scieee AI-readable full text Open interactive document viewer

Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif

Suprida, Rohaya, Rina Nursanti, Desi Setiawati

Full text

2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Volume 3, Nomor 11, December 2025, P. 309-316 E-ISSN: 2986-6340 Licenced by CC BY-SA 4.0 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17938687 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Suprida1, Rohaya2, Rina Nursanti3, Desi Setiawati4 1,2,3,4 Prodi D3 Kebidanan Palembang, Poltekkes Kemenkes Palembang Email: [email protected] Abstrak Latar Belakang: Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Kuswanti, 2014:1). Persalinan normal ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan, dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang dirasakan ibu. Nyeri menyebabkan penderitaan dan stres yang jika tidak mereda dapat mengakibatkan respons terhadap nyeri berikutnya Tujuan: Diketahuinya distribusi frekuensi nyeri ibu bersalin kala I fase aktif sebelum diberikan kompres hangat di BPM Kota Palembang. Metode: Penelitian ini penelitian eksperimen yaitu suatu penelitian dengan melakukan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang timbul (Notoatmojo, 2013, p. 50) . Desain penelitian ini yaitu Pre Eksperiment, dengan rancangan One Group Pretest Posttest, yaitu melakukan pretest (01), kemudian dilakukan intervensi (X), setelah itu dilakukan posttest (02) pada kelompok tersebut. Hasil: Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim (serviks). Dengan adanya pembukaan serviks ini maka akan terjadi persalinan. Pengendalian rasa nyeri persalinan penting dilakukan untuk memberi ibu rasa nyaman ketika akan melakukan persalinan, karena hal tersebut merupakan salah satu asuhan sayang ibu yang merupakan peran dan fungsi bidan Kesimpulan: Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai sig. ρ value 0,000, artinya, sig. ρ value ≤ 0,05 maka ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di BPM Fauziah Hatta, Mala Husin, dan Bakiah Azhar Tahun 2024 Kata Kunci: Nyeri Persalinan, Kompres Hangat , Kala I Abstract Background: Labor is the process of expelling a viable product of conception from the uterus through the vagina into the outside world (Kuswanti, 2014:1). Normal labor is characterized by uterine contractions that cause cervical effacement and dilation and push the fetus through the birth canal, resulting in pain experienced by the mother. Pain causes suffering and stress, which, if not relieved, can influence subsequent pain responses. Objective: To determine the frequency distribution of pain levels among women in the active phase of the first stage of labor before the application of warm compresses at an independent midwifery practice (BPM) in Palembang City. Methods: This study employed an experimental research method, namely a study involving an intervention to determine its effect (Notoatmodjo, 2013, p. 50). The research design was a pre-experimental design using a onegroup pretest–posttest approach, in which a pretest (O1) was conducted, followed by an intervention (X), and then a posttest (O2) in the same group. Results: Labor pain is a manifestation of uterine muscle contractions (shortening). These contractions cause pain in the lower back and abdominal area and may radiate to the thighs. The contractions also result in cervical dilation, which enables the birth process to occur. Effective management of labor pain is essential to provide comfort to the mother during childbirth, as this is part of respectful maternity care and reflects the roles and functions of midwives. Conclusion: Based on the Wilcoxon test, a significance (ρ value) of 0.000 was obtained, indicating that ρ ≤ 0.05. This result shows that the application of warm compresses has a significant effect on reducing pain intensity in women during the active phase of the first stage of labor at BPM Fauziah Hatta, Mala Husin, and Bakiah Azhar in 2024. Keywords: labor pain; warm compress; first stage of labor. Article Info Received date: 25 November 2025 Revised date: 30 November 2025 Accepted date: 12 December 2025 PENDAHULUAN Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Kuswanti, 2014:1). Persalinan normal ditandai dengan adanya kontraksi 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 uterus yang menyebabkan penipisan, dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang dirasakan ibu. Nyeri menyebabkan penderitaan dan stres yang jika tidak mereda dapat mengakibatkan respons terhadap nyeri berikutnya (Andreine, 2016:312). Sebab mulainya persalinan yaitu karena pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun menjadikan otot rahim sensitif dan hormon oksitosin bertambah, otot-otot rahim meregang sehingga menimbulkan his ( Nurasiah, Ai dkk, 2012:4) Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu passage (jalan lahir) terdiri atas bagian keras tulang-tulang panggul (rangka panggul) dan bagian lunak (otot-otot jaringan-jaringan, dan ligamen-ligamen), power (kekuatan ibu mendorong janin saat persalinan) yaitu his, kontraksi otot-otot perut, kontraksi diafragma dan aksi dari ligamen , passanger (janin) yaitu bagian yang paling besar dan keras dari janin adalah kepala janin , dan psikis (psikologi), yaitu kondisi psikologis ibu bersalin (Kuswanti, 2015:11-24). Peristiwa fisiologis pada saat persalinan terkadang dapat menimbulkan trauma pada ibu karena nyeri yang dialaminya. Beberapa ibu bahkan ada yang trauma untuk hamil dan melahirkan lagi karena takut akan mengalami nyeri yang sama. Bagi ibu yang pernah melahirkan, nyeri persalinan merupakan nyeri yang paling menyakitkan apalagi bagi ibu-ibu yang baru pertama kali merasakannya (Antriana, Inna, 2016:2). Penyebab nyeri sebagaimana menurut Bobak (2005), diantaranya karena kontraksi rahim, sehingga otot-otot dinding rahim mengerut dan menjepit pembuluh darah, jalan lahir atau vagina serta jaringan otot lunak disekitarnya meregang, rasa takut, cemas, dan tegang memicu produksi hormon prostaglandin sehingga timbul stres. Kondisi stres dapat mengurangi kemampuan tubuh menahan rasa nyeri (Uliyah, 2015:126) Sekitar 90% ibu bersalin selalu disertai rasa nyeri sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi. Peristiwa fisiologis pada saat persalinan terkadang dapat menimbulkan trauma pada ibu karena nyeri yang dialaminya. Beberapa ibu bahkan ada yang trauma untuk hamil dan melahirkan lagi karena takut akan mengalami nyeri yang sama. Nyeri hebat pada proses persalinan menyebabkan ibu mengalami gangguan psikologis, 87% post partum, blues yang terjadi dari 2 minggu sampai 1 tahun, 10% depresi, dan 3% dengan psikosa (Rezeki dan Hartini, 2015, p.278). Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim (serviks). Dengan adanya pembukaan servik ini maka akan terjadi persalinan (Aprillia, 2014). Kontraksi yang sesungguhnya akan muncul dan hilang secara teratur dengan intensitas makin lama makin meningkat. Perut akan mengalami kontraksi dan relaksasi, diakhir kehamilan proses kontraksi akan lebih sering terjadi. Mulanya kontraksi terasa seperti sakit pada punggung bawah berangsur-angsur bergeser ke bagian bawah perut mirip dengan mules saat haid (Walyani, 2016:7). Pengendalian rasa nyeri persalinan penting dilakukan untuk memberi ibu rasa nyaman ketika akan melakukan persalinan, karena hal tersebut merupakan salah satu asuhan sayang ibu yang merupakan peran dan fungsi bidan (Andreinie, 2016:312). Upaya untuk menawarkan peredaan rasa nyeri dan kenyamanan bagi wanita bersalin salah satunya yaitu kompres hangat. Kompres panas dapat meningkatkan suhu lokal pada kulit sehingga meningkatkan sirkulasi pada jaringan untuk proses metabolisme tubuh. Hal tersebut dapat mengurangi spasme otot dan mengurangi nyeri (Nurasiah, 2012:57) Selain itu penggunaan kompres hangat untuk area yang tegang dan nyeri dianggap meredakan nyeri dengan mengurangi spasme otot yang disebabkan oleh iskemia yang merangsang neuron yang memblok transmisi lanjut rangsang nyeri dan menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan aliran darah 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 ke area tersebut (Walsh, 2008:266). Berdasarkan penelitian Inna Antriana tahun 2016 di BPS Cijati Majalengka dengan judul Pengaruh Kompres Hangat terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan pada Kala 1 Fase Aktif bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif dengan 30 responden sebelum dan sesudah perlakuan kompres hangat. Hasil sebelum di kompres hangat didapatkan 3 responden (10,0%) nyeri ringan (1-3), 20 responden (66,7%) mengalami nyeri sedang (46), sedangkan 7 responden (23,3%) mengalami nyeri berat (7-9) . Setelah diberikan kompres hangat di dapatkan sebanyak 11 responden (36,7%) mengalami nyeri ringan (1-3), 17 responden (56,7%) mengalami nyeri sedang (4-6), dan 2 responden (23,3%) mengalami nyeri berat (7-9) (Antriana, 2016) METODE Penelitian ini penelitian eksperimen yaitu suatu penelitian dengan melakukan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang timbul (Notoatmojo, 2013, p. 50) . Desain penelitian ini yaitu Pre Eksperiment, dengan rancangan One Group Pretest Posttest, yaitu melakukan pretest (01), kemudian dilakukan intervensi (X), setelah itu dilakukan posttest (02) pada kelompok tersebut Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2024 Tempat Penelitian BPM. Fauziah Hatta Am.Keb. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmojo, 2013, p. 116) Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin Kala 1 Fase Aktif primigravida dengan usia kehamilan 37 – 42 minggu di BPM Fauziah Hatta, berjumlah 30 responden. sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500 ( Sugiyono, 2016). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non random (non Probability) sampling dengan metode purposive sampling, dimana pengambilan sampel secara purposive didasarkan pada suatu pertimbangan HASIL Intensitas nyeri sebelum diberikan kompres hangat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Intensitas Nyeri Responden Sebelum diberikan Kompres Hangat di BPM Kota Palembang Tahun 2024 No Intensitas Nyeri Persalinan Frekuensi Persentase (%) 1 Sedang 7 23,3 2 Berat 23 76,7 Jumlah 30 100 Sumber: hasil penelitian Berdasarkan tabel 1. diatas, dapat diletahui intensitas nyeri responden sebelum diberikan kompres hangat sebagian besar mengalami nyeri berat (7-9) berjumlah 23 responden (76,7%) Intensitas nyeri sesudahh peberian kompres hangat Tabel 2. Distribusi Frekuensi Intensitas Nyeri Responden Sesudah diberikan Kompres Hangat di BPM Kota Palembang Tahun 2024 No Intensitas Nyeri Persalinan Frekuensi Persentase (%) 1 Nyeri ringan 5 16.7 2 Nyeri sedang 22 73,7 3 Nyeri sangat berat 3 10,0 Jumlah 30 100 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 Berdasarkan tabel 2, hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri responden setelah diberikan kompres hangat, sebagian besar mengalami nyeri sedang (4-6) berjumlah 22 responden (73,7%) Analisis Bivariat Pengujian selanjutnya adalah analisis bivariat, tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri responden sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat dengan menggunakan komputer dengan uji statistik Wilcoxon. Adapun hasil analisis bivariat dapat dilihat tabel dibawah ini: Tabel 3. Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Intensitas Nyeri Responden di BPM Kota Palembang Tahun 2024 Sesudah Total Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat N % N % N % N % Nyeri Sedang 5 71,4 2 28,6 0 0 7 100 100 Sebelum Nyeri Berat 0 0 20 87 3 13 23 Total 5 16,7 22 73,3 3 10 30 100 Tabel 4. Hasil Uji Statistik Wilcoxon Sesudah – Sebelum Z -5,000b Asymp. Sig. (2-Tailed) ,000 Sumber: hasil penelitian (uji wilcoxon) Tabel 3 menggunakan uji statistik Wilcoxon untuk mengetaui pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat. Dapat diketahui terdapat terdapat 7 responden mengalami nyeri sedang (4-6), setelah di kompres hangat 5 responden menjadi nyeri ringan (1-3), dan 2 responden tetap mengalami nyeri sedang (4-6). Selain itu, terdapat 23 responden mengalami nyeri berat (7-9) sebelum diberikan kompres hangat, setelah diberikan kompres hangat 20 responden menjadi nyeri sedang (4-6), dan 3 responden tetap nyeri berat (7-9). Hasil uji statistik diperoleh nilai ρ value 0,000 ( ρ<0,05), artinya ada pengaruh yang signifikan kompres hangat terhadap intensitas nyeri sebelum dan sesudah kompres hangatdi BPM Fauziah Hatta PEMBAHASAN Tingkat Nyeri Responden Sebelum diberikan Kompres Hangat Hasil