Model Pendampingan Parenting Islami Bagi Ibu yang Ditinggal Suami Merantau dalam Membangun Keluarga Sakinah di Dusun Gayam, Mojopuro, Wonogiri
Full text
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Model Pendampingan Parenting (Syifa Nur Rohmah, dkk.) | 84-89\ Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 8, November 2025, Halaman 84-89 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17669582 Model Pendampingan Parenting Islami Bagi Ibu yang Ditinggal Suami Merantau dalam Membangun Keluarga Sakinah di Dusun Gayam, Mojopuro, Wonogiri Syifa Nur Rohmah1, Putri Nur Azizah Rahmayani2, Sekar Alifah Binar Fadila3, Nasichah4 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Email : syifanurrohm[email protected], azizahp6[email protected], sekaralif[email protected], [email protected] Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat pemahaman ibu-ibu di Dusun Gayam mengenai prinsip-prinsip parenting Islami sebagai fondasi penting dalam membangun keluarga sakinah, terutama pada keluarga dengan suami yang merantau. Seminar bertajuk “Ibu Madrasah Awal: Mengenal Gaya Parenting dan Pengaruhnya terhadap Tumbuh Kembang Anak” diselenggarakan pada 12 September 2025 di Pos PAUD Kartika Siwi dan dihadiri oleh ibu rumah tangga yang sebagian besar memikul peran ganda dalam pengasuhan. Pendekatan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan observasi langsung untuk menilai dampak pemahaman peserta. Temuan kegiatan menunjukkan peningkatan wawasan peserta tentang konsep parenting Islami, gaya pengasuhan, serta pentingnya keseimbangan antara kasih sayang dan kedisiplinan. Para ibu mengalami perubahan positif dalam cara pandang dan kesiapan emosional mereka sebagai pendidik utama bagi anak. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengasuhan berbasis nilai iman dan akhlak dalam menjaga keharmonisan keluarga saat suami merantau. Kata kunci: Parenting Islami, Gaya Pengasuhan Anak, Keluarga Sakinah, Ibu dengan Peran Ganda Abstract This community service program was designed to strengthen the understanding of mothers in Dusun Gayam regarding Islamic parenting principles as an essential foundation for building a harmonious (sakinah) family, especially in households where the husbands work away from home. The seminar, titled “Mothers as the First School: Understanding Parenting Styles and Their Influence on Child Development,” was held on September 12, 2025, at Pos PAUD Kartika Siwi and attended by housewives who largely carry dual roles in childcare. The program employed several approaches, including material presentations, interactive discussions, and direct observations to assess participants’ learning outcomes. The findings indicate an improvement in participants’ understanding of Islamic parenting concepts, various parenting styles, and the importance of balancing affection with discipline. The mothers demonstrated positive changes in their perspectives and emotional readiness as primary educators of their children. Additionally, this activity succeeded in fostering a collective awareness of the importance of faith-based and ethical parenting in maintaining family harmony during the husbands’ absence. Keywords: Islamic Parenting, Parenting Styles, Sakinah Family, Mothers with Dual Roles. Article Info Received date: 31 Oktober 2025 Revised date: 15 November 2025 Accepted date: 21 November 2025 PENDAHULUAN Perpindahan tenaga kerja antardaerah (merantau) merupakan fenomena sosial-ekonomi yang telah lama menjadi bagian dari struktur masyarakat Indonesia. Menurut publikasi Statistik Migrasi Indonesia: Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), arus migrasi internal masih didominasi oleh alasan pekerjaan. Migrasi ini tidak hanya mempengaruhi distribusi penduduk, tetapi juga berdampak pada struktur sosial, dinamika rumah tangga, dan pola asuh dalam keluarga (BPS, 2023). Di tingkat daerah, fenomena migrasi ini juga terlihat di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat mobilitas penduduk tinggi, terutama laki-laki usia produktif yang bekerja di luar daerah atau luar negeri sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga (BPS Wonogiri, 2021). Dusun Gayam di Desa Mojopuro menjadi contoh nyata bagaimana dinamika sosial ekonomi tersebut memengaruhi tatanan keluarga dan pola
