scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Pengaruh Kedisplinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta

Rama Ferdiansyah, Mahmud Syarif, Desy Tri Anggarini

Full text

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 223-237 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17364903 *Corresponding author Email: [email protected] Pengaruh Kedisplinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta Rama Ferdiansyah, Mahmud Syarif, Desy Tri Anggarini Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta A B S T R A K Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jakarta. Peningkatan kinerja pegawai merupakan hal krusial bagi keberhasilan organisasi, dan faktor kedisiplinan serta lingkungan kerja seringkali diidentifikasi sebagai prediktor penting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai LPSK Jakarta. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan bahwa kedisiplinan dan lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan, memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah memberikan rekomendasi kepada LPSK Jakarta untuk mengembangkan kebijakan dan program yang dapat meningkatkan kedisiplinan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif guna mengoptimalkan kinerja pegawainya. A B S T R A C T This study aims to analyze the influence of discipline and work environment on employee performance at the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) Jakarta. Enhancing employee performance is crucial for organizational success, and discipline and work environment factors are often identified as important predictors. The research employed a quantitative method with a survey approach, where data was collected through questionnaires distributed to employees of LPSK Jakarta. The research sample was selected using purposive sampling. The collected data were analyzed using multiple linear regression to test the proposed hypotheses. The results of this study are expected to show that discipline and work environment, both partially and simultaneously, have a significant influence on employee performance. The practical implications of this research are to provide recommendations to LPSK Jakarta for developing policies and programs that can enhance discipline and create a conducive work environment to optimize employee performance. PENDAHULUAN Dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Organisasi dan pegawai harus beroperasi lebih produktif dan sukses untuk meningkatkan persaingan di tempat kerja dan menjamin keberlangsungan perusahaan. Peran sumber daya manusia menjadi komponen penting dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang ada diperusahaan itu sendiri, karena manusia sebagai sumber daya yang paling potensial dengan kemampuan dan keterampilannya dapat untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Manajemen sumber daya manusia ialah ilmu atau teknik mengelola peran dan hubungan dengan tenaga kerja secara efisien dan berhasil, serta memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan bersama dari organisasi dan tenaga kerjanya. Kehadiran karyawan yang mempunyai keahlian di bidang mereka saat ini menjadi suatu kebutuhan yang penting. Dengan ini tidak hanya yang penting untuk tercapainya tujuan organisasi tetapi karena karyawan dalam merancang serta melaksanakan programprogram organisasi. Tanpa kontribusi yang berkualitas berperan sebagai penggerak utama aktif dari karyawan, perusahaan tidak akan berhasil mencapai tujuan mereka karena manajemen bergantung pada peran karyawan untuk tujuan tersebut. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban merupakan lembaga independen yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada saksi dan korban dalam proses peradilan pidana. LPSK bertugas melindungi hak-hak saksi dan korban agar mereka merasa aman A R T I C L E I N F O Article history: Received September 20, 2025 Revised 25 September 2025 Accepted 25 September 2025 Available online 12 Oktober. 2025 Kata Kunci: Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai Keywords: Discipline, Work Environment, Employee Performance This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Socius E-ISSN: 3025-6704 saat memberikan keterangan atau terlibat dalam proses hukum. Salah satu cara untuk mencapai tujuan organisasinya pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta telah menerapkan peraturan khusus bagi pegawai seperti SOP (Standar Operasional Prosedur) yang bertujuan agar pegawai dapat menerapkan kedisplinan dan mematuhi peraturan tersebut. Kedisiplinan merupakan sebuah kegiatan manajemen dalam menjalankan standar-standar organisasi dan merupakan suatu sikap perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan aturan perusahaan yang tidak tertulis. Kedisiplinan ialah suatu sikap ketaatan seseorang terhadap aturan atau kondisi yang berlaku dalam suatu organisasi. Namun, pada kenyataan yang penulis temukan masih ada beberapa pegawai yang melanggar peraturan yang sudah diterapkan. Misalnya, masih ada beberapa pegawai yang terlambat datang pada saat bekerja dan pulang tidak sesuai dengan jam operasional bekerja yang telah diterapkan serta terlambat masuk kembali ke kantor setelah jam istirahat selesai. Hal tersebut merupakan bahwa masih terdapat kurangnya kesadaran kedisiplinan yang diterapkan oleh pegawai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta dan menjadi masalah dalam organisasi bila karyawan melanggar aturan yang telah ditetapkan maka akan ada sanksi yang dikasih, baik itu sanksi ringan maupun sanksi berat sesuai dengan pelanggaran yang karyawan lakukan. Disiplin dalam kerja bisa sebagai perlengkapan manajer berkomunikasi kepada karyawannya supaya merubah sikap kemudian untuk menaikkan pemahaman serta kesediaan dalam mentaati peraturan dan ketentuan perusahaan (Suryawan & Salsabilla, 2022). Penerapan lingkungan kerja yang baik juga akan berpengaruh pada faktor kedisplinan dan kinerja pegawai. Karena, lingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya seharihari. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan para pegawai dapat berkerja secara optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai, jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja maka pegawai tersebut akan nyaman di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja. Setelah melakukan proses praktik kerja lapangan (pkl) serta penelitian di lingkup lingkungan kerja yang berada di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta bahwa kondisi lingkungan tersebut sudah tergolong sangat baik, dari yang penulis teliti dan alami sendiri di kantor tersebut mulai dari semua fasilitas yang ada di kantor lalu komunikasi antar pegawai serta komunikasi antar atasan dan pegawai di temukan kondisi yang sangat kondusif serta nyaman saat penulis berada di ruang lingkup lingkungan pekerjaan di Lembaga Perlindunga Saksi dan Korban Jakarta. Hal ini tentunya sangat berhubungan terhadap suatu kinerja para pegawai yang dimana semakin tinggi pula kinerja yang dimiliki oleh pegawai tersebut. Seseorang yang memiliki kedisiplinan yang baik dapat diartikan bahwa seseorang tersebut telah mematuhi dan menaati peraturan yang terdapat pada organisasi. Dukungan area kinerja yang kondusif hendak membagikan hasil yang optimal untuk kinerja pegawai. Penulis juga menganalisa mengenai