Efektivitas Video 3 Dimensi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Gigi di SMP N 46 Palembang
Full text
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Efektivitas Video 3 Dimensi (Mujiyati, et., al) | 56-60 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1, Issue 5, November 2025, P. 56-60 Licenced by CC BY-SA 4.0 e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17925415 Efektivitas Video 3 Dimensi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Gigi di SMP N 46 Palembang The Effectiveness Of 3d Videos On Student’s Understanding Of The Dangers Of Smoking For Dental Health At Smpn 46 Palembang Mujiyati1, Listrianah2 12 Prodi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga, Poltekkes Kemenkes Palembang Email : [email protected]c.id ABSTRAK Latar Belakang: Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang berdampak negatif terhadap kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Rendahnya pemahaman remaja khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama terhadap bahaya merokok menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan derajat Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia. Tujuan: Diketahui efektivitas media video 3 dimensi dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi di SMP Negeri 46 Palembang, serta membandingkan antara media video edukasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 32 siswa kelas VIII yang dibagi menjadi dua kelompok, masing – masing 16 siswa. Kelompok eksperimen menggunakan video 3 Dimensi dan Kelompok Kontrol menggunakan video Edukasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest yang diukur dengan skala pemahaman. Hasil: penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman siswa setelah diberikan penyuluhan menggunakan video 3 dimensi. Pada kelompok Eksperimen nilai rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 44,99 menjadi 95,83 setelah penyuluhan, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 52,07 menjadi 89,16. Uji Paired T-Test menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua media. Kesimpulan: Media video 3 dimensi terbukti lebih efektif dibandingkan video edukasi dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya merokok bagi kesehatan gigi. Penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video 3 dimensi disarankan dalam program penyuluhan kesehatan di sekolah guna menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa. Kata Kunci: 3 Dimensi, Merokok, Pemahaman, Kesehatan Gigi. ABSTRACT Background: Smoking is a habit that has a negative impact on health, including oral health. The low understanding of adolescents, especially students Junior High School students of the dangers of smoking is one of the challenges in improving the degree of Dental and Oral Health in Indonesia. Objective: To determine the effectiveness ofthe effectiveness of 3-dimensional video media in improving students' understanding of the dangers of smokingfor dental health at SMP Negeri 46 Palembang, as well as comparing between mediaeducational video media. Methods: This study used a quasi-experimental designwith a pre-test and post-test approach. The sample amounted to 32 students of class VIII whodivided into two groups, 16 students each. Experimental groupusing 3Dimensional video and Control Group using Educational video.Data collection was carried out through pretest and posttest questionnaires measured by an understanding scale.with an understanding scale. Results: the study showed a significant increase insignificant increase in student understanding after being given counseling using a 3-dimensional video.3 dimensions. In the Experiment group, the average score of students' understanding increasedfrom 44.99 to 95.83 after counseling, while in the control group it increased from 52.07 to 89.16.group increased from 52.07 to 89.16. Paired T-Test test showed the value of p <0.05, which means there is a significant difference between the two media. Conclusion: 3-dimensional video media proved to be more effective than educational videos in increasing students' understanding of the dangers of smoking for dental health. The use of interesting learning media such as 3-dimensional videos is recommended in health counseling programs in schools to attract interest and increase student understanding. Keywords: 3 Dimensions, Smoking, Understanding, Dental Health Article Info Received date: 20 November 2025 Revised date: 25 November 2025 Accepted date: 09 December 2025
