Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Anugrahmitra Selaras
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, Halaman 307-317 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17394052 *Corresponding author Email: [email protected] Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Anugrahmitra Selaras Viska Rut Seffani, Etika Sabariah Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta A B S T R A K Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Anugrahmitra Selaras. Kinerja karyawan menjadi faktor penting dalam menunjang produktivitas serta pencapaian tujuan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melalui penyebaran kuesioner kepada 38 responden yang merupakan karyawan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²) dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai t-hitung 1,449 < t-tabel 2,028 dan signifikansi 0,156 > 0,05. Sementara itu, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung 3,351 > t-tabel 2,028 dan signifikansi 0,02 < 0,05. Secara simultan, motivasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai F-hitung 57,613 > F-tabel 3,27 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa motivasi dan kepuasan kerja memberikan kontribusi sebesar 76,7% terhadap kinerja karyawan. Meskipun motivasi tidak berpengaruh secara parsial, namun dalam kombinasi dengan kepuasan kerja, keduanya memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. A B S T R A C T This study was conducted to determine the effect of motivation and job satisfaction on employee performance at PT Anugrahmitra Selaras. Employee performance is an important factor in supporting productivity and achieving company goals. This research uses a quantitative approach with a survey method, through distributing questionnaires to 38 respondents who are company employees. The data analysis techniques used include validity test, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiple linear regression, t test, F test, and coefficient of determination (R²) with the help of SPSS software version 25. The results showed that partially, motivation has no significant effect on employee performance, indicated by the t-count value of 1.449 < t-table 2.028 and significance 0.156 > 0.05. Meanwhile, job satisfaction has a significant effect on employee performance with a t-count value of 3.351> t-table 2.028 and a significance of 0.02 <0.05. Simultaneously, motivation and job satisfaction have a significant effect on performance, with an F-count value of 57.613 > F-table 3.27 and a significance of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination shows that motivation and job satisfaction contribute 76.7% to employee performance. Although motivation has no partial effect, but in combination with job satisfaction, both have an important role in improving employee performance. PENDAHULUAN Dalam konteks perkembangan zaman modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan dinamika persaingan yang semakin ketat, setiap organisasi dituntut untuk memiliki berbagai keunggulan strategis. Keunggulan tersebut mencakup aspek sumber daya manusia (SDM), sistem manajerial, teknologi informasi, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan eksternal. Suatu organisasi atau perusahaan dikatakan telah mencapai tujuannya apabila sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki menghasilkan kinerja yang sesuai dengan target atau visi yang telah ditentukan (Arnaldo, 2021). Dengan adanya motivasi yang tertanam dalam diri pegawai dapat mendorong mereka untuk bekerja dengan penuh keseriusan, ketekunan, antusiasme, serta semangat kerja yang tinggi. Kondisi ini akan berdampak positif terhadap kualitas hasil kerja yang dicapai. Pada gilirannya, hasil kerja yang optimal turut A R T I C L E I N F O Article history: Received Oktober 7, 2025 Revised 10 Oktober 2025 Accepted 15 Okto8ber 2025 Available online 1 Oktober. 