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Model Pendampingan Parenting (Syifa Nur Rohmah, dkk.) | 84-89\ pengasuhan anak. Ketika suami atau ayah merantau untuk mencari nafkah, peran kepemimpinan dan pengasuhan dalam rumah tangga beralih kepada istri, sehingga menciptakan perubahan signifikan dalam keseimbangan peran keluarga. Fenomena ayah yang merantau berdampak multidimensi terhadap kehidupan keluarga. Di satu sisi, migrasi memberikan manfaat ekonomi melalui kiriman uang (remittance) yang dapat menunjang kebutuhan keluarga. Namun di sisi lain, ketidakhadiran fisik ayah menyebabkan berkurangnya fungsi peran ayah dalam kehidupan anak, baik dari aspek emosional, sosial, maupun pendidikan moral (Atmani dkk, 2020). Ketidakhadiran ini sering kali membuat ibu memikul beban ganda sebagai pengasuh utama sekaligus pencari nafkah tambahan. Kondisi ini dapat mempengaruhi stabilitas emosional anak dan menurunkan efektivitas komunikasi keluarga. Dalam konteks inilah, pendampingan parenting Islami menjadi penting, agar ibu memiliki bekal spiritual, psikologis, dan praktis dalam membangun keluarga sakinah meskipun tanpa kehadiran suami di rumah (Ayunina, N. Q. & Zakiyah, Z. 2022). Dalam konteks perkembangan anak, literatur psikologi keluarga menunjukkan bahwa gaya pengasuhan orang tua merupakan determinan penting bagi perkembangan aspek emosi, sosial, kognitif, dan karakter anak. Gaya pengasuhan otoriter, permisif, atau pengabaian memiliki korelasi berbeda terhadap hasil perkembangan anak; misalnya gaya otoriter cenderung memunculkan perilaku patuh namun risiko rendahnya keterampilan sosial adaptif, sedangkan gaya demokratis (authoritative) lebih konsisten dikaitkan dengan hasil perkembangan yang sehat (emosional, sosial, akademik). Oleh karena itu, intervensi edukatif mengenai gaya parenting memiliki potensi untuk memodifikasi praktik pengasuhan di lapangan (Batula, A. W et al. 2023). Meski kegiatan pendidikan orang tua (parenting education) telah banyak dilakukan dalam bentuk seminar atau pelatihan singkat, evaluasi pelaksanaannya menunjukkan bahwa intervensi satu kali belum cukup untuk mengubah praktik pengasuhan secara berkelanjutan. Dalam konteks penelitian ini, kegiatan pendampingan dilaksanakan melalui satu kali seminar parenting yang berfokus pada peningkatan pemahaman orang tua tentang pola asuh islami dan penguatan peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Studi implementasi model Islamic parenting yang dikombinasikan dengan pendampingan psikososial memperlihatkan hasil positif dalam meningkatkan efikasi diri orang tua dan menurunkan tekanan pengasuhan (Mahfud et al. 2023). METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami pengalaman ibu-ibu yang ditinggal suami merantau dalam jangka waktu lama dengan menjalankan peran keibuan dan membangun keluarga sakinah, pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menelusuri makna, perasaan, dan pandangan subjektif para ibu terhadap situasi yang mereka alami, termasuk bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan keluarga. Penelitian ini bertempatkan di Dusun Gayam, Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri yang dilaksanakan selama 40 hari dalam kegiatan Praktikum Profesi Makro tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan informan, teknik purposive sampling ini merupakan teknik penentuan dan pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015). Pertimbangan ini yang dilakukan dalam teknik purposive sampling bisa beragam dan bergantung pada kebutuhan dari penelitian yang akan kita dilakukan. Sampel penelitian terdiri dari 2 informan dari ibu-ibu yang telah mengikuti kegiatan seminar parenting dalam program kerja mahasiswa. Fokus Penelitian ini meliputi ibu yang berstatus istri dari suami yang sedang merantau dengan kurun waktu lama, aktif dalam mengasuh anak dengan kisaran umur balita. Penelitian ini bertujuan untuk melihat metode parenting yang dilakukan seorang ibu tanpa adanya peran aktif ayah dengan melalui wawancara terhadap ibu yang mengalaminya berdasarkan pengalaman yang dilalui, karena keterbatasan jarak dan waktu, wawancara dilakukan secara online menggunakan aplikasi video call whatsapp.