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Efektivitas Video 3 Dimensi (Mujiyati, et., al) | 56-60 PENDAHULUAN Kesehatan merupakan hak setiap warga negara, Oleh karena itu pemerintah melaksanakan pembangunan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat setiap orang, Guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai derajat Kesehatan Masyarakat diselenggarakan upaya upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilakukan secara holistic 1 Salah satu kesehatan yang harus kita jaga adalah kesehatan gigi dan mulut karena jika kesehatan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik maka nantinya akan menimbulkan masalah kesehatan umum lainnya, penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut dalam masyarakat adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Hal tersebut dilandasi dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut serta perawatannya. Ketika seseorang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi maka perhatian untuk menjaga kesehatan giginya juga tinggi 2 Kesehatan merupakan hak setiap warga negara, Oleh karena itu pemerintah melaksanakan pembangunan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat setiap orang, Guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai derajat Kesehatan Masyarakat diselenggarakan upaya upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilakukan secara holistic1 Tembakau di dunia dengan jumlah 135.678 ton atau sekitar 1,9% dari seluruh produksi tembakau dunia. Angka produksi tembakau yang tinggi ini mencitrakan banyaknya permintaan konsumsi rokok di Indonesia terutama konsumen dalam negeri Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 status kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih sangat rendah dimana salah satu penyebab dari rendahnya kesehatan gigi dan mulut tersebut adalah tingginya konsumsi Rokok di Indonesia yang menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun serta menunjukkan bahwa kelompok usia 1519 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), diikuti usia 10-14 tahun (18,4%).3 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS,2022), Provinsi Sumatera Selatan berada pada peringkat ketiga perokok aktif di pulau Sumatera dengan jumlah perokok sebesar (30,49%). Perokok di Sumatera Selatan mengonsumsi rokok dengan rerata 12 batang per hari. Persentase paling tinggi umur awal merokok ada pada kelompok usia 1519 tahun yaitu( 34, 1%)dan usia 1014 tahun (10, 6%) 4 Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di SMP Negeri 46 Palembang pada tanggal 10 Desember 2024, hasil survei yang diperoleh dari salah satu guru yaitu informasi bahwa di sekolah tersebut belum pernah dilakukan penelitian ataupun penyuluhan dari perguruan tinggi manapun termasuk puskesmas setempat tentang bahaya merokok terhadap kesehatan gigi tetapi disekolah tersebut sudah pernah dilakukan penelitian oleh universitas lain namun bukan mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan gigi sehingga data status kesehatan gigi pada anak di SMP Negeri 46 Palembang belum diketahui. Dari uraian diatas dan masalah yang diperoleh, peneliti bermaksud akan melakukan penelitian di SMP Negeri 46 Palembang yang berjudul Efektivitas Video 3 Dimensi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Gigi Di SMP Negeri 46 Palembang METODE Pada penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk melihat efektivitas video 3 dimensi terhadap pemahaman siswa tentang bahaya merokok dengan populasi 1.161 dan sampel sebanyak 32 siswa yang ditentukan menggunakan rumus federer dengan teknik purposive sampling. Sampel di bagi menjadi 2 kelompok, Kelompok eksperimen menggunakan video 3 Dimensi dan Kelompok Kontrol menggunakan video Edukasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest yang diukur dengan skala pemahaman HASIL Dari hasil penelitian pada anak kelas VIII SMP N 46 Palembang di bulan april tahun 2025 menunjukan hasil sebagai berikut
