scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Internet dan Website

Dila Nur Afnie Rihadi Putri, Muhammad Syahrul, Muhammad Fahrurrozih, Muhammad Yaumi

Full text

2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 5, November 2025, P. 1-11 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17668336 Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Internet dan Website Development of Islamic Religious Education (PAI) Learning Based on the Internet and Websites Dila Nur Afnie Rihadi Putri1, Muhammad Syahrul2, Muhammad Fahrurrozih3 Muhammad Yaumi4 1,2,3,4 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa Email: dilanurafnie15[email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengembangan pembelajaran PAI berbasis internet dan website, yang mencakup definisi, pengembangan dan implikasi penggunaan internet dan website terhadap pengembangan pembelajaran PAI. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, yakni menghimpun data melalui berbagai literatur, berupa buku, jurnal ilmiah, prosiding, maupun sumber digital. Hasil yang diperoleh bahwa internet merupakan jaringan global yang memungkinkan akses cepat terhadap berbagai informasi, termasuk dalam bidang pendidikan. Dalam pembelajaran PAI, internet memfasilitasi peserta didik untuk memperluas wawasan keislaman melalui sumber digital seperti e-book, video, ceramah daring, dan forum diskusi. Website, sebagai kumpulan halaman digital interaktif, berperan sebagai media pembelajaran yang menarik dan mudah diakses. Pengembangan pembelajaran PAI berbasis internet dan website mencakup strategi seperti pengembangan kurikulum, peningkatan sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, serta evaluasi sistematis. Implikasinya, meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pembelajaran, maupun dalam membentuk komunitas pembelajar. Namun, tantangan seperti informasi tidak valid, kecanduan teknologi, dan keterbatasan kompetensi digital juga perlu diantisipasi. Kata kunci: Pembelajaran PAI, internet dan website, pembelajaran digital Abstract This study aims to explain the development of Islamic Religious Education (PAI) learning based on internet and website, including its definition, developments, and implications. The research method used is a literature review by collecting data from books, scientific journals, proceedings, and digital sources. The internet, as a global network, provides fast access to various types of information, including educational content. In PAI learning, it helps students expand their Islamic knowledge through digital sources such as e-books, videos, online lectures, and discussion forums. Websites, as interactive digital pages, serve as engaging and easily accessible learning media. The development of PAI learning through internet and websites involves strategies such as curriculum development, improving human resources, providing adequate infrastructure, and conducting systematic evaluations. The implications this enhances learning accessibility and effectiveness while fostering the growth of learning communities. However, challenges such as misinformation, technology addiction, and limited digital skills must also be addressed. Keywords: Islamic Religious Education (PAI) learning, internet and website, digital learning Article Info Received date: 12 November 2025 Revised date: 15 November 2025 Accepted date: 20 November 2025 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu transformasi yang paling mencolok adalah pergeseran dari pembelajaran konvensional ke arah pembelajaran berbasis digital. Dalam konteks ini, pemanfaatan internet dan website menjadi salah satu solusi strategis dalam menjawab tantangan pendidikan abad 21, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) (Daryanto dan Karim, 2017). PAI sebagai bagian penting dari kurikulum nasional perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 PAI sebagai bagian penting dari kurikulum nasional perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital (Yaumi, 2018). Hal ini juga membuka peluang bagi guru untuk mengintegrasikan berbagai sumber belajar seperti video, audio, animasi, dan kuis