Meningkatkan Karakter dan Disiplin Belajar Melalui Pengembangan Manajemen Diri pada Siswa SMP
Full text
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 4, Nomor 9, Desember 2025, Halaman 42-48 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17874620 Meningkatkan Karakter dan Disiplin Belajar Melalui Pengembangan Manajemen Diri pada Siswa SMP Improving Character and Learning Discipline Through the Development of Self-Management in Junior High School Students Rhoni Ilham Tampubolon Prodi Manajemen Informatika, Politeknik Ganesha Medan, Indonesia Email: [email protected] Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Meningkatkan Karakter Dan Disiplin belajar Melalui Pengembangan Manajemen Diri Pada Siswa SMP Swasta Amanah 1 Medan guna mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan mengelola waktu, emosi, serta Karakter Dan Disiplin Belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan dunia kerja. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa tentang pentingnya manajemen diri, serta terbatasnya pengetahun akan Karakter Dan Disiplin Belajar yang baik dan benar. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan, dan sesi mentoring yang melibatkan kerjasama dengan guru dan tim PKM. Manajemen diri adalah faktor penting yang perlu diperhatikan dan dikelola dengan baik. Hal ini karena dengan manajemen diri yang baik, siswa dapat mengorganisir tugas-tugas, mengatur waktu belajar dan memaksimalkan produktifitas. Upaya untuk memberi pencerahan tentang manajemen diri Meningkatkan Karakter Dan Disiplin Belajar ,guna untuk meningkatkan prestasi siswa maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk Siswa SMP Swasta Amanah 1 Medan. Adapun metode kegiatan PKM dimulai dengan observasi, diskusi kelompok dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan metode penyuluhan. Pada sesi tanya jawab terlihat siswa antusias untuk bertanya dan keberhasilan Siswa dalam mencoba untuk membantu dalam belajar merupakan keberhasilan dalam kegiatan PKM. Kata Kunci: Karakter, Disiplin Belajar Manajemen Diri Abstract This community service program aims to improve students’ character and learning discipline through the development of self-management skills among students of SMP Swasta Amanah 1 Medan, in order to better prepare them to face future challenges. The main objective of this program is to equip students with the ability to manage their time, emotions, and learning discipline in ways that align with current developments and the demands of the workforce. This activity was motivated by students’ low understanding of the importance of self-management, as well as their limited knowledge of good and proper character and learning discipline. The program was carried out through a series of counseling sessions, training, and mentoring activities involving collaboration between teachers and the PKM team. Self-management is an important factor that must be considered and managed well, as it enables students to organize tasks, manage study time, and maximize productivity. Efforts to provide guidance on self-management to improve character and learning discipline—aimed at enhancing students’ academic achievement—were implemented through this community service program for students at SMP Swasta Amanah 1 Medan. The PKM activities began with observation, group discussions with the principal and the vice principal for curriculum affairs, and counseling sessions. During the question-and-answer session, students appeared enthusiastic to ask questions, and their success in attempting to improve their learning efforts was a key indicator of the program’s achievement. Keywords: Character, Learning Discipline, Self-Management Article Info Received date: 10 November 2025 Revised date: 15 November 2025 Accepted date: 10 Desember 2025 PENDAHULUAN Dalam dunia pendididkan prestasi belajar merupakan acuan dari keberhasilan dan merupakan suatu proses pembelajaran. Tingkat penguasaan materi yang diberikan oleh guru pada siswa tercermin dari prestasi belajar yang didapat oleh Siswa. Menurut Slameto bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor lingkungan siswa berada (Marlina & Solehun, 2021).
