scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Penggunaan Media Sosial Youtube Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi

Martoyo1, Silvia Febriyanti2

Full text

2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 8, November 2025, P. 167-175 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17773654 Penggunaan Media Sosial Youtube Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi The Use of YouTube Social Media to Increase Students’ Learning Interest at SMP Al Karim Rasyid Kotabumi Martoyo1, Silvia Febriyanti2 1,2STAI Ibnu Rusyd Kotabumi, Lampung, Indonesia E-mail m[email protected],[email protected] Abstrak Saat ini kemajuan teknologi semakin canggih, media sosial youtube sebagai salah satu bentuk inovasi teknologi yang memudahkan untuk mendapatkan informasi yang didesain dalam bentuk audio visual sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media sosial youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Subjek penelitian yaitu terdiri dariKepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan 5 orang peserta didik kelas VII SMP Al Karim Rasyid Kotabumi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaranPendidikan Agama Islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi sudah baik, melalui kesesuaian penggunaan youtube sebagai media pembelajaran dipadukan dengan kemampuan guru dalam memberikan pengajaran, mampu mengoperasikan youtube dengan baik, yang didukung dengan ketersediaan fasilitas sehingga memberikan efesiensi dalam belajar berupa pemahaman yang baik dan cepat, serta banyak manfaat lainnya. Penggunaan youtube dapat meningkatkan minat siswa, terlihat ketika belajar PAI menggunakan youtube siswa merasa senang karena gambar dan suara yang menarik yang diberikan oleh youtube, ketertarikan siswa meningkat melalui suasana belajar yang berbeda ketika belajar dengan youtube, ice breaking, tugas kelompok, memberikan tugas lanjutan dan pemilihan video yang singkat membuat siswa fokus memperhatikan, siswa menjadi aktif bertanya dan menjawab pertanyaan ketika belajar menggunakan youtube. Kata Kunci : Youtube, Minat Belajar, Pendidikan Agama Islam Abstract Nowaadays technological advances are increasingly sophisticated, youtube social media asaform of technological innovation that makes it easier to get information designed in the form of audio visuals so that it can be used as a learning medium today. The purpose of this study is to find out the use of youtube social media in increasing students' interest in learning Islamic Religious Education subjects at Al Karim Rasyid Elementary School. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The subjects of the research consisted of the Principal, teachers of Islamic Religious Education subjects, and 5 students of the third grade of Al Karim Rasyid Elementary School. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. The results of this study show that the use of youtube social media in increasing students'interest in learning in Islamic Religious Education subjects at Al Karim Rasyid Senior High School is good,through the suitability of the use of youtube asa learning medium combined with the ability of teacher stop provide teaching,able to operate youtube well, which is supported by the availability of facilities so as to provide efficiency in learning in the form of good and fast understanding,as well as many other benefits. In the use of youtube can increase student interest, it can be seen that when learning PAI using youtube students feel happy because of the attractive images and sound sprovided by youtube, student interest increases through different learning atmospheres when learning with youtube, ice breaking, group assignments, giving follow-up assignments, and the selection of short videos makes students focus on paying attention, students become active in asking and answering questions when learning to use youtube. Keywords : Youtube, Learning Interest, Islamic Religious education Article Info Received date: 31 Oktober 2025 Revised date: 15 November 2025 Accepted date: 22 November 2025 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 PENDAHULUAN Semakin berkembangnya teknologi, kini sekolah-sekolah mulai memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran era digital menekankan pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu utama dalam proses belajar-mengajar. Saat ini, cara siswa mengakses materi pembelajaran sangat fleksibel,dari mana saja dan kapan saja melalui perangkat seluler atau komputer dengan koneksi internet. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain memberikan definisi yang sangat mendalam tentang proses belajar mengajar, mereka mengatakan bahwa “belajar mengajar adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Pembaharuan yang didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi dalam pemanfaatan hasil teknologi ketika proses pembelajaran. Saat ini guru dituntut agar dapat memanfaatkan alat pendukung baik alat yang berupa tradisional maupun alat berbasis internet dalam proses pembelajaran dengan maksimal. Lebih dari itu, guru diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam membuat media pembelajarannya. Oleh sebab itu, memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup tentang media pembelajaran sangat penting dimiliki oleh guru. Media pembelajaran berfungsi sebagai alat komunikasi yang menyampaikan informasi ketika pembelajaran berlangsung. Mempermudah penyampaian informasi yang kompleks, mendukung berbagai gaya belajar siswa dan merangsang keaktifan siswa sehingga meningkatkan hasil belajar siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai adalah tujuan menggunakan media pembelajaran. Dasar penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, yang dijelaskan dalam surah An-Namlayat 28 - 30, yaitu “Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan (28), Berkata ia (Balqis) :“Hai pembesarpembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia,(30) sesungguhnya surat itu,dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya : “Dengan Menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (30).” (QS. An - Naml [27]: 28-30). Didalam Tafsir Ibnu Katsir,Nabi Sulaiman AS berbicara dengan burung hud-hud sebagai perantara dalam menyampaikan pesan kepada Ratu Balqis. Burung hud - hud memiliki keistimewaan yaitu kemampuan khusus dalam penyampaian pesan sebagai salah satu bentuk mukjizat yang sangat luar biasa. Potongan cerita penyampaian surat dari Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis memberikan perspektif histori yaitu memberitahu kita adanya teknologi komunikasi yang canggih pada masa itu, Nabi Sulaiman menggunakan burung hud – hud sebagai alat untukmenyampaikan pesan kepada Ratu Balqis, sehingga pesan tersebut dapat tersampaikan dengan cepat, dan diterima dengan baik. Hal itu memperlihatkan adanya teknologi yang canggih pada masa tersebut di istana Nabi Sulaiman. Analogi yang dapat dipakai dari cerita tersebut untuk memahami perkembangan teknologi komunikasi dan media pembelajaran adalah adanya evolusi penggunaan teknologi dalam pembelajaran setiap zaman. Inovasi yang selalu hadir setiap zamannya sehingga media pembelajaran berbasis teknologi sekarang ini sangat maju, variatif, terbuka, efisien, dan lebih canggih. Hubungannya dengan dunia pendidikan adalah diperlukannya media yang berkembang sesuai zaman dalam penyampaian materi pembelajaran. Diera teknologi sekarang yang begitu pesat memberikan solusi yaitu media internet. Dengan menggunakan media internet dapat memudahkan pertukaran informasi dalam dunia pendidikan. Minat belajar siswa yang rendah dapat diatasi salah satunya dengan penggunaan media belajar yang bervariasi dan tepat.Minat belajar yang rendah akan menimbulkan sikap pasif siswa,banyaknya absensi siswa, antusias siswa yang rendah saat pelajaran, dengan begitu media dapat berfungsi menciptakan antusias belajar. Pemilihan media belajar perlu disesuaikan dengan gaya belajar siswa, sehingga penggunaan media audio visual dapat menarik perhatian siswa dalam memahami materi yang sedang diajarkan dan meningkatkan perhatian siswa melalui tampilan dan suara yang menarik sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Media audio visual merupakan media yang sangat efektif dalam penyampaian materi karena adanya penggabungan unsur suara dan gambar. Kombinasi kedua unsur ini dapat meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan retensi informasi pada siswa. Selain itu,dengan memanfaatkan media audio visual dapat meningkatkan minat belajar siswa. Media sosial youtube sebagai wadah guna mendapatkan informasi, sehingga youtube dapat menjadi media pembelajaran audio visual. Penggunaan 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 media sosial youtube pada pelajaran PAI menjadi salah satu transisi pembaharuan, dimana materi PAI yang biasa disampaikan dengan menggunakan metode ceramah, tetapi dengan adanya penggunaan media sosial youtube proses pembelajaran bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat teknologi,yaitu siswa bisa mendapatkan materi melalui gambar dan suara atau cuplikan video yang dikemas semenarik mungkin. Media sosial youtube merupakan inovasi media berbasis digital yang berfungsi sebagai sumber mendapatkan informasi dari berbagai dunia, youtube menawarkan fitur fitur yang mudah dan memberikan video yang bisa ditonton secara langsung ataupun didownload terlebih dahulu. Youtube sebagai mediayang interaktif antara siswa dan guru dimana memudahkan dalam penyampaian informasi ketika belajar. Youtube memiliki potensi besar dalam