online dalam satu platform yang mudah diakses. Selain sebagai sarana penyampaian materi, penggunaan website dalam pembelajaran PAI juga berfungsi sebagai media komunikasi dan kolaborasi antara guru dan peserta didik. Melalui fitur-fitur seperti forum diskusi, komentar, dan pengumpulan tugas digital, tercipta interaksi yang mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif dan konstruktif (Sugiyanto, 2020). Di sisi lain, guru juga memiliki kendali dalam memantau perkembangan belajar peserta didik melalui sistem manajemen pembelajaran atau yang dikenal learning management system (LMS) yang terintegrasi dalam website. Namun, implementasi pembelajaran PAI berbasis internet dan website tidak lepas dari tantangan. Di antaranya adalah kesiapan guru dalam mengelola teknologi, ketersediaan infrastruktur, dan literasi digital peserta didik (Haryanto, 2021). Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model dan strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek pedagogis, nilai-nilai Islam, serta konteks sosial peserta didik. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam inovasi pembelajaran PAI yang lebih relevan, efektif, dan bermakna di era digital. Dengan demikian, melihat dari penjelasan di atas maka artikel ini bertujuan untuk mengetahui definisi dari pengembangan pembelajaran PAI berbasis internet dan website, strategi pengembangannya dan implikasinya baik yang sifatnya positif maupun negatif terhadap pengembangan pembelajaran PAI. METODE Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi pustaka, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menghimpun data atau informasi melalui berbagai literatur yang relevan, baik berupa buku, jurnal ilmiah, prosiding, maupun sumber digital lainnya (Zed, 2008). Pendekatan ini dipilih karena fokus penelitian adalah pada telaah konseptual dan teoritis mengenai pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis internet dan website. Tabel 1. Metode Pengumpulan Data No. Aspek Penjelasan 1 Jenis Penelitian Penelitian library research (studi pustaka) 2 Sumber Data - Buku - Jurnal ilmiah - Prosiding - Penelitian terdahulu - Ebook dan publikasi online - Dokumen digital dari internet 3 Alasan Penggunaan Metode Penelitian ini berfokus pada kajian konseptual dan teoretis, olehnya itu tidak memerlukan pengumpulan data lapangan dan hanya melakukan analisis terkait referensi yang relevan. 4 Langkah-langkah Penelitian 1. Identifikasi topik dan rumusan masalah 2. Penelusuran sumber literatur yang relevan 3. Pengumpulan data 4. Analisis isi sumber data 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 5. Menyaring ide pokok dan sintesis informasi 6. Penarikan kesimpulan berdasarkan hasil kajian referensi 5 Harapan Hasil Penelitian Memberikan kontribusi teoretis yang kuat dan menjadi dasar yang kokoh untuk penelitian lanjutan di bidang yang terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Pembelajaran Berbasis Internet dan Website Pada bagian ini, penulis akan menguraikan berbagai pendapat para ahli terkait definisi internet dan website di bawah ini antara lain sebagai berikut: 1. Pengertian Internet Internet merupakan sebuah layanan jaringan komputer yang memiliki cakupan global dan bergantung pada perangkat jaringan untuk dapat terhubung. Secara umum, internet adalah sistem jaringan yang mampu mengakses dan membagikan miliaran informasi di seluruh dunia, serta memiliki beragam manfaat, khususnya dalam bidang pendidikan. Selain berfungsi untuk memperluas pengetahuan, internet juga menyediakan berbagai bentuk hiburan, seperti mendengarkan musik secara daring, menonton video, berkomunikasi melalui pesan instan, hingga bermain gim secara online. (Ulyn Ni'mah dkk, 2019). Terdapat beragam definisi tentang internet yang dikemukakan oleh para ahli. Namun secara prinsip, seluruh definisi tersebut memiliki makna yang serupa. Perbedaan yang muncul umumnya hanya terletak pada luasnya cakupan atau sudut pandang dalam menjelaskan pengertian tersebut. Beberapa di antaranya dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Randy dan Elliot (1996), menyatakan internet sering digambarkan sebagai "jalur bebas informasi