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Efektivitas Video 3 Dimensi (Mujiyati, et., al) | 56-60 Tabe l l 1 Peningkatan Skor pe l mahaman te l ntang bahaya merokok bagi kesehatan gigi se l be l lum dan se l sudah me l nggunakan me l di l a vi l de l o 3 Dimensi l (Kelompok Eksperiment) Video 3 Dimensi N rata – rata Pemahaman Nilai Min Nilai Mak Selisih Skor Mean Nilai p*) Pre Test media 3 Dimensi Post test 16 44,9975 20,00 80,00 79,9962 66,66 93,33 34,9987 <0.001 Intervensi ke -1 Post test 95,8312 86,66 100,00 15,835 Intervensi ke -1 Sumber : Data Primer Tabe l l 1 Me l nunjukan bahwa nilai skor pe l mahaman antara pre test dan post test l terdapat pe l ni l ngkatan si l gni l fi l kan. Peningkatan nilai dari pre tes ke pos test pertama 34,99 selanjutnya ke postest kedua 15,83. Hal ini dikare l nakan vi l de l o 3 dimensi dapat me l nggambarkan suatu obje l k yang terlihat nyata dan be l rge l rak be l rsamasama de l ngan suara, se l hi l ngga pe l mbe l lajaran dari l vi l de l o 3 dimensi te l rse l but lebih me l nari l k pe l rhati l an anak dalam be l lajar dibandingkan dengan video animasi. Post te l st di l lakukan se l lama dua kali l de l ngan jarak se l ti l ap pe l rte l muan dua hari l . Tabe l l 2 Peningkatan Skor pe l mahaman te l ntang bahaya merokok bagi kesehatan gigi se l be l lum dan se l sudah me l nggunakan Video Edukasi Vi l de l o Animasi N rata – rata Pemahaman Nilai Min Nilai Mak Se l li l si l h Skor me l an Nilai p*) <0.001 Intervensi ke -2 Sumber : Data Primer Pada tabe l l 10 Menunjukan bahwa nilai pe l mahaman antara pre test dan post test me l nggunakan video edukasi terdapat pe l ni l ngkatan si l gni l fi l kan. Peningkatan nilai dari pre tes ke pos test pertama 27,09 selanjutnya ke postest kedua 9,99. Peningkatan nilai pada anak yang diberikan edukasi menggunakan video edukasi lebih rendah dibandingkan menggunakan video 3 Dimensi. Post te l st di l lakukan se l lama dua kali l pe l rte l muan de l ngan jarak se l ti l ap pe l rte l muan yai l tu dua hari l . Tabe l l 3 E E fe l kti l vi l tas dalam me l ni l ngkatkan pemahaman te l ntang Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Gigi me l nggunakan vi l de l o 3Dimensi dan video Edukasi Waktu Pe l ne l li l ti l an N Ni l lai l se l li l si l h pemahaman Vi l de l o 3 Dimensi Ni l lai l se l li l si l h pemahaman Video Edukasi Se l li l si l h Skor Ni l lai l p*) pemahaman Pre Test media edukasi 52.0719 26.60 73.33 Post test Intervensi ke -1 16 79.1637 66.66 86.66 27,0918 Post test 89.1625 80.00 100.00 9,9988
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Efektivitas Video 3 Dimensi (Mujiyati, et., al) | 56-60 Post Te l st i l nte l rve l nsi l ke l - 1 34.9988 27.5081 7,4907 Post Te l st i l nte l rve l nsi l ke l - 2 16 50.8338 37.9238 12,91 <0,034 *) Uji l T I l nde l pe l nde l nt de l ngan i l nte l rval ke l pe l rcayaan 95%
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Efektivitas Video 3 Dimensi (Mujiyati, et., al) | 56-60 *) Ji l ka (p<0,05), maka te l rdapat pe l rbe l daan yang be l rmakna *) Ji l ka (p>0,05), maka ti l dak te l rdapat pe l rbe l daan yang be l rmakna Be l rdasarkan Tabel diatas di l ke l tahui l ni l lai l si l gni l fi l kansi atau P Value vari l able l Skor Pre l Te l st de l ngan Skor Post telstl se l be l sar 0,034 < 0,05 , maka se l bagai l mana dasar pe l ngambi l lan ke l putusan dalam uji l T te l st dapat diarti l kan bahwa ada pe l rbe l daan yang si l gni l fi l kan antara rata-rata vari l able l Me l di l a Vi l de l o 3 Dimensi dan de l ngan Video Edukasi, arti l nya adanya pe l ni l ngkatan dalam pe l mahaman te l ntang bahaya merokok bagi kesehatan gigi pada siswa. PEMBAHASAN Be l rdasarkan hasi l l pe l ne l li l ti l an pada tabe l l 9 pe l nyuluhan me l nggunakan me l di l a vi l de l o 3 Dimensi di l dapatkan rata-rata pemahaman te l ntang bahaya merokok bagi kesehatan gigi se l be l lum 44,9975 dan se l sudah 95,83125 de l ngan se l li l si l h 50,83375. Be l rdasarkan hasi l l te l rse l but di l ke l tahui l bahwa te l rdapat pe l ni l ngkatan ni l lai l pe l nge l tahuan dari l anak. Hasi l l pe l ne l li l ti l an i l ni l sejalan de l ngan penelitian Silvia & Anggy (2020) yang menyatakan bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa setelah diberikan penyuluhan menggunakan video 3 dimensi.6 Berdasarkan Tabel 10 yang menyatakan bahwa pe l ne l li l ti l an yang me l nggunakan media video edukasi di l dapatkan rata-rata pemahaman te l ntang bahaya merokok bagi kesehatan gigi se l be l lum 52,07188 dan se l sudah 89,1625 de l ngan se l li l si l h 37,09062. Be l rdasarkan hasi l l tersebut diketahui bahwa terdapat peningkatan nilai pemahaman dari l anak tetapi tidak sebesar seperti menggunakan video 3 dimensi Be l rdasarkan uji paired T diketahui nilai signifikan variabel Skor pre test dengan Skor Post test sebesar 0,001 < 0,05 , maka sebagaimana dasar pe l ngambi l lan keputusan dalam uji paired sample t test dapat arti l kan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata variabel dengan media video 3 dimensi dan de l ngan Skor media video animasi artinya adanya efektivitas pe l nggunaan media video 3 dimensi dalam me l ni l ngkatkan pemahaman te l ntang bahaya merokok bagi kesehatan gigi pada anak ke l las SMP 46 Pale l mbang pada ke l lompok perlakuan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Efektifitas Video 3 Dimensi Tehadap Pemahaman Siswa Tentang Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Gigi di SMP 46 Palembang tahun 2025 maka dapat kesimpulan sebagai berikut : 1. Adanya peningkatan skor pemahaman anak tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi dengan nilai rata - rata sebelum edukasi 44,9975 dan nilai rata – rata sesudah edukasi 95,83125 dengan selisih 50,83375 melalui penyuluhan menggunakan media video 3 dimensi. 2. Adanya peningkatan skor pemahaman anak tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi dengan nilai rata - rata sebelum edukasi 52,07188 dan nilai rata – rata se l sudah edukasi 89,1625 dengan selisih 37,0906 melalui penyuluhan menggunakan media video edukasi 3. Edukasi menggunakan video 3 dimensi efektif terhadap peningkatan pemahaman dengan Selisih Hari pertama 34.9988 dan Selisih pada hari kedua 50.8338 yang berarti adanya peningkatan sebanyak 15,835. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil pengetahuan dan uji statistik Paired T-Test dengan nilai P 0,034 < 0,05. SARAN 1. Diharapkan pihak sekolah untuk membuat suatu program mengajar menggunakan Video 3 Dimensi karena hal ini dapat meningkatkan minat belajar anak ditinjau dari hasil penelitian tersebut. 2. Perlu diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai Video 3 Dimensi dalam meningkatkan pemahaman dengan sampel yang lebih banyak dan lebih variasi guna menyempurnakan penelitian sebelumnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Pihak Sekolah yang di jadikan tempat
2025 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Vol. 1 No. 5 Efektivitas Video 3 Dimensi (Mujiyati, et., al) | 56-60 penelitian serta pihak lainnya yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan Penelitian yang menjadi dasar penulisan jurnal ini. Semoga karya ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. DAFTARPUSTAKA 1. Aldilawati, Sari, Muhammad Fajrin Wijaya, and Nur Rahmah Hasanudin. 2022. “Upaya Peningkatkan Status Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Dengan Metode Penyuluhan FlipChart Dan Video Di Desa Lanna.” 2(01):6–10 2. Rahtyanti, G. C. S., Hadnyanawati, H., & Wulandari, E. (2018). Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Karies Gigi pada Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Tahun Akademik 2016/2017 (Correlation of Oral Health Knowledge with Dental Caries in First Grade Dentistry Students of Jember. Pustaka Kesehatan, 6(1), 167-172. 3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 4. Badan Pusat Statistik (BPS).2022. Provinsi Sumatera Selatan (2022). 5. Kementerian Kesehatan RI. (2023).Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. 6. Silvia Anggelina & Anggy Trisnadolli (2020).Analisis Efektivitas Pesan Film 3 Dimensi Bahaya Rokok Terhadap Aktif Remaja dan Dewasa (Andharupa), 06 (01).