusewu. Selain relasi dan ilmu serta wawasan luas, seluruh anggota yang mengikuti kegiatan tersebut dapat mendapat ide baru guna pengembangan usahanya. Hasil kegiatan berwirausaha pada kelompok pemberdayaan perempuan di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Dalam Penelitian ini, peneliti membahas tentang pemberdayaan perempuan dalam pengembangan kewirausahaan melalui program Pelatihan Sosial Media dan Broad Caster. Dalam penelitian ini, peneliti yakni menggunakan teori proses pemberdayaan perempuan menurut Indra Muchlis Adnan (2018) suatu proses yang mengembangkan dan memperkuat kemampuan masyarakat untuk terus terlibat dalam proses pembangunan yang berlangsung secara dinamis sehingga masyarakat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan secarabebas dan mandiri. Pada prinsipnya adalah upaya secara terencana, sistematis, dan berkelanjutanuntuk memampukan, melibatkan, memberikan tanggung jawab yang jelas kepada masyarakat dalam pengelolaan pembangunan bagi kepentingan peningkatan kesejahteraannya. Hasil dari kegiatan ini sesuai dengan yang di bahas oleh penelitian terdahulu oleh Diana yaitu suatu studi tentang upaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan dalam kegiatan peningkatan kemampuan keterampilan pada kaum perempuan yang dalam hal ini berstatus sebagai ibu rumah tangga untuk lebih memotivasi kaum perempuan dalam kegiatan udaha ekonomi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan kelurga dengan cara memberdayakan potensi usaha yang dimiliki keluarga agar terwujudnya keluarga mandiri, kecil, bahagia, sejahtera dengan sasaran utamanya adalah kaum perempuan. Tahapan pemberdayaan terhadap Kelompok Swadaya Masyarakat Probo Ndeso pada penelitian ini berfokus pada teori tahapan pemberdayaan yang dikemukakan oleh Indra Muchlis Adnan yaitu Pengentasan kemiskinan, perluasan kerja produktif dan pengurangan pengangguran, serta peningkatan integrasi sosial. Pengentasan Kemiskinan Pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi diperlukasn juga kesadaran dan kemauan yang kuat serta tanggung jawab dari masyaraka setempat itu sendiri untuk berupaya bagaimana meningkatkan pendapatan. Mayoritas Kelompok Swadaya masyarakat Probo Ndeso adalah perempuan yang berusaha untuk memperbaiki atau meningkatkan perekonomian keluarganya, dengan wirausaha beberapa dari mereka membantu suaminya di kebun. Hasil dari diadakannya pelatihan Sosial Media dan Broad Caster ini semakin berkembangnya usaha UMKM uang telah terbantu untuk memasarkan produk dan penjualan produk, seperti Penjualan telur asin, penjualan kue homemade, dan penjualan krecekan kerupuk. Melalui program Dinas Tenaga Kerja untuk menciptakan wirausaha baru, dengan mendorong dan memfasilitasi penciptaan wirausaha di Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. para anggota binaan terutama KSM Probo Ndeso pastinya mendapat pendampingan langsung dari pendamping. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Istin Nafiatus Solihah dalam (wawancara 15 Mei 2025) dalam penjelasannya yakni beberapa fasilitas yang didapat untuk KSM Probo Ndeso adalah berupa 1 Unit Kamera Canon EOS 1200D Kit EF-S 18-55 mm, 1 Unit Smartphone Infinik Hot 50, 1 Unit Tripod, dari hibah tersebut dapat dimanfaatkan untuk pelatihan, grub komunitas, pemasaran, bantuan antar anggota binaan untuk mengembangkan usaha UMKM. Perluasan Kerja Produktif dan Pengurangan Pengangguran Sesuai dengan tujuan dari Dinas Tenaga Kerja dalam UU No. 13 Tahun 2003, yakni memberdayakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi, serta mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, juga mengadakan pelatihan metodologi instruktur pelatihan kerja untuk mencetak wirausaha baru. Salah satu bukti nyata