berkecepatan tinggi" atau "superhighway informasi" b. Mac Bride (2003), internet adalah “Internet merupakan jaringan komputer berskala global yang bersifat terbuka dan mampu menghubungkan ribuan jaringan lainnya, baik melalui sambungan telepon publik maupun jalur khusus milik instansi pemerintah dan sektor swasta”. Bride (2003) juga menjelaskan bahwa internet adalah hasil integrasi dari berbagai jaringan komputer di seluruh dunia, yang mencakup kerja sama antara perusahaan komersial, institusi pendidikan, serta berbagai organisasi lainnya. c. Sedangkan menurut pandangan Husein (2002), internet merupakan sebuah jaringan global yang menghubungkan berbagai jaringan komputer milik perusahaan, perguruan tinggi, lembaga swasta, dan lainnya. Selain itu, internet juga memungkinkan komputer pribadi untuk terhubung ke dalam jaringan tersebut. Jadi, berdasarkan dari berbagai pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa internet merupakan jaringan komputer .global yang menjangkau seluruh dunia, memungkinkan pertukaran dan akses terhadap miliaran data serta informasi dengan berbagai manfaat, terutama di bidang pendidikan. Selain memperluas wawasan, internet juga berfungsi sebagai media hiburan melalui aktivitas seperti streaming musik dan video, chatting, hingga bermain game online. Meskipun terdapat berbagai definisi dari para ahli seperti Randy & Elliot, Mac Bride, dan Husein, semuanya sepakat bahwa internet adalah jaringan terbuka yang menghubungkan berbagai institusi dan individu melalui infrastruktur bersama, baik dari sektor pendidikan, swasta, maupun pemerintah, demi mendukung komunikasi dan kolaborasi global. 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 Pembelajaran PAI berbasis internet merupakan bentuk inovasi pendidikan yang memanfaatkan jaringan komputer global untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif. Dengan kemampuan internet dalam mengakses miliaran informasi secara cepat dan luas, peserta didik dapat memperluas wawasan keislaman melalui berbagai sumber digital seperti e-book, video pembelajaran, ceramah daring, dan forum diskusi keagamaan. Internet juga memungkinkan terjadinya komunikasi dan kolaborasi antara guru dan peserta didik secara real-time, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Hal ini sejalan dengan fungsi utama internet yang dijelaskan para ahli sebagai sarana pertukaran informasi global yang terbuka dan terhubung antar institusi, sehingga sangat relevan untuk mendukung transformasi pembelajaran PAI menuju arah yang lebih modern, inklusif, dan fleksibel. 2. Pengertian Website Berikut ini terdapat beberapa definisi tentang website menurut pandangan para ahli, yakni sebagai berikut: a. Shelly, Vermaat dan Sebok (2011), menyatakan bahwa website merupakan sekumpulan halaman yang saling terhubung, di mana di dalamnya terdapat berbagai item seperti dokumen dan gambar yang disimpan pada sebuah web server. b. Rahmat (2009), website atau situs adalah sekumpulan halaman yang digunakan untuk menyajikan berbagai informasi berupa teks, gambar statis atau bergerak, animasi, suara, atau kombinasi dari semuanya. Halaman-halaman tersebut dapat bersifat statis maupun dinamis dan membentuk suatu struktur yang saling terhubung melalui jaringan halaman-halaman yang terkait. c. Hariyanto (2015), website dapat diartikan sebagai sekumpulan halaman yang menyajikan informasi berupa teks, gambar, animasi, suara, video, atau kombinasi dari semuanya. Halaman-halaman tersebut bisa bersifat statis maupun dinamis, membentuk suatu struktur yang saling terhubung, di mana setiap halaman dihubungkan melalui jaringan hyperlink. d. Sedangkan menurut pandangan Abdulloh (2015), web adalah kumpulan halaman yang berisi informasi dalam bentuk data digital, seperti teks, gambar, video, audio, dan animasi lainnya, yang dapat diakses melalui koneksi internet. Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwasanya website merupakan sekumpulan halaman yang saling terhubung dan berisi berbagai jenis informasi digital, seperti teks, gambar, audio, video, animasi, atau kombinasi dari semuanya, yang dapat disimpan ke dalam web server dan diakses oleh jaringan internet. Baik bersifat statis maupun dinamis, website berfungsi sebagai media penyampaian informasi yang tersusun dalam struktur terorganisir dan saling terhubung melalui hyperlink. Para ahli seperti Sebok, Rahmat, Hariyanto, dan Abdulloh sepakat bahwa website adalah sarana digital yang menyajikan konten multimedia yang dapat diakses oleh pengguna secara online. Website sebagai kumpulan halaman digital yang saling terhubung dan menyajikan berbagai bentuk informasi—seperti teks, gambar, video, audio, dan animasi—memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran PAI di era digital. Dengan fitur-fitur interaktif dan multimedianya, website dapat dijadikan media pembelajaran PAI yang menarik dan mudah diakses kapan saja. Website memungkinkan penyajian materi keislaman secara lebih visual, dinamis, dan kontekstual, sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam. Selain itu, integrasi hyperlink antar halaman dalam website memungkinkan peserta didik mengeksplorasi materi secara mandiri dan bertahap, sesuai kebutuhan dan minatnya. Oleh karena itu, penggunaan website dalam pembelajaran PAI menjadi solusi efektif untuk memperkaya sumber belajar, memperluas jangkauan pembelajaran, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang adaptif dan modern. 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Internet dan Website Pengembangan pembelajaran PAI berbasis internet dan website merupakan salah satu strategi inovatif dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Melalui pemanfaatan internet, guru dapat menyajikan materi PAI secara lebih interaktif, fleksibel, dan menarik. Website sebagai media digital mampu menjadi platform yang memuat berbagai sumber belajar seperti artikel keislaman, video ceramah, e-book, forum diskusi, evaluasi online, hingga layanan konsultasi keagamaan. 1. Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Internet Teknologi internet mampu menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga orang tua, remaja, hingga anak-anak yang menggunakan teknologi ini. Internet berfungsi sebagai media utama untuk mencari dan menggali informasi tentang dunia. Banyak mahasiswa, pelajar, dan pendidik memanfaatkan internet untuk memperluas ilmu pengetahuan mereka. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong individu untuk terus mencari informasi dari seluruh penjuru dunia. Di era globalisasi abad ke-21, para pendidik dituntut untuk menguasai teknologi karena kondisi dunia saat ini sangat berbeda dengan masa lalu, baik di negara maju maupun berkembang seperti Indonesia (Yulianti dkk, 2020). Saat ini, terdapat berbagai bentuk pembelajaran yang berbasis digital, seperti pembelajaran jarak jauh melalui e-learning, internet, perpustakaan digital, buku digital, dan lainnya. Pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara langsung kini dapat dilakukan secara virtual menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet, atau Webex. Penguasaan teknologi menjadi salah satu keterampilan lunak (soft skills) yang penting bagi peserta didik maupun pendidik. Tanpa penguasaan yang baik, mereka berisiko tertinggal dalam proses pembelajaran (Okita dan Fahmi, 2022). Aplikasi yang dapat diakses melalui internet memegang peranan penting dalam integrasi teknologi internet ke dalam proses pembelajaran. Pembelajaran kini dapat dilakukan secara digital menggunakan berbagai media seperti perpustakaan digital, buku digital, serta aplikasi yang memerlukan koneksi internet, misalnya Zoom, Google Meet, Webex, WhatsApp, YouTube, Facebook, dan media sosial lainnya. Dalam konteks pembelajaran PAI, guru dianjurkan untuk mengaktifkan kreativitas dan berinovasi dalam menggunakan media tersebut agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Contohnya, pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis dapat dilakukan dengan menggunakan layanan internet di sekolah atau madrasah untuk memperkaya wawasan peserta didik, sambil tetap mengikuti model pembelajaran Web Enhance Course yang memanfaatkan internet sebagai pendukung kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian, internet tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga alat yang mendukung inovasi pembelajaran PAI secara interaktif dan efisien (Dwi, Nurdin, dan Dzakiah, 2024). Inovasi dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui dua pendekatan yang berbeda, yaitu dengan memulai dari topik terlebih dahulu atau dari teknologi yang akan digunakan. Misalnya, dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis, guru dapat menentukan terlebih dahulu topik atau materi yang akan dipelajari, seperti materi tajwid dengan judul “Hukum nun sukun dan tanwin”. Setelah itu, guru mencari atau memanfaatkan teknologi yang sesuai, seperti software atau aplikasi yang mengandung materi tersebut. Saat ini, sudah tersedia berbagai aplikasi yang dapat diunduh, termasuk permainan edukatif yang berisi materi PAI (Nurdin, 2016a). Dari penjelasan tersebut, untuk lebih memahaminya maka penulis ilustrasikan pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Integrasi Teknologi Internet dalam Pembelajaran PAI No. Aspek Deskripsi 1 Pengguna Teknologi Internet Orang dewasa, orang tua, remaja, anak-anak, pelajar, mahasiswa, pendidik 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 2 Fungsi Internet Mencari informasi, media belajar, sumber ilmu pengetahuan 3 Bentuk Pembelajaran Digital E-learning, perpustakaan digital, buku digital, Zoom, Google Meet, Webex 4 Soft Skills Abad 21 Penguasaan teknologi digital oleh pendidik dan peserta didik 5 Aplikasi Pendukung PAI WhatsApp, YouTube, Facebook, Zoom, Google Meet, Webex, aplikasi permainan edukatif tentang PAI 6 Model Inovasi PAI Web Enhance Course, pendekatan berbasis topik atau teknologi 7 Contoh Inovasi PAI Materi tajwid disampaikan melalui aplikasi/game digital, pencarian materi PAI di internet sekolah 2. Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Website Dalam jurnal Wildan dkk (2023), prinsip-prinsip pengembangan web pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sama sebagaimana pengembangan halaman web pada umumnya, yaitu: a. Menyusun standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), serta indikator yang jelas b. Memperkenalkan materi pembelajaran kepada peserta didik c. Memberikan dukungan dan kemudahan agar peserta didik dapat memahami materi pembelajaran dengan baik d. Memberikan bantuan dan kemudahan dalam mengerjakan evaluasi atau tugas dengan instruksi dan petunjuk yang jelas e. Menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan standar yang berlaku dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik f. Menyajikan materi secara sistematis, mampu memotivasi belajar, serta menyediakan ringkasan di akhir setiap materi g. Menyampaikan materi secara realistis sehingga mudah dipahami, diserap, dan dapat langsung dipraktikkan oleh peserta didik h. Menggunakan metode penjelasan yang efektif, jelas, dan mudah dimengerti, dilengkapi dengan ilustrasi, contoh, dan elemen multimedia i. Melakukan evaluasi dan memberikan umpan balik untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran peserta didik. Web pembelajaran sebagai salah satu aplikasi dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) perlu menerapkan strategi yang tepat agar dapat memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Menurut Seels dan Richey (1994), pengembangan dan pemanfaatan web pembelajaran harus dilakukan secara sistematis melalui tahapan desain, pengembangan atau produksi, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi. Pendekatan ini memastikan bahwa web pembelajaran tidak hanya dirancang dengan baik, tetapi juga digunakan secara efektif dan terus diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi untuk mendukung proses pembelajaran secara menyeluruh. Sesuai dengan konsep dan prinsip teknologi pembelajaran, strategi sistematis dalam pengembangan dan pemanfaatan web pembelajaran dalam pembelajaran PAI meliputi beberapa tahapan penting sebagai berikut: a. Pengembangan kurikulum 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 Pengembangan kurikulum atau materi pembelajaran yang mengandung muatan ICT bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang melek teknologi atau memiliki literasi ICT. Kurikulum dan materi tersebut ditujukan bagi peserta didik, guru atau calon guru, serta tenaga kependidikan lainnya. Penting untuk merumuskan standar kompetensi yang harus dikuasai oleh guru maupun peserta didik dalam bidang ICT. Selain itu, integrasi ICT ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran PAI, juga perlu dilakukan (Backhouse, 2003). b. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ICT, khususnya terkait web pembelajaran, ditujukan bagi guru PAI untuk meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknologi informasi. Selain guru, pelatihan ini juga menyasar peserta didik, pengelola atau administrator pendidikan, penulis buku PAI, serta para perancang dan pengembang web pembelajaran PAI. Melalui program pelatihan ini, para pendidik dan pihak terkait dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai peran dan potensi teknologi dalam mendukung proses pembelajaran PAI secara lebih efektif dan inovatif (Wildan dkk, 2023). c. Penyiapan perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) 1) Mengembangkan/produksi produk ICT berbasis web yang interaktif untuk mendukung pembelajaran PAI merupakan langkah penting. Selain itu, pengembangan produk berbasis multimedia komputer juga dapat dilakukan, seperti pembuatan hypermedia, aplikasi interaktif, video, serta media penyimpanan seperti CD-ROM, DCD, VCD (Heinich et.al, 1996). 2) Membuat prototipe program web pembelajaran sebagai langkah awal dalam pengembangan media pembelajaran. 3) Mengumpulkan berbagai program ICT dengan cara membeli atau berlangganan untuk memperkaya sumber belajar. 4) Melakukan evaluasi secara berkala terhadap pemanfaatan web dalam pembelajaran PAI guna memastikan efektivitasnya. 5) Menentukan spesifikasi perangkat keras yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah atau lembaga pendidikan. 6) Mengupayakan ketersediaan dana yang cukup untuk pengadaan perangkat ICT yang diperlukan dalam proses pembelajaran. d. Pengelolaan, organisasi, lingkungan (setting) 1) Mengoptimalkan pemanfaatan perangkat yang sudah tersedia untuk mendukung pengembangan web pembelajaran 2) Membangun kerja sama dengan berbagai instansi atau lembaga terkait, seperti Departemen Agama, universitas, serta madrasah atau sekolah, guna memperoleh dukungan yang diperlukan 3) Mengembangkan jaringan informasi antar madrasah untuk memperlancar komunikasi dan kolaborasi dalam penggunaan web pembelajaran. e. Evaluasi Diperlukan penyusunan rencana monitoring dan evaluasi guna mengukur keberhasilan atau kegagalan dalam penerapan strategi pemecahan masalah terkait konsep dan prinsip Teknologi Pembelajaran. Hasil dari evaluasi tersebut sangat penting sebagai dasar untuk melakukan perbaikan jika terjadi kendala, serta untuk menyebarluaskan hasil yang berhasil sesuai dengan rencana awal (Wildan dkk, 2023). 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 Gambar 1. Strategi Pengembangan Web Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis ICT Implikasi Penggunaan Internet dan Website terhadap Pengembangan Pembelajaran PAI 1. Implikasi Positif Penggunaan internet dalam pembelajaran PAI memberikan kemudahan akses terhadap sumbersumber pembelajaran yang beragam dan aktual. Melalui internet, peserta didik dapat mengakses kitabkitab klasik, tafsir al-Qur’an, hadis, artikel keislaman, hingga ceramah dari para ulama dalam format digital seperti video, e-book, dan podcast. Hal ini memperluas wawasan peserta didik dan memperkaya pengalaman belajar mereka di luar batasan ruang dan waktu kelas tradisional. Selain itu, pembelajaran berbasis internet juga mendukung pengembangan keterampilan literasi digital dan kemandirian belajar peserta didik dalam mengeksplorasi materi-materi keislaman secara aktif dan kritis (A. Yulianti dkk, 2020). Website pembelajaran menjadi sarana yang sangat efektif dalam menyajikan materi PAI secara sistematis dan menarik. Melalui website, guru dapat menyediakan materi pelajaran, soal evaluasi, forum diskusi, serta video pembelajaran yang memudahkan peserta didik belajar secara fleksibel. Website juga memungkinkan guru untuk memperbaharui konten secara berkala dan menyesuaikannya dengan isuisu kekinian, sehingga pembelajaran PAI tetap