Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 3, Oktober 2025, Halaman 318-331 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17394208 *Corresponding author Email: [email protected] Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang Umi Rahmawati, Herayati, Vicky Windasari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta A B S T R A K Pada era globalisasi saat ini, setiap instansi dituntut untuk memaksimalkan kinerja pegawai guna mencapai tujuan organisasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan bantuan program SPSS. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan melalui serangkaian uji, meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi), serta uji hipotesis (uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung 3,618 > t tabel 2,012 dan disiplin kerja (X2) berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung 2,758 > t tabel 2,012. Secara simultan, gaya kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai dengan nilai f hitung 28.593 > f tabel 3,195. Nilai R Square sebesar 73,8% menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh variabel gaya kepemimpinan dan disiplin kerja dengan tingkat hubungan yang kuat. A B S T R A C T In the current era of globalization, every institution is expected to optimize employee performance to effectively achieve organizational objectives. This study aims to examine the influence of leadership style and work discipline on employee performance at the Rajeg District Office, Tangerang Regency. The research adopts a descriptive quantitative approach, with data collected through questionnaires and analyzed using SPSS. A total of 50 respondents were selected using a saturated sampling technique. The analysis involved several tests, including validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation), and hypothesis testing (t-test, F-test, and coefficient of determination). The results show that leadership style (X1) has a significant partial effect on performance (t = 3.618 > t-table = 2.012), as does work discipline (X2) (t = 2.758 > t-table = 2.012). Simultaneously, both variables significantly influence performance (F = 28.593 > F-table = 3.195). The R Square value of 73.8% indicates a strong relationship, with most variation in performance explained by leadership style and work discipline. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam suatu organisasi atau lembaga, di mana yang dimaksud dengan sumber daya tersebut adalah para pegawai. Para pegawai ini berperan sebagai komponen utama yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, organisasi memerlukan pegawai yang memenuhi kriteria yang ditentukan dan mampu menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Setiap organisasi atau lembaga pemerintah senantiasa berupaya untuk meningkatkan kinerja pegawainya, dengan harapan agar tujuan organisasi atau lembaga dapat tercapai. Sebuah lembaga pemerintah harus memiliki pegawai yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta mengelola manajemennya secara optimal untuk meningkatkan kinerja pegawai. Selain itu, lembaga pemerintah juga memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari sisi kepemimpinan maupun pelaksanaan, agar setiap keputusan yang diambil dan pencapaian target yang telah ditetapkan dapat terlaksana dengan baik. Seorang pemimpin dituntut untuk membiasakan diri dalam menyelesaikan setiap tugas secara konsisten, dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bukan A R T I C L E I N F O Article history: Received Oktober 7, 2025 Revised 10 Oktober 2025 Accepted 15 Oktober 2025 Available online 20 Oktober. 2025 Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja, Kinerja Pegawai. Keywords: Leadership Style, Work Discipline, Employee Performance. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Socius E-ISSN: 3025-6704 hanya soal memenuhi kewajiban, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi organisasi. Tanpa kepemimpinan yang efektif, hubungan kerja antar individu dalam organisasi tidak akan terjalin dengan baik, dan tujuan baik secara individu maupun kolektif akan sulit tercapai. Pemimpin memiliki peran penting dalam menyikapi berbagai tantangan organisasi, di mana mereka bertanggung jawab penuh terhadap penyelesaian permasalahan serta harus mampu menawarkan solusi yang bijak dan tepat sasaran. Selain peran penting dari gaya kepemimpinan, disiplin kerja juga menjadi faktor krusial dalam mendukung peningkatan kinerja pegawai. Disiplin kerja mencerminkan tanggung jawab dan komitmen pegawai dalam menaati peraturan serta menyelesaikan tugas secara tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Tingkat disiplin yang tinggi akan menciptakan lingkungan kerja yang tertib, produktif, dan profesional. Pegawai yang memiliki disiplin kerja yang baik cenderung memiliki integritas, dapat diandalkan, serta mampu berkontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, penguatan disiplin kerja merupakan langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkinerja tinggi di lingkungan organisasi maupun instansi. Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota yang berfungsi menjalankan sebagian urusan pemerintahan. Kecamatan, bersama dengan perangkat daerah lainnya seperti sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas, dan kelurahan, menjadi bagian integral dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah (Sunarno, 2021). Dalam konteks ini, Kecamatan Rajeg sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelayanan publik kepada masyarakat. Oleh karena itu, kinerja para pegawai yang bertugas di Kecamatan Rajeg menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas dan efisiensi layanan pemerintahan yang diberikan kepada masyarakat. Tingkat kinerja yang optimal dari pegawai tidak hanya mencerminkan pelayanan, namun juga berkontribusi terhadap tercapainya tujuan pembangunan daerah secara menyeluruh. Berdasarkan hasil observasi awal, kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Rajeg masih dinilai kurang optimal, khususnya dalam pelayanan publik. Hal ini terlihat dari lambatnya respon pegawai dalam menangani permintaan masyarakat, seperti dalam pengurusan KTP dan dokumen kependudukan lainnya. Masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan responsif. Menurut PP No. 30 Tahun 2019, kinerja PNS diukur berdasarkan hasil kerja dan perilaku pegawai sesuai dengan Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kinerja pegawai di kecamatan guna mendukung terciptanya pemerintahan yang baik dan pelayanan yang memadai kepada masyarakat. Gaya kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi hal tersebut. Cara seorang pemimpin memimpin sangat berpengaruh terhadap semangat kerja, kenyamanan, dan produktivitas pegawai. Gaya kepemimpinan yang terlalu kaku, otoriter, atau sebaliknya terlalu longgar dan tidak tegas, dapat menurunkan motivasi serta menciptakan hubungan kerja yang tidak harmonis. Hasil observasi awal di Kantor Kecamatan Rajeg menunjukkan adanya pegawai yang merasa kurang mendapatkan arahan dan dukungan dari pimpinan. Komunikasi yang belum optimal antara atasan dan bawahan juga menjadi kendala dalam menyelesaikan tugas dengan baik. Padahal, seorang pemimpin seharusnya mampu menjadi pengarah, pemberi semangat, dan teladan bagi bawahannya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan maksimal. Selain gaya kepemimpinan, disiplin kerja juga punya peran penting dalam menentukan kinerja pegawai. Disiplin menunjukkan tanggung jawab dan keseriusan pegawai dalam menjalankan tugas. Di Kecamatan Rajeg, masih ditemukan pegawai yang datang terlambat atau meninggalkan kantor saat jam kerja, yaitu pukul 08.00 sampai 16.00. Kurangnya kesadaran akan pentingnya disiplin ini bisa menyebabkan tugas tidak berjalan lancar dan pelayanan ke masyarakat jadi kurang maksimal. Jika terus dibiarkan, hal ini bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan, bisa dilihat bahwa gaya kepemimpinan dan disiplin kerja punya peran penting dalam memengaruhi kinerja pegawai. Seorang pemimpin yang mampu memberikan arahan yang jelas, membangun komunikasi yang baik, serta menjadi teladan bagi bawahannya akan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memotivasi pegawai untuk bekerja lebih maksimal. Di sisi lain, disiplin kerja yang baik juga menjadi salah satu indikator penting dalam menunjukkan tanggung jawab pegawai terhadap tugas-tugas yang diberikan. Melihat pentingnya dua faktor tersebut dalam mendukung efektivitas dan efisiensi kerja pegawai di lingkungan pemerintahan, maka penulis merasa tertarik untuk mengangkat topik ini dalam penelitian. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif yang didasarkan pada analisis statistik. Metode kuantitatif sering disebut juga sebagai metode tradisional atau positivistik karena berpijak pada filsafat positivisme.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Umi Rahmawati, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti adalah seluruh pegawai PNS dan THL di Kantor Kecamatan Rajeg, yang berjumlah sebanyak 50 pegawai. Dalam penelitian ini, seluruh populasi dijadikan sebagai sample. Data yang telah dikumpul dengan kuisioner kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program SPSS. HASIL Deskripsi Data Penelitian Data adalah sekumpulan angka, fakta, dan kejadian yang disusun secara logis. Data ini diperoleh melalui proses observasi, pengukuran, atau pencacahan terhadap variabel dari objek yang diteliti. Fungsinya adalah untuk membedakan objek penelitian satu dengan lainnya berdasarkan variabel yang sama. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner langsung kepada responden yang bekerja di kantor kecamatan Rajeg kabupaten Tangerang. Sebanyak 50 responden dipercaya untuk memberikan penilaian terhadap instrumen yang digunakan dalam penelitian. Setelah data terkumpul, dilakukan uji validitas dan reliabilitas guna memastikan bahwa data yang digunakan benar-benar sahih dan dapat dipercaya. Desain penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan pendekatan survei. Penelitian ini bersifat deskriptif dan verifikatif, yang bertujuan untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama yang diolah secara statistik menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Tahapan berikutnya adalah analisis statistik serta pelaporan hasil penelitian. Kuisioner yang telah diisi responden ditabulasi untuk menggambarkan nilai dan jumlah data yang terkumpul. Hasil dari proses analisis tersebut kemudian diuraikan dalam bagian pembahasan penelitian. Uji Kualitas Data Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur keabsahan setiap item pernyataan. Pernyataan dianggap valid jika nilai r hitung > r tabel. Berikut hasil uji validitas variabel gaya kepemimpinan (X1). Tabel I Uji validitas variabel gaya kepemimpinan (X1) Pernyataan X1 Pearson Corelation (R hitung) R tabel Hasil Q1 0,718 0,278 Valid Q2 0,540 0,278 Valid Q3 0,501 0,278 Valid Q4 0,653 0,278 Valid Q5 0,496 0,278 Valid Q6 0,708 0,278 Valid Q7 0,509 0,278 Valid Q8 0,495 0,278 Valid Q9 0,503 0,278 Valid Q10 0,425 0,278 Valid Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa item pada pernyataan variabel gaya kepemimpinan mempunyai nilai yang leih besar dari 0,278. Maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan gaya kepemimpinan valid karena rhitung lebih besar dari rtabel. Berikut hasil uji validitas variabel disiplin kerja (X2):
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Socius E-ISSN: 3025-6704 Tabel 2 Uji validitas variabel Disiplin Kerja (X2) Pernyataan X2 Pearson Corelation (R hitung) R tabel Hasil Q1 0,612 0,278 Valid Q2 0,486 0,278 Valid Q3 0,761 0,278 Valid Q4 0,402 0,278 Valid Q5 0,532 0,278 Valid Q6 0,433 0,278 Valid Q7 0,530 0,278 Valid Q8 0,543 0,278 Valid Q9 0,660 0,278 Valid Q10 0,663 0,278 Valid Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan bahwa item pada pernyataan variabel disiplin kerja mempunyai nilai yang leih besar dari 0,278. Maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan gaya kepemimpinan valid karena rhitung lebih besar dari rtabel. Berikut hasil uji validitas variabel Kinerja Pegawai (Y). Tabel 3 Uji validitas variabel Kinerja Pegawai (Y) Pernyataan Y Pearson Corelation (R hitung) R tabel Hasil Q1 0,540 0,278 Valid Q2 0,403 0,278 Valid Q3 0,522 0,278 Valid Q4 0,435 0,278 Valid Q5 0,576 0,278 Valid Q6 0,574 0,278 Valid Q7 0,599 0,278 Valid Q8 0,641 0,278 Valid Q9 0,429 0,278 Valid Q10 0,484 0,278 Valid Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan bahwa item pada pernyataan variabel kinerja pegawai mempunyai nilai yang leih besar dari 0,278. Maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan gaya kepemimpinan valid karena rhitung lebih besar dari rtabel. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat konsistensi atau keandalan dari setiap item pernyataan dalam kuesioner yang digunakan pada variabel penelitian, berikut adalah tabel dari hasil uji reliabilitas dari Gaya kepemimpinan (X1) :
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Umi Rahmawati, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan Tabel 4 Uji Reliabilitas variabel Gaya Kepemimpinan (X1) Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 4 yang disajikan di atas, hasil pengujian reabilitas menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,735. Dari nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan memiliki tingkat reliabilitas yang kuat. Hal ini dikarenakan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,735 melebihi ambang batas minimal reliabilitas yang telah ditetapkan sebesar 0,60. Tabel 5 Uji Reabilitas variabel Disiplin Kerja (X2) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,793 10 Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 5 yang disajikan di atas, hasil pengujian reabilitas menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,793. Dari nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja memiliki tingkat reliabilitas yang kuat. Hal ini dikarenakan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,793 melebihi ambang batas minimal reliabilitas yang telah ditetapkan sebesar 0,60. Tabel 6 Uji Reabilitas variabel Kinerja Pegawai (Y) Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 6 yang disajikan di atas, hasil pengujian reabilitas menunjukkan bahwa variabel kinerja pegawai memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,705. Dari nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja pegawai memiliki tingkat reliabilitas yang kuat. Hal ini dikarenakan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,705 melebihi ambang batas minimal reliabilitas yang telah ditetapkan sebesar 0,60. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Berikut adalah hasil uji normalitas dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal : Tabel 7 Uji Normalitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,735 10 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,705 10 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 50 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 2.26609606 Most Extreme Differences Absolute .077 Positive .070 Negative -.077