mendukung Pendidikan dengan cara yang inovatif dan efektif, namun dengan penggunaan yang bijaksana dan terkontrol Salah satu misi dari SMP Al Karim Rasyid Kotabumi adalah mengembangkan pendidikan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini sesuai berdasarkan hasil dari penelitian awal peneliti menemukan guru yang memanfaatkan media sosial youtube ketika pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Saat penelitian awal terlihat sekali perbedaan minat belajar siswa di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi,ketika pembelajaran yang tidak menggunakan media atau pembelajaran dengan metode ceramah dan dengan menggunakan media pembelajaran yang salah satunya adalah youtube. Maka peneliti tertarik untuk mengkaji serta meneliti tentang “Penggunaan Media Sosial YouTube Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.” METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penulis berusaha untuk memahami, menganalisis lebih dalam Penggunaan Media Sosial YouTube dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi. Menurut Kirk dan Miller penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan dalam dalam menganalisa ilmu pengetahuan sosial yang secara utuh bergantung pada pengmatan manusia dalam hal yang ditelitinya menggunakan bahasa dan peristilahan yang tertata. Penelitian ini dilakukan di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi yang berlokasi di Jl. Perumnas Tulung Mili Kel. Kotabumi Ilir Kec. Kotabumi Kota Kab. Lampung Utara, Lampung.Peneliti memilih SMP Al Karim rasyid Kotabumi karena beberapa guru di sekolah tersebut menggunakan youtube sebagai salah satu media pembelajaran sesuai dengan penelitian ini yang berfokus pada penggunaan media sosial youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa. Oleh sebab itu,sekolah tersebut dipilih oleh peneliti sebagai tempat penelitian yang di mana menjadi wadah untuk mengeksplorasi informasi, data dan mencari sumber - sumber yang mendukung dalam penelitian. Waktu penelitian ini dilaksanakan mulai Agustus 2025 sampai November 2025. Selanjutnya Sumber data primer diperoleh secara langsung dari narasumber yang mempunyai indormasi yang akurat dan terhubung langsung dengan hal yang berkaitan dengan hal yang diteliti. Pada penelitian kali ini peneliti menjadikan 7 orang informan sebagai sumber data primer melalui wawancara, diantaranya: Kepala Sekolah SMP Al Karim rasyid Kotabumi, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam 5 Siswa dan Siswi kelas VII SMP Al KArim Rasyid Kotabumi. HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan salah satu misi SMP Al KArim Rasyid Kotabumi yaitu mengembangkan pendidikan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dalam proses pembelajaran SMP Al Karim Rasyid Kotabumi memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi teknologi adalah media sosial. Media sosial merupakan alat untuk berkomunikasi secara online yang mudah diakses dan hampir semua orang dapat menggunakan media sosial pada saat ini.Selain itu media sosial juga memudahkan kita untuk mendapatkan informasi. Berdasarkan fungsi media sosial sebagai alat untuk mendapatkan informasi maka media sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Menurut Wina Sanjaya di dalam buku media pembelajaran sejarah yang ditulis oleh M. Basri dan Sumargono,menyatakan bahwa ada 4 aspek dalam penggunaan media pembelajaran yaitu diantaranya: kesesuaian, kemampuan guru, efisien, memiliki manfaat. Berikut kajian mengenai penggunaan media sosial youtube di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi: Pertama, Kesesuaian. Media yang digunakan oleh guru harus sesuai dengan materi pembelajaran, karakter dan minat siswa, serta harus diarahkan kepada pencapaian tujuan pembelajaran 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 akhir. Menurut M. Bashri Sumargono Media digunakan tidak serta merta untuk hiburan dalam pembelajaran atau hanya sekedar memudahkan guru dalam mengajar, namun harus memenuhi kebutuhan siswa dalam memahami pembelajaran. Pernyataan dari Kepala Sekolah sejalan dengan pernyataan yang diberikan oleh Ibu Roslinawati,S.Pd selaku Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu : Guru di haruskan membuat RPP tentunya. Mencantumkan urutan pembelajaran, materi, metode belajar, serta media pembelajaran di RPP tersebut. Tentunya saya melihat terlebih dulu materi yang akan di ajarkan dan metode barulah saya sesuaikan media apa yang cocok digunakan. Media pembelajaran yang baik itu adalah media yang menarik dan membantu siswa dalam memahami pembelajaran sebagai salah satu tujuan pembelajaran. Media itu sendiri dibagi menjadi 2, yaitu media digital dan media non digital. Saya menyesuaikan dengan materi pembelajaran yang sesuai baik itu media digital ataupun nondigital. Pertama saya mengacu pada metode belajar setiap anak itu berbeda, yang di mana dibagi menjadi 3 yaitu; audio, visual, dan kinestetik. youtube adalah sebuah media audio visual.Sehingga ketika saya menggunakan youtube sudah merangkap 2 gaya belajar dalam satu waktu. Menurut sepengetahuan saya anak - anak itu suka dengan gambar, warna, dan suara yang menarik, itu semua ada pada youtube. Jika pembelajaran dulu gaya atau metode pengajaran Agama Islam lebih banyak dengan metode ceramah sudah kurang cocok diterapkan pada pembelajaran saat ini. Jadi untuk saya youtube opsi utama sebagai media pembelajaran digital. Kedua, Kemampuan Guru. 