Penerapan Media Gambar Seri Dengan Teks Pendamping Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN Sonit
Full text
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Volume 3, Nomor 10, November 2025, P. 53-59 E-ISSN: 2986-6340 Licenced by CC BY-SA 4.0 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17572456 Penerapan Media Gambar Seri dengan Teks Pendamping Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN Sonit Enhancing Second Graders’ Early Reading Ability through the Use of Picture Series with Supporting Texts at SDN Sonit Suparta Abuhu1, Ayubi Cakradiwati2 1,2 Program Studi PGSD, Universitas Terbuka Email Korespondensi: suparta.abu[email protected].id Abstrak Penelitian tindakan kelas satu siklus (dua pertemuan) ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN Sonit melalui penerapan media gambar seri dengan teks pendamping. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 21 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes akurasi membaca, kecepatan membaca (kata per menit), pemahaman literal, serta daftar cek kesalahan membaca (substitusi, emisi, dan inversi). Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor total dari 58,6 pada pra-tindakan menjadi 73,2 pada pertemuan pertama dan 81,9 pada pertemuan kedua. Kecepatan membaca meningkat dari 37 menjadi 60 kata per menit. Media gambar seri dengan teks pendamping membantu siswa memahami urutan cerita dan menghubungkan bunyi dengan makna, sehingga kelancaran membaca meningkat tanpa menurunkan akurasi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi visual dan teks relevan dapat menjadi alternatif strategi efektif dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas rendah sekolah dasar. Kata kunci: Gambar seri, teks pendamping, membaca permulaan, kelancaran membaca. Abstract This one-cycle classroom action research (two meetings) aimed to improve the early reading skills of secondgrade students at SDN Sonit through the implementation of picture series media with accompanying texts. The learning activities were carried out in four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 21 students. The instruments used included tests of reading accuracy, reading speed (words per minute), literal comprehension, and a checklist of reading errors (substitution, omission, and inversion). The results showed an increase in the total score from 58.6 in the pre-action stage to 73.2 in the first meeting and 81.9 in the second meeting. Reading speed improved from 37 to 60 words per minute. The use of picture series with accompanying texts helped students understand story sequences and connect sounds with meaning, thereby improving reading fluency without reducing accuracy. These findings suggest that integrating relevant visual and textual elements can serve as an effective alternative strategy for teaching early reading in lower elementary grades. Keywords: picture series, accompanying text, early reading, reading fluency Article Info Received date: 25 Oktober 2025 Revised date: 29 Oktober 2025 Accepted date: 10 November 2025 PENDAHULUAN Kemampuan membaca merupakan fondasi utama bagi penguasaan pengetahuan dan perkembangan literasi siswa sekolah dasar[1], [2], [3], [4], [5]. Pada tahap awal sekolah dasar (kelas I dan II), membaca berfungsi sebagai jembatan antara proses belajar mengenal simbol bahasa menuju keterampilan memahami makna bacaan secara mandiri. Oleh karena itu, pembelajaran membaca permulaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan mengenali huruf dan suku kata, tetapi juga menumbuhkan kelancaran, pemahaman, dan motivasi membaca[6]. Hasil asesmen nasional dan berbagai studi literasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam aspek membaca dasar, terutama pada pengenalan pola bunyi–huruf (fonik), kecepatan membaca, dan pemahaman literal[6], [7], [8].
