Enhancing the Capacity of MSMEs in Partoruan Lumban Lobu Village through Digital Promotion
Full text
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3, Nomor 4, November 2025, P. 32-36 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17486717 *Corresponding Author Email: ridholaksamana23[email protected]om, [email protected] Peningkatan Kapasitas UMKM Desa Partoruan Lumban Lobu Melalui Promosi Digital Enhancing the Capacity of MSMEs in Partoruan Lumban Lobu Village through Digital Promotion Ridho Laksamana Fajri, Muhammad Arifin Lubis Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara A B S T R A C T This Independent Community Service Program (KKN) aims to improve the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Partoruan Lumban Lobu Village, Bonatua Lunasi District, Toba Regency, through digital promotion. The program utilizes lectures, discussions, training, and direct mentoring for local businesses. The program focuses on improving skills in utilizing social media, particularly TikTok, as a marketing tool. Results indicate that MSMEs have increased their knowledge and skills in digital content creation, social media account management, and understanding of digital marketing strategies. The tangible impact of this program is increased self-confidence and market reach for MSMEs. A B S T R A K Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Partoruan Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, melalui penerapan promosi digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha lokal. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan konten digital, pengelolaan akun media sosial, serta pemahaman terhadap strategi digital marketing. Dampak nyata dari kegiatan ini berupa peningkatan kepercayaan diri dan jangkauan pasar bagi pelaku UMKM. PENDAHULUAN Peran perguruan tinggi dalam pengembanggan tidak saja mendidik dan menyiapkan generasi muda menjadi manusia pembangun dengan mengkaji dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Aisyah et al., 2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi pada pasal 1 ayat 9 menyatakan bahwa Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kemudian dijelaskan pula di ayat 11 bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa (unnes, 2012). Kuliah kerja nyata (KKN) adalah suatu bentuk pembelajaran berupa pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh sekolompok mahasiswa dalam rangka memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa (Laia, 2022). Dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapatnya di perguruan tinggi, mengembangkan soft skills, mematangkan kepribadian guna menumbuhkan jiwa kebangsaan atau cinta tanah air, serta rasa percaya diri dalam mempersiapkan diri menghadapi realitas kehidupan sosial kemasyarakatan, belajar bersama masyarakat, dan turut memberdayakan masyarakat di lokasi kegiatan. Kegiatan KKN tidak hanya sekadar aktivitas pengabdian serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat saja, akan tetapi dikembangkan sebagai media A R T I C L E I N F O Article history: Received Oktober 19, 2025 Revised 20 Oktober 2025 Accepted 25 Oktober 2025 Available online 30 Oktober. 2025 Keywords UMKM, digital marketing, community empowerment, online promotion, Independent KKN. Kata Kunci: UMKM, digital marketing, pemberdayaan masyarakat, promosi online, KKN Mandiri. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright © 2025 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 32-36 Socius E-ISSN: 3025-6704 efektif bagi mahasiswa dalam melakukan proses pembekalan diri melalui pemberdayaan masyarakat. Desa partoruan lumban lobu adalah salah satu desa di Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Desa ini merupakan objek saya untuk melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata mandiri. Pada saat ini, indonesia sudah mengalami perkembangan digital yang sangat pesat. Teknologi digital saat ini terus berkembang dan manfaat penggunaan internet terasa bagi para pemakainya. Beberapa orang merasa ketergantungan dengan adanya internet, termasuk aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk menjalankan usahanya khususnya pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) (Febriyantoro & Arisandi, 2018). Digital marketing merupakan pemasaran dengan menggunakan penerapan teknologi secara digital. Salah satu bentuk marketing digital dengan menggunakan media elektronik atau internet adalah internet marketing (e-marketing). E-Marketing merupakan suatu proses pemasaran yang menggunakan teknologi komunikasi elektronik, khususnya internet (Febriyantoro & Arisandi, 2018). Peran strategi digital marketing dapat menjadi hal yang penting dalam mengikuti perkembangan teknologi digital dan mengembangkan rencana untuk menarik konsumen dan mengarahkannya pada perpaduan antara komunikasi elektornik dan komunikasi tradisional. Strategi digital marketing dengan menggunakan media sosial sangatlah penting karena dapat memberi pengetahuan kepada para pelaku UMKM mengenai cara maupun tahapan dalam memperluas jaringan konsumen melalui pemanfaatan media sosial dalam memasarkan produknya sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing bagi UMKM itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan KKN Mandiri Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Partoruan Lumban Lobu melalui pelatihan dan pendampingan promosi digital. Fokus kegiatan ini mencakup pelatihan pembuatan konten promosi, pengelolaan akun media sosial, serta pemahaman terhadap strategi pemasaran digital. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam meningkatkan keterampilan promosi produk secara digital, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan teknologi informasi. METODE KEGIATAN Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, di mana pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Program ini dilaksanakan selama 13 hari di Desa Partoruan Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Sasaran utama kegiatan adalah tiga pelaku UMKM lokal, yaitu Beka-Beka Food, Rumah Potong Ayam, dan Ayam Penyet Rini, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam bidang promosi dan pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan terdiri atas ceramah, diskusi kelompok, pelatihan, dan pendampingan intensif. Pada tahap awal, dilakukan penyuluhan menggunakan metode ceramah untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep digital marketing, pentingnya promosi berbasis media sosial, serta peluang yang dapat dimanfaatkan dalam memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini dilaksanakan secara interaktif menggunakan media presentasi agar peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Setelah peserta memperoleh pemahaman dasar, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk menggali berbagai kendala dan potensi yang dimiliki oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usaha mereka. Melalui diskusi ini, peserta dapat saling bertukar pengalaman dan memperoleh ide baru terkait strategi promosi digital yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Tahap berikutnya adalah pelatihan praktis yang berfokus pada peningkatan keterampilan teknis peserta dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi. Pada tahap ini, pelaku UMKM diajarkan cara membuat akun media sosial bisnis, mengelola tampilan profil usaha, serta
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 32-36 Ridho Laksamana Fajri, et., al/ Peningkatan Kapasitas UMKM memproduksi konten promosi yang menarik dalam bentuk foto maupun video pendek. Peserta juga dilatih memilih musik, narasi, dan penggunaan tagar populer agar konten mereka lebih mudah menjangkau audiens yang luas. Kegiatan ini dilakukan secara langsung dan aplikatif dengan melibatkan perangkat digital milik peserta. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif untuk memastikan pelaku UMKM mampu mengelola akun media sosial dan memproduksi konten promosi secara mandiri. Pendampingan ini juga mencakup proses evaluasi, pemberian umpan balik, serta pendampingan lanjutan terhadap efektivitas strategi promosi digital yang diterapkan. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini bersifat berkelanjutan dan kolaboratif, dengan menekankan pentingnya penerapan langsung ilmu yang diperoleh selama pelatihan. Melalui kombinasi teori, praktik, dan pendampingan lapangan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan hasil nyata berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri di Desa Partoruan Lumban Lobu berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk. Kegiatan yang dilaksanakan selama 13 hari ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai teori digital marketing, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan praktis dalam pembuatan konten digital, pengelolaan akun bisnis, dan penerapan strategi promosi yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Pada tahap pelatihan, para pelaku UMKM dilatih untuk membuat akun media sosial bisnis, khususnya pada platform TikTok yang dinilai memiliki jangkauan luas dan potensi besar dalam menarik konsumen. Peserta diajarkan untuk membuat konten promosi yang kreatif dan informatif, seperti video pendek berdurasi 15 hingga 30 detik dengan menampilkan proses produksi, kemasan produk, serta testimoni pelanggan. Mereka juga diberikan pemahaman tentang pentingnya pemilihan audio populer, penggunaan tagar relevan, serta visualisasi yang menarik untuk meningkatkan kemungkinan konten mereka masuk ke halaman “For You Page” (FYP). Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM mampu membuat dan mengelola konten promosi secara mandiri dengan kualitas yang cukup baik. Kegiatan pendampingan selanjutnya difokuskan pada optimalisasi konten dan strategi pemasaran digital yang telah dibuat. Dalam proses ini, mahasiswa memberikan arahan terkait peningkatan kualitas video, konsistensi unggahan, serta evaluasi interaksi pengguna di media sosial. Pendampingan dilakukan secara tatap muka dan bersifat aplikatif, di mana peserta dapat langsung mempraktikkan arahan yang diberikan menggunakan perangkat digital mereka. Hasilnya, pelaku UMKM mulai memahami pentingnya konsistensi unggahan dan penggunaan data analitik dari media sosial untuk mengetahui tren perilaku konsumen dan menyesuaikan strategi pemasaran. Selain peningkatan kapasitas digital, kegiatan KKN ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat menciptakan suasana kolaboratif yang memperkuat semangat gotong royong serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pelaku UMKM merasa lebih percaya diri dalam mempromosikan produknya secara online, dan sebagian bahkan mulai menerima pesanan dari luar wilayah desa berkat eksposur media sosial. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang memadukan teori, praktik, dan pendampingan lapangan mampu menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan. Pelatihan digital marketing terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM di era digital, sekaligus memperkuat posisi desa sebagai komunitas yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kegiatan KKN tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 32-36 Socius E-ISSN: 3025-6704 Secara keseluruhan, hasil kegiatan KKN Mandiri di Desa Partoruan Lumban Lobu menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat mampu mendorong transformasi digital di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis dan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar digital. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah lain guna mempercepat penguatan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. SIMPULAN Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dengan tema Peningkatan Kapasitas UMKM Desa Partoruan Lumban Lobu melalui Promosi Digital telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang sangat positif. Program ini mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi produk. Melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif, pelaku UMKM tidak hanya memahami konsep dasar digital marketing, tetapi juga mampu membuat dan mengelola konten promosi secara mandiri menggunakan media sosial seperti TikTok. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan aplikatif sangat efektif dalam mendorong adaptasi teknologi bagi masyarakat desa di era digital. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, disarankan agar pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur. Pemerintah desa serta pihak perguruan tinggi dapat bekerja sama untuk menyediakan akses pelatihan digital marketing secara berkala, sekaligus membantu penyediaan fasilitas penunjang seperti jaringan internet dan perangkat digital yang memadai. REFERENSI Aisyah, R., et., al. (2023). Program Kerja Unggulan Pengembangan UMKM Usaha Kuliner dan Fashion di Desa Wanaraja. Jurnal PkM MIFTEK, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.33364/miftek/v.4-1.1319 Bamban, K. S., & Mesjid, R. (n.d.). Peran BKM Dalam Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Pada Remaja Generasi Z Dusun 1 Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. 3(36), 109–118. Fadhilah, M. F., Sabilla, S., Syafira, S., Nasution, H. M., & Albina, M. (2024). Serumpun dalam Satu Akidah : Pelaksanaan Tabligh Akbar di Desa Barung-Barung, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kab. Batu bara. Abdimas Indonesian Journal, 4, 619–626. https://doi.org/10.59525/aij.v4i2.497 Febriyantoro, M. T., & Arisandi, D. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Pada Era Masyarakat Ekonomi Asean. JMD: Jurnal Riset Manajemen & Bisnis Dewantara, 1(2), 61–76. Laia, B. (2022). Sosialisasi Dampak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Di Desa (Studi: Desa Sirofi). Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 74–84. https://doi.org/10.57094/haga.v1i2.325 Nasution, I., Ridwan, M., & Nurahman, D. (2022). Peran Badan Kemakmuran Masjid Di Kecamatan Sei Balai Dalam Membina Khatib Jumat Pada Remaja Dikecamatan Sei Balai Kabupaten Batubara. Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat, 2(November), 21–30. https://doi.org/10.51178/jpspr.v2i4.971 Putri, M. A., Salsabilla, S., Yusuf, S., & Susilo, B. E. (2024). Studi Literatur: Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa di Sekolah Menengah Pertama. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 7, 349. https://proceeding.unnes.ac.id/prisma Sulandari. (2020). Analisis Terhadap Metode Pembelajaran Klasikal Dan Metode Pembelajaran ELearning Di Lingkungan Badiklat Kemhan. Jurnal Pendidikan Indonesia, 1(2), 121–132.
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3, No. 4 Tahun 2025, P. 32-36 Ridho Laksamana Fajri, et., al/ Peningkatan Kapasitas UMKM unnes. (2012). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Ecological Economics, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004 Wirabumi, R. (2020). Metode Pembelajaran Ceramah. Annual Conference on Islamic Education and Thought, I(I), 105–113.