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu; kompetensi pendagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Keterkaitan kompetensi satu dengan yang lainnya sangat dibutuhkan dalam mengajar. Kemampuan guru dalam mengoperasikan media pembelajaran termasuk ke dalam kompetensi professional yang harus dimiliki oleh seorang guru, karena kemampuan guru dalam mengoperasikan media pembelajaran dapat mendukung keberhasilan pembelajaran.Hal ini sesuai dengan pernyataan yangdiberikan oleh Ibu Uma Wati, S.Pd selaku kepala sekolah, yaitu: Dalam meningkatkan kemampuan guru, biasanya sekolah mengadakan training atau pembinaan khusus di awal tahun sesuai kebutuhan salah satunya bertujuan untuk meningkatkan skill guru, lalu disekolah ini diadakan sharing khusus yang dipimpin koordinator level untuk memberitahukan metode belajar yang baik, media atau alatalat yang sesuai untuk setiap materi.Kemampuan guru dalam mengoperasikan media pembelajaran khususnya media pembelajaran digital harus sangat diperhatikan, karena kemampuan ini sangat berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Sekolah mengadakan evaluasi setiap 2 tahun sekali yang dilakukan oleh kepala sekolah yaitu saya sendiri dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Kami mengevaluasi bagaimana cara guru mengajar, RPP yang dibuat sesuai atau tidak, penguasaan kelas, materi, dan pemillihan media yang sesuai dengan pembelajaran. Berikut gambar kegiatan pembelajaran di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi yang menggunakan media sosial youtube : Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Ibu Roslinawati,S.Pd selaku Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, mengenai kemampuan yang harus dimiliki seorang guru dan bagaimana kemampuan Ibu Roslinawati,S.Pd dalam pengoperasian youtube : Kalau youtube sendiri menurut saya sangat baik pengoperasian, siapapun bisa mengakses youtube dengan mudah dari anak - anak maupun dewasa. Saya mencari lebih banyak channel youtube yang menarik dan sesuai dengan materi. Dan saya ada rencana untuk membuat konten - konten di channel youtube sendiri, namun itu memerlukan banyak waktu dan masih belajar dalam pengeditan video. Ketiga, Efisien. Media pembelajaran yang memberikan kemudahan dalam pengoperasian ketika kegiatan pembelajaran, tepat dalam penggunaanya dan mempermudah dalam pemahaman dengan waktu yang singkat. Hal ini sesuai dengan pendapat yang diberikan oleh Ibu Uma Wati, S.Pd selaku kepala sekolah, yaitu:Perlu diketahui bahwa anak - anak SMP pada saat ini memiliki tingkat fokus yang sangat sedikit, biasanya hanya mampu focus paling lama 30 menit.Maka dari itu dia wali pembukaan kelas guru harus memberikan pembukaan semenarik mungkin agar anak dapat tertarik dan focus pada pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung guru harus memberikan pengajaran yang seefektif mungkin dengan dibantu media pembelajaran yang tepat, sehingga penggunaan media mampu memberikan pemahaman kepada siswa secara cepat,maka terciptalah pembelajaran yang efesien. Hal ini diperkuat dengan teori yang di kemukakan oleh Indriana dalam bukunya yang berjudul Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak bahwa efesiensi yang diberikan oleh media pembelajaran yang tepat berupa kemudahan dalam penggunaan dan memberikan pemahaman yang cepat pada materi 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 pembelajaran. Dalam penggunaan media youtube sebagai media pembelajaran yang efesien sekolah memfasilitasi agar penggunaannya berjalan dengan baik dan optimal sesuai dengan yang dikatakan oleh Ibu Uma Wati,S.Pd selaku kepala sekolah,“Sekolah memfasilitasi alat non digital seperti; buku, globe, dan lainnya, maupun alat digital seperti; proyektor, laptop, jaringan internet atau wifi, dan spiker.”Dalam penggunaan media sosial youtube sebagai media pembelajaran yang efeisien juga dibutuhkan kecakapan guru atau langkahlangkah guru dalam penggunaanya, hal ini diterangkan oleh Ibu Roslinawati, S.Pd selaku Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam: Pertama-tama saya membuat RPP,sehingga ketika pembelajaran berlangsung saya tahu langkah atau urutan kegiatan