analisis univatiat didapatkan hasil sebagian besar ibu bersalin mengalami nyeri berat (79) berjumlah 23 responden (76,7%). Penyebab nyeri sebagaimana menurut Bobak (2005), diantaranya karena kontraksi rahim, sehingga otot-otot dinding rahim mengerut dan menjepit pembuluh darah, jalan lahir atau vagina serta jaringan otot lunak disekitarnya meregang, rasa takut, cemas, dan tegang memicu produksi hormon prostaglandin sehingga timbul stres. Kondisi stres dapat mengurangi kemampuan tubuh menahan rasa nyeri (Uliyah, 2015, p. 126) Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke arah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim (serviks). Dengan adanya pembukaan serviks ini maka akan terjadi persalinan (Aprillia, 2014). Pengendalian rasa nyeri persalinan penting dilakukan untuk memberi ibu rasa nyaman ketika akan melakukan persalinan, karena hal tersebut merupakan salah satu asuhan sayang ibu yang merupakan peran dan fungsi bidan (Andreinie, 2016). Menurut Febriyatie dalam Elin Supliyani, (2017) nyeri saat persalian dipengaruhi oleh faktor fisiologis (kontraksi uterus, dilatasi serviks, tekanan kepala janin pada pelvik, peregangan jalan lahir) dan faktor psikososial (kecemasan, ketakutan, tingkat pendidikan, kemampuan untuk koping ibu, lingkungan fisik, kebudayaan dan etnis serta emosional. Berbagai faktor psikososial menunjukkan pengaruhnya pada persepsi nyeri ibu dan kemampuan untuk mengatasinya. Nyeri bersifat sangat subjektif, hal ini dikarenakan manusia adalah pribadi yang unik, setiap orang mengamati, mengalami, dan menanggapi rasa nyeri dengan caranya sendiri. Ketika ibu mengalami setres, takut atau terkejut, sistem simpatis dan parasimpatis terpicu. Kecemasan yang berlebih juga meningkatkan kadar katekolamin dalam darah yang berakibat meningkatkan aliran darah menuju pelvik dan peningkatan ketegangan pada otot. Tubuh meresponnya dengan penyempitan dan menghambat aliran darah serta oksigen sehingga berdampak pada kerja otot rahim. Otot-otot bawah rahim yang seharusnya bekerja melemas dan membuka malah kaku sehingga bayi tidak dapat turun ke jalan lahir, hal ini menimbulkan nyeri hebat yang dirasakan ibu Tingkat Nyeri Responden Sesudah diberikan Kompres Hangat Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri responden setelah diberikan kompres hangat, sebagian besar mengalami nyeri sedang (4-6) berjumlah 22 responden (73,7%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosalinda, dkk (2011) yang berjudul Perbedaan Teknik Kompres Hangat dan Teknik Masase untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di BPS Nining Haryuni dan BPS Nurhasanah di Bandar Lampung Tahun 2011 terhadap 30 responden, hasilnya terdapat 27 responden (90%) mengalami penurunan nyeri, dan 3 responden (10%) tidak mengalami penurunan nyeri, artinya ada pengaruh kompres hangat untuk mengurangi nyeri persalinan kala I Kompres hangat ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi/ membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, dan memberikan rasa hangat (Uliyah, 2015). Proses penghilangan rasa sakit dengan kompres hangat ini, dengan meningkatkan suhu lokal pada kulit sehingga meningkatkan sirkulasi pada jaringan untuk proses metabolisme tubuh. Hal tersebut dapat mengurangi spasme otot dan mengurangi nyeri (Nurasiah, 2012). Persalinan akan jauh lebih sulit jika ibu inpartu merasa takut/ tegang. Rasa takut sangat umum terjadi pada persalinan, khususnya untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan. Sentuhan dapat membantu wanita hamil rileks di kala 1. Kompres dengan kain yang direndam air panas atau dingin di punggung atau perut akan membuat ibu nyaman sehingga mengurangi nyeri persalinan (Klein dan Fiona, 2013) Pengaruh Kompres Hangat terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Analisis selanjutnya adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri responden sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat dengan menggunakan komputer dengan uji statistik Wilcoxon.. Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui terdapat 23 responden mengalami nyeri berat (7-9) sebelum diberikan kompres hangat, setelah diberikan kompres hangat 20 responden menjadi nyeri sedang (4-6), dan 3 responden tetap nyeri berat (7-9). Selain itu, terdapat 7 responden mengalami nyeri sedang (4-6) sebelum dilakukan kompres hangat, setelah di berikan kompres hangat 5 responden menjadi nyeri ringan (1-3), dan 2 responden tetap mengalami nyeri sedang (4-6), dengan ρ value 0,000 Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni tahun 2014 yang berjudul Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Ibu 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 Bersalin di RB. Ananda Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto menunjukan bahwa hampir seluruhnya responden mengalami nyeri sedang (4-6) sebelum dilakukan kompres air hangat yaitu sebanyak 22 responden (73,4%) dan sebagian besar responden nyeri ringan (1-3) sesudah dilakukan kompres air hangat yaitu sebanyak 20 responden (66,6%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi ρ = 0,002 < α = 0,05, artinya ada pengaruh penggunaan kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Saat ini banyak sekali cara yang digunakan dalam menghilangkan nyeri persalinan. Cara untuk menghilangkan nyeri persalinan yang paling efektif dan efisien adalah tindakan non farmakologi. Menurut Simkin dalam Wahyuni (2014) kompres hangat suatu teknik non-farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri luka, bekas, operasi dan nyeri persalinan, kompres hangat ini juga mengurangi respon melawan atau menghindar seperti gemetar. Suatu studi kecil tentang kompres hangat yang diletakkan didaerah pinggang atau fundus dengan suhu 45-50,5oC pada ibu inpartu menemukan bahwa tindakan ini akan mempelancar sirkulasi darah ibu dan dapat memberi kenyamanan pada ibu. Kompres hangat yang digunakan tidak memiliki efek samping yang membahayakan Penelitian ini dilakukan dengan melakukan intervensi terhadap ibu bersalin kala I fase aktif dengan melakukan pemberian kompres hangat selama 20 menit di bagian punggung bawah ibu bersalin kala 1 fase aktif di area tempat kepala janin menekan tulang belakang kepala, rasa hangat akan mengurangi rasa nyeri, hangat akan meningkatkan sirkulasi ke area tersebut sehingga memperbaiki anoksia jaringan yang disebabkan oleh tekanan. Menurut Simkin dalam Rosalinda, dkk (2011) kompres hangat juga merupakan salah satu metode yang dianggap sangat efektif dalam menurunkan kasus-kasus nyeri yang bertujuan memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mencegah terjadinya spasme otot, dan memberikan rasa hangat. Memang tidak menghilangkan keseluruhan nyeri namun setidaknya memberikan rasa nyaman. Teori ini juga didukug oleh penelitian Rosalinda, dkk (2011) yang berjudul Perbedaan Teknik Kompres Hangat dan Teknik Masase untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di BPM Nining Haryuni dan BPM Nurhasanah di Bandar Lampung Tahun 2011, hasil uji statistik menggunakan uji-t didapatkan hasil rata-rata perbedaan skala sesudah kompres hangat>rata-rata perbedaan skala sesudah masase yaitu 3,63 > 2,47. Artinya bahwa teknik kompres hangat lebih efektif dibanding teknik masase dalam mengurangi nyeri persalinan kala I. Teknik kompres hangat merupakan salah satu metode yang paling efektif dalam pengendalian nyeri bagi ibu yang memiliki kulit sensitif yang tidak dapat ditoleransi dibandingkan dengan penggunaan teknik masase. Jika teknik masase dilakukan terhadap ibu yang memiliki kulit sensitif dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman dan dapat meningkatkan ketegangan yang timbul akibat adanya respon melawan atau perasaan menghindar sehingga nyeri yang ibu rasakan tidak akan berkurang melainkan menimbulkan rasa tidak nyaman Melalui metode observasi langsung kepada responden, peneliti dapat mengetahui dan melihat langsung pengaruh kompres hangat yang diberikan kepada ibu bersalin. Secara keseluruhan berdasarkan apa yang telah peneliti observasi, semua responden rata-rata mengatakan bahwa nyeri persalinan yang dirasakannya berkurang walaupun respon yang diberikannya berbeda-beda. Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Yenny Safitri (2014) dalam penelitiannya yang berjudul Efektvitas Kompres Hangat terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Kamar Bersalin di RSUD Arifin Achmad Tahun 2013. Hasil penelitiannya terdapat penururnan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat, ini artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat hangat pada ibu bersalin kala I fase aktif dengan hasil p-value 0,000. SIMPULAN 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 Proporsi nyeri ibu bersalin sebelum diberikan kompres hangat pada ibu bersalin kala I fase aktif didapatkan hasil 7 responden (23,3%) mengalami nyeri sedang (4-6), sedangkan 23 responden (76,7%) mengalami nyeri berat (7-9) sebelum diberikan kompres hangat, Proporsi nyeri ibu bersalin sesudah diberikan kompres hangat pada ibu bersalin kala I fase aktif didapatkan hasil 5 responden (16,7%) mengalami nyeri ringan (1-3), 22 responden (73,7%) mengalami nyeri sedang (4-6), dan 3 responden (10,0%) tetap mengalami nyeri berat (7-9) sesudah diberikan kompres hangat. Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai sig. ρ value 0,000, artinya, sig. ρ value ≤ 0,05 maka ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di BPM Fauziah Hatta, Mala Husin, dan Bakiah Azhar Tahun 2024 REFERENSI Aprillia, Yessie. 2014. Konsep Nyeri Persalinan.. http://www.bidankita.com/nyeri-persalinan/7/ Diakses tanggal 07 Januari 2018. Andreinie, Ria. 2016. Analisis Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan. Bandung: STIKes ‘Aisyiyah Bandung. Antriana, Inna. 2016. Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan pada Kala 1 Fase Aktif fi BPS Bidan Kokom Komariah Cijati Majalengka Tahun 2016. Majalengka: STIKes YPIB Majalengka. Dahlan, M. Sopiyudin. 2015. Statistik untuk Kedoteran dan Kesehatan. Jakarta: Epideimiologi Indonesia Dewi, Niwang Ayu Tungga. 2016. Patologi dan Patofisiologi Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika Fitrianingsih, dan Wandani. 2018. Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Rasa Nyeri Persalinan Kala I Fase Persalinan Fase Aktif di 3 BPM Kota Cirebon. Cirebon: Poltekkes KemenkesTasikmalaya Ilmiah, Widia Shofa. 2015. Asuhan Persalinan Normal. Yogyakarta: Nuha Medika. Johariyah dan Ema Wahyu Ningrum. 2012. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Trans Info Media. Klein, Susan dan Fiona Thomson. 2013. Panduan Lengkap Kebidanan. Yogyakarta: Pallmall Yogyakarta. Korompis, Grace. 2015. Biostatistika untuk Keperawatan. Jakarta: EGC. Kuswandari. 2016. BAB III Metode Penelitian. http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/5841/7.%0BAB%20III.pdf?sequence= 7&isAllowed=y. Diakses tanggal 06 Januari 2018. Kuswanti, Ina dan Fitria Melina. 2014. Askeb II Persalinan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nurasiah, Ai. Dkk.2012. Asuhan Persalinan Normal Bagi Bidan. Bandung: PT. Refika Aditama. Marmi. 2016. Intranatal Care Asuhan Kebidanan Pada Persalinan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Muhardi, Muhiman. 1986. Persalinan. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Murray, L Michelle dan Gayle M. Huelsmann. 2013. Persalinan & Melahirkan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Notoatmojo, Soekidjo. 2013. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Reeder, dkk. 2013. Keperawatan Maternitas Kesehatan Wanita, Bayi, & Keluarga. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Rukiah, Ai Yeyeh, dkk. 2014. Asuhan Kebidanan II Persalinan. Jakarta: CV Trans Info Media. Rosalinda, Dessy, dkk. 2011. Perbedaan Teknik Kompres Hangat dan Teknik Masase untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di BPS Nining Haryuni dan BPS Nurhasanah di Bandar Lampung Tahun 2011. Lampung: Prodi Kebidanan Metro Poltekkes Safitri, Yenni. 2014. Efektvitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Dikampar Bersalin di RSUD Arifin Achmad Tahun 2013. Riau: STIKes Tuanku Tambusai Riau. 2025 Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline Vol. 3 No. 11 Pengaruh Kompres Hangat Terhadap (Suprida, et., al) | 300-308 Siswanto, Susila, dan Suyanto. 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran. Yogyakarta: Bursa Ilmu. Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Uliyah, Musrifatul dan A. Aziz Alimul Hidayat. 2015. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.