kontekstual dan relevan. Dengan adanya website interaktif, keterlibatan peserta didik meningkat, dan proses belajar menjadi lebih menyenangkan (Okita dan Fahmi, 2021). Selain itu, internet dan website berperan dalam membentuk jejaring komunitas pembelajar PAI. Peserta didik dan guru dari berbagai daerah bahkan negara dapat saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mengembangkan pemikiran Islam secara moderat dan terbuka. Hal ini mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang bersifat inklusif dan global, sekaligus menumbuhkan toleransi serta semangat ukhuwah Islamiyah dalam dunia pendidikan (Nurdin, 2016b) . 2. Implikasi Negatif Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan internet dan website dalam pembelajaran PAI juga membawa sejumlah tantangan. Salah satu risiko utamanya adalah tersebarnya informasi keislaman yang tidak valid atau menyimpang dari pemahaman yang benar. Tanpa bimbingan guru yang baik, peserta didik dapat terpapar konten keagamaan yang radikal, intoleran, atau menyesatkan. Maka, pengawasan dan kemampuan guru dalam menyaring informasi menjadi hal yang sangat penting agar internet tidak menjadi sumber disinformasi keagamaan (Haryono, 2021). Kecanduan teknologi juga menjadi dampak negatif yang perlu diwaspadai. Peserta didik yang terlalu lama menggunakan internet dapat kehilangan fokus dalam pembelajaran, bahkan mengakses konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, adanya ketimpangan akses terhadap 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 1 No. 5 Pengembangan Pembelajaran (Putri, et., al) | 1-11 teknologi di berbagai daerah menimbulkan kesenjangan dalam pembelajaran PAI. Tidak semua sekolah atau madrasah memiliki infrastruktur internet dan perangkat yang memadai untuk menunjang pembelajaran berbasis digital (Syamsuddin, 2019). Penggunaan website juga menuntut guru dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi digital yang baik. Banyak guru PAI yang belum sepenuhnya menguasai teknologi, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan website ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar para pendidik mampu menggunakan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab dalam konteks pendidikan agama (Seels dan Richey, 1994). Gambar 2. Implikasi Positif dan Negatif Penggunaan Internet dan Website terhadap Pengembangan Pembelajaran PAI Dari ilustrasi pada gambar 2 di atas menunjukkan bahwa penggunaan internet dan website dalam mengembangkan pembelajaran PAI membawa dampak positif yang sangat signifikan khususnya kepada civitas akademika dalam menyajikan pembelajaran PAI kepada peserta didik yang dikemas dengan aplikasi digital. Namun, dibalik semua kelebihan itu, tentunya penggunaan internet dan website juga dapat memberikan dampak buruk jika tidak ditangani dan dikembangkan dengan baik, salah satunya risiko tersebarnya informasi yang tidak valid yang tidak dikelola dengan baik akan memunculkan informasi hoax dan dapat mempengaruhi banyak pengguna di internet. Dibalik kelebihan dan keterbatasan yang ada, penggunaan internet dan website yang baik dan bijak akan membawa dampak yang besar apabila penggunanya cerdas dalam menggunakannya, khususnya apabila ia sebagai seseorang yang mengembangkan keilmuan di bidang digitalisasi. SIMPULAN Internet merupakan jaringan komputer global yang menjangkau seluruh dunia, memungkinkan pertukaran dan akses terhadap miliaran data serta informasi dengan berbagai manfaat, terutama di bidang pendidikan. Dalam pembelajaran PAI, kemampuan internet dalam mengakses miliaran informasi secara cepat dan luas, peserta didik dapat memperluas wawasan keislaman melalui berbagai sumber digital seperti e-book, video pembelajaran, ceramah daring, dan forum diskusi keagamaan. Sedangkan website merupakan sekumpulan halaman yang saling terhubung dan berisi berbagai jenis informasi digital, seperti teks, gambar, audio, video, animasi, atau kombinasi dari semuanya, yang disimpan dalam web server dan diakses melalui jaringan internet. Dengan fitur-fitur interaktif dan multimedianya, website dapat dijadikan media pembelajaran PAI yang menarik dan mudah diakses kapan saja.