pembelajaran serta apa saja yang akan saya bahas. Kemudian saya membahas materi secara singkat, jelas, dan padat. Kemudian dibantu dengan youtube agar mempemudah pemahaman pada anak, sebelum video tersebut dimulai biasanya saya telah menginstruksikan untuk membuat kelompok ataupun tugas sendiri yaitu dengan menuliskan kembali isi dari video atau menceritakan kembali. Tujuannya adalah membuat anak - anak fokus kepada isi video dan mencoba untuk memahaminya, dan kita bisa melihat feedback seberapa besar siswa memahami pembelajaran saat itu. Berikut gambar kegiatan berkelompok yang dilakukan setelah menonton youtube pada mata pelajaran PAI: Gambar 1. Kegiatan Menonton Youtube (Sumber:Hasil Observasi di SMP AlKarim Rasyid Kotabumi) Berdasarkan penjelasan efisien yang telah dijelaskan di awal, salah satu arti efisien yaitu memberikan pemahaman dengan waktu yang singkat. Hal ini berbanding lurus dari pernyataaan yang diberikan oleh Raharja Dwi Putra salah satu siswa SMP Al karim rasyid kotabumi, “Belajar menjadi lebih seru dan menarik. Selain itu saya belajar menjadi mudah paham.” Keempat,Kebermanfaatan.Penggunaan media pembelajaran sangat membantu guru dalam proses mentransfer ilmu kepada siswa selama proses pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan sebagai alat komunikasi antara siswa dan guru. Media pembelajaran harus memiliki nilai manfaat sehingga pembelajaran memiliki makna bagi siswa dalam memahami pembelajaran sehingga meningkatnya hasil belajar siswa. Dalam pemanfaatan media pembelajaran pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Uma Wati, S.Pd selaku kepala sekolah, beliau mengatakan adanya kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan media sosial youtube sebagai media pembelajaran, yaitu: Menurut saya youtube adalah sebuah media sosial berbasis digital yang sangat banyak digunakan oleh guru, dikarenakan youtube sebuah media yang berupa audio dan visual yang menarik sehingga sangat memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran dan dalam penggunaan youtube itu sendiri sangat mudah. Namun penggunaan media youtube dalam pembelajaran harus sangat hati - hati dan harus dalam pengawasan penuh oleh guru dikarenakan youtube juga masih memiliki konten dan iklan yang kurang baik. Sehingga alangkah baiknya ketika guru menggunakan youtube sudah dicari konten yang baik dan sesuai kebutuhan siswa, lalu guru mendownload video konten tersebut. Kendala terbesar ada pada kemampuan guru itu sendiri. Belum semua guru mampu mengoperasikan media digital dengan baik yang salah satunya youtube, terkhusus guru - guru senior yang sulit untuk mengupgarade kemampuan digitalisasinya. Sekolah tentunya memberikan solusi dengan membantu guru-guru melalui pelatihan dan tutor sebaya meskipun tidak mudah meningkatkan kemampuan dalam waktu yang cepat. Yang kedua masalah teknisi seperti jaringan yang terkadang tidak 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 stabil, speaker, dan lain sebagainya. Dari hasil wawancara yang dipaparkan Bu Uma Wati, S.Pd bahwa penggunaan media sosial youtube sebagai media pembelajaran memiliki kelebihan bahwasanya youtube sebagai media audio visual sangat menarik dan youtube memberikan pemahaman kepada siswa namun youtube juga memiliki kekurangan seperti iklan yang tidak dipastikan apakah itu baik untuk dilihat atau tidak, namun beliau memiliki solusi dari hal tersebut. Selain itu kemampuan guru senior dalam penggunaan youtube juga menjadi kekurangan atau hambatan, dan hambatan lainnya berupa hambatan teknisi.Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Ibu Roslinawati, S.Pd selaku Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu: Kalau kesulitan pengoperasian tidak ada kesulitan, hanya mungkin secara teknisi terkadang jaringan yang kurang baik saat cuaca kurang bagus, atau terkadang speaker yang bermasalah namun intensitasnya tidak sering. Jika speaker yang saya gunakan bermasalah saya mengatasinya terlebih dahulu, apabila diluar kendali saya, maka saya membawa siswa untuk belajar di ruang audio visual. Sebelum pembelajaran saya mencari beberapakonten video youtube yang sesuai dengan isi materi, yang menarik dan dengan durasi yang tidak terlalu lama. Karena video yang terlalu lama akan membuat siswa jenuh. Setelah itu terkadang saya mendownload video tersebut. Penulis juga menanyakan kepada siswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi mengenai kelebihan dan kekurangan penggunaan media sosial youtube dalam pembelajaran. Adapun pernyataan dari dua siswa kelas 7 SMP Al Karim Rasyid Kotabumi yang bernama Raharja Dwi Putra dan Najla Aqillah Quensha: “Iya, karena yang mengoperasikan guru kita hanya menonton lalu menulis atau maju kedepan menceritakan isi video, dan membuat pertanyaan ataupun ditanya. Tidak ada kesulitan, hanya saja terkadang jaringan suka bermasalah atau suara dari speaker kurang terdengar.