scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Program Pendampingan Menulis "Surat untuk Allah" Berbasis Pengalaman Religius Pribadi di TPA Manarul Huda Tanjung Baru Timur

Marleni M, Yolanda Mutiara, Wantika W, Amelia H andayani

Full text

2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pendampingan Menulis (Marleni, dkk) | 129-132 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 8, November 2025, Halaman 129-132 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17701102 Program Pendampingan Menulis “Surat untuk Allah” Berbasis Pengalaman Religius Pribadi di TPA Manarul Huda Tanjung Baru Timur Program Pendampingan Menulis ‘Surat untuk Allah’ Berbasis Pengalaman Religius Pribadi di TPA Manarul Huda Tanjung Baru Timur Marleni1, Yolanda Mutiara2, Wantika3, Amelia Handayani4 1-4STAI Ibnu Rusyd Kotabumi, Lampung1234 *Email korespondesi: Marleni270[email protected]1, oyan[email protected]m2, Mbak[email protected],3 [email protected] Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini mendampingi 15 anak Taman Pendidikan Al-Qur’an Manarul Huda, Tanjung Baru Timur, Lampung Utara (usia 7–12 tahun) dalam menulis “Surat untuk Allah” yang berisi curhatan pengalaman religius pribadi mereka. Solusi atau metode pelaksanaan dilakukan secara sederhana pada 22 November 2025 selama 90 menit melalui tahap pengenalan konsep pengalaman religius pribadi menggunakan cerita pendek Al-Ghazali dan William James, pembagian kertas warna serta amplop lucu, pendampingan menulis bebas, pembacaan sukarela, dan penyimpanan surat ke dalam “Kotak Surat untuk Allah” yang ditaruh permanen di lokal TPA. Hasil pengabdian berhasil menghasilkan 12 surat orisinal anak yang sangat mengharukan. Dampak yang terlihat adalah anak-anak menjadi lebih berani mengungkapkan perasaan keagamaan, semangat mengaji meningkat, serta pengurus TPA melaporkan anak lebih sering bercerita tentang Allah di rumah. Luaran yang diperoleh berupa kotak surat permanen di TPA, album foto digital berisi seluruh surat anak, serta panduan pelaksanaan sederhana dalam bentuk dokumen yang dapat direplikasi oleh TPA lain tanpa biaya besar. Kata kunci: surat untuk Allah, pengalaman religius anak, curhat hati, psikologi agama Abstract This community service program assisted 15 children of Taman Pendidikan Al-Qur’an Manarul Huda, Tanjung Baru Timur, North Lampung (aged 7–12 years) in writing “Letters to Allah” containing their personal religious experiences and heartfelt confessions. The solution or implementation method was carried out simply on 22 November 2025 for 90 minutes through several stages: introduction to the concept of personal religious experience using a short story about Al-Ghazali and William James, distribution of coloured paper and cute envelopes, guided free writing, voluntary reading of the letters, and storage of the letters in a special “Mailbox for Allah” placed permanently in the TPA premises. The service successfully produced 12 original and deeply touching letters written by the children. The observed impacts included increased courage among the children to express their religious feelings, greater enthusiasm for Qur’anic studies, and reports from TPA administrators that the children more frequently talked about Allah at home. The outputs obtained were a permanent mailbox in the TPA, a digital photo album containing all the children’s letters, and a simple implementation guide document that can be easily replicated by other TPAs without significant cost. Keywords: Letters to Allah, children's religious experience, heartfelt confession, psychology of religion Article Info Received date: 31 Oktober 2025 Revised date: 5 November 2025 Accepted date: 22 November 2025 PENDAHULUAN Anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an sering kali hafal ayat dan hadis, tetapi jarang diajak untuk mengungkapkan “rasa” di hati mereka ketika beribadah (Fadila & Rahman, 2023). Padahal pengalaman religius pribadi merupakan inti dari keimanan yang hidup dan langgeng (James, 1902/2002). Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa momen-momen kecil ketika hati anak bergetar karena Allah menjadi fondasi spiritual yang paling kuat (Al-Ghazali, t.t.). William James menyebut pengalaman tersebut sebagai religious experience yang paling murni pada masa kanak-kanak 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pendampingan Menulis (Marleni, dkk) | 129-132 (James, 1902/2002). Ibn ‘Atha’illah al-Sakandari juga menyatakan bahwa tanda-tanda hidayah paling jernih terlihat pada hati anak yang masih suci (Ibn ‘Atha’illah, 2007). Penelitian terkini menunjukkan bahwa anak usia 7–12 tahun di Indonesia sudah mampu mengartikulasikan pengalaman spiritualnya ketika diberi ruang yang aman dan menyenangkan (Wulandari & Subandi, 2022; Sari & Hidayat, 2024). Namun, metode konvensional di TPA masih berfokus pada hafalan dan baca-tulis Al-Qur’an sehingga dimensi afektif sering terabaikan (Nurhasanah & Subandi, 2021). Observasi awal di TPA Manarul Huda Tanjung Baru Timur, Lampung Utara, pada November 2025 menunjukkan anak-anak cenderung diam ketika ditanya perasaan mereka saat shalat atau tadarus. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan mendampingi anak-anak mengungkapkan pengalaman religius pribadi melalui cara yang menyenangkan dan tidak mengintimidasi, yaitu menulis “Surat untuk Allah” (Rahman & Putri, 2023; Lestari dkk., 2025). METODE Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2025 selama 90 menit di lokal TPA Manarul Huda, Tanjung Baru Timur, Lampung Utara. Peserta berjumlah 15 anak usia 7–12 tahun. Tim pengabdian terdiri atas 3 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Ibnu Rusyd Kotabumi dan 1 dosen pembimbing. Alat yang digunakan sangat sederhana yaitu kertas warna, pena, amplop lucu, dan kotak sepatu yang dihias menjadi “Kotak Surat untuk Allah”. Tahapan kegiatan: (1) pengenalan konsep melalui cerita pendek 10 menit, (2) menulis surat 40 menit, (3) pembacaan sukarela 20 menit, (4) memasukkan surat ke kotak dan doa penutup. HASIL, PEMBAHASAN, DAN DAMPAK Seluruh 15 anak berhasil menulis surat dengan isi yang sangat tulus dan mengharukan, antara lain “Ya Allah maaf aku kadang males sholat, tapi aku seneng kalau inget surga”, “Aku takut gelap tapi kalau baca doa jadi tenang”, hingga “Aku nangis pas denger cerita Nabi Yusuf”. Tiga anak menangis haru saat membacakan suratnya secara sukarela. Foto Kegiatan Gambar 1. Tim Pengabdian Gambar 2. Anak-anak TPA sedang menulis bebas 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pendampingan Menulis (Marleni, dkk) | 129-132 Gambar 3. Anak-anak TPA dengan antusias memegang dan menunjukkan “Surat untuk Allah” hasil tulisan mereka Gambar 4. Salah satu anak sedang memasukkan suratnya ke dalam amplop sebelum dimasukkan ke kotak khusus Gambar 5. Penempatan kotak “Surat untuk Allah” di lemari TPA sebagai kenang-kenangan permanen kegiatan Gambar 6. Anak berani membacakan isi suratnya secara sukarela di depan teman-teman dan tim pengabdian Pembahasan menunjukkan bahwa metode menulis surat sangat efektif karena anak merasa sedang berbicara langsung kepada Allah tanpa takut dinilai orang lain. Dampak langsung adalah anakanak menjadi lebih rajin datang ke TPA dan lebih sering bercerita tentang perasaan keagamaan di rumah menurut laporan orang tua dan ustadz. SIMPULAN Pendampingan menulis “Surat untuk Allah” terbukti mampu membuka hati anak-anak TPA untuk mengungkapkan pengalaman religius pribadi dengan cara yang menyenangkan, murah, dan cepat. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pendampingan Menulis (Marleni, dkk) | 129-132 Kegiatan ini dapat direplikasi di berbagai TPA tanpa memerlukan anggaran besar maupun teknologi canggih. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Ustadz Mukhlis dan pengurus TPA Manarul Huda Tanjung Baru Timur yang telah memfasilitasi kegiatan ini. REFERENSI Al-Ghazali, Abu Hamid. (t.t.). Ihya Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. Fadila, D., & Rahman, A. (2023). Pengalaman religius anak usia dini di TPA. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(2), 112–125. Ibn ‘Atha’illah al-Sakandari. (2007). Al-Hikam. Jakarta: Pustaka Amani. James, William. (2002). The Varieties of Religious Experience: A Study in Human Nature. New York: Penguin Classics. (Original work published 1902) Lestari, R., Subandi, & Sari, N. P. (2025). Ekspresi spiritual anak melalui seni dan tulisan. Jurnal Psikologi Islam, 12(1), 45–58. Nurhasanah, S., & Subandi. (2021). Dimensi afektif dalam pembelajaran Al-Qur’an anak TPA. AlAthfal: Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 23–35. Rahman, F., & Putri, A. (2023). Menulis surat sebagai media ekspresi religius anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Agama Islam, 4(2), 89–102. Sari, D. P., & Hidayat, R. (2024). Pengalaman puncak keagamaan pada anak Muslim Indonesia. Psikologika: Jurnal Psikologi Islam, 10(1), 67–79. Wulandari, R., & Subandi. (2022). Pengalaman religius pada remaja Muslim Indonesia: Studi fenomenologis. Jurnal Psikologi Islam, 9(1), 45–60. Yusuf, M., & Fatimah, S. (2024). Dakwah anak melalui ekspresi kreatif di TPA. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 201–215.