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Model Pendampingan Parenting (Syifa Nur Rohmah, dkk.) | 84-89\ HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh tim pelaksana, diketahui bahwa sebagian besar ibu rumah tangga di Dusun Gayam memiliki peran ganda dalam keluarga karena suaminya bekerja di luar daerah (merantau). Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan, antara lain: beban psikologis, keterbatasan waktu dalam mendampingi anak, serta rendahnya pengetahuan mengenai metode pengasuhan Islami yang efektif. Sebagian ibu masih menerapkan pola asuh otoriter atau permisif karena kurangnya pemahaman terhadap konsep parenting yang seimbang antara kasih sayang dan ketegasan. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kemampuan ibu dalam menerapkan prinsip-prinsip parenting Islami yang berlandaskan nilai-nilai keimanan, komunikasi terbuka, dan penghargaan terhadap anak. Kegiatan seminar dengan tema “Ibu Madrasah Awal: Mengenal Gaya Parenting dan Pengaruhnya terhadap Tumbuh Kembang Anak” yang dilaksanakan pada Jumat, 12 September 2025, dimulai pada pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Pos PAUD Kartika Siwi, Dusun Gayam, Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Acara ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat, perangkat desa, dan tim kesehatan dari puskesmas. Pada seminar ini menghadirkan dua narasumber yang ahli dalam bidangnya, yaitu dari Kepala KUA Kecamatan Jatiroto, Wonogiri yaitu Bapak Nardi, S.Sy. yang menyampaikan materi tentang konsep dasar parenting Islami serta kaitannya dengan pembentukan keluarga sakinah. Narasumber kedua menghadirkan langsung dari ahli psikolog yaitu Ibu Wuri Rahmawati, S.Psi., M.Psi., melanjutkan dengan penjelasan mengenai berbagai gaya parenting atau pengasuhan orang tua terhadap perkembangan emosi, sosial, kognitif, dan perilaku anak. Penjelasan ini menjadi landasan penting bagi peserta untuk memahami bahwa pola asuh yang diterapkan sehari-hari memiliki dampak jangka panjang bagi pembentukan karakter anak. Seminar ini bukan hanya menyajikan teori, tetapi juga dirancang sebagai ruang pembelajaran interaktif yang memungkinkan para ibu berdiskusi, saling berbagi pengalaman, dan merefleksikan pola pengasuhan yang mereka jalankan selama ini. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran para ibu di Dusun Gayam tentang pentingnya pengasuhan Islami dalam membentuk karakter anak dan menjaga keharmonisan keluarga, khususnya ketika suami merantau. Melalui seminar ini, para peserta diajak memahami bahwa parenting bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual dalam menanamkan nilai iman, akhlak, serta komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Pendampingan ini bertujuan mendorong para ibu untuk terlibat aktif dalam membangun keluarga sakinah melalui penerapan gaya pengasuhan yang seimbang antara kasih sayang, keteladanan, dan kedisiplinan sesuai ajaran Islam. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu rumah tangga yang sebagian besar merupakan ibu muda dengan rentang usia 25-40 tahun. Mayoritas peserta merupakan ibu yang ditinggal suaminya merantau untuk bekerja, sehingga kegiatan ini dianggap sangat relevan dengan kondisi kehidupan mereka sehari-hari. Seminar ini menjadi langkah awal dalam model pendampingan. Seminar dilakukan dengan metode interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman langsung terkait gaya pengasuhan yang mereka terapkan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi, menunjukkan bahwa materi seminar sangat relevan dengan kebutuhan Ibu di Dusun Gayam, terutama bagi mereka yang menjalankan peran ganda saat suami merantau. Peserta mulai memahami bahwa gaya pengasuhan demokratis dan Islami yang menyeimbangkan antara kasih sayang dan disiplin memiliki dampak positif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan karakter anak. Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat dua perkembangan penting dari hasil kegiatan ini: pertama, meningkatnya pemahaman peserta mengenai konsep dasar parenting Islami serta dampaknya terhadap pembentukan karakter anak. Kedua, tumbuhnya kesadaran baru untuk memperbaiki pola asuh dari yang sebelumnya cenderung spontan dan emosional menjadi lebih terarah, penuh kasih, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Perubahan ini menandakan bahwa pendampingan semacam ini efektif dalam membantu ibu membangun suasana keluarga yang lebih harmonis dan mendukung terbentuknya keluarga sakinah.