kedisiplinan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, berdasarkan pentingnya kedisiplinan kerja juga ditemukan beberapa masalah yang menarik untuk dibahas, berdasarkan hasil observasi kepada karyawan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban beberapa masalah seperti yang ditemui di Lembaga tersebut yaitu kurangnya kedisiplinan pegawai, yang terlihat dari ketidaktepatan waktu dalam menyelesaikan tugas dari atasan, serta seringnya keterlambatan hadir di kantor. Hal ini menjadi perhatian khusus karena kondisi lingkungan kerja di LPSK sebenarnya sudah tergolong kondusif, baik dari segi fasilitas, hubungan antarpegawai yang penulis lihat, maupun dukungan atasan. Dengan demikian, permasalahan kinerja pegawai lebih banyak disebabkan oleh faktor internal individu, seperti motivasi dan kedisiplinan pribadi, bukan karena hambatan dari lingkungan kerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini tergolong kepada penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan asosiatif kausal dengan cara menyebarkan kuesioner yang mana kuisioner tersebut akan di isi oleh pegawai di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Hasil pengamatan yang dikonversikan ke bentuk angka-angka lalu kemudian untuk dapat dianalisis hasilnya dengan menggunakan teknik statistik yang berupa angka seperti aplikasi SPSS yang akan dilakukan oleh peneliti. Populasi yang menjadi objek studi adalah seluruh pegawai yang bekerja di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Jakarta. Pegawai tersebut dipilih karena mereka memiliki karakteristik dan mutu tertentu yang sesuai dengan garis besar permasalahan penelitian, sehingga keseluruhan pegawai tersebut dianggap mewakili populasi penelitian yang akan dianalisis. Tekni ì k sampli ì ng yang di ì gunakan dalam peneli ì ti ì an i ì ni ì adalah metode non-probabi ì li ì ty sampli ì ng dengan pendekatan sampli ì ng jenuh, di ì mana seluruh pegawai ì Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Ferdiansyah, et., al / Pengaruh Kedisplinan dan Lembaga Perli ì ndungan Saksi ì dan Korban Jakarta yang berjumlah 62 orang di ì jadi ì kan sebagai ì sampel peneli ì ti ì an. Data yang sudah terkumpul diolah secara kuantitatif dengan menggunakan program SPSS. HASIL Deskripsi Data Penelitian Deskri ì psi ì data peneli ì ti ì an i ì ni ì untuk menggambarkan mengenai ì deskri ì psi ì terhadap vari ì abelvari ì abel peneli ì ti ì an yang di ì pakai ì untuk meli ì hat responden terhadap seti ì ap vari ì abel yang di ì kelompokkan dalam satu kategori ì skor, frekuensi ì vari ì abel kedi ì si ì pli ì nan (X1), li ì ngkungan kerja (X2), serta ki ì nerja pegawai ì (Y) data yang di ì tampi ì lkan pada tabel di ì bawah i ì ni ì . Tabel I Frekuensi Variabel Kedisiplinan No Pernyataan Kedisiplinan (X1) Skala Likert SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) Total 1 Saya selalu hadi ì r tepat waktu di ì tempat saat bekerja. 34 14 14 0 0 62 2 Saya menyelesai ì kan suatu pekerjaan dengan teli ì ti ì . 20 36 6 0 0 62 3 Dalam menyelesai ì kan pekerjaan saya selalu memperhi ì tungkan seti ì ap ti ì ndakan yang saya kerjakan. 35 23 4 0 0 62 4 Saya dapat menaati ì peraturan yang telah di ì tetapkan. 14 45 3 0 0 62 5 Saya dapat mengi ì kuti ì pedoman kerja yang telah di ì buat. 15 37 10 0 0 62 6 Saya dapat bertanggung jawab dengan tugas yang di ì beri ì kan atasan. 32 24 6 0 0 62 7 Saya dapat mematuhi ì peraturan yang ada. 21 39 2 0 0 62 8 Saya menyelesai ì kan pekerjaan sesuai ì dengan waktu yang telah di ì tentukan. 31 26 5 0 0 62 9 Saya ti ì dak pernah meni ì nggalkan pekerjaan tanpa i ì zi ì n. 23 28 11 0 0 62 10 Saya selalu menjaga komi ì tmen terhadap tanggung jawab pekerjaan. 