“Sangat membantu sekali, karena terkadang kalau hanya membaca saya tidak bisa paham. Tetapi dengan youtube menjadi ada gambar yang bisa dibayangkan dan bisa didengar penjelasannya. Tidak ada kesulitan, belajar dengan youtube sangat mudah.”Setelah membahas penggunaan media sosial youtube di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi penulis membuat kesimpulan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pendukung penelitian, bahwa terdapat 4 aspek media sosial youtube sebagai media pembelajaran yaitu kesesuaian, langkah awal dalam memilih youtube sebagai media pembelajaran perlu adanya penyesuaian dengan situasi kelas, karakteristik siswa dan materi pembelajaran,kemampuan guru, sebagai penunjang keberhasilan dalam pengoperasian youtube sehingga penggunaan youtube sebagai alat transfer ilmu kepada siswa berjalan sebagai mana mestinya, efisien, berupa pemahaman siswa dengan waktu lebih singkat ketika menggunakan media sosial youtube sebagai media pembelajaran,serta fasilitas yang menunjang pengoperasian agar pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya, kebermanfaatan, media sosial youtube sebagai media pembelajaran memberikan banyak manfaat dan kelebihan ketika proses pembelajaran. Ahmad Susanto pada bukunya yang berjudul Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar menyatakan bahwa ada 4 aspek minat belajar siswa, yaitu; Perasan senang, ketertarikan siswa,perhatian siswa,dan keterlibatan siswa. Berikut analisis mengenai aspek minat belajar siswa di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi: Pertama,Perasaan Senang. Ketika siswa yang berminat terhadap suatu pembelajaran akan merasa senang, tidak bosan untuk mempelajarinya dan tidak ada rasa terpaksa untuk belajar.Rasa senang juga akan mempengaruhi pemahaman dalam belajar. Sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh Al Fathir Dwi Wibowo salah satu siswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi mengenai seberapa penting perasaan senang dalam belajar: “Penting sekali, karena kalau belajar tapi mood saya tidak baik saya menjadi malas dalam belajar dan rasanya ingin cepat pulang. Apalagi kalau guru yang mengajar tidak asik dan membosankan.”Lalu penulis juga menanyakan kepada Rafly Alfiano, siswa SMP Al Karim rasyid Kotabumi kelas VII, mengenai apakah belajar PAI menggunakan youtube siswa merasa senang: “Sangat senang sekali karena terkadang bosan kalau sebelumnya belajarnya susah,saat belajar PAI dengan Pak Roslinawati menggunakan youtube jadi senang kembali.”Penulis juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada Azhilla GianettaI: “Iya karena bisa belajar sambil menonton itu menyenangkan sekali ada gambar dan suara yang bagus, berbeda dengan belajar yang lain hanya mengerjakan tugas, mendengarkan guru bicara.” Kedua, Ketertarikan Siswa. Seseorang bisa dikatakan memiliki ketertarikan belajar adalah adanya impian dan cita-cita dimasa depan. Berbanding lurus dengan jawaban yang diberikan oleh Ibu Uma Wati,S.Pd selaku kepala sekolah SMP Al Karim Rasyid Kotabumi, yaitu : Ketika pembelajaran di kelas biasanya guru yang terlibat langsung, sehingga guru yang lebih mengetahui bagaimana 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 ketertarikan siswa selama belajar. Namun dapat kita simpulkan biasanya ketertarikan siswa itu bisa dilihat dari absensi, yang kedua keaktifan siswa dalam belajar, yang ketiga seberapa besar siswa memperhatikan. Siswa yang memiliki ketertarikan maka besar sekali keikutsertaan siswa dalam belajar dan akan menghasilkan pemahaman yang baik. Ketertarikan siswa tentunya ditentukan bagimana cara guru menjelaskan, media yang digunakan dan lain sebagainya. sSaat ia merespon aktif ketika pembelajaran serta adanya keinginan untuk mencoba, Pernyataan tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Fatturohman dan Sulistyorini dalam buku yang berjudul Belajar dan Pembelajaran Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional, yang menyatakan bahwa siswa yang memiliki ketertarikan dalam belajar akan menimbulkan respon yang baik dalam belajar,hal tersebut dapat dilihatdari semangat siswa ketika mengikuti pelajaran, tidak menunda pengerjaan tugas, dan merespon dengan aktif. Sebagaimana jawaban dari Ibu Roslinawati, S.Pd selaku Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi,mengenai cara yang beliau lakukan dalam menumbuhkan ketertarikan siswa saat belajar PAI menggunakan youtube: “Strategi yang saya lakukan yaitu memberikan games sesekali, ice breaking, tugas kelompok dan kadang saya bawa siswa belajar di ruang audio visual. Di ruang audio visual itu belajar dengan duduk di lantai jadi membuat suasana belajar yang berbeda dari biasanya.” Ketiga, Perhatian