2025 Kata Kunci: Motivasi, Kepuasan, Kinerja Karyawan Keywords: Motivation, Satisfaction, Employee Performance This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Socius E-ISSN: 3025-6704 memengaruhi tingkat kepuasan kerja pegawai. Perusahaan perlu memberikan perhatian lebih terhadap aspek motivasi. Penerapan motivasi yang selaras dengan kebutuhan karyawan tidak hanya berdampak positif bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja dan perkembangan perusahaan secara keseluruhan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah memberikan motivasi kepada karyawan melalui berbagai pendekatan guna mendorong terciptanya kinerja yang optimal (Saputra, 2021). Kepuasan kerja merupakan salah satu aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia yang memberikan dampak signifikan terhadap suasana kerja di dalam organisasi. Tingkat kepuasan yang tinggi pada karyawan tidak hanya mencerminkan terpenuhinya harapan mereka terhadap pekerjaan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk lingkungan kerja yang kondusif. Kepuasan kerja merupakan wujud dari perasaan individu terhadap pekerjaan, hubungan dengan rekan serta situasi kerja. Serupa itu kepuasan kerja ialah aspek penting yang harus dimiliki bagi seorang pegawai, dimana interaksi yang dilakukan pada lingkungan kerja akan berdampak kepada pekerjaan yang mampu terselesaikan dengan baik dan sesuai harapan perusahaan (Susanto,2023). Lingkungan kerja yang nyaman dan positif akan mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat hubungan antar pegawai, serta meminimalisasi konflik internal. Oleh karena itu, kepuasan kerja perlu menjadi perhatian utama bagi perusahaan dalam upaya menciptakan iklim organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Karyawan merupakan faktor produksi yang paling utama, karena itu harus mempunyai kemauan dan kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan dari perusahaan. Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya, suatu organisasi akan berupaya untuk meningkatkan kinerja karyawannya dengan harapan tujuan perusahaan dapat tercapai (Loindong et al., 2023). Hal ini dikarenakan karyawan akan menunjukkan semua potensi, tanggung jawab terhadap pekerjaan, kontribusinya terhadap organisasi apabila karyawan memiliki rasa keterlibatan terhadap perusahaan. Sehingga karyawan yang memiliki rasa keterlibatan terhadap perusahaan akan menghasilkan kinerja yang tinggi dalam bekerja. Penilaian kinerja biasanya dilakukan secara berkala untuk mengukur sejauh mana kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Penilaian ini dapat meliputi aspek-aspek seperti kehadiran, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan kerja sama, serta pencapaian target kerja. Pengelolaan kinerja karyawan menjadi aspek penting dalam strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan produktivitas organisasi secara menyeluruh. PT Anugrahmitra Selaras, yang dikenal dengan merek dagangnya "REMEDI", merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1994 dan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang pengadaan serta distribusi alat kesehatan medis dan barang habis pakai (BHP) medis maupun nonmedis. Perusahaan ini melayani kebutuhan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia produk yang di jual berasal dari impor dan dalam negeri. Dalam mendukung kebutuhan nasional dan mendekatkan produksi ke pasar domestik, perusahaan juga telah mendirikan pabrik di Brebes, Jawa Tengah, yang saat ini telah memproduksi sekitar 30% dari total produk BHP. Seiring perkembangan bisnis dan ekspansi ke berbagai lini, termasuk alat kesehatan elektromedis untuk manusia dan hewan, PT Anugrahmitra Selaras terus meningkatkan kualitas layanan dan produk yang ditawarkan. Visi perusahaan untuk menjadikan REMEDI sebagai merek terkemuka di dunia medis nasional bahkan internasional, tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga pada kinerja sumber daya manusia di dalamnya. Kinerja karyawan menjadi faktor kunci dalam pencapaian target dan keberlanjutan perusahaan. Dalam hal ini, dua faktor penting yang memengaruhi kinerja adalah motivasi dan kepuasan kerja. Motivasi kerja yang tinggi mendorong karyawan untuk berinisiatif dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Di sisi lain, kepuasan kerja mencerminkan sejauh mana kebutuhan dan harapan karyawan terpenuhi selama bekerja di perusahaan. Ketika karyawan merasa dihargai, memiliki kejelasan karier, lingkungan kerja yang mendukung, serta mendapatkan kompensasi yang sesuai, mereka cenderung bekerja lebih produktif dan loyal. Melihat pentingnya peran motivasi dan kepuasan kerja dalam menunjang performa karyawan, maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk memahami seberapa besar pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kinerja karyawan di PT Anugrahmitra Selaras. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena fenomena yang diamati dikonversi menjadi data numerik yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik. Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan PT Anugrahmitra Selaras yang berjumlah 38 orang (Sugiyono, 2019). Berdasarkan jumlah populasi yang ada di PT Anugrahmitra Selaras, penelitian ini menggunakan metode sampling jenuh. Seluruh karyawan yang berjumlah 38 orang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini.Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, di mana proses analisis data dilakukan setelah seluruh data yang diperlukan berhasil dikumpulkan dari responden. Tahapan analisis data bertujuan untuk
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Viska Rut Seffani, et., al / Pengaruh Motivasi dan menguji hipotesis penelitian serta memperoleh gambaran yang objektif mengenai hubungan antar variabel yang diteliti. HASIL Deskripsi Data Penelitian Dalam penelitian ini, deskripsi data merupakan bagian dari upaya peneliti untuk memahami sudut pandang para responden yang telah ditetapkan sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner yang diselenggarakan pada tanggal 26 Mei hingga 16 Juni 2025, dengan melibatkan 38 orang pegawai dari PT. Anugrahmitra Selaras sebagai responden. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana butir-butir pernyataan pada variabel mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Dikatakan valid jika nilai rhitung > rtabel dan nilai Sig (2-tailed) < 0,050. Mencari r tabel menggunakan rumus df = n-2, “n” artinya jumlah sampel, maka 38-2 = 36 = 0,329. Tabel I. Hasil Uji Validitas Motivasi (X1) Motivasi (X1) Item Pernyataan Nilai r - Hitung Nilai r - Tabel Kondisi Keterangan 1 0.828 0.329 r hitung > r tabel Valid 2 0.842 0.329 r hitung > r tabel Valid 3 0.525 0.329 r hitung > r tabel Valid 4 0.416 0.329 r hitung > r tabel Valid 5 0.825 0.329 r hitung > r tabel Valid 6 0.776 0.329 r hitung > r tabel Valid 7 0.469 0.329 r hitung > r tabel Valid 8 0.760 0.329 r hitung > r tabel Valid 9 0.809 0.329 r hitung > r tabel Valid 10 0.754 0.329 r hitung > r tabel Valid Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana butir-butir pernyataan pada variabel motivasi (X1) mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai r-hitung untuk setiap item pernyataan yang kemudian dibandingkan dengan nilai rtabel sebesar 0,329 pada taraf 2ignifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh item, yaitu item 1 hingga item 10, memiliki nilai r-hitung lebih besar dari rtabel (r-hitung > 0,329). Nilai r-hitung tertinggi diperoleh oleh item 2 sebesar 0,842, sedangkan nilai terendah terdapat pada item 4 sebesar 0,416. Karena semua item memenuhi kriteria validitas, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel motivasi dinyatakan valid dan layak digunakan. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Kepuasan (X2) Kepuasan (X2) Item Pernyataan Nilai r - Hitung Nilai r - Tabel Kondisi Keterangan 1 0.787 0.329 r hitung > r tabel Valid 2 0.627 0.329 r hitung > r tabel Valid 3 0.735 0.329 r hitung > r tabel Valid 4 0.495 0.329 r hitung > r tabel Valid 5 0.787 0.329 r hitung > r tabel Valid 6 0.609 0.329 r hitung > r tabel Valid 7 0.763 0.329 r hitung > r tabel Valid 8 0.678 0.329 r hitung > r tabel Valid
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Socius E-ISSN: 3025-6704 9 0.740 0.329 r hitung > r tabel Valid 10 0.799 0.329 r hitung > r tabel Valid Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa Uji validitas untuk variabel kepuasan (X2). Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai r-hitung untuk setiap item yang kemudian dibandingkan dengan nilai r-tabel sebesar 0,329 pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh item, dari item 1 hingga item 10, memiliki nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel (r-hitung > 0,329). Nilai r-hitung tertinggi terdapat pada item 10 sebesar 0,799, sedangkan nilai terendah terdapat pada item 4 sebesar 0,495. Dengan demikian, seluruh item pernyataan pada variabel kepuasan dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y) Kinerja Karyawan (Y) Item Pernyataan Nilai r - Hitung Nilai r - Tabel Kondisi Keterangan 1 0.630 0.329 r hitung > r tabel Valid 2 0.731 0.329 r hitung > r tabel Valid 3 0.704 0.329 r hitung > r tabel Valid 4 0.843 0.329 r hitung > r tabel Valid 5 0.767 0.329 r hitung > r tabel Valid 6 0.855 0.329 r hitung > r tabel Valid 7 0.798 0.329 r hitung > r tabel Valid 8 0.814 0.329 r hitung > r tabel Valid 9 0.815 0.329 r hitung > r tabel Valid 10 0.845 0.329 r hitung > r tabel Valid Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa Uji validitas pada variabel kinerja karyawan (Y). Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai r-hitung untuk masing-masing item yang kemudian dibandingkan dengan nilai r-tabel sebesar 0,329 pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh item, mulai dari item 1 hingga item 10, memiliki nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel (rhitung > 0,329). Nilai r-hitung tertinggi diperoleh pada item 6 sebesar 0,855, sedangkan nilai terendah terdapat pada item 1 sebesar 0,630. Dengan demikian, seluruh item pada variabel kinerja karyawan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana instrumen penelitian (dalam hal ini kuesioner) dapat memberikan hasil yang konsisten apabila diukur kembali dalam kondisi yang sama. Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang stabil dan akurat dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan menggunakan metode Cronbach's Alpha, yang merupakan teknik statistik paling umum digunakan untuk mengukur konsistensi internal dari suatu skala atau konstruk. Suatu instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,70. Nilai ini menunjukkan bahwa item-item dalam kuesioner memiliki korelasi yang cukup kuat satu sama lain, sehingga mampu mengukur konstruk yang sama secara konsisten. Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan Motivasi 0.892 Reliabel Kepuasan 0.887 Reliabel Kinerja Karyawan 0.929 Reliabel Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025)
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Viska Rut Seffani, et., al / Pengaruh Motivasi dan Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji reliabilitas pada masingmasing variabel dalam penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh instrumen memenuhi kriteria reliabilitas. Untuk variabel Motivasi (X1) diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,892, yang menunjukkan bahwa item-item dalam variabel ini memiliki konsistensi internal yang tinggi. Selanjutnya, variabel Kepuasan (X2) menunjukkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,887, yang juga berada di atas standar minimum 0,70, sehingga dinyatakan reliabel. Sedangkan pada variabel Kinerja Karyawan (Y) diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,929, yang merupakan nilai tertinggi di antara ketiga variabel, menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dalam kuesioner pada ketiga variable Motivasi, Kepuasan, dan Kinerja Karyawan memiliki tingkat konsistensi internal yang sangat baik. Oleh karena itu, seluruh instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel dan layak. Uji Asumsi Klasik Analisis Grafik Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah data residual atau kesalahan prediksi dalam model regresi menyebar secara normal. Maksudnya, kita ingin tahu apakah penyimpangan antara nilai yang diprediksi dan nilai sebenarnya tersebar merata, tidak berat ke kiri atau ke kanan. Untuk mengeceknya, biasanya kita lihat dulu bentuk grafik histogram dan grafik Normal P-P Plot. Kalau bentuknya mendekati garis lurus atau lonceng simetris, itu jadi tanda awal bahwa data tersebut normal. Setelah itu, dilanjutkan dengan uji statistik seperti Kolmogorov-Smirnov untuk memastikan secara angka apakah distribusinya memang normal atau tidak. Jadi, uji ini penting sebagai salah satu langkah awal sebelum lanjut ke analisis regresi yang lebih dalam. Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Gambar 1. Hasil Normalitas Histogram Berdasarkan pada gambar 1 terlihat bahwa kurva data membentuk pola lonceng yang simetris, artinya tidak miring ke kanan maupun ke kiri. Hal ini menunjukkan bahwa data yang ditampilkan memiliki distribusi yang normal. Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Gambar 2 Hasil Normalitas dengan P-P Plot Berdasarkan pada gambar 2 di atas, terlihat bahwa titik-titik pada grafik normal pplot tersebar rapat di sekitar garis diagonal. Penyebaran titik-titik tersebut tidak terlalu jauh atau melebar, sehingga
