Implementasi Model TPACK Melalui Media ZepQuiz Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Aliran-Aliran Ilmu Kalam Dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Kelas XI. 1 MA MAI Purwakarta
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 181-184 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17317870 *Corresponding author Email: [email protected], derizalm[email protected]om, [email protected] Implementasi Model TPACK Melalui Media ZepQuiz Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Aliran-Aliran Ilmu Kalam Dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Kelas XI. 1 MA MAI Purwakarta Ilah Nursolihah Nugraha, Dede Rizal Munir, Usep Setiawan Sekolah Tinggi Agama Islam Dr. KH. EZ. Muttaqien, Purwakarta, Indonesia A B S T R A K Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Teologi Islam melalui penerapan model Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dengan menggunakan media ZepQuiz dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Metode penelitian yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) berdasarkan model Kemmis & McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas XI.1 MA MAI Purwakarta. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner skala Likert dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada empat indikator utama. Pada indikator Pengetahuan Konten (CK), rata-rata skor meningkat dari 1,29 menjadi 3,27 (kategori excellent). Pengetahuan Pedagogis (PK) meningkat dari 2,30 menjadi 3,40 (kategori sangat baik), Pengetahuan Teknologi (TK) meningkat dari 3,17 menjadi 3,70 (kategori sangat baik), dan TPACK meningkat dari 2,84 menjadi 3,46 (kategori sangat baik). Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model TPACK melalui media ZepQuiz dapat meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Kesimpulan studi ini menegaskan bahwa integrasi konten, pedagogi, dan teknologi dalam pendidikan agama dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama untuk materi abstrak seperti Kalam. A B S T R A C T This study aims to improve students understanding of the subject of Islamic Theology through the application of the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) model using ZepQuiz media in Aqidah Akhlak learning. The research method used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis & McTaggart model, which was conducted in two cycles. The research subjects were 18 students of class XI.1 MA MAI Purwakarta. The research instruments were a Likert scale questionnaire and an observation sheet. The results showed a significant increase in the four main indicators. In the Content Knowledge (CK) indicator, the average score increased from 1.29 to 3.27 (excellent category). Pedagogical Knowledge (PK) increased from 2.30 to 3.40 (excellent category), Technological Knowledge (TK) increased from 3.17 to 3.70 (excellent category), and TPACK increased from 2.84 to 3.46 (excellent category). These results indicate that the application of the TPACK model through the ZepQuiz media can improve students' conceptual understanding and active engagement in Aqidah Akhlak learning. The conclusion of this study confirms that the integration of content, pedagogy, and technology in religious education can be an effective strategy for improving the quality of learning, especially for abstract material such as Kalam. PENDAHULUAN Pembelajaran akidah akhlak berperan strategis dalam membentuk keyakinan, kepribadian, dan pola pikir siswa. Melalui pemahaman kognitif, siswa diharapkan tidak hanya memahami ajaran Islam secara umum, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran akidah akhlak masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam materi abstrak seperti Ilmu Kalam dan aliran pemikirannya. Materi ini memerlukan keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep teologis, dan kemampuan untuk membedakan karakteristik berbagai aliran pemikiran Islam. Banyak siswa kesulitan memahami istilah seperti Jabariyah, Qadariyah, Murji'ah, Syiah, dan Khawarij, serta bagaimana ajaran mereka mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam. Akibatnya, proses pembelajaran seringkali pasif dan berpusat pada guru, sementara siswa kurang aktif terlibat dalam memahami materi. A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 04 Oktober. 2025 Kata Kunci: TPACK; ZepQuiz; Aqidah Akhlak; Teologi Islam Keywords: TPACK; ZepQuiz; Aqidah Akhlak; Islamic Theology. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 181-184 Socius E-ISSN: 3025-6704 Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat menjadi solusi untuk masalah-masalah ini. Susanti (2022) menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran digital membantu siswa menghubungkan pengetahuan lama dengan konsep baru secara lebih bermakna. Hidayat dan Sari (2021) menekankan bahwa metode ceramah yang terlalu dominan dapat menyebabkan kebosanan dan kurangnya pemahaman mendalam terhadap materi keagamaan. Wulandari (2020) menambahkan bahwa keragaman media pembelajaran memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Dalam konteks pendidikan Islam, Prasetia, Khalidiyah, dan Arif (2021) menekankan pentingnya menerapkan model Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) sebagai pendekatan pedagogis yang relevan dengan zaman. Nur Hidayat dkk. (2023) juga menemukan bahwa penerapan TPACK dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyampaikan materi keagamaan secara lebih interaktif dan efektif. Model TPACK, sebagaimana dijelaskan oleh Mishra dan Koehler (2006), sebuah kerangka konseptual yang menggabungkan tiga unsur utama dalam pembelajaran, yaitu pengetahuan konten, pengetahuan pedagogis, dan pengetahuan teknologi. Melalui integrasi ketiga unsur tersebut, proses pembelajaran dapat dirancang secara lebih komprehensif dan kontekstual. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (CAR) karena dianggap sesuai untuk meningkatkan praktik pembelajaran di kelas melalui siklus berulang. CAR memungkinkan guru untuk melakukan perbaikan berkelanjutan melalui perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi, sebagaimana dijelaskan oleh Kemmis dan McTaggart (1988) bahwa penelitian tindakan adalah spiral reflektif yang terdiri dari siklus perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini, siklus dilakukan dua kali, dengan alokasi waktu 2 × 45 menit untuk setiap pertemuan. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas 11 di salah satu Madrasah Aliyah tempat peneliti melaksanakan Praktik Profesi Lapangan (PPL). Materi yang dipilih adalah “Kemunculan Ilmu Kalam dan Aliran Pemikirannya”, karena berdasarkan hasil tes diagnostik awal, siswa mengalami kesulitan memahami konsep, membedakan karakteristik antara aliran pemikiran, dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di kelas XI. 1. Desain penelitian menggunakan model Kemmis & McTaggart, yang menekankan tindakan reflektif kolaboratif. Hal ini sejalan dengan pendapat Arikunto (2019) bahwa PTK dilakukan oleh guru di kelas mereka sendiri dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Tampilan pada map kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus menggunakan model pembelajaran Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) yang dikombinasikan dengan media pembelajaran interaktif ZepQuiz. ZepQuiz adalah platform kuis interaktif berbasis digital yang memungkinkan guru untuk menampilkan pertanyaan secara real-time, sementara siswa dapat menjawab melalui perangkat masingmasing dengan tampilan yang menarik dan kompetitif. Media ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan serta mendorong partisipasi siswa melalui fitur-fitur seperti papan peringkat, penilaian otomatis, dan umpan balik instan. Penerapan model ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran akidah akhlak dan meningkatkan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 181-184 Ilah, et., al / Implementasi Model TPACK Hasil penelitian diperoleh melalui analisis kuesioner siswa yang mencakup empat indikator utama, yaitu Pengetahuan Konten (CK), Pengetahuan Pedagogis (PK), Pengetahuan Teknologi (TK), dan TPACK, serta didukung oleh pengamatan aktivitas pembelajaran dalam meningkatnya semua indikator (Pengetahuan Konten, Pengetahuan Pedagogis, Pengetahuan Teknologi, dan TPACK), yang mengalami peningkatan rata-rata skor dari kategori “Buruk” atau “Cukup” pada siklus pertama menjadi ‘Baik’ dan “Sangat Baik” pada siklus kedua. Temuan ini sejalan dengan hipotesis tindakan yang diusulkan, yaitu bahwa penerapan Model TPACK dengan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan yang abstrak. Secara teoritis, temuan ini mendukung kerangka konseptual Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) yang dijelaskan oleh Mishra dan Koehler (2006). Dalam kerangka ini, pengetahuan konten (CK), pengetahuan pedagogis (PK), dan pengetahuan teknologi (TK) bukanlah tiga aspek terpisah, melainkan harus terintegrasi sepenuhnya dalam proses pembelajaran. Guru yang mampu menggabungkan ketiga aspek ini dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan sesuai dengan konteks saat ini. Dalam studi ini, integrasi teknologi melalui ZepQuiz terbukti memperkuat pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak, sekaligus mengubah dinamika pembelajaran menjadi lebih interaktif. Gambar 2. Tampilan map latihan soal pada platform ZepQuiz. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peningkatan pemahaman dan keterlibatan siswa setelah menerapkan model TPACK melalui ZepQuiz, dilakukan analisis terhadap hasil kuesioner yang terdiri dari empat indikator utama, yaitu Pengetahuan Konten (CK), Pengetahuan Pedagogis (PK), Pengetahuan Teknologi (TK), dan TPACK. Setiap indikator mencakup lima pernyataan yang diisi oleh 18 siswa dalam dua siklus pembelajaran. Tabel 1 di bawah ini menyajikan ringkasan skor rata-rata untuk setiap indikator pada siklus 1 dan siklus 2 beserta kategorinya. Data ini digunakan sebagai dasar untuk mengetahui peningkatan dalam hasil belajar secara keseluruhan. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Angket Siswa per Indikator. Indikator Siklus 1 Kategori Siklus 2 Kategori Content Knowledge 1,29 Kurang 3,27 Sangat baik Pedagogical Knowledge 2,30 Cukup baik 3,40 Sangat baik Technological Knowledge 3,17 Baik 3,70 Sangat baik Integrasi dari TPACK 2,84 Baik 3,46 Sangat baik Keterangan dari Skor rata-rata 1,00–1,75 = Kurang 1,76–2,50 = Cukup 2,51–3,25 = Baik 3,26–4,00 = Sangat Baik Pada indikator Pengetahuan Konten (CK), terjadi peningkatan skor dari 1,29 menjadi 3,27. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi berperan sebagai alat untuk memvisualisasikan materi abstrak, sehingga siswa dapat memahami perbedaan antara aliran ilmu kalam dengan lebih jelas. Hasil ini sejalan dengan penelitian Susanti (2022), yang menegaskan bahwa model pembelajaran digital dapat membantu siswa menghubungkan pengetahuan lama dengan konsep baru. Selain itu, peningkatan pemahaman ini juga sejalan dengan pernyataan Wulandari (2020), yang menemukan bahwa berbagai media pembelajaran dapat memperkuat penyerapan materi kompleks oleh siswa. Pada indikator Pengetahuan Pedagogis (PK), terjadi peningkatan pula pada skor dari 2,30 menjadi 3,40. Hal ini menunjukkan pergeseran dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. Media ZepQuiz memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara aktif melalui kuis interaktif, diskusi, dan refleksi langsung terhadap jawaban. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Hidayat dan Sari (2021), yang menemukan bahwa metode interaktif dapat mengurangi kebosanan dan meningkatkan fokus
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 181-184 Socius E-ISSN: 3025-6704 siswa dalam pembelajaran agama. Dalam hal ini, teknologi tidak hanya sebagai media tetapi juga sebagai alat bantu untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik. Peningkatan yang paling besar terjadi pada indikator Pengetahuan Teknologi (TK) dan TPACK. Peningkatan skor TK dari 3,17 menjadi 3,70, dan peningkatan skor TPACK dari 2,84 menjadi 3,46. Hal ini menunjukkan bahwa siswa semakin terbiasa dan percaya diri dalam menggunakan media digital dalam proses pembelajaran. Peningkatan ini juga menunjukkan keberhasilan guru dalam merancang pembelajaran yang mampu mengintegrasikan konten, pedagogi, dan teknologi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Prasetia, Khalidiyah, dan Arif (2021) serta Nur Hidayat dkk. (2023), yang menunjukkan bahwa penerapan model TPACK dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan kompetensi pedagogis guru dan kualitas pengalaman belajar siswa, terutama dalam materi keagamaan yang abstrak. Dari segi kesesuaian dengan penelitian sebelumnya, hasil penelitian ini mendukung temuan sebelumnya (Susanti, 2022; Hidayat & Sari, 2021; Wulandari, 2020; Prasetia dkk., 2021; Nur Hidayat dkk., 2023). Tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan; justru temuan ini memperkuat argumen bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan agama dapat meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa. Perbedaan terletak pada konteks penerapan: sementara studi sebelumnya berfokus pada periode pandemi dan pembelajaran daring, studi ini menerapkan TPACK dalam pembelajaran tatap muka dengan dukungan media kuis interaktif (ZepQuiz), sehingga memberikan kontribusi baru dalam kondisi pembelajaran pasca-pandemi. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model TPACK melalui media ZepQuiz dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, terutama pada mata pelajaran Aliran-aliran Ilmu Kalam. Hasil penelitian ini menjawab tujuan dan hipotesis tindakan yang diajukan, yaitu bahwa integrasi teknologi, pedagogi, dan konten yang direncanakan dapat mengatasi kesulitan belajar siswa dalam materi abstrak. Peningkatan terjadi pada semua indikator, termasuk pengetahuan konten, pedagogi, teknologi, dan integrasi, dari cukup menjadi baik hingga sangat baik dalam dua siklus pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan TPACK bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi pendekatan pedagogis holistik untuk membangun pengalaman belajar yang bermakna. Selain itu, penelitian ini memberikan contoh penerapan model pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diadaptasi oleh guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, terutama pada materi yang memerlukan keterampilan berpikir kritis dan konseptual seperti Ilmu Kalam. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar guru dapat menerapkan model TPACK dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media teknologi yang relevan dan mudah digunakan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak madrasah atas dukungan dan bimbingannya dalam melaksanakan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada guru pamong dan seluruh siswa kelas XI.1 MA MAI Purwakarta yang telah berpartisipasi aktif dalam penelitian tindakan kelas ini. REFERENSI Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hidayat, A., & Sari, N. (2021). Inovasi Pembelajaran PAI melalui Model Interaktif Berbasis Teknologi. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 145–158. Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University Press. Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A Framework for Teacher Knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. Nur Hidayat, N., Sari, M., & Rachmawati, L. (2023). Implementasi Model TPACK dalam Pembelajaran PAI di Era Digital. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 5(1), 45–59. Prasetia, I., Khalidiyah, H., & Arif, M. (2021). Integrasi Model TPACK dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Kompetensi Guru. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 8(1), 33–47. Susanti, L. (2022). Pengaruh Penggunaan Media Digital terhadap Pemahaman Konsep Keagamaan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran, 9(2), 112–123. Wulandari, S. (2020). Efektivitas Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5(3), 201–215.