Siswa. Memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru adalah salah satu tujuan dari pembelajaran itu sendiri.Untuk sampai ketitik memahami ada hal dasar yang diperlukan yaitu perhatian siswa dan kefokusan siswa ketika pembelajaran berlangsung, karena tanpa adanya pemusatan perhatian dari siswa proses penyampaian ilmu tidak akan berjalan dengan baik. Dalam menumbuhkan perhatian siswa agar fokus ketika pembelajaran diperlukan strategi atau cara yang dilakukan oleh guru dengan mengelola perencanaan kegiatan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Ibu Uma Wati S.Pd selaku kepala sekolah SMP Al karim Rasyid Kotabumi, yaitu: Sekolah membantu menciptakan pembelajaran yang kondusif,salah satunya setiap di awal ajaran baru, sekolah mengatur dan membuat agenda dan program - program yang nantinya akan diterapkan. Program – program tersebut dirancang bertujuan untuk meningkatkan karakter siswa, kompetensi siswa, hasil belajar siswa, dan lain sebagainya. Beliau juga menyatakan bahwa ada program diluar pembelajaran yang dilakukan SMP Al Karim Rasyid Kotabumi untuk meningkatkan perhatian siswa: “Ada seperti pembiasaan rutin, pembelajaran diluar sekolah, dan masih banyak lagi.Berdasarkan pernyataan dari siswa SMP Al Karim rasyid Kotabumi, salah satunya Rafly Alfiano bahwa belajar menggunakan youtube membuat belajar menjadi lebih fokus: “Fokus karena suaranya dan animasi nya enak dipandang dan nantinya ada tugas untuk mencatat ulang.Namun dalam belajar pastinya ada hambatan atau gangguan yang membuat siswa mengalihkan perhatiannya. Biasanya perhatian mulai terahlikan ketika beberapa waktu setelah pembelajaran berlangsung. Sebagaimana pernyataannya:“Baik,tapi kadang suka ngantuk kalau videonya terlalu lama sampai belasan menit, jadi saya nontonnya sambil menyender ditembok. Kadang,kalau videonya terlalu lama,tetapi Ibu Ros suka pakai ice breaking. Seberapa aktif siswa saat proses pembelajaran. Siswa yang memiliki minat belajar biasanya akan sangat senang terlibat dalam pembelajaran tersebut. Penulis akan memaparkan jawaban hasil wawancara dari Ibu Roslinawati, S.Pd SMP Al Karim Rasyid Kotabumi ,mengenai upaya yang beliau lakukan dalam meningkatkan keaktifan siswa saat belajar PAI menggunakan Youtube:“Salah satu cara yang saya lakukan adalah memberikan sebuah pertanyaan - pertanyaan apa yang sudah dipelajari, lalu memberikan kegiatan lain seperti membuat prakarya dan mencari materi lain dibuku.Ketika pembelajaran PAI menggunakan youtube Ibu Roslinawati, S.Pd tidak hanya sekedar menonton video sehingga pembelajaran tersebut terkesan pasif akan tetapi beliau memberikan ruang siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan, serta ada kegiatan belajar dengan metode tambahan. Upaya yang bapak lakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa ternyata membuahkan hasil yang diharapkan,karena siswa ikut terlibat dalam pembelajaran yaitu dengan menonton video youtube dengan baik dan juga memberikan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan. Upaya SMP Al karim rasyid Kotabumi tidak hanya terfokus menumbuhkan keaktifan siswa didalam kelas selama proses pembelajaran,akan tetapi juga mengupayakan keaktifan siswa diluar pembelajaran. Sebagaimana pernyataan dari beberapa narasumber yang tertuang diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, SMP Al Karim rasyid Kotabumi menumbuhkan keaktifan siswa baik saat pembelajaran berlangsung maupun diluar pembelajaran.Dalam menciptakan keaktifan siswa diluar pembelajaran SMP Al Karim Rasyid Kotabumi mengadakan program esktrakurikuler, perlombaan, dan 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 kegiatan rutinan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat merangsang siswa agar aktif juga dikelas saat pembelajaran PAI berlangsung. Penggunaan media sosial YouTube dalam pembelajaran di SMP Al Karim rasyid Kotabumi dapat dikaitkan dengan berbagai teori pendidikan yang relevan. Menurut Heinich, Molenda, Russell, dan Smaldino (2002), pemilihan media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan, karakteristik siswa, serta konten yang diajarkan. Hal ini tampak pada praktik guru yang memilih YouTube sebagai media karena mampu mengakomodasi gaya belajar audio-visual siswa,sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Selanjutnya, dalam perspektif kompetensi guru sebagai manadiatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi profesional terwujud ketika guru mampu mengoperasikan media digital seperti YouTube, sebagaimana yang diperkuat dengan adanya program pelatihan dan evaluasi rutin di sekolah tersebut. Efektivitas penggunaan YouTube juga sejalan dengan teori beban kognitif yang dikemukakan oleh Sweller (1988), bahwa pembelajaran akan lebih efisien apabila media dapat mengurangi beban kognitif yang tidak