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Socius E-ISSN: 3025-6704 Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan tabel 8 yang terlampir di atas, hasil pengujian normalitas menggunakan metode onesample Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki distribusi yang memenuhi syarat normal. Faktanya, dapat dilihat dari nilai asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.925, yang melebihi taraf signifikansi 0.05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini memiliki distribusi yang cukup mendekati normal. Selain itu, data juga dapat dianggap normal karena titiktitik pada grafik mengikuti garis diagonal sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini: Gambar 1. Uji Normalitas Uji Heteroskedastisitas Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dalam model regresi Tabel 8 Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.887 2.277 1.268 .211 KEPEMIMPINAN -.087 .054 -.263 -1.602 .116 DISIPLIN KERJA .049 .051 .159 .896 .338 a. Dependent Variable: HETEROS Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan representasi visual pada Tabel 8 di atas, Dari observasi ini, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada data. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi antara Kolmogorov-Smirnov Z .548 Asymp. Sig. (2-tailed) .925 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Umi Rahmawati, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan variabel independent sebesar gaya kepemimpinan 0,116, disiplin kerja 0,338 keduanya lebih besar dari 0,05. Uji Multikolinieritas Berikut adalah hasil uji multikolinearitas yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antar variabel independen dalam model regresi. Tabel 9 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics B Tolerance VIF 1 (Constant) 12.240 Gaya Kepemimpinan (X1) .437 .586 1.705 Disiplin Kerja (X2) .298 .586 1.705 a. Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: Berdasarkan dari tabel 9 yang tercantum di atas, dapat dilihat bahwa Variabel (gaya kepemimpinan) memiliki nilai toleransi sebesar 0,586, yang lebih besar dari nilai batas 0,100, dan nilai VIF (Variance Inflation Factor) sebesar 1,705, yang lebih kecil dari batas 10 ,00. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas pada variabel tersebut. Demikian pula, Variabel (disiplin kerja) memiliki nilai Toleransi sebesar 0,586, yang juga melebihi nilai batas 0,100, dan nilai VIF sebesar 1,705, yang berada di bawah batas 10,00. Oleh karena itu, tidak ada indikasi adanya multikolinearitas pada variabel tersebut. Uji Autokorelasi Berikut merupakan tabel yang menunjukkan hasil uji autokorelasi menggunakan statistik DurbinWatson untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi pada model regresi. Tabel 10 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson 1 .859a .738 .727 1.764 2.126 a.Predictors: (Constant), DISIPLIN KERJA, KEPEMIMPINAN b. Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS 25 Keterangan : Berdasarkan tabel 10 nilai Durbin-Watson (DW) yang dihasilkan sebesar 2,126. Untuk mengetahui apakah dalam model regresi ini terjadi autokorelasi, maka nilai DW perlu dibandingkan dengan nilai dalam Tabel Durbin-Watson pada tingkat signifikansi 5%, dengan jumlah variabel independen (k) sebanyak 2 dan jumlah sampel (n) sebanyak 50. Berdasarkan referensi tabel, diperoleh nilai: - DL (lower bound) = 1,47 - DU (upper bound) = 1,65 - 4 - DU = 2,35 Nilai DW sebesar 2,126 berada dalam rentang DU < DW < 4 - DU, yaitu 1,65 < 2,126 < 2,35. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi ini. Tidak adanya autokorelasi berarti bahwa residual (kesalahan prediksi) dari model regresi tidak saling berkorelasi antar observasi, yang merupakan salah satu syarat agar model regresi memenuhi asumsi klasik. Hal ini memperkuat validitas hasil regresi karena menunjukkan bahwa data bebas dari pola yang berulang dan hasil analisis dapat diinterpretasikan secara lebih akurat. Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi merupakan langkah penting dalam analisis statistik yang bertujuan untuk mengukur tingkat kekuatan serta arah hubungan linear antara dua variabel, baik antarvariabel independen
