Volume 16 Nomor 12 | 67 PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP AKUMULASI TABUNGAN SEBAGAI SUMBER DANA OPERASIONAL BANK Maria Oktavia Naulibasa1, Della Waty Ompu Sunggu2, Saskia Panjaitan3, Irma Shinta Uly Br Lumbangaol4, Hamonangan Siallagan5
[email protected],
[email protected],
[email protected],
[email protected], monangsiallag[email protected]om5 Universitas HKBP Nommensen ABSTRAK Tabungan merupakan sumber dana operasional utama bank dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan. Penelitian ini mengkaji pengaruh faktor eksternal terhadap akumulasi tabungan dan strategi bank dalam menghadapinya menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan enam faktor eksternal utama yang mempengaruhi akumulasi tabungan: kondisi ekonomi makro, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, stabilitas politik dan keamanan, teknologi dan inovasi perbankan, serta budaya dan perilaku masyarakat. Strategi adaptif yang dapat diterapkan bank meliputi penyesuaian kebijakan suku bunga, optimalisasi digitalisasi layanan, diversifikasi produk simpanan, penguatan manajemen risiko, kerja sama dengan otoritas keuangan, dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu perbankan dan menjadi dasar bagi manajemen bank dalam merumuskan strategi pengelolaan dana yang lebih efektif. Kata Kunci: Tabungan, Faktor Eksternal, Dana Operasional Bank, Strategi Perbankan. ABSTRACT Savings are the main source of operational funds for banks in carrying out their financial intermediation functions. This study examines the influence of external factors on savings accumulation and banks' strategies in dealing with them using a literature review method. The results of the study show six main external factors that influence savings accumulation: macroeconomic conditions, inflation rates, interest rates, political stability and security, banking technology and innovation, and community culture and behavior. Adaptive strategies that banks can implement include adjusting interest rate policies, optimizing service digitalization, diversifying deposit products, strengthening risk management, cooperating with financial authorities, and improving public financial literacy. This study contributes to the development of banking science and provides a basis for bank management in formulating more effective fund management strategies. Keywords: Savings, External Factors, Bank Operating Funds, Banking Strategy. PENDAHULUAN Peran bank sebagai lembaga keuangan sangat penting dalam mendukung perekonomian suatu negara terutama melalui penyediaan dana operasional yang bersumber dari tabungan nasabah yang terkumpul. Tabungan mengacu pada aktivitas perbankan dalam menghimpun dana masyarakat dengan syaratsyarat tertentu bagi pemegangnya, persyaratan masing-masing bank berbeda dan tujuan nasabah menyimpan uang di rekening tabungan juga berbeda (Hamonangan, 2024). Bank memperoleh keuntungan tidak hanya melalui jasa-jasa perbankan mereka tawarkan, melainkan juga dari dana simpanan masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola seperti proses perputaran dan alokasi yang efesien agar mengahsilkan keuntungan ekonomi yang optimal bagi bank (Anggraini & Fathurrahman, 2018). Dana operasional ini menjadikan modal utama bagi bank dalam melaksanakan kegiatan usaha seperti pemberian pinjaman dan investasi. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi akumulasi tabungan sangat penting untuk memastikan kelangsungan dan stabilitas operasional bank. Faktor eksternal mengacu pada variabel diluar kendali bank yang memberikan dampak
68 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) signifikan terhadap perilaku menabung nasabah. Faktor ini meliputi kondisi makroekonomi seperti fluktuasi tingkat inflasi dan perubahan suku bunga kebijakan bank sentral. Misalnya, suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral dapat mempengaruhi keputusan nasabah untuk menabung karena suku bunga merupakan insentif langsung bagi nasabah untuk menyimpan dana di bank (Firmansyah et al., 2022). Selain itu, kondisi ekonomi yang tidak stabil cenderung menciptakan ketidakpastian bagi masyarakat sehingga mempengaruhi preferensi mereka terhadap likuiditas dan tabungan. Secara keseluruhan, faktor eksternal yang beragam dan dinamis mengharuskan bank untuk memahami dan mengantisipasi perubahan yang dapat mempengaruhi akumulasi tabungan sebagai sumber dana opersioanal. Faktor-faktor tersebut menjadi tantangan besar bagi bank dalam mempertahankan dan mengoptimalkan akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional. Misalnya, suku bunga yang rendah dapat menurunkan minat masyarakat untuk menabung sehingga menghambat ketersediaan dana untuk aktivitas bank. Selain itu, isi ketidakstabilan ekonomi yang dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan berpotensi menimbulkan penarikan dana besar-besaran yang secara langsung mengganggu likuiditas dan stabilitas operasional bank. Kondisi ini mengharuskan manajemen bank membuat kebijakan atau strategi pengelolaan yang lebih efektif terhadap faktor-faktor eksternal tersebut agar dana masyarakat dapat terus terakumulasi dan dioptimalkan sebagai modal utama operasional bank (Dewi & Triaryati, 2017) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh faktor eksternal terhadap akumulasi tabungan pada bank dan memberikan rekomendasi yang mampu memperkuat peran tabungan sebagi sumber dana yang stabil dan berkelanjutan dalan menjalankan fungsi perbankan di tengah tantangan lingkungan eksternal yang kompleks dan berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor eksternal yang mempengaruhi akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional bank dan mengidentifikasi strategi adaptif yang diterapkan bank dalam menghadapi dinamika kondisi eksternalPenelitian ini bertujuan mengkaji faktor eksternal yang mempengaruhi akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional bank dan mengidentifikasi strategi adaptif yang diterapkan bank dalam menghadapi dinamika kondisi eksternal. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penuisan karya ilmiah ini adalah studi Pustaka atau juga dikenal dengan studi literatur. Metode ini berfokus pada pengumpulan data dan informasi dari sumber-sumber sekunder yang telah tersedia dan dipublikasikan sebelumnya. Menurut (Widaningsih, Sri, 2014) studi literatur atau studi Pustaka adalah mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang di temukan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengkaji dan menggabungkan berbagai temuan penelitian terdahulu terkait pengaruh faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional bank. Menurut Sugiyono dalam (Layaliya et al., 2021) menjelaskan bahwa studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti, hal ini dikarenakan penelitian tidak akan lepas dari literatur-literatur ilmiah. Desain penelitian dengan menggunakan studi pustaka memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya yaitu biaya yang digunakan lebih rendah dibandingkan dengan metode penelitian lapangan karena tidak membutuhkan pengumpulan data secara langsung seperti survei, wawancara, atau observasi di lapangan. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berasal dari berbagai studi, laporan, artikel akademik, dan dokumen lain yang relevan yang telah diakses melalui jurnal ilmiah, database online, serta perpustakan digital. peneliti juga memanfaatkan laporan dan penelitian terdahulu yang sudah di publikasikan secara nasional
Volume 16 Nomor 12 | 69 untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional bank. Metodelogi penelitian dengan menggunakan studi pustaka ini sangat membantu peneliti dalam merumuskan argumen, memahami kerangka konseptual yang ada, serta mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur yang dapat dijadikan dasar untuk pengembangan penelitian lebih lanjut. Sehingga pendekatan ini sangat cocok digunakan untuk memperoleh wawasan mendalam tanpa harus melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan, sehingga menghasilkan analisis yang berbasis data sekunder yang relevan dan terpercaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor-Faktor Eksternal Utama Mempengaruhi Akumulasi Tabungan Sebagai Sumber Dana Opersional Bank Dana yang berasal dari akumulasi tabungan tersebut menjadi komponen utama dalam struktur pendanaan bank karena memiliki peran vital dalam menjaga kelangsungan aktivitas operasional perbankan. Melalui dana yang dihimpun dari masyarakat, bank dapat menjalankan berbagai fungsi intermediasi keuangan, seperti menyalurkan kredit kepada sektor produktif, melakukan kegiatan investasi, serta membiayai berbagai aktivitas ekonomi lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan tersedianya dana yang cukup, bank dapat meningkatkan kemampuan likuiditasnya, memperluas jaringan layanan, serta memperkuat posisi keuangan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan bank dalam menghimpun dana dari masyarakat tidak hanya mencerminkan kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan tersebut, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai tingkat stabilitas, efektivitas manajemen keuangan, serta kinerja keseluruhan bank dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi yang sehat dan berdaya saing. Dalam kegiatan operasionalnya, bank sangat bergantung pada dana yang berasal dari masyarakat, salah satunya melalui simpanan atau tabungan. Besarnya akumulasi tabungan yang berhasil dihimpun oleh bank tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti kebijakan suku bunga atau strategi pemasaran, tetapi juga oleh berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali bank. Faktor-faktor eksternal tersebut memiliki peranan penting karena dapat memengaruhi perilaku menabung masyarakat serta kemampuan bank dalam menghimpun dana pihak ketiga sebagai sumber utama pendanaan operasionalnya. Penelitian Anggraini, (2018) menjelasan faktor-faktor eksternal utama yang mempengaruhi akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional bank sebagai berikut: 1. Kondisi ekonomi makro Ketika perekonomian berada dalam kondisi stabil dan mengalami pertumbuhan positif, pendapatan masyarakat cenderung meningkat sehingga kemampuan untuk menabung juga lebih besar. Sebaliknya, pada saat terjadi perlambatan ekonomi atau krisis, masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan konsumsi dibanding menabung. Pertumbuhan ekonomi yang baik akan menciptakan kepercayaan terhadap sistem keuangan dan mendorong peningkatan dana pihak ketiga yang dihimpun oleh bank. 2. Tingkat inflasi Inflasi yang tinggi dapat menurunkan nilai riil uang yang disimpan, sehingga masyarakat cenderung enggan menabung di bank dan memilih untuk mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas atau properti. Sebaliknya, inflasi yang rendah dan stabil akan meningkatkan kecenderungan masyarakat untuk menabung karena nilai uang relatif terjaga. Oleh karena itu, kestabilan harga merupakan faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tabungan di perbankan.
70 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) 3. Tingkat suku bunga Suku bunga tabungan yang ditetapkan oleh bank central seperti bank Indonesia menjadi daya tarik utama bagi nasabah untuk menempatkan dananya. Apabila tingkat suku bunga tinggi, masyarakat akan lebih terdorong untuk menabung karena imbal hasil yang diterima lebih besar. Namun, apabila suku bunga menurun, masyarakat cenderung beralih pada bentuk investasi lain yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi, seperti saham atau reksa dana. Dengan demikian, kebijakan moneter yang memengaruhi suku bunga acuan turut berdampak pada jumlah tabungan yang dapat dihimpun bank. 4. Stabilitas politik dan keamanan Situasi politik dan keamanan yang stabil menciptakan rasa aman bagi masyarakat untuk menyimpan dananya di bank. Sebaliknya, kondisi politik yang tidak menentu atau terjadi krisis keuangan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat dan berpotensi menimbulkan penarikan dana besar-besaran (rush). Oleh sebab itu, kestabilan politik menjadi salah satu pilar dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan. 5. Teknologi dan inovasi perbankan Kemajuan teknologi digital telah memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui layanan seperti mobile banking, internet banking, maupun ewallet. Inovasi ini membuat aktivitas menabung menjadi lebih praktis dan efisien, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk menyimpan dananya di bank. Bank yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi biasanya lebih unggul dalam menghimpun dana dari masyarakat. 6. Budaya dan perilaku masyarakat Masyarakat dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi umumnya memiliki kesadaran lebih baik tentang pentingnya menabung dan mengelola keuangan secara bijak. Sebaliknya, di daerah dengan literasi keuangan rendah, perilaku konsumtif sering kali lebih dominan dibandingkan kebiasaan menabung. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi hal yang penting untuk mendorong pertumbuhan tabungan di masyarakat. Strategi yang Dilakukan Bank untuk Mengatasi Dampak Faktor Eksternal Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan harus mampu beradaptasi terhadap perubahan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menghimpun dana dari masyarakat. Untuk menjaga stabilitas sumber dana operasional, bank perlu menerapkan berbagai strategi yang bersifat adaptif, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan nasabah dan kondisi ekonomi yang sedang berlangsung. Untuk menjaga kestabilan sumber dana operasional yang merupakan komponen vital dalam kegiatan perbankan, bank perlu merancang, menyusun, dan menerapkan berbagai strategi yang tidak hanya bersifat adaptif, fleksibel, dan inovatif, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan eksternal yang selalu berubah, termasuk perubahan kondisi ekonomi makro, fluktuasi inflasi, pergeseran tingkat suku bunga, stabilitas politik, perkembangan teknologi, serta perilaku dan preferensi masyarakat dalam mengelola keuangan. Strategi tersebut harus dijalankan dengan tetap berfokus pada kebutuhan dan kepuasan nasabah, memastikan layanan perbankan mudah diakses, aman, dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga bank dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan nasabah, mendorong peningkatan akumulasi tabungan, memperluas basis dana pihak ketiga, serta secara efektif mendukung kelangsungan dan keberlanjutan seluruh kegiatan operasional perbankan dalam jangka panjang, sekaligus menjaga posisi bank tetap kompetitif di tengah persaingan industri keuangan yang semakin dinamis dan kompleks. Berdasarkan pemahaman terhadap pengaruh faktor eksternal, bank harus mengambil langkah-langkah strategis yang mampu mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi, politik, dan sosial. Menurut (Saputri & Fitri, 2025) strategi ini mencakup berbagai upaya adaptasi dan
Volume 16 Nomor 12 | 71 inovasi agar bank tetap mampu menghimpun tabungan masyarakat secara optimal yaitu sebagai berikut: 1. Menyesuaikan kebijakan suku bunga Tabungan Sesuai dengan kondisi pasar dan tingkat inflasi. Ketika inflasi meningkat, bank dapat menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif agar nilai riil tabungan tetap menarik bagi masyarakat. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga minat masyarakat agar tetap menabung meskipun terjadi tekanan ekonomi eksternal. 2. Mengoptimalkan inovasi teknologi dan digitalisasi layanan. Melalui pengembangan mobile banking, internet banking, dan aplikasi keuangan digital, bank berupaya memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan dalam bertransaksi. Strategi ini terbukti efektif dalam menarik minat generasi muda dan masyarakat yang semakin terbiasa dengan teknologi digital, sehingga memperluas basis nasabah dan meningkatkan volume tabungan. 3. Strategi diversifikasi produk simpanan Untuk menghadapi perubahan perilaku masyarakat dan kondisi ekonomi. Misalnya, dengan menawarkan berbagai jenis produk tabungan seperti tabungan berjangka, tabungan pendidikan, tabungan haji, serta deposito berjangka dengan keuntungan yang kompetitif. Diversifikasi ini memberikan alternatif bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. 4. Manajemen risiko dan penguatan kepercayaan nasabah. Bank memastikan transparansi dalam pengelolaan dana, memperkuat sistem keamanan transaksi, serta menjaga likuiditas agar mampu memenuhi kebutuhan penarikan dana sewaktu-waktu. Kepercayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam menjaga kestabilan dana pihak ketiga di tengah dinamika eksternal. 5. Bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas keuangan Menjalin kerja sama seperti dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan kebijakan moneter dan program inklusi keuangan. Melalui kerja sama ini, bank dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperluas akses layanan keuangan ke masyarakat yang belum terjangkau (Unbanked Population), sehingga potensi penghimpunan dana semakin besar. 