30 26 6 0 0 62 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Socius E-ISSN: 3025-6704 Berlandaskan data pada Tabel 1, bahwa secara keseluruhan responden memi ì li ì ki ì ti ì ngkat kedi ì si ì pli ì nan yang ti ì nggi ì dalam bekerja, yang di ì tunjukkan melalui ì domi ì nasi ì jawaban pada kategori ì “Sangat Setuju” dan “Setuju” untuk seluruh pernyataan. Pernyataan keempat dengan jumlah terti ì nggi ì responden yang memi ì li ì h “Setuju” yakni ì “Saya dapat menaati ì peraturan yang telah di ì tetapkan” dengan 45 responden. Ti ì dak terdapat jawaban pada kategori ì “Ti ì dak Setuju” maupun “Sangat Ti ì dak Setuju”, yang mengi ì ndi ì kasi ì kan bahwa seluruh responden meneri ì ma dan menerapkan si ì kap di ì si ì pli ì n dalam pekerjaan mereka. Tingginya tingkat kedisiplinan ini mencerminkan bahwa mayoritas pegawai menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keteraturan, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan ketaatan pada aturan. Ini juga menjadi fondasi yang baik untuk mendorong peningkatan kinerja pegawai secara keseluruhan. Penjelasan ini didukung oleh hasil penelitian lain yang menemukan bahwa kedisiplinan kerja merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, di mana kedisiplinan yang tinggi mencerminkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Tabel 2 Frekuensi Variabel Lingkungan Kerja No Pernyataan Lingkungan Kerja (X2) Skala Likert SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) Total 1 Tempat kerja saya bersi ì h dan nyaman. 45 15 2 0 0 62 2 Fasi ì li ì tas kerja yang tersedi ì a mendukung kelancaran pekerjaan saya. 22 33 7 0 0 62 3 Hubungan saya dengan rekan kerja terjali ì n dengan bai ì k. 24 26 12 0 0 62 4 Komuni ì kasi ì antara atasan dan bawahan berjalan dengan bai ì k. 21 23 18 0 0 62 5 Saya merasa aman dan ti ì dak tertekan di ì li ì ngkungan kerja. 24 28 10 0 0 62 6 Saya merasa di ì hargai ì dan di ì akui ì dalam ti ì m kerja saya 16 21 25 0 0 62 7 Suasana kerja yang kondusi ì f membantu saya meni ì ngkatkan produkti ì vi ì tas. 31 30 1 0 0 62 8 Saya merasa aman secara fi ì si ì k dan psi ì ki ì s di ì tempat kerja. 21 24 6 0 0 62 9 Li ì ngkungan kerja saya bebas dari ì konfli ì k yang mengganggu ki ì nerja. 19 36 7 0 0 62 10 Penerangan, venti ì lasi ì , dan suhu ruangan kerja mendukung kenyamanan saya dalam bekerja 32 17 13 0 0 62 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Berdasarkan data pada Tabel 2 dapat di ì si ì mpulkan bahwa persepsi ì responden terhadap li ì ngkungan kerja secara umum sangat posi ì ti ì f. Mayori ì tas responden memberi ì kan jawaban pada kategori ì “Sangat Setuju” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Ferdiansyah, et., al / Pengaruh Kedisplinan dan dan “Setuju” terhadap seluruh pernyataan, yang mencermi ì nkan bahwa li ì ngkungan kerja di ì anggap bersi ì h, nyaman, aman, serta mendukung kelancaran dan produkti ì vi ì tas kerja. Pernyataan yang pali ì ng banyak di ì pi ì li ì h dalam kategori ì “Sangat Setuju” yakni ì “Tempat kerja saya bersi ì h dan nyaman” dengan 45 responden, sedangkan pernyataan “Saya merasa di ì hargai ì dan di ì akui ì dalam ti ì m kerja saya” mendapat proporsi ì terti ì nggi ì pada kategori ì “Netral”, yai ì tu 25 responden. Ti ì dak terdapat responden yang memi ì li ì h “Ti ì dak Setuju” maupun “Sangat Ti ì dak Setuju”, yang menandakan ti ì dak adanya persepsi ì negati ì f terhadap li ì ngkungan kerja. Hal i ì ni ì menunjukkan bahwa li ì ngkungan kerja di ì Lembaga Perli ì ndungan Saksi ì dan Korban Jakarta telah memenuhi ì aspek kenyamanan fi ì si ì k, hubungan sosi ì al, dan psi ì kologi ì s dengan bai ì k. Hal ini menunjukkan lingkungan kerja telah memenuhi aspek