relevan dan mempermudah pemrosesan informasi, sehingga siswa dapat memahami materi dengan cepat. Selain itu, sesuai dengan pendapat Arsyad (2017), media pembelajaran berfungsi meningkatkan motivasi, mempermudah pemahaman konsep, serta memperbaiki kualitas interaksi guru dan siswa, yang terbukti dari pernyataan siswa bahwa pembelajaran menggunakan YouTube lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Temuan penelitian ini juga selaras dengan teori minat belajar yang dijelaskan oleh Susanto (2016), bahwa indikator minat belajar meliputi perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan siswa,yang seluruhnya terlihat dalam praktik pembelajaran PAI berbasis YouTube. Dengan demikian, penggunaan YouTube dalam pembelajaran bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan implementasi nyata dari teori pendidikan modern yang mendukung pembelajaran aktif, efisien, dan bermakna. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai bagaimana penggunaan media sosial youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi. Penulis merangkum kesimpulan sebagai berikut: Mengenai penggunaan media sosial youtube dalam meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SMP Al Karim Rasyid Kotabumi dapat dikatakan mampu meningkatkan minat siswa. Penggunaan media sosial youtube sebagai media pembelajaran dapat digunakan dengan menyesuaikan situasi, karakteristik siswa, materi belajar, dan tujuan pembelajaran. Dengan kemampuan guru dalam pengoperasian serta tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap seperti wifi, proyektor, speaker dan ruang audio visual sebagai penunjang dalam penggunaan media sosial youtube. Penggunaan media sosial youtube dalam belajar PAI memberikan manfaat bagi guru dan siswa, serta menjadikan pembelajaran yang efesien sehingga siswa dapat memahami pelajaran dalam waktu yang singkat dan guru mendapatkan manfaat yaitu menjadi lebih mudah untuk memberikan pelajaran. Mengenai minat siswayang meningkat dapat terlihat dari beberapa aspek minat belajar diantaranya; media sosial youtube sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat belajar pendidikan agama islam dengan perhatian yang fokus. REFERENSI Arikunto, Suharsimi. (2011) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Rineka Cipta. Bahri,Syaiful,Djamarah&AswanZain.(2006)StartegiBelajarMengajar.Jakarta: PT.RinekaCipta. Basyiruddin & Usman.(2002) Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Gravindo. Ghafar,Abdul.(1990)TafsirIbnKatsirjilidVI.Surabaya:PT.BinaIlmu. Puspita Ririn Sari. (2020) Niko Kurniawan Laminto, dan Karim Nazri. “Pemanfaatan Youtube Sebagai Media Pembelajaran Bagi Mahasiswa Di Tengah Pandemi Covid19”. Jurnal Komunikasi, Masyarakat, dan Keamanan (KOMASKAM) 2, no.2, Oktober. Quthb,Sayyid.(2003)TafsirFiZhilalilQuranjilid.VIII Jakarta:GemaInsani. Ramli M. (2013) “Media Pembelajaran Dalam Perspektif Al-Qur’andan Al - Hadits”, Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan 13, no. 23. Rukajat, Ajat. (2018) Pendekatan Penelitian Kualitatif Qualitative Research Approach), Yogyakarta: CV. Budi Utama. Saberan,Ridwan.(2017)“PenggunaanMediaAudioVisualdalamMeningkatkanMotivasidanHasil Belajar 2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 8 Penggunaan Media Sosial Youtube (Martoyo, dkk) | 167-175 Siswa”, Ilmiah Kependidikan 7. Saddam,Jakub,Akbar.(2023)PenerapanMediaPembelajaranEraDigital,Jambi:PT.Sonpedia Publishing Indonesia. Sadiman,Arief,Rahardjo.(2010)MediaPendidikan,Jakarta:RajawaliPers. Sartika.(2018)“KegunaanWhatsAppSebagaiMediaInformasidanMediaPembelajaranPada MahasiswiIlmuKomunikasiSTISIPPersadaBunda”,JurnalMedium6,no.2. Shihab,M.Quraish.(2011)TafsirAlMisbah,PesanKesandanKeserasianAl-Qur’an.Jakarta:LenteraHati. TerjemahQur’anKemenag.(2019)Qur’anKemenaginMicrosoftWordQ.S.Fussilat[41]:33. Timoria,Fransiska,Samosir.DwiNurinaPitasari.Purwaka &PurwadiEkaTjahjono.(2019)“Efektivitas Youtube sebagai Media Pembelajaran Siswa”, Record andLibarary Journal 4, no. 2. Wawancara dengan Guru Pendidikan Agama Islam SMP Al Karim Rasyid Kotabumil.Roslinawati. (28 Agustus 2025) Lampung Utara. Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.UMa Wati.(28 Agustus 2025).Lampung Utara. Wawancara dengan Siswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.Raharja Dwi Putra.(28 Agustus 2025) Lampung Utara. Wawancara dengan Siswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.Najlah Aqilla Quensha.(28 Agustus 2025) Lampung Utara. Wawancara dengan Siswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.Al fathir Dwi Wibowo.(28 Agustus 2025) Lampung Utara. Wawancara dengan Siswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.Azhilla Gianetta.(28 Agustus 2025) Lampung Utara. WawancaradenganSiswa SMP Al Karim Rasyid Kotabumi.Raffly Alfiano.(28 Agustus 2025) Lampung Utara.