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 Rendahnya kemampuan membaca permulaan berdampak pada lambatnya perkembangan kemampuan literasi lanjutan seperti membaca pemahaman dan menulis (Kemendikbudristek, 2023). Hal ini menegaskan pentingnya intervensi pada tahap awal untuk menumbuhkan kelancaran membaca secara sistematis dan bermakna. Pembelajaran membaca permulaan idealnya mengintegrasikan pendekatan fonik eksplisit dan pendekatan bermakna (meaning-focused reading). Castles, Rastle, dan Nation (2018) menegaskan bahwa fonik eksplisit membantu siswa menghubungkan huruf dengan bunyi (grapheme–phoneme correspondence), sedangkan pembacaan bermakna memperkuat proses sintaktik dan semantik. Keseimbangan kedua pendekatan ini membentuk kelancaran membaca (reading fluency), yaitu perpaduan antara kecepatan, akurasi, dan prosodi [9], [10], [11]. Siswa yang hanya berlatih membaca cepat tanpa pemahaman cenderung kehilangan makna, sedangkan siswa yang terlalu fokus pada akurasi sering mengalami hambatan kelancaran. Oleh karena itu, latihan membaca berulang (repeated reading) dengan panduan guru menjadi strategi yang disarankan dalam membangun otomatisasi membaca. Dalam konteks teori pembelajaran modern, dual coding theory dan multimedia learning dari Mayer (2021) menjelaskan bahwa integrasi antara teks dan visual relevan dapat meningkatkan pemrosesan kognitif, karena siswa memperoleh representasi ganda—verbal dan nonverbal—yang saling memperkuat makna. Ketika siswa pemula membaca teks dengan dukungan gambar seri, visual tersebut berperan sebagai konteks konkret yang membantu menghubungkan kata-kata dalam teks dengan urutan kejadian nyata. Gambar seri juga mendukung chunking atau pengelompokan frasa dalam memori kerja, sehingga siswa dapat membaca dengan alur yang lebih lancar dan ekspresif. Dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar, banyak guru masih menghadapi tantangan dalam menumbuhkan kelancaran membaca tanpa membuat siswa merasa tertekan. Buku bacaan yang monoton, minimnya media visual yang kontekstual, serta kurangnya latihan membaca terpandu sering menyebabkan siswa kehilangan motivasi. Berdasarkan hasil observasi awal di SDN Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, ditemukan bahwa sebagian besar siswa kelas II masih membaca dengan kecepatan rendah (sekitar 35–40 kata per menit), sering melakukan kesalahan fonik, dan belum mampu memahami urutan cerita sederhana. Hal ini menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan menstimulasi keterlibatan aktif siswa. Salah satu alternatif solusi adalah penggunaan media gambar seri dengan teks pendamping. Media ini menggabungkan kekuatan visual dan linguistik dalam konteks naratif yang utuh [12], [13], [14], [15]. Melalui urutan gambar yang saling berhubungan, siswa dapat menebak makna dan memahami isi bacaan sebelum membaca teks. Ketika teks singkat pendamping diberikan, siswa memiliki panduan visual untuk memaknai setiap kalimat secara lebih konkret. Dengan bimbingan guru, mereka dapat berlatih membaca kalimat pendek secara berulang (guided repeated reading), memperbaiki kesalahan fonik, dan meningkatkan prosodi. Strategi ini tidak hanya memperkuat hubungan fonik dan makna, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam membaca nyaring. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN Sonit melalui penerapan media gambar seri dengan teks pendamping. Penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) satu siklus dengan dua pertemuan, yang berfokus pada peningkatan indikator akurasi, kecepatan membaca (kata per menit), dan pemahaman literal. Melalui penerapan media yang menarik, diharapkan terjadi peningkatan kelancaran membaca secara menyeluruh serta tumbuhnya minat baca siswa sejak dini. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan memperbaiki proses dan hasil pembelajaran membaca permulaan di kelas II SDN Sonit. Model
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 penelitian mengacu pada empat tahapan yang dikemukakan oleh Mertler (2019) dan Mills (2018), yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri atas dua pertemuan dengan fokus utama meningkatkan akurasi, kecepatan membaca, dan pemahaman literal melalui penerapan media gambar seri dengan teks pendamping. Desain satu siklus dipilih karena penelitian ini berfungsi sebagai implementasi awal untuk menguji efektivitas media sebelum dilanjutkan ke siklus berikutnya. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif antara guru kelas dan peneliti agar hasil tindakan dapat diamati dan dievaluasi secara reflektif. Penelitian dilaksanakan di SDN Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas II yang terdiri atas 10 siswa lakilaki dan 11 siswa perempuan dengan rentang usia 7–8 tahun. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar siswa masih berada pada tahap membaca permulaan dengan kemampuan dekoding yang belum otomatis, kecepatan rata-rata 35–40 kata per menit, dan pemahaman literal yang rendah. Kondisi geografis sekolah yang berada di daerah pesisir dan keterbatasan bahan bacaan kontekstual menjadi alasan pemilihan media gambar seri sebagai alternatif pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan pengalaman sehari-hari siswa. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan, yaitu penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berbasis gambar seri yang terdiri atas empat urutan peristiwa yang saling berhubungan [16], [17]. Setiap urutan gambar dilengkapi dengan teks pendamping singkat berisi empat sampai enam kalimat yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan membaca siswa. Selain itu disiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlibatan siswa, daftar cek kesalahan membaca, serta tes membaca permulaan yang mencakup akurasi, kecepatan, dan pemahaman literal. Media gambar disajikan dalam bentuk cetak warna ukuran A4 agar mudah dilihat oleh seluruh siswa. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua pertemuan. Pada pertemuan pertama, guru menampilkan dua gambar pertama untuk mengaktifkan pengetahuan awal dan kosakata siswa [18], [19], [20]. Guru memberikan latihan fonik eksplisit pada kata-kata yang muncul dalam gambar, kemudian melaksanakan kegiatan membaca terpandu kalimat pendek berdasarkan teks pendamping. Siswa berlatih menyusun kalimat sesuai gambar dan membaca secara berulang dengan waktu terbatas. Pada pertemuan kedua, guru menampilkan seluruh urutan gambar untuk mengkonstruksi kembali alur cerita, kemudian siswa membaca teks pendamping secara utuh dengan bimbingan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab pemahaman literal serta latihan membaca nyaring dengan memperhatikan prosodi dan ekspresi. Selama pelaksanaan, guru mitra melakukan pengamatan terhadap keterlibatan siswa, jenis kesalahan membaca, serta respon siswa terhadap media yang digunakan. Tes membaca dilakukan pada tiga tahap, yaitu pra-tindakan, pertemuan pertama, dan pertemuan kedua, untuk mengukur akurasi, kecepatan membaca, dan pemahaman literal. Tahap refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan tes untuk menilai efektivitas penerapan media gambar seri dengan teks pendamping. Guru dan peneliti bersama-sama mendiskusikan hasil yang diperoleh, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan rekomendasi untuk perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes membaca permulaan untuk mengukur akurasi, kecepatan, dan pemahaman literal; daftar cek kesalahan membaca berdasarkan kategori miscue analysis yang meliputi substitusi, emisi, dan inversi; lembar observasi aktivitas siswa yang digunakan untuk mencatat keterlibatan dan sikap selama pembelajaran; serta catatan lapangan yang berisi refleksi guru terhadap proses pembelajaran dan kemajuan siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-komparatif dengan cara membandingkan hasil pra-tindakan, pertemuan pertama, dan pertemuan kedua. Analisis difokuskan pada perubahan skor ratarata, kecepatan membaca dalam satuan kata per menit, serta penurunan jumlah kesalahan membaca.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 Data kualitatif dari observasi dan catatan lapangan dianalisis secara naratif untuk mendukung interpretasi data kuantitatif. Kriteria keberhasilan tindakan ditandai dengan adanya peningkatan skor total membaca minimal 15 poin dari pra-tindakan ke akhir siklus, peningkatan kecepatan membaca minimal 20 kata per menit, serta penurunan frekuensi kesalahan fonik minimal 25 persen. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri atas dua pertemuan dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN Sonit melalui penerapan media gambar seri dengan teks pendamping. Media ini digunakan untuk mengembangkan keterampilan membaca yang mencakup akurasi pengenalan kata, kelancaran membaca (kecepatan dan prosodi), serta pemahaman literal terhadap teks [18], [19], [20], [21], [22]. Data penelitian diperoleh melalui tes membaca permulaan, observasi aktivitas siswa, serta daftar cek kesalahan membaca yang mencakup substitusi (penggantian huruf atau suku kata), omisi (penghilangan), dan inversi (pembalikan urutan huruf/suku kata). Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan hasil pra-tindakan, pertemuan pertama, dan pertemuan kedua. 