fisik, sosial, serta psikologis yang kondusif untuk mendukung produktivitas pekerja. Penelitian lain menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung secara fisik serta sosial dapat memberikan motivasi yang lebih baik sehingga berdampak positif pada kinerja pegawai. Lingkungan kerja yang baik mampu meningkatkan kenyamanan, rasa aman, komunikasi dan hubungan antarpegawai, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kinerja secara keseluruhan. Namun demikian, lingkungan kerja hanya sebagian dari faktor yang mempengaruhi kinerja, dan perlu dipadukan dengan aspek lain untuk hasil yang optimal Tabel 3 Frekuensi Variabel Kinerja Pegawai No Pernyataan Kinerja Pegawai (Y) Skala Likert SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) Total 1 Apakah Anda merasa suli ì t menyelesai ì kan pekerjaan tepat waktu saat beban kerja meni ì ngkat? 1 6 12 20 23 62 2 Apakah Anda seri ì ng kehi ì langan moti ì vasi ì kerja karena merasa hasi ì l kerja Anda kurang di ì hargai ì ? 0 7 18 22 15 62 3 Apakah Anda pernah menunda tugas karena merasa jenuh atau ti ì dak bersemangat? 0 8 26 21 7 62 4 Apakah Anda lebi ì h seri ì ng menunggu i ì nstruksi ì dari ì pada mengambi ì l i ì ni ì si ì ati ì f dalam menyelesai ì kan pekerjaan? 3 11 24 20 4 62 5 Apakah tekanan dari ì atasan pernah membuat kuali ì tas kerja Anda menurun? 9 17 19 9 8 62 6 Apakah Anda seri ì ng merasa ragu terhadap hasi ì l kerja sebelum di ì serahkan? 5 17 14 16 10 62 7 Apakah Anda merasa hasi ì l kerja Anda belum mencermi ì nkan upaya maksi ì mal yang Anda beri ì kan? 0 3 26 19 14 62 8 Apakah Anda pernah harus mengulang pekerjaan karena kesalahan atau keti ì dakteli ì ti ì an Anda sendi ì ri ì ? 14 27 15 6 0 62 9 Apakah Anda merasa ti ì dak selalu bekerja sesuai ì dengan kemampuan dan potensi ì yang Anda mi ì li ì ki ì ? 0 11 15 17 19 62 10 Apakah Anda yaki ì n dapat bekerja lebi ì h bai ì k ji ì ka li ì ngkungan kerja lebi ì h mendukung? 27 20 14 1 0 62 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Socius E-ISSN: 3025-6704 Berdasarkan data pada Tabel 3, dapat di ì si ì mpulkan bahwa persepsi ì responden mengenai ì ki ì nerja mereka menunjukkan adanya tantangan yang di ì hadapi ì dalam pelaksanaan tugas. Hal i ì ni ì terli ì hat dari ì di ì stri ì busi ì jawaban yang lebi ì h bervari ì asi ì di ì bandi ì ngkan pada tabel sebelumnya, dengan cukup banyak responden memi ì li ì h kategori ì “Netral”, “Ti ì dak Setuju”, dan bahkan “Sangat Ti ì dak Setuju” terhadap beberapa pernyataan negati ì f terkai ì t ki ì nerja. Pernyataan “Apakah Anda yaki ì n dapat bekerja lebi ì h bai ì k ji ì ka li ì ngkungan kerja lebi ì h mendukung?” memperoleh tanggapan pali ì ng posi ì ti ì f, dengan 27 responden menjawab “Sangat Setuju” dan 20 “Setuju”, menunjukkan kepercayaan di ì ri ì yang ti ì nggi ì ji ì ka di ì dukung li ì ngkungan yang kondusi ì f. Sebali ì knya, pernyataan seperti ì “Apakah Anda seri ì ng kehi ì langan moti ì vasi ì kerja karena merasa hasi ì l kerja Anda kurang di ì hargai ì ?” dan “Apakah Anda pernah menunda tugas karena merasa jenuh atau ti ì dak bersemangat?” menunjukkan bahwa moti ì vasi ì dan kejenuhan masi ì h menjadi ì masalah. Secara keseluruhan, meski ì pun ada tantangan i ì nternal dan eksternal, sebagi ì an besar responden tetap memi ì li ì ki ì semangat untuk meni ì ngkatkan ki ì nerja, terutama bi ì la di ì dukung oleh li ì ngkungan kerja yang lebi ì h bai ì k. Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji ì vali ì di ì tas memperli ì hat seberapa jauh efekti ì f alat pengukur dapat meni ì lai ì sesuatu dengan cara membandi ì ngkan skor dari ì seti ì ap pernyataan dengan skor keseluruhan i ì ndi ì vi ì du. Uji ì vali ì di ì tas di ì gunakan dengan SPSS 25 untuk menetapkan vali ì di ì tas data dengan meni ì lai ì perbedaan ni ì lai ì rhi ì tung dengan ni ì lai ì r tabel (df = n-2), dengan si ì g 0,05. engan demikian, uji validitas ini memastikan bahwa setiap item pertanyaan dalam kuesioner secara statistik berkorelasi cukup kuat dengan keseluruhan skor dan efektif untuk mengukur variabel kedisiplinan (X1), lingkungan kerja (X2), dan kinerja pegawai (Y). Hal ini menjaga kualitas data agar hasil penelitian menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya. Untuk dasar pengambi ì lan keputusan i ì ni ì menentukan vali ì di ì tas di ì lakukan dengan membandi ì ngkan angka rhi ì tung dengan r Tabel. 1. Vari ì abel dapat di ì nyatakan vali ì d, bi ì la r hi ì tung > r tabel dengan si ì gni ì fi ì kan 0,05 maka i ì tem-i ì tem pernyataan dapat di ì sebut vali ì d 2. Sebali ì knya vari ì abel dapat di ì nyatakan ti ì dak vali ì d, bi ì la r hi ì tung < r tabel, maka i ì temi ì tem pernyataan dapat di ì sebut ti ì dak vali ì d Angka r tabel dengan jumlah responden berjumlah 62 karyawan pada ti ì ngkat si ì gni ì fi ì kansi ì 0,05 dan r abel 0,250. Dengan i ì ni ì hasi ì l anali ì si ì s uji ì vali ì di ì tas kedi ì si ì pli ì nan (X1), li ì ngkungan kerja (X2), ki ì nerja pegawai ì (Y) di ì tampi ì lkan pada tabel I ì V.8. Tabel 4 Output Uji Validitas Variabel Pernyataan R Hitung R Tabel Keterangan Kedi ì si ì pli ì nan P1 0.581 0.250 Vali ì d P2 0.542 0.250 Vali ì d P3 0.511 0.250 Vali ì d P4 0.512 0.250 Vali ì d P5 0.502 0.250 Vali ì d P6 0.529 0.250 Vali ì d P7 0.503 0.250 Vali ì d P8 0.549 0.250 Vali ì d P9 0.520 0.250 Vali ì d P10 0.504 0.250 Vali ì d Li ì ngkungan Kerja Pernyataan R Hitung R Tabel Keterangan P1 0.519 0.250 Vali ì d P2 0.545 0.250 Vali ì d P3 0.525 0.250 Vali ì d P4 0.530 0.250 Vali ì d P5 0.522 0.250 Vali ì d P6 0.525 0.250 Vali ì d Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Ferdiansyah, et., al / Pengaruh Kedisplinan dan P7 0.506 0.250 Vali ì d P8 0.515 0.250 Vali ì d P9 0.527 0.250 Vali ì d P10 0.669 0.250 Vali ì d Ki ì nerja Pegawai ì Pernyataan R Hitung R Tabel Keterangan P1 0.584 0.250 Vali ì d P2 0.615 0.250 Vali ì d P3 0.531 0.250 Vali ì d P4 0.556 0.250 Vali ì d P5 0.520 0.250 Vali ì d P6 0.528 0.250 Vali ì d P7 0.572 0.250 Vali ì d P8 0.545 0.250 Vali ì d P9 0.551 0.250 Vali ì d P10 0.574 0.250 Vali ì d Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Berdasarkan dari ì anali ì si ì s uji ì vali ì di ì tas menggunakan pearson correlati ì on pada tabel I ì V.8, terdapat 30 buti ì r pernyataan yang dapat di ì ketahui ì bahwa seluruh i ì tem ni ì lai ì pearson correlati ì on berada di ì atas angka 0,250 yang merupakan rtabel pada hal tersebut i ì alah semua i ì tem pernyataan pada vari ì abel kedi ì si ì pli ì nan, li ì ngkungan kerja serta ki ì nerja pegawai ì sudah vali ì d. Uji Reabilitas Menurut (Si ì ti ì Mardi ì yanti ì La Si ì di ì , 2021) uji ì reabi ì li ì tas di ì katakan reali ì bel ji ì ka ni ì lai ì Cronbach’s Alpha lebi ì h besar dari ì 0,7. Beri ì kut hasi ì l pe ì rhi ì tu ì ngan u ì ntu ì k reabi ì li ì tas per vari ì abel : 1. Kedi ì si ì pli ì nan Tabel 5 Reabilitas Kedisiplinan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of I ì tems .704 10 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Uji ì reali ì bi ì li ì tas untuk vari ì abel kompensasi ì dapat di ì katakan reli ì abel di ì karenakan ni ì lai ì Cronbach’s Alpha sebesar 0,704 lebi ì h besar dari ì 0,7. 2. Li ì ngkungan Kerja Tabel 6 Reabilitas Lingkungan Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of I ì tems .724 10 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Uji ì reali ì bi ì li ì tas untuk vari ì abel kompensasi ì dapat di ì katakan reli ì abel di ì karenakan ni ì lai ì Cronbach’s Alpha sebesar 0,724 lebi ì h besar dari ì 0,7. 