6. Peningkatan literasi dan edukasi keuangan masyarakat. Bank secara aktif melakukan sosialisasi dan kampanye menabung melalui berbagai program seperti Gerakan Nasional Menabung atau kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang keuangan. Langkah ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung dan memperkuat hubungan jangka panjang antara bank dan nasabah. Dengan menerapkan berbagai strategi yang telah dijelaskan sebelumnya, bank diharapkan mampu menghadapi tantangan dari faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi ekonomi, inflasi, perubahan kebijakan pemerintah, maupun perkembangan teknologi yang cepat. Adaptasi dan inovasi yang berkelanjutan menjadi kunci bagi bank untuk menjaga stabilitas dana operasional, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mempertahankan pertumbuhan profitabilitas di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan mengenai pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap akumulasi tabungan sebagai sumber dana operasional bank, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Peran Krusial Tabungan bagi Bank Simpanan masyarakat berupa tabungan merupakan fondasi utama bagi bank untuk menjalankan peran intermediasinya. Dana yang terkumpul ini sangat vital untuk
72 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) disalurkan kembali sebagai kredit produktif maupun investasi, yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian nasional secara berkelanjutan 2. Pengaruh Dominan Lingkungan Eksternal Meskipun faktor internal berpengaruh, kemampuan bank menghimpun dana lebih banyak ditentukan oleh enam variabel eksternal di luar kendali manajemen, yakni: situasi makroekonomi, laju inflasi, kebijakan suku bunga, kondisi politik, perkembangan teknologi, serta budaya masyarakat. Elemen-elemen ini secara langsung membentuk pola perilaku nasabah dalam menabung. 3. Dinamika Ekonomi dan Minat Menabung Kapasitas menabung masyarakat berbanding lurus dengan stabilitas ekonomi dan pendapatan, namun berbanding terbalik dengan tingginya inflasi yang menggerus nilai uang. Selain itu, suku bunga berfungsi sebagai insentif utama; tingkat bunga yang tinggi akan menarik dana nasabah, sementara bunga rendah cenderung memicu peralihan dana ke instrumen investasi alternatif. 4. Urgensi Kepercayaan dan Stabilitas Politik. Rasa aman nasabah untuk menempatkan dananya sangat bergantung pada kestabilan situasi politik dan keamanan negara. Ketidakpastian politik atau krisis keuangan berisiko merusak kepercayaan publik, yang dapat memicu penarikan dana massal (rush) dan mengancam likuiditas operasional perbankan 5. Sinergi Teknologi dan Literasi Keuangan. Transformasi digital melalui fitur seperti mobile banking telah menyederhanakan akses layanan, sehingga meningkatkan antusiasme masyarakat untuk menabung. Di sisi lain, pemahaman atau literasi keuangan yang baik menjadi faktor penentu kesadaran masyarakat dalam mengelola dana dan memprioritaskan tabungan 6. Implementasi Strategi yang Adaptif. Guna menghadapi tantangan eksternal, bank harus menerapkan langkah-langkah strategis yang inovatif dan responsif terhadap nasabah. Upaya ini mencakup penyesuaian suku bunga yang kompetitif, akselerasi digitalisasi, penganekaragaman produk, penguatan manajemen risiko, kolaborasi dengan regulator, serta aktif melakukan edukasi keuangan kepada publik. Saran Berikut adalah beberapa saran untuk meningkatkan akumulasi tabungan yang berfungsi sebagai dana operasional bank: 1. Membangun Sistem Pemantauan Faktor Eksternal Bank perlu mengembangkan mekanisme monitoring komprehensif terhadap dinamika faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, inflasi, dan kebijakan suku bunga acuan. Sistem pemantauan ini memungkinkan manajemen melakukan deteksi dini dan menyusun strategi penghimpunan dana yang proaktif guna mengantisipasi dampak negatif terhadap akumulasi tabungan. 2. Memperkuat Inovasi Produk Digital Mengingat peran strategis teknologi dalam mendorong minat menabung, bank harus mengembangkan produk tabungan digital yang inovatif, aksesibel, dan aman. Pengembangan aplikasi mobile banking dengan fitur financial planning, notifikasi realtime, dan program reward dapat meningkatkan konsistensi menabung, khususnya bagi generasi milenial dan Z yang lebih adaptif terhadap teknologi. 3. Penerapan Kebijakan Suku Bunga yang Fleksibel Bank perlu menerapkan strategi penetapan suku bunga tabungan yang dinamis dan responsif terhadap kondisi ekonomi. Penyesuaian suku bunga secara cepat saat inflasi meningkat serta penawaran bunga progresif berdasarkan saldo dan jangka waktu dapat mempertahankan daya tarik tabungan dan mendorong akumulasi dana jangka panjang.
Volume 16 Nomor 12 | 73 4. Penguatan Manajemen Risiko dan Transparansi Bank harus menjamin transparansi pengelolaan dana dan mengimplementasikan sistem keamanan modern seperti multi-factor authentication, enkripsi data, dan fraud detection. Komunikasi berkala mengenai kondisi keuangan bank kepada nasabah diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam situasi ketidakpastian ekonomi atau politik. 5. Pemeliharaan Stabilitas Ekonomi dan Politik Pemerintah dan Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas makroekonomi melalui pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan kebijakan fiskal yang bijaksana. Stabilitas politik sebagai fondasi kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan harus dipertahankan agar mendorong keyakinan publik dalam menyimpan dana di bank. DAFTAR PUSTAKA Anggraini, M. (2018). Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Perbankan Pendahuluan. 2(1), 23–33. Anggraini, M., & Fathurrahman, A. (2018). Analysis of internal and external factors that affect the holding period of LQ45 shares. Journal of Economics Research and Social Science, 42(21), 23– 33. Deposito, D. (2022). YUME : Journal of Management Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito terhadap Jumlah. 5(3), 553–566. https://doi.org/10.37531/yume.vxix.346 Dewi, I. L., & Triaryati, N. (2017). PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL BANK TERHADAP NET INTEREST MARGIN DI INDONESIA Net Interest Margin menggambarkan kemampuan bank untuk menghasilkan bunga negara-negara kawasan ASEAN . Apabila dilihat secara keseluruhan , Net Interest Margin di Indon. E-Jurnal Manajemen, 6(6), 3051–3079. https://ojs.unud.ac.id/index.php/manajemen/article/view/29880 Firmansyah, N. B., Purbayati, R., Mauluddi, H. A., & Nurrachmi, I. (2022). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank Umum Syariah di Indonesia. Journal of Applied Islamic Economics and Finance, 3(1), 54–63. https://doi.org/10.35313/jaief.v3i1.3794 Hamonangan, S. (2024). AKUNTANSI PERBANKAN (2nd ed.). Jannah, N., & Achmad, H. (2022). PERAN TABUNGAN DALAM MENGHIMPUN DANA PIHAK KETIGA MASA PANDEMI COVID-19 PADA BANK SUMUT KCP SYARIAH. Jurnal Ekonomi Dan Perbankan, 6(2), 50–65. Jefriadi. (2013). Pengaruh tingkat suku bunga, inflasi dan pendapatan perkapita terhadap jumlah dana deposito periode 2002-2011. Layaliya, F. N., Haryadi, H., & Setyaningsih, N. H. (2021). Media Pembelajaran Bahasa Dan Sastra (Studi Pustaka). Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 6(2), 81–84. https://doi.org/10.21107/metalingua.v6i2.12392 Lubis, Y. (2018). Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis. 7597(2), 162– 177. Margaretha, F., & Setiyaningrum, D. (2004). Likuiditas Bank terhadap Capital Adequacy Ratio BankBank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Warjiyo, 47–55. Natika, L., & Ambarwati, D. (2020). Pengelolaan Produk Tabungan Pada Pt. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Kantor Cabang Pembantu Pamanukan Kabupaten Subang. The World of Financial Administration Journal, 2(1), 22–36. https://doi.org/10.37950/wfaj.v2i1.907 Saputri, F. O., & Fitri, A. O. (2025). PERUBAHAN PASAR DAN TRANSFORMASI DIGITAL DI INDONESIA BANKING INDUSTRY STRATEGY IN DEALING WITH MARKET CHANGES. 9782–9790. Triwibowo, E., Lisdianti, L., & Asiah, N. (2021). TERHADAP LABA BERSIH PADA KLINIK JB MEDICAL CENTER. 6(2), 117–131. Wahyudi, D. (2022). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN DAN INVESTASI DI INDONESIA.
74 | Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen (JREM) Widaningsih, Sri, R. (2014). MANAJEMEN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH (Sebuah Kajian Literatur). Jurnal ILMAN, 1(2), 160–172. Widiawati, A. (2015). ANALISIS PERKEMBANGAN GIRO, TABUNGAN DAN DEPOSITO TERHADAP PERKEMBANGAN KREDIT PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) CABANG PEMBANTU LATIMOJONG MAKASSAR. Akmen Jurnal Ilmiah, 12.