1. Hasil Penelitian Secara kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator kemampuan membaca permulaan. Tabel 1. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN Sonit Tahap Penilaian Rata-rata Skor Total (0–100) Kecepatan Membaca (kata per menit) Persentase Peningkatan (%) Pra-Tindakan 58,6 37 - Pertemuan 1 73,2 49 +24,9% Pertemuan 2 81,9 60 +39,8% Tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa meningkat secara bertahap dan konsisten. Skor total meningkat dari 58,6 menjadi 81,9, sedangkan kecepatan membaca bertambah dari 37 menjadi 60 kata per menit. Peningkatan ini mencerminkan perkembangan pada aspek kelancaran, kecepatan pengenalan kata, dan keterpaduan makna saat membaca. Hasil observasi mendukung data kuantitatif tersebut. Sebelum tindakan, banyak siswa membaca dengan lambat, sering terhenti, serta melakukan kesalahan fonologis seperti mengganti konsonan mirip (/b/–/p/, /d/–/t/) dan menghilangkan suku kata akhir. Setelah penerapan media gambar seri dengan teks pendamping, kesalahan tersebut menurun drastis. Siswa mulai membaca secara lebih lancar, mampu mempertahankan intonasi yang tepat, dan memahami isi cerita sederhana. Selain peningkatan kemampuan teknis, penelitian ini juga mencatat perubahan afektif: siswa menunjukkan antusiasme tinggi, berani membaca di depan kelas, dan menikmati kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan. Hal ini memperkuat argumen bahwa media yang kontekstual dan menarik dapat meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri dalam belajar membaca. 2. Pembahasan a. Peningkatan Akurasi dan Kelancaran Membaca Peningkatan akurasi dan kelancaran membaca siswa dipengaruhi oleh penerapan pembelajaran fonik eksplisit yang dipadukan dengan pemahaman berbasis konteks visual. Pada tahap awal, guru melatih siswa melalui pola CV (konsonan–vokal) dan CVC (konsonan–vokal–konsonan) yang terdapat dalam teks pendamping. Pendekatan ini selaras dengan pandangan Moats (2020) bahwa pembelajaran membaca awal harus dimulai dari hubungan sistematis antara bunyi dan simbol huruf agar siswa dapat mendekode kata dengan benar.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 Namun, keberhasilan dalam membaca tidak hanya ditentukan oleh penguasaan fonik semata. Siswa juga harus mampu menghubungkan bunyi dengan makna yang kontekstual. Di sinilah gambar seri berperan penting: gambar membantu mengaktifkan schema (pengetahuan awal) siswa, sehingga kata-kata yang mereka baca memiliki makna konkret. Proses ini mencerminkan konsep “orthographic mapping” (Castles, Rastle, & Nation, 2018), di mana pembaca pemula mulai mengenali pola huruf dan menghubungkannya secara otomatis dengan makna. Peningkatan kecepatan membaca dari 37 menjadi 60 kata per menit menandakan terjadinya automatisasi dekoding, yaitu tahap ketika siswa tidak lagi mengeja setiap huruf, melainkan membaca secara langsung dengan pengenalan cepat. Menurut Rasinski (2021), hal ini merupakan indikator utama dari reading fluency. Praktik guided repeated reading yang digunakan guru dalam dua pertemuan terbukti efektif memperkuat kelancaran tanpa mengorbankan akurasi. b. Peran Media Gambar Seri dan Teks Pendamping dalam Pemahaman Peran media gambar seri tidak hanya sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai jembatan konseptual antara bentuk bahasa dan makna. Dalam teori Multimedia Learning yang dikemukakan oleh Mayer (2021), pembelajaran efektif terjadi ketika informasi disajikan melalui dua saluran kognitif: verbal (teks) dan visual (gambar). Dalam konteks ini, gambar seri menyediakan urutan kejadian yang konkret, sedangkan teks pendamping membantu siswa mengaitkan kata dengan makna visual yang relevan. Proses ini mendukung dual coding theory (Paivio) yang menegaskan bahwa informasi yang diproses melalui saluran visual dan verbal secara bersamaan akan lebih mudah dipahami dan diingat. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam retensi dan minat baca. Gambar yang menggambarkan kegiatan sehari-hari (misalnya bermain, membantu orang tua, atau pergi ke sekolah) memicu koneksi emosional dan membuat siswa merasa terlibat secara personal. Hal ini sesuai dengan teori engaged reading (Guthrie & Wigfield, 2022), bahwa motivasi intrinsik dan rasa keterlibatan merupakan kunci keberhasilan dalam literasi awal. c. Pembentukan Pemahaman Literal dan Prosodi Selain peningkatan pada aspek teknis membaca, penelitian ini juga menunjukkan kemajuan dalam pemahaman literal. Siswa mampu menjawab pertanyaan faktual dari teks, seperti siapa tokohnya, apa yang dilakukan, dan di mana peristiwa terjadi. Hal ini disebabkan oleh kesesuaian antara urutan gambar dan kalimat pendamping yang