3. Ki ì nerja Pegawai ì Tabel 7 Reabilitas Kinerja Pegawai Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of I ì tems .745 10 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Uji ì reali ì bi ì li ì tas untuk vari ì abel kompensasi ì dapat di ì katakan reli ì abel di ì karenakan ni ì lai ì Cronbach’s Alpha sebesar 0,746 lebi ì h besar dari ì 0,7. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Socius E-ISSN: 3025-6704 Uji Asumsi Klasik Uji ì asumsi ì klasi ì k merupakan suatu persyaratan stati ì sti ì k yang perlu di ì laksanakan pada anali ì si ì s regresi ì li ì ni ì er (terutama regresi ì li ì ni ì er berganda). Model regresi ì i ì ni ì ti ì dak boleh berbeda dari ì uji ì asumsi ì klasi ì k dengan tujuan persamaan regresi ì di ì peroleh mempunyai ì akurasi ì dalam konsi ì sten, obyekti ì f dan perki ì raan. Uji Normalitas Output uji ì normali ì tas di ì laksanakan peneli ì ti ì memakai ì metode One Sample Kolmogrov-Smi ì rnov. Sebagai ì kri ì teri ì a penentu keputusan dari ì anali ì si ì s normali ì tas i ì ni ì i ì alah, ji ì ka output yang di ì hasi ì lkan berni ì lai ì si ì gni ì fi ì kan > 0,05, mampu di ì putuskan data berdi ì stri ì busi ì normal. Bi ì lamana output penguji ì an menghasi ì lkan skor si ì gni ì fi ì kan <0,05 arti ì nya data ti ì dak berdi ì stri ì busi ì normal. Dengan i ì ni ì anali ì si ì s normali ì tas data di ì rai ì h peneli ì ti ì yai ì tu: Tabel 8 Output Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardi ì zed Resi ì dual N 62 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Devi ì ati ì on 5.47961615 Most Extreme Di ì fferences Absolute .083 Posi ì ti ì ve .083 Negati ì ve -.081 Test Stati ì sti ì c .083 Asymp. Si ì g. (2-tai ì led) .200c,d a. Test di ì stri ì buti ì on i ì s Normal. b. Calculated from data. c. Li ì lli ì efors Si ì gni ì fi ì cance Correcti ì on. d. Thi ì s i ì s a lower bound of the true si ì gni ì fi ì cance. Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Berdasarkan data pada tabel 8, di ì dapatkan output skor Asymp. Si ì g. (2-tai ì led) dari ì uji ì normali ì tas sebesar 0,200 > 0,05 berarti ì resi ì dual model regresi ì berdi ì stri ì busi ì normal, sehi ì ngga asumsi ì normali ì tas tercapai ì . Uji Multikolinearitas Uji ì multi ì koli ì neari ì tas bertujuan untuk mendeteksi ì adanya korelasi ì ti ì nggi ì antar vari ì abel i ì ndependen dalam regresi ì li ì ni ì er. Ji ì ka terjadi ì multi ì koli ì neari ì tas, hasi ì l regresi ì bi ì sa menjadi ì ti ì dak stabi ì l dan suli ì t di ì i ì nterpretasi ì kan. Uji ì i ì ni ì di ì lakukan dengan meli ì hat ni ì lai ì VI ì F (< 10) dan Tolerance (> 0,1) sebagai ì i ì ndi ì kator ti ì dak adanya multi ì koli ì neari ì tas. Beri ì kut output anali ì si ì s uji ì multi ì koli ì neari ì tas. Tabel 9 Output Uji Multikolinearitas Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Berdasarkan hasi ì l uji ì multi ì koli ì ni ì eri ì tas, untuk vari ì abel dapat di ì si ì mpulkan vari ì abel i ì ndependen dalam peneli ì ti ì an i ì ni ì bebas dari ì multi ì koli ì neari ì tas di ì karenakan ni ì lai ì VI ì F yang di ì temui ì 1,034 <10 dan ni ì lai ì tolerance yang di ì peroleh 0,967 > 0,10. Uji Heteroskedastisitas Uji ì heteroskedasti ì si ì tas di ì lakukan guna mengetahui ì apakah penyebaran resi ì dual dalam model regresi ì bersi ì fat konstan atau berubah-ubah pada berbagai ì ti ì ngkat vari ì abel i ì ndependen. Dalam peneli ì ti ì an Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 223-237 Ferdiansyah, et., al / Pengaruh Kedisplinan dan i ì