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 Lingkungan sekolah yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah penggunaan media pembelajaran dan saat ini media pembelajaran berbasis internet sangat mendukung dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui komunikasi digital. Peningkatan minat belajar siswa karena komunikasi digital dapat disajikan secara interaktif dan menarik (Ekowati P et al., 2023). Karakter dan disiplin belajar siswa adalah pondasi penting untuk kesuksesan akademik dan pembentukan pribadi, di mana karakter (kejujuran, tanggung jawab, dll.) membangun nilai moral, sementara disiplin belajar membentuk kebiasaan terstruktur (jadwal, fokus, tanpa menunda), keduanya saling menguatkan untuk menciptakan siswa yang berprestasi, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak mulia, didukung oleh lingkungan sekolah dan keluarga mengatakana bahwa disiplin itu adalah menghotmati dan menghargai suatu aturan yang berlaku dan harus sanggup menjalani dan tidak boleh menolak dengan sanksi yang diberikan kepadannya jika melanggar.Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin Adalah perbuatan seseorang yang mengikuti peraturan, tata tertib dan norma suatu lembaga yang irancang untuk mengarahkan tingkah laku agar berjalan sesuai peraturan yang berlaku. . Karakter Disiplin Siswa Seperti yang diketahui siswa adalah peserta didik yang menuntut ilmu pada satuan pendidikan sekolah. Sebutan Siswa dipakai untuk menandakan bahwa seseorang menuntut ilmu di Sekolah. Karakter disiplin siswa merupakan perilaku siswa yang menunjukkan sikap ketaatan terhadap suatu aturan, norma dan ketetapan yang berlaku di sekolah tersebut.8 Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakter disiplin siswa adalah perilaku yang diarahkan oleh suatu aturan yang ditaati untuk menempu suatu tujuan tertentu. Perilaku yang ditetapkan untuk siswa yang harus diikuti dan ditaati dalam pendidikan untuk membantu pesertadidik mencapai tujuan tertentu dalam sekolah. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan atau dikerjakan. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil dari suatu kegiatan pembelajaran seseorang yang dicatat dalam raport(Jumanti & Bahri, 2022). Siswa yang berprestasi didukung oleh minat belajar yang tinggi merupakan kombinasi penting untuk keberhasilan akademik yang baik. Menciptakan peserta didik berprestasi, diawali dengan menigkatkan menat belajarnya(Sari Sakti et al., 2023) . karena minat belajar adalah kecenderungan atau minat siswa dalam mengambil bagian dalam aktivitas pembelajaran. Ketika siswa tertarik pada suatu mata pelajaran, dimungkinkan mereka akan terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai hasil akademik yang baik. Akan tetapi dengan minat yang tinggi tidak semata-mata akan menjadikan siswa berprestasi. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah manajemen diri. Manajemen diri melibatkan kemampuan siswa dalam mengatur waktu belajar, disiplin dan energi serta menigkatkan produktifitas. Mengatur waktu yang baik dalam belajar dan menerapkan waktu tersebut dengan disiplin akan membuat presatai siswameningkat. Dengan adanya manajemen diri yang baik maka kegiatan belajar akan lebih sistematis sehingga akan berpengaruh terhadap peningkatan prestsi belajar siswa. Pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan merupakan upaya untuk memberi pencerahan tentang manajemen diri guna untuk menigkatkan prestasi belajar siswa. Pencerahan yang dilakukan dalam kegiatan PKM menggunakan metode penyuluhan. Penyuluhan merupakan suatu upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan secara edukatif. Materi penyuluhan yang diberikan berjudul Meningkatkan Karakter Dan Disiplin Belajar Melalui Pengembangan Manajemen Diri Pada Siswa SMP . Kegiatan pengabdian kepada masyarkaat ini dilakukan dengan metode penyuluhan memiliki tujuan agar siswa memiliki prilaku yang dapat mengikuti pengkembangan teknologi informasi guna mendukung dalam proses belajar dan perubahan perilaku siswa lainnya yang diupayakan agar siswa dapat mengatur waktu belajar serta menjadikan siswa yang mampu mengatur arah hidup yang mandiri.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di SMP Swasta Amanah 1 Medan dirancang secara sistematis dan terstruktur untuk memberikan solusi atas permasalahan yang telah diidentifikasi, yaitu keterampilan manajemen diri dan pemanfaatan teknologi. Aktivitas ini dilakukan Pada Tanggal 22 N o v e m b e r 2025 dan mencakup beberapa tahapan utama: sosialisasi, pelatihan,, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Sosialisasi Sosialisasi merupakan langkah awal yang penting dalam pelaksanaan program. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memperkenalkan program kepada mitra, yaitu siswa dan guru SMP Swasta Amanah 1 Medan . Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai tujuan, manfaat, dan alur pelaksanaan program. Tim pengabdian menyusun materi sosialisasi yang mencakup tujuan program, bidang pelatihan, jadwal kegiatan, dan peran masing-masing pihak dalam pelaksanaan. Sosialisasi diawali melalui pertemuan bersama kepala sekolah dan guru untuk memberikan penjelasan terkait program. Dalam pertemuan ini, komitmen dari pihak sekolah dan siswa untuk mengikuti pelatihan secara penuh akan dibahas. Selanjutnya, sosialisasi kepada siswa dilakukan dalam bentuk pertemuan interaktif di aula sekolah. Melalui diskusi langsung, siswa dapat menyampaikan harapan dan kebutuhan mereka terkait pelatihan. Partisipasi mitra sangat penting dalam tahap ini dalam memberikan masukan terkait pelaksanaan program, terutama dalam menentukan jadwal yang disesuaikan terhadap aktivitas belajar siswa. Penyuluhan Penyuluhan adalah suatu bentuk upaya pendidikan nonformal yang sistemmatis, terencana dan terarah yang dilakukan secara individu atau kelompok masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku guna mencapai kemajuan, pengetahuan, produksi dan kesejahteraanPenyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada maysarakat berbentuk presentasi yang diberikan oleh narasumber. Evaluasi Evaluasi adalah kumpulan informasi yang digunakan untuk menilai suatu kegiatan atau objek berupa alat, metode, atau hasil kerja manusia yang ahsil evaluasinya parameter kegiatan dilapangan HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan merupakan kegiatan kolaborasi dosendosen yang dilakukan secara mandiri, Kegiatan PKM ini telah dilakukan pada tanggal 22 November 2025 di Swasta Amanah 1 Medan dengan peserta kegiatan adalah siswa kelas VII dan VIII. Adapun judul kegiatan PKM ini adalah Meningkatkan Karakter Dan Disiplin Belajar Melalui Pengembangan Manajemen Diri Pada Siswa SMP. .