memungkinkan siswa mengonstruksi makna cerita secara runtut. Latihan membaca berulang dengan pendampingan guru juga berdampak positif terhadap prosodi— yakni irama dan intonasi dalam membaca. Awalnya, siswa membaca dengan suara datar dan terputusputus, tetapi setelah dua pertemuan mereka mulai membaca dengan intonasi dan jeda yang sesuai. Seperti dijelaskan oleh Hudson et al. (2020), prosodi yang baik menandakan bahwa pembaca memahami makna teks, bukan hanya membunyikan kata-kata. Dengan demikian, peningkatan prosodi dan pemahaman literal memperlihatkan bahwa siswa tidak hanya belajar how to read (cara membaca), tetapi juga read for meaning (membaca untuk memahami). d. Implikasi Pedagogis Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi praktis bagi guru sekolah dasar: 1. Integrasi fonik dan konteks visual perlu menjadi bagian utama dalam pembelajaran membaca permulaan agar siswa mampu memahami hubungan antara bunyi, huruf, dan makna secara utuh. 2. Latihan membaca berulang yang bermakna hendaknya dilakukan dengan bimbingan dan umpan balik langsung dari guru untuk menumbuhkan kelancaran dan akurasi. 3. Pemilihan media gambar sebaiknya didasarkan pada konteks budaya dan pengalaman nyata siswa agar lebih relevan dan menarik.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 4. Pemantauan jenis kesalahan membaca penting dilakukan secara sistematis agar guru dapat merancang intervensi remedial yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa. e. Keterbatasan dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan Penelitian ini dilaksanakan hanya dalam satu siklus (dua pertemuan) sehingga peningkatan yang diperoleh masih bersifat jangka pendek. Evaluasi juga terbatas pada pemahaman literal, belum mencakup aspek inferensial dan kritis. Penelitian lanjutan disarankan untuk: a) Melaksanakan tindakan dalam dua atau lebih siklus agar dapat mengamati keberlanjutan hasil, b) Mengintegrasikan media gambar seri ke dalam teks naratif atau ekspositori yang lebih kompleks, dan c) Mengkaji dampak media ini terhadap aspek vocabulary growth serta reading comprehension tingkat lanjut. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua pertemuan di kelas II SDN Sonit, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri dengan teks pendamping secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Peningkatan terjadi pada aspek akurasi membaca, kecepatan membaca, dan pemahaman literal. Rata-rata total kemampuan membaca meningkat dari 58,6 pada pra-tindakan menjadi 73,2 pada pertemuan pertama dan 81,9 pada pertemuan kedua, dengan peningkatan keseluruhan sebesar 39,8%. Media gambar seri membantu siswa memahami urutan cerita, mengaitkan gambar dengan teks, serta menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri saat membaca. Aktivitas membaca menjadi lebih bermakna karena siswa dapat menebak isi teks melalui konteks visual. Dengan demikian, pembelajaran membaca permulaan tidak lagi hanya berfokus pada pengenalan huruf dan bunyi, tetapi juga membangun pemahaman dan minat baca. Secara teoretis, temuan ini mendukung teori Dual Coding dan Whole Language yang menekankan pentingnya keterpaduan antara unsur visual dan verbal dalam proses belajar membaca. Penggunaan media yang menarik dan kontekstual dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca secara alami, efektif, dan menyenangkan. REFERENSI K. Membaca and D. I. Sekolah, “MENJAWAB TANTANGAN LITERASI: UPAYA PENGUATAN MEMBACA DI SEKOLAH DASAR,” vol. 3, 2025. D. A. Saputri and W. Sukartiningsih, “Analisis keterampilan membaca pemahaman siswa kelas iii sekolah dasar dalam konteks implementasi program literasi sekolah,” pp. 29–39. S. R. Rizki Ananda1, Syafputri2, Putri Rudini Aprilia3, Agnita Maiyolanda4, “LITERASI PENDIDIKAN DASAR (SEKOLAH DASAR) DAN PERMASALAHANNYA,” vol. 10, 2025. W. R. Ardana, “BAGI SISWA SEKOLAH DASAR THE IMPORTANCE OF HAVING READING SKILLS FOR ELEMENTARY,” pp. 8830–8837, 2025. N. Ahyadi, S. Tinggi, A. Islam, and N. Majene, “Strategi Pembelajaran Yang Efektif Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa SD / MI Effective Learning Strategies to Enhance Reading Comprehension in Elementary Students,” vol. 1, no. 1, pp. 50–62, 2024. F. B. Sugiharto, C. Chotimah, D. Dominika, U. Tribhuwana, T. Malang, and J. Telaga, “Penggunaan Metode Suku Kata Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Membaca Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 SDN Tlogomas 2 Kota Malang,” vol. 9, pp. 125–142, 2024. A. N. Wulandari, F. Nabila, N. D. Situmorang, N. M. Harahap, R. N. Purba, and S. Annisa, “ANALYSIS OF READING DIFFICULTIES IN ELEMENTARY SCHOOL,” pp. 4529–4534, 2025.