ni ì , uji ì heteroskedasti ì si ì tas di ì lakukan menggunakan metode Glejser, dengan kri ì teri ì a bahwa ni ì lai ì si ì gni ì fi ì kansi ì (Si ì g.) > 0,05 menunjukkan ti ì dak adanya heteroskedasti ì si ì tas. Beri ì kut output dari ì peneli ì ti ì an i ì ni ì . Tabel I0 Output Uji Heteroskedastisitas A Coefficientsa Model Unstandardi ì zed Coeffi ì ci ì ents Standardi ì zed Coeffi ì ci ì ents t Si ì g. B Std. Error Beta 1 (Constant) 15.460 7.062 2.189 .033 Kedi ì si ì pli ì nan -.017 .112 -.019 -.148 .883 Li ì ngkungan Kerja -.239 .102 -.297 -2.348 .022 a. Dependent Vari ì able: ABS_RES Sumber : Peneli ì ti ì (2025). Pada tahap awal, uji ì Glejser menunjukkan bahwa vari ì abel Kedi ì si ì pli ì nan (X1) memi ì li ì ki ì ni ì lai ì si ì gni ì fi ì kansi ì sebesar 0,883 (> 0,05) sehi ì ngga ti ì dak terdapat heteroskedasti ì si ì tas, sedangkan vari ì abel Li ì ngkungan Kerja (X2) memi ì li ì ki ì ni ì lai ì si ì gni ì fi ì kansi ì sebesar 0,022 (< 0,05), yang mengi ì ndi ì kasi ì kan adanya gejala heteroskedasti ì si ì tas. Tabel I1 Output Uji Heteroskedastisitas B Coefficientsa Model Unstandardi ì zed Coeffi ì ci ì ents Standardi ì zed Coeffi ì ci ì ents t Si ì g. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.361 .965 1.410 .164 LNX1 -.032 .175 -.024 -.183 .856 LNX2 -.288 .158 -.235 -1.823 .073 a. Dependent Vari ì able: AbsRes2 Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Untuk mengatasi ì hal tersebut, penuli ì s melakukan transformasi ì LN terhadap kedua vari ì abel i ì ndependen menjadi ì LNX1 dan LNX2. Setelah transformasi ì , uji ì Glejser kembali ì di ì lakukan. Hasi ì lnya menunjukkan bahwa ni ì lai ì si ì gni ì fi ì kansi ì LNX1 sejumlah 0,856 dan LNX2 sejumlah 0,073, keduanya lebi ì h besar dari ì 0,05. Dengan demi ì ki ì an, setelah di ì lakukan transformasi ì logari ì tma, gejala heteroskedasti ì si ì tas ti ì dak lagi ì di ì temukan dalam model regresi ì . Hal i ì ni ì menunjukkan bahwa model telah memenuhi ì asumsi ì homoskedasti ì si ì tas dan dapat di ì gunakan untuk anali ì si ì s lebi ì h lanjut. Uji Regresi Linier Berganda Tabel I2 Output Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardi ì zed Coeffi ì ci ì ents Standardi ì zed Coeffi ì ci ì ents t Si ì g. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4.475 1.750 2.557 .013 Kedi ì si ì pli ì nan .018 .318 .007 .056 .956 Li ì ngkungan Kerja -.325 .286 -.149 -1.136 .261 a. Dependent Vari ì able: Ki ì nerja Pegawai ì Sumber : Peneli ì ti ì (2025) Berlandaskan output pada tabel I ì V.16, data yang di ì gunakan merupakan data setelah transform dan di ì rai ì h skor konstanta (a) 4.475 ni ì lai ì B1 atau koefi ì si ì en regresi ì posi ì ti ì f vari ì abel Kedi ì si ì pli ì nan (X1) sebesar 0,018 dengan ni ì lai ì si ì gni ì fi ì kansi ì 0,956 serta Li ì ngkungan Kerja (X2) sebesar -0,325 dengan ni ì lai ì si ì gni ì fi ì kansi ì 0,261. Hal i ì ni ì menunjukkan bahwa arah hubungan vari ì abel kedi ì si ì pli ì nan terhadap ki ì nerja pegawai ì adalah posi ì ti ì f, arti ì nya seti ì ap peni ì ngkatan kedi ì si ì pli ì nan akan di ì i ì kuti ì oleh peni ì ngkatan ki ì nerja pegawai ì . Sementara i ì tu, arah hubungan vari ì abel li ì ngkungan kerja terhadap ki ì nerja pegawai ì adalah negati ì f, yang berarti ì peni ì ngkatan pada li ì ngkungan kerja justru akan menurunkan ki ì nerja pegawai ì . Namun demi ì ki ì an, kedua hubungan tersebut ti ì dak si ì gni ì fi ì kan secara stati ì sti ì k (Si ì g. > 0,05). Dengan kata lai ì n, bai ì k kedi ì si ì pli ì nan maupun li ì ngkungan kerja ti ì dak berpengaruh secara nyata atau si ì gni ì fi ì kan secara parsi ì al terhadap ki ì nerja pegawai ì dalam peneli ì ti ì an i ì ni ì .