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Socius E-ISSN: 3025-6704 dapat disimpulkan bahwa model regresi ini memenuhi asumsi normalitas dan data dianggap berdistribusi normal, sehingga layak untuk digunakan dalam analisis.Selain menggunakan grafik, uji normalitas juga dilakukan melalui pendekatan statistik, yaitu dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah residual, yaitu selisih antara nilai prediksi dan nilai aktual dalam model regresi, berdistribusi normal. Asumsi normalitas residual sangat penting dalam analisis regresi, asumsi ini dapat memengaruhi keakuratan hasil analisis. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji KolmogorovSmirnov adalah apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka residual dianggap berdistribusi normal. Dengan demikian, model regresi dapat dinyatakan memenuhi asumsi normalitas. Berikut ini disajikan hasil uji Kolmogorov-Smirnov yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 5 Hasil Uji Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 38 Normal Parametersa,b Mean 0.0000000 Std. Deviation 2.42717709 Most Extreme Differences Absolute 0.123 Positive 0.123 Negative -0.101 Test Statistic 0.123 Asymp. Sig. (2-tailed) .160c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan tabel 5, dapat dilihat bahwa hasil output, diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2tailed) sebesar 0,160. Nilai ini lebih besar dari batas signifikansi 0,05, yang berarti data residual berdistribusi normal. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas residual, sehingga layak untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut. Dengan demikian, tidak terdapat penyimpangan terhadap asumsi dasar regresi linear klasik dalam hal normalitas. Uji Heteroskedastisitas Dalam penelitian ini, untuk mengetahui ada tidaknya gejala heteroskedastisitas, digunakan metode uji scatterplot. Uji ini dilakukan dengan memperhatikan pola sebaran titik-titik pada grafik. Dalam pengambilan keputusan, apabila titik-titik pada scatterplot membentuk pola tertentu atau teratur (misalnya mengerucut atau menyebar secara sistematis), maka hal tersebut mengindikasikan adanya heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola yang jelas, maka dapat disimpulkan bahwa model bebas dari gejala heteroskedastisitas. Adapun hasil uji scatterplot dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Gambar 3Hasil Uji scatterplot Heteroskedastisitas Berdasarkan Gambar 3, terlihat bahwa titik-titik pada grafik scatterplot tersebar secara acak, baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Pola sebaran yang tidak membentuk suatu pola tertentu ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi. Dengan demikian,
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Viska Rut Seffani, et., al / Pengaruh Motivasi dan model regresi yang digunakan dalam penelitian ini sudah memenuhi asumsi homoskedastisitas dan dapat digunakan secara layak untuk menganalisis pengaruh variabel motivasi dan kepuasan terhadap kinerja karyawan. Uji Multikolinearitas Kriteria yang digunakan dalam uji ini adalah multikolinearitas Nilai Tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10 bahwa untuk menunjukkan bahwa model regresi tidak mengandung gejala multikolinearitas. Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 0.206 4.092 0.050 0.960 MOTIVASI 0.296 0.205 0.270 1.449 0.156 0.191 5.222 KEPUASAN KERJA 0.705 0.210 0.625 3.351 0.002 0.191 5.222 a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Dari tabel di atas, terlihat bahwa seluruh variabel independen memiliki nilai Tolerance di atas 0,10 dan nilai VIF di bawah 10. Nilai Tolerance untuk variabel Motivasi dan Kepuasan Kerja adalah sama-sama sebesar 0.191, sedangkan nilai VIF masing-masing sebesar 5.222. Kedua nilai tersebut berada dalam batas aman, sehingga tidak memenuhi kriteria adanya multikolinearitas. Berdasarkan nilai Tolerance dan VIF yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas dalam model regresi yang digunakan. Dengan demikian, model regresi yang menguji pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan telah memenuhi salah satu asumsi klasik regresi, yaitu bebas dari multikolinearitas, sehingga hasil estimasi regresi dapat dinilai valid dan dapat diinterpretasikan lebih lanjut. Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda pada dasarnya merupakan perluasan dari regresi linier sederhana, yaitu menambah jumlah variabel bebas yang sebelumnya hanya satu menjadi dua atau lebih variabel bebas. Tabel 6 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0.206 4.092 0.050 0.960 MOTIVASI 0.296 0.205 0.270 1.449 0.156 KEPUASAN KERJA 0.705 0.210 0.625 3.351 0.002 a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Berdasarkan tabel 6, koefisien untuk Motivasi (X1) sebesar 0,374, Kepuasan Kerja (X2) sebesar 0,676, dan nilai konstanta (α) sebesar 0,799. Berikut adalah persamaan regresinya: Y=0.206+0.296X1+0.705X2+e 1. Nilai Konstanta (a = 0.206). Artinya, jika variabel Motivasi (X₁) dan Kepuasan Kerja (X₂) diasumsikan bernilai nol, maka nilai Kinerja Karyawan (Y) diperkirakan sebesar 0.206. Namun karena nilai signifikansi (p = 0.960) lebih besar dari 0,05, maka konstanta ini tidak signifikan secara statistik, sehingga interpretasinya tidak terlalu bermakna. 2. Motivasi (X₁). Koefisien regresi untuk variabel motivasi adalah 0.296, dengan nilai signifikansi 0.156 (> 0.05), yang menunjukkan bahwa Motivasi tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Kinerja Karyawan. Namun secara positif, koefisien ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan motivasi akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0.296 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. 3. Kepuasan Kerja (X₂). Koefisien regresi untuk variabel kepuasan kerja adalah 0.705, dengan nilai signifikansi 0.002 (< 0.05), yang berarti Kepuasan Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Socius E-ISSN: 3025-6704 Karyawan. Artinya, jika kepuasan kerja meningkat satu satuan, maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0.705 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa hanya Kepuasan Kerja (X₂) yang berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Sedangkan Motivasi (X₁) tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan sebaiknya lebih fokus pada upaya meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Pengujian Hipotesis Uji T (Parsial) Dalam pengujian ini, suatu variabel dikatakan berpengaruh secara parsial apabila nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansinya (Sig. 2-tailed) kurang dari 0,05. Nilai t tabel diperoleh menggunakan rumus derajat kebebasan (df) yaitu df = n - 2, di mana “n” merupakan jumlah sampel. Dengan demikian, 38 - 2 = 36, sehingga nilai t tabel adalah 2,028. Tabel 7 Hasil Uji T (Parsial) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0.206 4.092 0.050 0.960 MOTIVASI 0.296 0.205 0.270 1.449 0.156 KEPUASAN KERJA 0.705 0.210 0.625 3.351 0.002 a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN Hipotesis 1: Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan Hasil yang telah diperoleh pada variabel motivasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) t hitung < t tabel (1,449 < 2,028). Dengan nilai signifikansi 0,156 >0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Artinya motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Anugrahmitra Selaras. Hipotesis 2: Pengaruh Kepuasan kerja Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan Hasil yang telah diperoleh pada variabel kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) t hitung > t tabel (3,351 > 2,028). Dengan nilai signifikansi 0,002 <0,5 Maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak. Artinya motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Anugrahmitra Selaras. Uji F (Simultan) Untuk mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat, maka nilai F hitung harus lebih besar dari F tabel dan nilai signifikansinya harus kurang dari 0,05. Nilai F tabel diperoleh dengan menggunakan rumus df1 = k - 1 dan df2 = n - k, di mana "n" merupakan jumlah responden dan "k" adalah jumlah variabel Dalam hal ini, df1 = 3 - 1 = 2 dan df2 = 38 - 3 = 35, sehingga nilai F tabel adalah 3,27. Tabel 7 Hasil Uji F(Simultan ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 717.605 2 358.802 57.613 .000b Residual 217.974 35 6.228 Total 935.579 37 a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN b. Predictors: (Constant), KEPUASAN KERJA, MOTIVASI Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Berdasarkan Tabel 7 diatas diperoleh F hitung sebesar 57.613. Untuk menentukannya digunakan lampiran statistika F tabel, dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05, dengan df 1 (jumlah variable -1) atau 3-1 = 2 dan df 2 (n-k-1) atau 38-2-1 = 35. Maka didapatkan hasil F tabel sebesar 3,27. artinya nilai F hitung> F tabel, yaitu 57.613 > 3,27. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 307-317 Viska Rut Seffani, et., al / Pengaruh Motivasi dan yang artinya variabel independen motivasi, kepuasan kerja secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan. Uji Koefisien Determinasi (R2) Uji koeifisien determinasi berguna untuk mengetahui seberapa besar variasi variabel dependen (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen (X). atau dengan kata lain R2 menunjukkan seberapa jauh variabel independen dapat memprediksi variabel dependen. Tabel 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .876a 0.767 0.754 2.496 a. Predictors: (Constant), KEPUASAN KERJA, MOTIVASI Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 25 (2025) Berdasarkan tabel 8 dapat disimpulkan bahwa nilai R square dalam penelitian ini sebesar 0,767 (76,7%). Yang dimana menunjukkan bahwa 76,7% pada variabel terikat Kinerja Karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel bebas Motivasi (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) pada PT Anugrahmitra Selaras dan sisanya 23,3% yang dijelaskan oleh faktor atau variabel lainnya yang tidak digunakan dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan di PT Anugrahmitra Selaras Pada penelitian yang telah dijalankan, dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi secara parsial tidak berperngaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Anugrahmitra Selaras atau hipotesis (H0) diterima. Hal ini dibuktikan melalui Uji t (Parsial) dengan melihat t hitung (1,449) < t tabel (2,028), dengan signifikansi 0,156 >0,05. Artinya motivasi yang diberikan kepada karyawan sudah baik tetapi hal ini harus tetap selalu di perhatikan dan di tingkatkan lagi guna meningkatkan kinerja karyawan. Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Anugrahmitra Selaras Pada penelitian yang telah dijalankan, dapat disimpulkan bahwa variabel kepuasan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Anugrahmitra Selaras atau hipotesis kedua (H2) diterima. Hal ini dibuktikan melalui Uji t (Parsial) dengan melihat t hitung (3,351) > t tabel (2,028), dengan signifikansi 0,02 < 0,05. Artinya kepuasan kerja memiliki peran penting dan berdampak nyata, semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan, semakin tinggi pula kinerja karyawan yang mereka tunjukan. Pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Anugrahmitra Selaras Pada penelitian yang telah dijalankan, variabel motivasi dan kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Anugrahmitra Selaras atau hipotesis ketiga (H3) diterima. Hal ini dibuktikan dengan Uji F (Simultan) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 atau nilai F hitung > F tabel (57.613 > 3.27 ). Artinya, kedua faktor ini, baik secara individu maupun gabungan, memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Ketika karyawan memperoleh motivasi yang baik dan memiliki kepuasan kerja yang tinggi, maka hal ini akan mendorong mereka untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Implikasi Penelitian Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dibahas, maka implikasinya adalah: 1. Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini menegaskan bahwa pemberian motivasi saat ini belum sesuai dengan harapan karyawan, namun dalam konteks ini motivasi bukan lah satu – satu nya faktor utama yang mempengaruhi kinerja karyawan, oleh karna itu perusahaan perlu mengevaluasi kembali bentuk motivasi yang diberikan terhadap karyawan. 2. Kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan hal ini menegaskan bahwa motivasi merupakan faktor penting yang secara langsung mempengaruhi kinerja karyawan, oleh karna itu dengan kepuasan kerja yang tinggi karyawan cenderung bekerja secara efisien dan bertanggung jawab. 3. Secara simultan motivasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan hal ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan tidak cukup jika hanya mengandalkan salah satu variabel saja, motivasi tetap berperan penting saat di kombinasikan dengan kepuasan kerja, artinya mengabaikan salah satu variabel dapat mengurangi efektivitas kinerja karyawan.