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 Gambar 1 Skolah SMP Swasta Amanah 1 Observasi dan Persiapan Sebelum melaksanakan kegiatan PKM, Tim Pelaksana melakukan observasi yang dilakukan pada awal bulan oktober 2025. Pada saat observasi wawancara dilakukan kepada Kepala Sekolah untuk mengtahui tentang apa yang menjadi permasalahan yang berkaitan dengan gagasan yang sudah rencanakan oleh Tim PKM. Dari hasil observasi data dikumpul dan disikusikan dan merumuskan apa yang menjadi masalah pada siswa Persiapaan yang dilakukan Tim PKM setelah observasi adalah sebagai berikut : a. Pembagian tugas pada anggota Tim PKM b. Mempersiapkan presentasi yang akan diberikan pada siswa/ peserta kegiatan dan membuat mpresentasi c. Menyiapkan luaran dan hasil kegiatan d. Menyiapkan dalam pemyusunan laporan kegiatan, penyusunan tulisan atau artikel untuk publikasi Sosialisasi Sosoalisasi dan Diskusi antara Tim PKM dengan pihak sekolaha yang diwakili oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, dengan bahasan tentang materi yang akan disampaikan, peserta kegiatan dan tentang tema kegiatan serta solusi yang Tim PKM tawarkan. Bahasan selanjutnya tentang teknis kegiatan.Hasil sosialisasi dan diskusi menunjukkan bahwa Meningkatkan Karakter Dan Disiplin Belajar sangat pelu dilakukan Melalui Pengembangan Manajemen Diri untuk Meningkatkan Prestasi Siswa. Sedangkan untuk materi yang diberikan yaitu Pengguna yang dapat membantu siswa menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Kegiatan PKM dilaksanakan di sekolah dengan melibatkan siswa kelas VII dan VIII.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi pada siswa kelas VII dan VIII Penyuluhan Metode pelaksanan kegiatan adalah Pnyuluhan dengan mempresentasikan materi dengan judul Belajar Di Era Digital dengan ChatGPT dan materi lainnya yang berjudul Manajemen Diri Untuk Meningkatkan Prestasi yang akan disampaikan oleh nara sumber Gambar 3. Kegiatan Penyuluhan pada siswa kelas VII dan VIII Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan memberi pertanyaan secara langsung oleh nara sumber kepada peserta. Pada saat nara sumber menjelaskan materi dan pada sesi ini tanya jawab. Hasil dari hasil sesi tanya jawab memperlihatkan bahwa siswa siswi memahami apa yng telah disampaikan oleh nara sumber. Dan evaluasi dilakukan pada dengan meminta Siswa untuk Nilai-nilai moral, sikap, dan perilaku positif seperti religius, jujur, toleran, kerja keras, kreatif, mandiri, dan demokratis.serta Kepatuhan pada aturan belajar secara sadar, seperti membuat jadwal, manajemen waktu, menyelesaikan tugas, dan fokus saat belajar yang telah disampaikan. Hasil dari evaluasi memperlihatkan bahwa siswa berhasil ditingkatkam minat belajarnya
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 Gambar 4. Foto bersama dengan peserta SIMPULAN Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMP Swasta Amanah 1 Medan bertujuan untuk meningkatkan Meningkatkan Karakter Dan Disiplin Belajar Melalui Pengembangan Manajemen Diri Pada Siswa . Hasil dari pelaksanaan program menunjukkan bahwa Karakter berperan: Membentuk fondasi kepribadian yang kuat dan mengarahkan siswa untuk bertindak benar tanpa paksaan Program ini juga berdampak positif terhadap disiplin belajar siswa dengan Kepatuhan pada aturan belajar secara sadar, seperti membuat jadwal, manajemen waktu, menyelesaikan tugas, dan fokus saat belajar. khususnya dalam pengembangan keterampilan hidup yang relevan dengan tuntutan zaman. Dengan demikian, program ini tidak hanya berhasil mencapai tujuan awalnya tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter dan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan di era digital. Esensi dari temuan pengabdian ini adalah bahwa keterampilan manajemen diri yang baik, didukung oleh pemanfaatan teknologi, dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mental siswa. SARAN Berdasarkan temuan pengabdian yang telah dibahas, beberapa