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Model Pendampingan Parenting (Syifa Nur Rohmah, dkk.) | 84-89\ Gambar 1. Penyampaian materi oleh Kepala KUA Kec. Jatiroto. Gambar 2. Penyampaian Materi oleh Ahli Psikolog. Berdasarkan hasil wawancara dengan dua ibu peserta seminar parenting, yakni Mba Rita dan Bu Warsiti, terlihat bahwa kegiatan ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemahaman mereka mengenai pola pengasuhan yang lebih selaras dengan prinsip keluarga sakinah. Mba Rita, yang telah menikah selama 14 tahun dan memiliki dua anak dengan karakter pendiam dan pemalu, mengakui bahwa selama ini ia lebih banyak menerapkan pola asuh otoriter karena keterbatasan pendidikan dan kurangnya wawasan mengenai metode parenting yang tepat. Namun setelah mengikuti seminar, ia mulai memahami bahwa pendekatan yang kaku dapat membuat anak semakin tertutup. Seminar ini membuka cara pandangnya bahwa parenting Islami menekankan kasih sayang, komunikasi, dan penghargaan terhadap perkembangan anak. Kini, ia bertekad beralih ke pola asuh demokratis agar anakanaknya lebih percaya diri dan berani mengungkapkan pendapat. Sementara itu, Bu Warsiti yang berlatar belakang pendidikan S1 dan juga memiliki dua anak, merasakan perubahan yang berbeda namun tak kalah penting. Anak sulungnya dikenal keras kepala dan baru merespons ketika diberi konsekuensi yang jelas, sedangkan anak bungsu lebih tenang dan mudah diarahkan. Ia menjelaskan bahwa dahulu ketika anak-anak masih SD, ia cenderung bersikap otoriter karena merasa itu cara paling efektif untuk menanamkan disiplin. Namun seiring bertambahnya usia anak, khususnya ketika memasuki bangku SMK, ia mulai beralih pada pola asuh demokratis agar mereka dapat belajar berpikir, bertanggung jawab, dan mengambil keputusan secara mandiri. Pemahaman itu semakin diperkuat setelah mengikuti seminar, terutama ketika pemateri menekankan pentingnya keseimbangan antara aturan dan kehangatan dalam mendidik. Bu Warsiti menilai bahwa
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Model Pendampingan Parenting (Syifa Nur Rohmah, dkk.) | 84-89\ pola demokratis sangat relevan bagi situasi keluarganya, mengingat anak sulungnya mulai mampu menalar, sementara anak bungsunya pun merespons lebih baik ketika diberi ruang untuk berdiskusi. Temuan kegiatan ini sejalan dengan penelitian Pertiwi (2023), yang menunjukkan bahwa ibu yang ditinggal suami merantau membutuhkan dukungan sosial dan pengetahuan pengasuhan yang memadai agar dapat menjalankan peran ganda dengan efektif. Selain itu, hasil kegiatan ini juga sejalan dengan konsep Islamic Parenting menurut Machfudh (2021), yang menekankan pentingnya menanamkan nilai spiritual dalam pengasuhan untuk menghadapi tantangan emosional anak. Dari literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi parenting Islami menjadi kunci utama dalam memperkuat keharmonisan keluarga dan membentuk generasi yang berkarakter. Secara keseluruhan, kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi teoretis, tetapi juga memberdayakan para ibu melalui praktik langsung dan pendampingan yang aplikatif. Pendekatan kolaboratif yang digunakan membuat kegiatan menjadi lebih hidup dan bermakna, karena peserta merasa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para ibu tidak lagi melihat diri mereka hanya sebagai pengurus rumah tangga, tetapi sebagai pendidik utama yang memegang peran strategis dalam membentuk karakter anak. Dengan demikian, program pendampingan ini terbukti menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, memperkuat keharmonisan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus menjadi agen perubahan sosial dalam masyarakat sekitarnya. Gambar 3. Foto Bersama Setelah Kegiatan. SIMPULAN Sebagian besar ibu rumah tangga di Dusun Gayam memiliki peran ganda sebagai seorang ibu dan juga ayah untuk anaknya yang dikarenakan suami mereka pergi merantau, hal ini menimbulkan tantangan pada seorang ibu seperti beban psikologis, keterbatasan waktu dalam mendampingi anak, dan kurangnya pengetahuan tentang metode pengasuhan yang efektif. Untuk itu, diadakannya seminar parenting ini yang bertemakan “Ibu Madrasah Awal“ yang melibatkan