scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

A Habit-Building Program for Guarding Speech through Catalysm Counseling at SDN 6 Mulang Maya

Julmi, Nia Asmara, Yolanda Mutiara

Full text

2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pembiasaan Menjaga (Yolanda Mutiara, dkk) | 162-166 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 8, November 2025, P. 162-166 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17773523 Program Pembiasaan Menjaga Lisan melalui Penyuluhan Katalisme di SDN 6 Mulang Maya A Habit-Building Program for Guarding Speech through Catalysm Counseling at SDN 6 Mulang Maya Julmi¹, Nia Asmara², Yolanda Mutiara³ ¹²³ STAI Ibnu Rusyd Kotabumi Lampung Utara Email: [email protected] niaasmarak[email protected] oyancubb[email protected] Abstrak Kebiasaan menjaga lisan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik sekolah dasar. Banyak siswa di SDN 6 Mulang Maya menunjukkan kecenderungan menggunakan bahasa negatif, seperti mengejek, berkata kasar, dan berbicara tanpa mempertimbangkan etika. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya ucapan yang baik melalui pendekatan katalisme, yaitu keteladanan, pembiasaan, dan penguatan moral. Program penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, praktik penggunaan alat bantu visual, permainan edukatif, serta pembiasaan ucapan positif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai etika berbicara sebesar 65%, peningkatan kontrol emosi sebesar 55%, serta peningkatan penerapan tiga ucapan dasar (tolong, maaf, terima kasih) sebesar 70%. Program ini terbukti efektif sebagai sarana pembentukan karakter komunikasi siswa. Kata kunci: menjaga lisan, katalisme, pembiasaan, karakter siswa. Abstract The habit of guarding one’s speech is an essential aspect of character development among elementary school students. Many students at SDN 6 Mulang Maya tend to use negative language such as mocking, harsh words, and careless speech. This Community Service Program (PKM) aims to improve students’ awareness of ethical speech through the catalism approach, emphasizing exemplary behavior, habituation, and moral strengthening. The outreach activities were carried out through interactive lectures, the use of visual tools, educational games, and structured verbal habituation. Evaluation results show a 65% increase in understanding ethical speech, a 55% improvement in emotional control, and a 70% increase in the use of the three basic polite expressions (please, sorry, thank you). The program proves effective in shaping students’ communication character. Keywords: speech ethics, catalism, habituation, student character. Article Info Received date: 31 Oktober 2025 Revised date: 15 November 2025 Accepted date: 22 November 2025 PENDAHULUAN SDN 6 Mulang Maya merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di wilayah Lampung Utara dengan karakteristik siswa yang beragam. Dalam proses pembelajaran sehari-hari, guru kerap menghadapi perilaku verbal yang kurang sopan seperti mengejek, berkata kasar, menyela pembicaraan, dan kurangnya kemampuan mengontrol emosi saat berkomunikasi. 12 Fenomena ini sejalan dengan perubahan sosial dan budaya komunikasi anak yang semakin dipengaruhi oleh media sosial, lingkungan bermain, dan pola interaksi keluarga. Pendidikan karakter mengenai etika berbicara menjadi kebutuhan mendesak agar siswa mampu berkomunikasi dengan baik, sopan, dan tidak melukai perasaan orang lain. 3 Pendekatan katalisme (keteladanan–pembiasaan–penguatan moral) menjadi dasar pelaksanaan PKM ini. Pendekatan ini menekankan bahwa anak belajar bukan hanya melalui teori, tetapi melalui 1 Apri Dwi Prasetyo and Muhammad Abduh, “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika,” Jurnal Basicedu 5, no. 5 (2020): 3(2), 524–32. 2 Prasetyo and Muhammad Abduh. 3 Ni Kadek Supadmini, I Komang Wisnu Budi Wijaya, and Ida Ayu Diah Larashanti, “Implementasi Model Pendidikan Lingkungan UNESCO Di Sekolah Dasar,” Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 1 (2020): 77–83, https://doi.org/10.37329/cetta.v3i1.416. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pembiasaan Menjaga (Yolanda Mutiara, dkk) | 162-166 contoh nyata, pengulangan perilaku, dan penguatan positif. Oleh karena itu, tim PKM melaksanakan penyuluhan dan pembiasaan menjaga lisan dengan memanfaatkan alat bantu visual, permainan edukatif, dan pembinaan harian bersama guru kelas. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan PKM ini dilakukan selama bulan Juli–September 2024 dengan beberapa tahapan berikut: 1. Tahap Penyuluhan dan Sosialisasi Kegiatan awal berupa pengenalan konsep menjaga lisan, diikuti dengan: • Ceramah interaktif mengenai dampak ucapan baik dan buruk • Penayangan contoh visual • Demonstrasi “bahasa positif” dan “bahasa negatif” Siswa diperkenalkan konsep 3 Kata Ajaib: tolong, maaf, terima kasih. 2. Penggunaan Alat Bantu Katalisme Beberapa alat bantu yang digunakan: • Kartu kata sopan-tidak sopan • Simbol warna (hijau = ucapan baik, merah = ucapan buruk) • Poster kontrol lisan • Kartu perilaku harian untuk dibawa siswa Guru menjadi teladan utama dalam penggunaan bahasa sehari-hari. 3. Pembiasaan Terstruktur Pembiasaan dilakukan setiap hari melalui: • Salam pembuka dan ucapan positif • Program “Satu Hari Tanpa Kata Kasar” • Observasi guru terhadap penggunaan bahasa sopan • Penguatan berupa stiker penghargaan bagi siswa yang konsisten 4. Evaluasi Program (Pre-test & Post-test) Evaluasi dilakukan melalui: • Angket pengetahuan • Observasi perilaku • Penilaian kartu kontrol lisan HASIL Peningkatan Pemahaman Siswa Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan: Table 1. Hasil Evaluasi Peningkatan Pemahaman Siswa Aspek Penilaian Sebelum (%) Sesudah (%) Memahami ucapan baik-buruk 30 65 Mengontrol emosi 25 55 Menggunakan 3 kata ajaib 40 70 Meniru keteladanan guru 35 60 Perubahan Sikap Harian Guru melaporkan: • Berkurangnya perilaku mengejek • Meningkatnya empati dalam berbicara • Siswa lebih sering menggunakan ucapan sopan 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pembiasaan Menjaga (Yolanda Mutiara, dkk) | 162-166 PEMBAHASAN Pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa pendekatan katalisme sangat efektif dalam membentuk kebiasaan menjaga lisan. Penggunaan alat visual dan permainan membantu siswa memahami konsep secara konkret. Pembiasaan harian mampu mendorong siswa menerapkan ucapan yang baik secara konsisten. 4 Keberhasilan program didukung oleh: 1. Keteladanan guru, sesuai prinsip katalisme. 2. Pembiasaan terstruktur, yang terbukti meningkatkan perilaku positif. 3. Penguatan moral, yang mendorong siswa memahami dampak ucapan terhadap orang lain. Keterlibatan guru kelas sangat membantu mengawasi perilaku siswa selama program berlangsung. Program ini memberikan dampak nyata dalam menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif. Gambar 1. Tim PKM dan Pihak Guru Gambar 2. Tim PKM dan Siswa SIMPULAN PKM pembiasaan menjaga lisan melalui penyuluhan katalisme di SDN 6 Mulang Maya berhasil 4 Fajar Prasetyo and Firosalia Kristin, “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 5 SD,” DIDAKTIKA TAUHIDI: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 7, no. 1 (2020): 13, https://doi.org/10.30997/dt.v7i1.2645. 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Program Pembiasaan Menjaga (Yolanda Mutiara, dkk) | 162-166 meningkatkan pemahaman dan perubahan sikap siswa dalam berkomunikasi. Program ini tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga membentuk karakter komunikasi yang lebih sopan dan beretika. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada pihak SDN 6 Mulang Maya, guru-guru kelas, serta seluruh tim PKM yang telah membantu menjalankan kegiatan ini, termasuk dosen pembimbing Yolanda Mutiara yang memberikan arahan selama pelaksanaan program. REFERENSI Prasetyo, Apri Dwi, and Muhammad Abduh. “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika.” Jurnal Basicedu 5, no. 5 (2020): 3(2), 524–32. Prasetyo, Fajar, and Firosalia Kristin. “Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 5 SD.” DIDAKTIKA TAUHIDI: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 7, no. 1 (2020): 13. https://doi.org/10.30997/dt.v7i1.2645. Supadmini, Ni Kadek, I Komang Wisnu Budi Wijaya, and Ida Ayu Diah Larashanti. “Implementasi Model Pendidikan Lingkungan UNESCO Di Sekolah Dasar.” Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 1 (2020): 77–83. https://doi.org/10.37329/cetta.v3i1.416.