saran dapat disampaikan untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, disarankan agar SMP Swasta Amanah 1 Medan terus berusaha mengembangkan karakter siswa dalam kurikulum mereka. Hal ini akan membantu siswa untuk lebih terbiasa dallam memaami nilai-nilai moral, sikap, dan perilaku positif seperti religius, jujur, toleran, kerja keras, kreatif, mandiri, dan demokratis. Kedua, pelatihan lanjutan dapat dilakukan secara berkala untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai manajemen diri dan dsiplin belajar yang baik. Program pendampingan yang berkelanjutan juga perlu dipertimbangkan agar siswa dapat terus mendapatkan bimbingan dalam penerapan keterampilan yang telah dipelajari. Ketiga, pihak sekolah disarankan untuk melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran ini. Dengan melibatkan orang tua, diharapkan mereka dapat memberikan dukungan tambahan di rumah terkait penerapan manajemen diri dan penggunaan teknologi yang efektif. Keempat, pengabdian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan mental siswa. Pengabdian semacam ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam mengenai efektivitas program pengabdian yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, program pengabdian ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa tetapi juga menjadi model bagi sekolah lain dalam upaya pemberdayaan remaja di era digital.
2025 Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia Vol. 4 No. 9 Meningkatkan Karakter (Rhoni Ilham Tampubolon) | 42-48 UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada SMP Swasta Amanah 1 Medan , yang telah memberikan dukungan penuh dan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam pelatihan dan penerapan keterampilan manajemen diri. Partisipasi dan antusiasme mereka sangat penting untuk keberhasilan program ini. Selain itu, kami menghargai kontribusi guru-guru di SMP Swasta Amanah 1 Medan yang telah membantu dalam proses pelatihan dan pendampingan. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada LPPM politehnik Ganesha Medan atas dukungan dan bimbingan yang diberikan selama proses pelaksanaan program ini. Tanpa kerjasama dan dedikasi semua pihak, program ini tidak akan berjalan dengan sukses REFERENSI Amaliasari, R. D., & Zulfiana, U. (2019). Hubungan Antara Self-Management Dengan Perilaku Agresi Pada Siswa Sma. Cognicia, 7(3), 308-320. Anastasya, V., Darmawani, E., C Sari, S. P. (2021). Penyesuaian Diri Siswa €Œar― Dalam Belajar Di Jurusan Perhotelan Terkait Kompetensi Soft Skills (Studi Kasus Pada Siswa Smk Pembina 1 Palembang). Jurnal Wahana Konseling, 4(1), 24–34. Https://Doi.Org/10.31851/Juang.V4i1.5148 Apriyanti, M., & Syahid, S. (2021). Peran Manajemen Waktu Dan Kedisiplinan Dalam Mempengaruhi Hasil Belajar Optimal. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 9, 68–76. Https://Doi.Org/10.26618/Equilibrium.V9i1.43 46 Astuti, A. K., Hardiyanto, P., & Putra, A. S. B. (2023). Perceived Organizational Support As A Moderating Variable On Influence Well-Being Towards Work Engagement. International Journal Of Economics (Ijec), 2(2), 739–746 Djudiyah, D., Haq, I., C Rahmah, M. (2020). Training Manajemen Diri Pada Siswa Akselerasi Man 1 Malang. In Altruis: Journal Of Community Services (Vol. 1, Issue 1, P. 39). Academia.Edu. Https://Doi.Org/10.22219/Altruis.V1i1.11548 Jumanti, O., & Bahri, H. (2022). Model Pembelajaran Edutaiment Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak Usia Dini. Al-Khair Journal: Management, Education, And Law, 2(1). Https://Doi.Org/10.29300/Kh.V2i1.6937 Marlina, L., & Solehun. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sd Muhammadiyah Majaran Kabupaten Sorong. Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 2(1). Saâ, H., Chotim, M., & Triningtyas, D. A. (2016). Penerapan Teknik Self Management Untuk Mereduksi Agresifitas Remaja. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(2), 67-78