narasumber dari KUA dan ahli psikologi, sebagai model pendampingan untuk para ibu memperoleh pemahaman mendalam tentang konsep parenting Islami serta gaya pengasuhan yang berdampak pada perkembangan anak, dengan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para ibu di Dusun Gayam dalam menerapkan pola pengasuhan anak yang seimbang, penuh kasih, dan efektif, terutama bagi mereka yang menjalankan peran ganda ini. Melalui kegiatan seminar ini juga dapat membangun kesadaran tentang pentingnya parenting Islami dalam pembentukan karakter anak dan keharmonisan keluarga, membekali ibu dengan konsep dasar pengasuhan Islami serta berbagai gaya parenting, sekaligus mendorong perubahan pola asuh dari otoriter atau permisif menuju pola demokratis yang menyeimbangkan kasih sayang dan ketegasan. Kegiatan ini juga memperkuat peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga dengan menyediakan ruang interaktif untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga para ibu merasa didukung secara sosial dan mampu merefleksikan tantangan pengasuhan yang mereka hadapi
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Model Pendampingan Parenting (Syifa Nur Rohmah, dkk.) | 84-89\ sehingga program pendampingan ini dapat memberdayakan ibu agar mampu membentuk keluarga yang harmonis, sakinah, serta mendidik anak dengan karakter yang baik sesuai nilai-nilai Islam. UCAPAN TERIMAKASIH Kami menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing, Ibu Dr. Nasichah M.A., atas bimbingan, arahan, serta dukungannya selama seluruh rangkaian kegiatan ini berlangsung. Ucapan terima kasih yang tulus juga kami sampaikan pendiri dan pembina Pos Paud Kartika Siwi beserta seluruh guru, atas izin, bantuan, dan dukungannya dalam memfasilitasi kegiatan, serta kepada perangkat desa dan masyarakat khususnya ibu-ibu yang telah meluangkan waktu dan berpartisipasi aktif, menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran setiap tahap kegiatan. Kami juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota kelompok atas dedikasi, semangat, dan kekompakan yang luar biasa selama pelaksanaan kegiatan ini. Melalui kegiatan seminar parenting ini, kami berharap manfaat yang diperoleh tidak hanya dirasakan secara langsung oleh para peserta, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menerapkan pola asuh atau gaya parenting Islami dalam membangun keharmonisan keluarga, sehingga dapat terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. REFERENSI Atmani, B., dkk. (2020). Faktor individual dan kontekstual pada migrasi: Analisis data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015. Jurnal Kependudukan/BRIN. https://doi.org/10.14203/jki.v15i2.432 Ayunina, N. Q., & Zakiyah, Z. (2022). Islamic parenting sebagai upaya mendidik karakter Islami generasi Alpha. Alhamra: Jurnal Studi Islam, 3(1). Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonogiri. (2021). Kabupaten Wonogiri Dalam Angka 2021. BPS Kabupaten Wonogiri. Diakses pada 28 Oktober 2025 https://wonogirikab.bps.go.id/id/publication/2021/02/26/74dc5a967786c919d6e6b920/kabupaten -wonogiri-dalam-angka-2021.html Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Migrasi Indonesia: Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020. Badan Pusat Statistik. Diakses pada 28 Oktober 2025 https://www.bps.go.id/id/publication/2023/07/20/97c956dd7ff3ece924911115/statistik-migrasiindonesia-hasil-long-form-sensus-penduduk-2020.html Batula, A. W., Wildani, A. S., Salamat, N. S., Sabrina, N. N., & Hamidah, S. (2023). Studi Sistematik Jenis-Jenis Parenting Pada Anak Serta Implikasinya Terhadap Akhlak. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 1(2). Machfudh, M. S. (2020). Islamic Parenting Style sebagai Solusi Anak Menghadapi Fase Quarter-life Crisis. Jurnal Psikologi Islam, 7(2), 35-42. Mahfud, C., Rohani, I., Nuryana, Z., Baihaqi, M., & Munawir, M. (2023). Islamic education for disabilities: new model for developing Islamic parenting in Integrated Blind Orphanage of Aisyiyah. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 13(1). Pertiwi, A. D., Khotijah, S., Pertiwi, R. P., Ariyanti, W., Mening, S. A., & Hazizah, S. N. (2023). Peran orang tua terhadap pengasuhan anak pada keluarga ldm (long distance marriage). Jurnal Pendidikan Anak, 12(2), 122-129.