2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 10 Penerapan Media Gambar Seri (Suparta Abuhu dkk.) | 53-59 P. S. Insyirah Meizaluna Ageng Pritami1 , Fahrurrozi2 , Uswatun Hasanah3, “ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR,” vol. 10, 2024. M. Riwanda and S. S. Syam, “Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Lancar Level 3 di Kelas Rendah,” vol. 3, no. 1983, 2025. I. I. Rambe, I. Kharisma, F. I. Pendidikan, P. Guru, S. Dasar, and U. N. Padang, “Analisis Kemampuan Membaca Lancar Siswa Kelas 1 di Sekolah Dasar,” vol. 3, 2025. P. Siswa, D. Permasalahan, K. Membaca, O. Reading, and F. Problem, “Peningkatan Kelancaran Membaca Nyaring: Studi Kasus Pada Siswa Dengan Permasalahan Kelancaran Membaca,” vol. 06, no. April, pp. 84–97, 2023. A. C. Dewi, P. Studi, P. Bahasa, and U. N. Makassar, “Peran Media Visual Dalam Mengembangkan Keterampilan Menulis Teks Narasi Dan Deskripsi Di Sekolah,” vol. 1, no. 3, pp. 1–12, 2025. E. Sucanto, “Peningkatan Kemampuan Menulis Narasi Dengan Menggunakan Media Gambar Berseri,” vol. 4, pp. 1–12, 2022. A. C. Dewi, “MAHASISWA DAN AKADEMISI Volume 1 Nomor 3 Keterampilan Menulis Teks sebagai Dampak Implementasi Media Visual dalam Proses Pembelajaran,” vol. 1, pp. 1–7. A. C. Dewi, “MAHASISWA DAN AKADEMISI Volume 1 Nomor 3 Transformasi Pembelajaran Menulis Teks melalui Media Visual Interaktif,” vol. 1, pp. 1–7. F. Ulum, “Penggunaan Media Gambar Seri Dalam Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab Siswa Madrasah Tsanawiyah Kelas Tujuh Di Kabupaten Pinrang,” vol. 1, no. 1, pp. 187–195, 2021. R. R. Aliyyah, F. Rahmatillah, and R. A. Gani, “Penggunaan Media Gambar Seri Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Dongeng,” vol. 10, no. 2, pp. 97–106, 2024. Y. Novianti, “MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARTU GAMBAR PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 MUARA BUNGO,” vol. 5, no. 1, pp. 551–556, 2020. K. Islam, “PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA ARAB ( MUFRADAT ) MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR ( Penelitian Tindakan Pada Siswa kelas I MI Nurul HakimKediri Lombok Barat Tahun 2015 ) PAUD PPs Universitas Negeri Jakarta Hadits , Aqidah Akhlak dan Sejarah terdapat standar kompetensi agar siswa,” pp. 107–126, 2015. Putera, R. F., Marlina, S., Ladiva, H. B., Mahfudzah, A., & Qalbi, Z. (2024, October). Development of smart apps creator learning media for civics learning in elementary schools. In AIP Conference Proceedings (Vol. 3220, No. 1, p. 020028). AIP Publishing LLC. S. N. Nazira Aprilia Asty1, Sawaluddin2, Dika Sabilla3, “ANALISIS PENERAPAN METODE BERBASIS TUGAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI BERBAHASA ASING DI SEKOLAH MENENGAH: PERSPEKTIF LINGUISTIK TERAPAN,” vol. 4, no. 2, pp. 2893– 2911, 2025. A. U. Fahmiyah, D. Kuswandi, and S. Wahyuni, “Penggunaan Media Belajar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan,” vol. 14, no. 2, pp. 308–326, 2025, doi: 10.26877/paudia.v14i2.1568.