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Socius E-ISSN: 3025-6704 maupun antara variabel independen dan dependen. Hasil dari pengujian ini memberikan indikasi awal mengenai pola keterkaitan antarvariabel, apakah keduanya memiliki hubungan searah (korelasi positif), berlawanan arah (korelasi negatif), atau tidak menunjukkan hubungan linear yang signifikan. Adapun hasil pengujian koefisien korelasi disajikan dalam tabel berikut : Tabel I0 Koefisien Korelasi Antara Gaya Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) correlations **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Keterangan : Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan. Nilai korelasi sebesar 0,796 menunjukkan hubungan yang kuat, artinya semakin baik gaya kepemimpinan, semakin meningkat pula kinerja karyawan. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (di bawah 0,05) menguatkan bahwa hubungan ini signifikan secara statistik, analisis ini dilakukan pada 50 responden. Tabel 11 Koefisien Korelasi Antara Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) correlations **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Keterangan : Berdasarkan hasil analisis Pearson diatas , terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan. Nilai korelasi sebesar 0,679 menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel kuat. Artinya, semakin tinggi tingkat disiplin kerja, maka semakin baik pula kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari 0,05) menunjukkan bahwa hubungan ini benar-benar signifikan secara statistik analisis ini diperoleh dari 50 responden. Analisis Regresi Linier Berganda Pada tabel berikut menyajikan data hasil analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Tabel 12 Analisis Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 12.240 4.168 2.936 .005 GAYA KEPEMIMPINAN .437 .121 .463 3.618 .001 .586 1.705
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 3 Tahun 2025, P. 318-331 Umi Rahmawati, et., al / Pengaruh Gaya Kepemimpinan DISIPLIN KERJA .298 .108 .353 2.758 .008 .586 1.705 a. Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan : Berdasarkan tabel IV.18 diatas menunjukkan hasil data penelitian model regresi berganda, bahwa tabael diatas dapat disampaikan model regresi sebagai berikut: Persamaan: Y = a + B1X1 + B2X2 + e Y = 12.240 + 0,437 + 0,298+e Rumus diatas dapat disimpulkan bahwa: 1. Angka 12.240 sebagai nilai konstanta mengindikasikan bahwa saat gaya kepemimpinan dan disiplin kerja tetap (x = 0), kinerja pegawai mencapai 12.240 2. Nilai X1 sebesar 0,437 menunjukkan bahwa ketika gaya kepemimpinan meningkat satu satuan, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,437 satuan. 3. Nilai X2 sebesar 0,298 menunjukkan bahwa ketika disiplin kerja meningkat satu satuan, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,298 satuan. Pengujian Hipotesis Uji t ( Parsial ) Berikut merupakan hasil uji statistik t untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas, yaitu gaya kepemimpinan dan disiplin kerja, terhadap variabel terikat yaitu kinerja pegawai secara parsial. Nilai t dan signifikansi yang diperoleh akan digunakan untuk menentukan apakah hipotesis parsial dapat diterima atau ditolak. Tabel 13 Uji Statistik t Hasil X1 dan X2 terhadap Y Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standar dized Coeffici ents t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 12.240 4.168 2.936 .005 GAYA KEPEMIMP INAN .437 .121 .463 3.618 .001 .586 1.705 DISIPLIN KERJA .298 .108 .353 2.758 .008 .586 1.705 a. Dependent Variable: KINERJA PEGAWAI Sumber : Data diolah tahun 2025 menggunakan SPSS Keterangan: 1. Berdasarkan hasil uji t pada Tabel IV.21, gaya kepemimpinan memiliki nilai t hitung sebesar 3,618, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (df) = 47 adalah 2,012. Oleh karena t hitung > t tabel dan nilai signifikansi (0,001) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin baik gaya kepemimpinan, semakin tinggi pula kinerja yang ditunjukkan oleh pegawai. 2. Berdasarkan tabel IV.19 yang terlampir, hasil uji t menunjukkan bahwa disiplin kerja memiliki nilai t hitung sebesar 2,758 dengan nilai signifikansi 0,008, lebih besar dari t tabel (2,012). Maka, H2 diterima, yang berarti bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Ini menunjukkan bahwa kedisiplinan yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan tanggung jawab kerja pegawai. Uji F ( Simultan ) Tabel dibawah ini menunjukkan hasil uji statistik F yang digunakan untuk menguji secara simultan pengaruh variabel gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Uji F ini bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi yang digunakan secara keseluruhan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen.